NovelToon NovelToon
Flight To Your Heart

Flight To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Prabu, seorang pria yang dulunya penuh ambisi, kini tenggelam dalam depresi berat yang merenggut gairah hidupnya. Melihat kondisi sang putra yang kian memprihatinkan, ayahnya yang merupakan seorang pilot senior, merasa hanya ada satu orang yang mampu menarik Prabu keluar dari kegelapan: Xena.
Xena bukan sekadar wanita dari masa lalu yang pernah mengejar-ngejar Prabu saat SMA, ia kini adalah seorang dokter spesialis jiwa yang handal. Sang ayah yakin bahwa kombinasi antara keahlian medis dan ketulusan hati Xena adalah kunci kesembuhan Prabu.
Meski dipenuhi penolakan dan sikap dingin yang membeku, Prabu akhirnya menyerah pada desakan orang tuanya. Ia menyetujui pernikahan tersebut dengan satu syarat mutlak di kepalanya: pernikahan ini tak lebih dari sekadar sesi pengobatan.
Xena pun melangkah masuk ke dalam hidup Prabu, bukan lagi sebagai gadis remaja yang naif, melainkan sebagai penyembuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Xena terhenyak mendengar perkataan dari kedua orang tua Prabu.

Permintaan itu terlalu tiba-tiba, terlalu berat untuk ia pikul sendirian di tengah sisa-sisa luka masa lalu yang belum sepenuhnya mengering.

"Tapi Om, Tante. Xena tidak bisa menikah dengan Prabu," ucap Xena dengan suara bergetar.

"Pernikahan bukan bagian dari prosedur medis yang biasa saya lakukan. Ini menyangkut masa depan, bukan sekadar kesembuhan pasien."

"Begitu juga dengan aku."

Suara serak dan lemah itu memotong ucapan Xena.

Semua mata langsung tertuju ke arah ranjang pasien.

Prabu sudah membuka matanya, meskipun tatapannya masih sayu dan bibirnya tampak pecah-pecah.

Ia berusaha bangkit untuk duduk, meski selang infus di pergelangan tangannya sempat tertarik.

"Prabu! Kamu sudah sadar, Nak?" Sang ibu langsung menghampiri, namun Prabu memalingkan wajah, menghindari kontak mata.

"Aku tidak butuh istri, apalagi dia," lanjut Prabu sambil melirik dingin ke arah Xena.

Sorot mata itu masih sama seperti sepuluh tahun lalu—penuh penolakan.

"Aku tidak sakit. Aku hanya ingin dibiarkan sendiri."

Melihat sikap keras kepala putranya, amarah dan rasa frustrasi sang ayah yang sudah lama terpendam akhirnya memuncak.

Beliau melangkah lebar menghampiri Prabu yang masih terbaring lemah di ranjang.

"Sampai kapan kamu keras kepala seperti ini, Prabu?!" bentak sang ayah, suaranya menggelegar di ruang praktik yang sempit itu.

"Lihat dirimu! Kamu itu seorang pilot! Kamu dilatih untuk menghadapi badai di langit, bukan untuk menyerah pada badai di dalam kepalamu!"

Prabu hanya terkekeh sinis, tawa yang terdengar sangat menyakitkan.

"Pilot yang sudah kehilangan sayapnya tidak punya alasan untuk terbang lagi, Yah."

"Cukup!" Ayah Prabu menunjuk ke arah Xena.

"Ayah tidak minta pendapatmu. Xena adalah satu-satunya orang yang Ayah percaya bisa menangani kegilaanmu ini. Kamu setuju untuk dirawat, atau Ayah akan memastikan kamu tidak akan pernah menyentuh kemudi pesawat lagi seumur hidupmu!"

Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. Xena berdiri mematung di antara otoritas seorang ayah yang putus asa dan seorang pria yang sudah kehilangan kemauan untuk hidup.

Xena menggeleng pelan, mencoba mempertahankan sisa-sisa profesionalismenya yang kian runtuh.

