Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.
Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.
Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19.
"Ini murni pekerjaan Kenan. jangan menatapku seolah aku mau menculik pacar barumu." tambah Arkan saat melihat Kenan menyipitkan mata curiga.
Kenan terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Ia menatap Kiara yang tampak biasa saja namun tetap bersemangat jika menyangkut pekerjaan lapangan.
"Pergilah dengan Arkan. selesaikan datanya dengan teliti." Kata Kenan pada akhirnya.
"Dan Arkan... jaga Kiara baik-baik. jangan sampai dia kelelahan apalagi terluka sedikit pun di lokasi proyek. mengerti?"
Kiara tertegun. Ia menatap Kenan dengan mata yang sedikit menyipit, ada rasa haru yang menjalar di hatinya melihat sisi protektif Kenan yang mulai keluar secara alami.
"Pergilah. jangan terlalu lama menatapku atau aku tidak akan membiarkanmu keluar dari ruangan ini." ucap Kenan pelan namun tegas.
Dia mulai posesif!!!
Batin Kiara keluar mengikuti Arkan sambil melirik Kenan yang juga melempar tatapan padanya.
Di dalam mobil menuju lokasi proyek, Arkan yang mengemudi mulai berbicara panjang lebar. sikapnya yang biasanya jahil kini berubah menjadi sedikit lebih serius.
"Kiara, aku serius soal ini. kamu harus mulai waspada sekarang." ucap Arkan sembari melirik spion tengah.
Kenan mungkin tidak peduli dan Arkan tahu Kiara lebih peka akan sesuatu.
"Di kantor ada beberapa sepupu dan paman kami yang menjabat sebagai petinggi. hubunganmu dengan Kenan harus benar-benar dijaga rahasianya."
Kiara mengerutkan kening.
"Kenapa begitu? mereka kan keluargamu sendiri. bukankah seharusnya mereka mendukung Kenan?"
Arkan terkekeh pelan.
"Keluarga tidak selalu berarti kebaikan, Kiara. Di dunia Xequel Group, hubungan darah bisa menjadi senjata yang paling mematikan. mereka selalu mencari celah untuk menjatuhkan Kenan dari kursi CEO dan menjalin hubungan dengan asisten pribadi akan dipakai sebagai skandal besar untuk menghancurkan reputasinya." Kata Arkan.
Kiara menelan ludah, merasa ada beban yang bakal ditanggungnya.
"Ingat satu hal Kiara... waspada dengan orang terdekat itu bagus. pisau yang paling tajam justru seringkali adalah yang paling dekat dengan kita." tutup Arkan dengan nada memperingatkan.
Kiara hanya bisa terdiam menatap jalanan di depannya sambil memegang tablet.
"Kiara, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu." ucap Arkan sembari tetap fokus pada kemudi.
"Sebenarnya.. selain mantan Kenan. ada Chloe, sepupu jauh kami."
Kiara menoleh, sedikit tertarik.
"Perjodohan?" Tebaknya.
"Tepat sekali. orang tua kami sudah merestui mereka bahkan bulan pertunangan sudah ditetapkan sepihak. tapi Kenan menolak mentah-mentah karena dia hanya menganggap Chloe sebagai adik. mereka masih terus merencanakan perjodohan itu," Arkan menghela napas.
"Aku tahu kamu sedang mengincar Kenan, maka incar saja sampai dapat. buat dia mempertemukanmu dengan Mom dan Dad. Orang tuaku tidak sejahat itu, mereka pasti akan menyukaimu. Aku yakin."
Kiara tersenyum tipis, menatap keluar jendela.
"Kami sudah pacaran, Arkan." Balas Kiara tenang.
"Maksudku, lebih dari sekadar pacaran." balas Arkan.
"Kenan memintaku menikahinya." sahut Kiara datar.
Arkan menginjak rem mendadak hingga keduanya terdorong ke depan. Ia menoleh dengan mata membelalak.
"Kau serius!? MENIKAH!?"
"Tentu saja. untuk apa aku berbohong?"
"Dia yang memintanya? bukan kamu yang mendesaknya?" selidik Arkan tidak percaya.
"Ya, Kenan yang memintanya. dia mau— lupakan." Kiara memotong kalimatnya sendiri sebelum membocorkan detail kejadian di hotel.
"Lalu, kenapa kamu justru mendukungku? kita baru saja kenalan beberapa hari." Tanya Kiara serius.
Arkan kembali melajukan mobilnya.
