NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Malam sudah hampir tiba ketika sebagian besar karyawan mulai meninggalkan kantor. Lampu di beberapa ruangan lantai atas bahkan sudah dimatikan. Suasana gedung perusahaan terlihat jauh lebih sepi dibanding biasanya. Namun, di salah satu ruang meeting kecil dekat pantry executive floor, dua orang masih berada di sana.

Rio berdiri dekat meja sambil menatap Tiara yang duduk santai memainkan ponselnya.

“Kamu nyuruh aku datang malam-malam cuma buat ini?” Rio bertanya pelan.

Tiara tersenyum tipis. “Kangen aja.”

Rio mendecakkan lidah pelan, tapi pria itu tetap datang juga.

Tiara memang selalu tahu bagaimana membuatnya luluh.

Perempuan itu bangkit lalu berjalan mendekat. Dress ketat warna hitam yang ia pakai membuat suasana semakin tidak nyaman.

“Atau...” Tiara merapikan kerah kemeja Rio pelan. “Kamu takut ketahuan?”

Rio langsung menahan tangan Tiara.

“Jangan macam-macam di kantor.”

Tiara malah tertawa kecil. “Kenapa? Takut Adrian tahu?”

Nama itu langsung membuat ekspresi Rio berubah. Sudah beberapa hari ini ia merasa harga dirinya jatuh setiap mendengar nama Adrian disebut. Pernikahan mewah. Honeymoon ke Swiss. Sikap tenang Adrian yang seolah menang dalam segalanya.

Dan sekarang bahkan Tiara membandingkannya diam-diam.

“Jangan bahas dia,” ucap Rio dingin.

Tiara mengangkat kedua tangan pura-pura menyerah. “Oke, oke.”

Namun sedetik kemudian, perempuan itu kembali mendekat sampai tubuh mereka nyaris tanpa jarak.

“Jadi...” bisiknya pelan. “Kamu masih mikirin mantan istri kamu atau mikirin aku?”

Rio menatap Tiara cukup lama.

Hubungan mereka memang salah sejak awal. Penuh kebohongan dan sembunyi-sembunyi. Tapi Rio sudah terlalu dalam.

Tangannya perlahan menarik pinggang Tiara.

“Aku ke sini buat siapa?”

Tiara tersenyum puas.

Namun belum sempat suasana berubah lebih jauh,

BRAK.

Pintu ruang meeting terbuka tiba-tiba.

Rio langsung melepaskan Tiara dengan kaget.

Dan di depan sana, Adrian berdiri diam dengan tatapan dingin menusuk. Suasana langsung membeku.

Tiara refleks mundur beberapa langkah sementara Rio menegang seketika.

Adrian masih memakai jas hitamnya. Satu tangannya memegang map dokumen, sementara matanya bergantian melihat Rio dan Tiara.

“Wah,” ucap Adrian tenang. “Gue ganggu?”

Tidak ada yang menjawab.

Rio langsung berdeham pelan berusaha terlihat normal.“Kita cuma ngobrol.”

Adrian tersenyum tipis. "Malam- malam di ruang rapat, berduaan?”

“Ini kantor,” balas Rio cepat.

“Makanya gue heran.” Adrian melangkah masuk perlahan. “Kantor dipakai buat kerja atau selingkuh?”

Tiara langsung pucat.“Pak Adrian, saya—”

“Saya nggak nanya ke kamu.” Tatapan Adrian tetap dingin. “Besok laporan meeting pindah ke email saya. Dan sekarang keluar.”

Tiara menelan ludah lalu buru-buru mengambil tasnya. Sebelum pergi, perempuan itu sempat melirik Rio panik.

Tapi Rio sendiri sedang sibuk menahan emosinya.

Begitu Tiara keluar, ruangan menjadi jauh lebih sunyi.

Adrian meletakkan map di meja tanpa memutus tatapan dari Rio.“Berani juga lo.”

Rio terkekeh hambar. “Sok suci banget sekarang.”

Adrian tidak terpancing.“Livy tahu?”

Pertanyaan itu langsung membuat rahang Rio mengeras.“Jangan ikut campur urusan rumah tangga gue.”

“Kalau nggak mau dicampuri, jangan bikin drama di kantor, apalagi sama asisten gue.”

Rio langsung berdiri tegak.“Lo pikir hidup lo paling sempurna sekarang? Lo cemburu karena gue dekat sama Tiara?”

Adrian tersenyum tipis, tapi matanya dingin.“Nggak sempurna.” Ia menatap Rio lurus. “Tapi setidaknya gue nggak nyakitin istri gue diam-diam. Gue juga nggak cemburu. Dari awal gue nggak minat sama Tiara. Cuma aja dia asisten gue. bawahan gue, kerja juga buat gue. ”

Kalimat itu menghantam telak.

Rio mengepalkan tangan kuat-kuat.

Adrian mengambil kembali mapnya lalu berjalan melewati Rio begitu saja.Namun sebelum keluar ruangan, langkahnya berhenti sebentar.“Oh iya.”

Rio menatapnya kesal.