"Om, Xena hanya seorang dokter. Peran saya di sini adalah untuk mengobati secara medis, bukan dengan cara seperti ini," ucapnya berusaha tenang, meski hatinya berdegup kencang.

Ayah Prabu berbalik, menatap Xena dengan tatapan yang seolah bisa menembus langsung ke relung hatinya.

"Xena. Jangan bohongi diri kamu sendiri. Om tahu semuanya. Kamu mencintai Prabu dari dulu sampai sekarang, bukan?"

Kalimat itu bagaikan petir di siang bolong bagi Xena.

Rahasia yang ia simpan rapat-rapat selama sepuluh tahun, yang ia kunci di dalam laci meja dan di sudut terdalam ingatannya, kini terungkap begitu saja di depan orangnya langsung.

Wajah Xena memanas, ia kehilangan kata-kata.

"Tapi aku tidak mencintainya, Pa!" Prabu menyela dengan nada kasar.

Ia memaksakan diri untuk duduk tegak meskipun kepalanya berdenyut hebat.

Matanya menatap tajam ke arah Xena, penuh dengan kebencian yang dipaksakan.

"Aku tidak mau menikah dengan wanita yang hanya memanfaatkan kondisiku untuk mendapatkan cintanya!"

"Prabu, diam!!" bentak ayahnya, membuat suasana di ruangan itu kembali menegang.

Pria paruh baya itu kembali menatap putranya dengan tatapan mengancam.

"Ayah tidak sedang berdiskusi denganmu. Ini adalah perintah. Kamu setuju untuk menikah dan memulai pengobatan dengan Xena, atau Ayah akan mencabut lisensi terbangmu secara permanen besok pagi. Pilih, Prabu: harga dirimu atau impianmu?"

Prabu terdiam. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol.

Ia menatap ayahnya, lalu beralih menatap Xena dengan sorot mata yang begitu dingin—sebuah tatapan yang membuat Xena menyadari bahwa meskipun ia mungkin akan mendapatkan status sebagai istri, ia mungkin tidak akan pernah mendapatkan jiwa pria itu.

Ibu Prabu berpindah duduk, kini ia berada tepat di hadapan Xena, menggenggam jemari dokter muda itu dengan tangan yang gemetar.

Matanya yang sembap menatap Xena penuh harap, seolah Xena adalah satu-satunya pelampung di tengah badai yang menenggelamkan keluarga mereka.

"Tolong, Xena. Demi Tante. Sembuhkan Prabu. Tante tidak sanggup melihat dia terus-menerus menyiksa dirinya sendiri seperti ini," rintih sang ibu dengan suara yang nyaris hilang.

Xena merasa tenggorokannya tersumbat. "Tapi Tante, pernikahan ini terlalu besar. Pengobatan bisa dilakukan tanpa harus ada ikatan legal seperti itu."

"Om mohon, Xena," potong sang ayah dengan nada yang tidak lagi memerintah, melainkan memohon dengan sisa-sisa harga dirinya sebagai seorang kepala keluarga.

"Hanya kamu yang punya kesabaran itu. Hanya kamu yang kami percaya tidak akan meninggalkan Prabu meski dia sedang berada di titik terendahnya."

Hening menyelimuti ruangan itu selama beberapa saat.

Suara detak jam dinding seolah beradu dengan detak jantung Xena yang kian kencang.

Ia melirik ke arah ranjang, di mana Prabu membuang muka ke arah jendela, menolak melihat drama yang terjadi di hadapannya.

Xena tahu ini adalah sebuah jebakan takdir. Menyetujui ini berarti ia harus siap menghadapi dinding es yang dibangun Prabu, serta siap hatinya kembali tercabik oleh bayang-bayang masa lalu. Namun, melihat kehancuran di mata orang tua yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri, pertahanan Xena runtuh.

Xena menghela napas panjang, sebuah napas yang membawa beban berat ke dalam dadanya.

"Baik," ucap Xena lirih namun pasti.

"Xena setuju. Xena akan menikah dengan Prabu dan bertanggung jawab atas kesembuhannya."

Mendengar itu, Prabu tersentak. Ia menoleh dengan tatapan tidak percaya sekaligus penuh amarah. Namun, Xena tidak lagi menunduk.