"Aku sudah mengenal banyak wanita dengan kepribadian yang berbeda-beda. tapi kamu? kamu realistis, jujur dan aku suka itu. wanita di lingkungan sosial kita kebanyakan memakai tatakrama untuk berpura-pura, kau pasti tahu jelas bukan?" Kata Arkan.
"Tapi aku mengincar uang Kenan? apa itu tidak masalah bagimu?" tanya Kiara blak-blakan.
Arkan tertawa lepas, suara tawa yang terdengar sangat senang mendengar kejujuran Kiara.
"Wah wah! kau sangat menarik Kiara. apa kau selalu sejujur ini?"
"Ya, aku terbiasa mengatakan apa yang aku mau atau apa yang aku pikirkan." jawab Kiara santai.
"Hemm. apa ada sesuatu yang aku lewatkan tentangmu dan Kenan?" Arkan melirik dari spion dengan mata penuh selidik.
"Tentu saja ada." Kata Kiara sambil salah tingkah dan pipinya merona merah.
"Bisa aku tahu?"
"Tidak boleh. kau masih kecil," sahut Kiara sambil mengejek.
"Kurang ajar! kau itu lebih muda dariku!" protes Arkan tidak terima.
"Darimana kamu tahu? sekarang aku ini calon kakak iparmu." balas Kiara dengan nada angkuh yang dibuat-buat.
Arkan menggeleng-gelengkan kepala.
"Lama-kelamaan sifatmu jadi mirip Kenan." Protes Arkan.
"Seperti Kenan? hem... boleh juga." gumam Kiara.
"Hei! keputusan macam apa itu Kiara? jadi dirimu sendiri saja." tegur Arkan.
"Aku selalu jadi diriku sendiri." jawab Kiara.
"Aku tidak tahu bagaimana lagi harus membalasmu. kau selalu punya alasan untuk segalanya."
"Ya.. kau akan kalah jika berdebat denganku." Ucap Kiara senyum-senyum.
***
Setibanya di lokasi proyek, suasana berubah total. Ia turun dari mobil, mengenakan helm proyek dan langsung membuka buku catatannya dengan ekspresi sangat serius.
Saat Arkan sibuk berdebat dengan mandor mengenai keterlambatan material, Kiara justru berjalan ke arah struktur bangunan yang sedang dikerjakan. Ia memeriksa detail beton dan mencocokkannya dengan spesifikasi di tabletnya.
"Maaf Pak Mandor." sela Kiara dengan suara lantang namun sopan.
"Beton ini tidak sesuai dengan standar ketahanan yang diminta Pak Kenan di jurnal. strukturnya kasar dan mudah pecah, jika ini dipaksakan, dalam lima tahun strukturnya akan retak. bongkar dan ganti sesuai spesifikasi atau saya laporkan ini sebagai pelanggaran berat hari ini juga." Kata Kiara dengan mata tajam.
Mereka baru saja menunjukan korupsi terang-terangan. begitu pikir Kiara yang harus Ia selesaikan.
Arkan tertegun melihat ketegasan Kiara. Mandor tersebut mencoba mengelak namun Kiara justru membacakan pasal-pasal cara kerja dengan sangat lancar hingga sang mandor tak berkutik.
Selesai inspeksi, Arkan mendekati Kiara dengan binar kagum yang semakin jelas.
"Sikapmu tadi... benar-benar pantas jadi istri Kenan." Puji Arkan.
"Terimakasih pujiannya, jadi istri siapapun aku selalu pantas." Balas Kiara melempar senyum mata.
"Oh Kiara, kau tidak akan menduakan Kenan kan? dengan Nathan?"
Kiara menghentikan langkahnya dan menatap Arkan tajam.
"Pertanyaan macam apa itu!"
"Aku hanya mau memastikan." bela Arkan sambil mengangkat kedua tangan.
Kiara mendengus lalu melanjutkan jalannya menuju mobil.
"Menurutmu? kalau aku mengganggap Nathan seorang lelaki yang bisa ku pacari. mengapa harus bersusah payah dengan Kenan yang kaku itu? keduanya sama-sama berduit kan?"
Arkan terdiam sejenak, lalu mengangguk setuju.
"Ah, ada benarnya juga. logikamu memang tidak pernah meleset dari uang." Ledek Arkan.
"Lagipula Aku bukan tipe wanita yang suka membuang-buang peluang." tambah Kiara sembari masuk ke dalam mobil, meninggalkan Arkan yang semakin menyukai Kiara.
"Andai... yang Kiara targetkan itu aku." Ucap Arkan sambil tertawa sebelum masuk ke dalam mobil, tentu Kiara mendengarnya.
Bersambung...
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