“Hati-hati.” Adrian menoleh sedikit. “Rahasia beginian biasanya nggak bertahan lama. Jangan bikin kesalahan yang sama. Binatang aja bisa kok menghindari tempat yang sekiranya merugikan, masa Lo malah jatuh di tempat yang sama ”

Setelah itu Adrian pergi meninggalkan Rio sendirian di ruangan meeting dengan wajah penuh amarah dan kegelisahan.

。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。

Pintu rumah terbuka pelan saat Rio masuk dengan langkah berat. Jas kerjanya tersampir di lengan, wajahnya terlihat kusut setelah kejadian memalukan di kantor tadi. Kepalanya masih dipenuhi tatapan dingin Adrian saat memergokinya bersama Tiara di ruang rapat.

Ia mengembuskan napas kasar.

Sial.

Rio pikir semuanya sudah selesai ketika Adrian memilih pergi tanpa banyak bicara. Tapi justru itu yang membuatnya makin gelisah. Diamnya Adrian terasa lebih mengerikan daripada amarah.

"Pi?”

Suara Livy membuat Rio tersentak. Perempuan itu muncul dari ruang makan dengan wajah lelah, tapi tetap berusaha tersenyum menyambut suaminya.

“Kamu baru pulang?” tanyanya pelan.

Rio mengangguk singkat. “Lembur.”

Jawaban cepat. Terlalu cepat.

Livy menatap suaminya beberapa detik. Ada sesuatu yang berbeda. Rio tampak lebih tegang dari biasanya. Bahkan tidak menatap matanya lama-lama.

“Aku bikinin teh hangat?”

“Nggak usah.”

Rio langsung berjalan melewati Livy menuju kamar. Namun langkahnya terhenti saat Livy tanpa sadar memegang lengan kemejanya.

Dan saat itulah mata Livy menangkap noda merah samar di dekat kerah putih Rio.

Lipstik. Jantung Livy seperti diremas tiba-tiba.

Rio belum sadar. Pria itu masih sibuk membuka jam tangannya sambil menghela napas kesal.

“Kenapa?” tanyanya datar ketika Livy diam terlalu lama.

Tatapan Livy tertuju penuh pada noda itu.

“Ini apa?”

Rio mengernyit. “Apa?”

Livy menunjuk kerah kemejanya dengan tangan gemetar kecil. “Ada bekas lipstik.”

Wajah Rio langsung berubah.

Refleks ia menoleh ke arah kerahnya sendiri, lalu buru-buru mencoba menutupi dengan tangan. Tapi terlambat. Livy sudah melihat jelas warna merah menyala itu.

Deg.

Dalam sekejap, wajah Tiara muncul di kepala Rio. Perempuan itu tadi memang memeluknya terlalu dekat sebelum Adrian masuk ke ruang rapat.

Sial.

“Itu—” Rio tercekat.

Livy mundur satu langkah. Tatapannya perlahan memudar. Lagi.

Perasaan buruk itu lagi.

“Aku nggak salah lihat, kan?” suara Livy lirih. “Lipstik perempuan.”

Rio mulai panik. “Mi, dengerin dulu—”

“Perempuan mana?”

“Nggak seperti yang kamu pikir.”

Livy tertawa kecil. Hambar sekali sampai membuat Rio semakin tidak nyaman.

“Kalimat itu.” Livy menggeleng pelan. “Aku capek dengernya.”

Rio mendekat, mencoba meraih tangannya, tapi Livy menarik diri cepat.

Tatapan perempuan itu mulai berkaca-kaca.

“Aku cuma pengin hidup tenang sama kamu, Pi...” suaranya bergetar. “Tapi kenapa akhir-akhir ini aku selalu curiga? Kenapa kamu makin sering bohong?”

Rio terdiam.

Baru kali ini ia tidak punya jawaban cepat. Karena semua yang dikatakan Livy memang benar.

Dan noda lipstik kecil itu terasa seperti bukti paling telanjang dari semua kebusukan yang selama ini ia sembunyikan.

[]

1
riza
aah... selamat 🥰 penasaran deh sama reaksi Tiara sama rio
riza
gila sih... perasaanku diacak² kamu Thor 🤭
riza
kasian Livy kena karma. Tiara 🤬
riza
sayangnya laki² yg kayak Adrian cuma ada di novel aja 🤭
riza
ini tuh selalu bikin gregetan. bisa aja nih authornya. pas Adrian Mita dibuat baper. Rio dmlivy binbikin gregetan 🥰
riza
karma pelan² datang ke rumah tangga Livy dan Rio
riza
lucu 🤭
riza
merinding 🤭
riza
kak aku tuh suka bgt sama Adrian 🥰 setiap baca, rasanya kaya aku itu Mita nya 🤭
riza
mau Adrian 🥹
milku
bagus ceritanya. bikin senyam senyum sendiri si Adrian dan Mita. pokoknya nggak nyesel deh
milku
selamat ya Mita dan adrian😍
riza
livy keknya stres dia 🤭
riza
mampus
riza
bukan Turing namanya ih
riza
gacor bgt pasutri ini 🤭🔥
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!