Ia menatap balik Prabu dengan sorot mata dokter yang tegas, meski jauh di lubuk hatinya, gadis remaja yang dulu mencintai Prabu di koridor sekolah itu sedang menangis ketakutan.

"Dasar munafik!" desis Prabu tajam. Suaranya yang serak karena kondisi fisik yang lemah tidak mengurangi kadar sinisme di dalamnya.

Ia menatap Xena dengan tatapan menghina, seolah wanita di hadapannya adalah oportunis yang sedang mengambil keuntungan di atas penderitaannya.

"Bilang saja ini memang rencana kamu sejak dulu, kan? Menggunakan orang tuaku untuk mendapatkan apa yang nggak pernah bisa kamu dapatkan saat SMA!"

Wajah Xena memucat. Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hatinya, lebih menyakitkan daripada penolakan Prabu sepuluh tahun yang lalu.

"Diam, Prabu!!" bentak ayahnya. Suara sang ayah menggelegar, memenuhi ruang praktik yang senyap itu hingga membuat Suster Dina yang berdiri di sudut ruangan tersentak.

Pria paruh baya itu berdiri tegak dengan gurat kemarahan yang nyata di wajahnya.

"Jaga bicaramu! Xena mengorbankan masa depannya untuk mengurus pria rusak seperti kamu, dan kamu masih berani menghinanya?"

Prabu tertawa hambar, sebuah tawa kering tanpa emosi.

Ia kembali memejamkan mata, memalingkan wajahnya ke tembok, seolah dunia di sekitarnya sudah tidak lagi penting.

"Terserah," gumam Prabu pelan, nyaris seperti bisikan.

"Lakukan apa pun yang kalian mau. Anggap saja aku mayat yang kalian beri status pernikahan. Tapi jangan harap aku akan menganggapnya ada."

Ibu Prabu hanya bisa menangis sambil menutup mulutnya, sementara tangan sang ayah masih gemetar karena emosi.

Di tengah ketegangan itu, Xena berdiri perlahan. Ia merapikan jas dokternya, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa martabatnya yang baru saja diinjak-injak.

"Om, Tante," suara Xena kini terdengar datar dan profesional, meski hatinya terasa seperti diremas.

"Biarkan Prabu istirahat malam ini. Efek obat penenang yang saya berikan lewat infus akan segera bekerja. Besok kita bicarakan mengenai teknis pernikahan ini."

Xena berjalan keluar ruangan tanpa menoleh lagi ke arah ranjang. Namun, saat pintu tertutup di belakangnya, ia bersandar pada dinding lorong rumah sakit yang dingin, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan jatuh membasahi pipinya.

Ia baru saja menyetujui sebuah misi bunuh diri untuk hatinya sendiri.

1
Nur Asiah
sepertinya perjalanan meraih cinta Xena masih panjang,prabu semangat
Alex
ini hari libur Thor, knpa bawangnya sebanyak ini😭😭😭😭😭
Nur Asiah
setelah kesekian bab aku baja akhirnya nyesek juga rasanya,selamat prabu impianmu kembali dengan lepasnya Xena darimu
Rian Moontero
lanjooott👍👍
miesui jazz jeff n jexx
sgt bgs...
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Alex
kapok kamu pra
wwkwkwkwk
Alex
xena😭😭😭😭
Alex
kok kmu yg nonjok sih pra, harusnya ku tonjok duluan atau ku benturkan palamu di karang yg ada di pantai biar agak encer🤭
gemes bgt sama nie orang dech
my name is pho: sabar kak🤭
total 1 replies
Alex
pra, kmu mau ku getok pakai palu apa pakai kentongan, heran dech, emosi Mulu 😄
my name is pho: sabar kak🤭🥰
total 1 replies
Alex
siap menunggumu untuk lari aku pra, hbis itu Xena akn meninggalkanmu
hahahahaha
ketawa jahat ini🤭
Alex
awas gue tandain loe prabu
nanti kalau bucin Kutendang dari pesawat🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!