NovelToon NovelToon
Semuanya Menyalahkan Ku

Semuanya Menyalahkan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Berarti Selama ini kami Salah

Tak lama kemudian, Rina sudah siap dengan pakaiannya yang sederhana namun rapi. Wajahnya masih terlihat pucat dan cemas memikirkan kondisi ayahnya. Restu pun sudah bersiap, ia memanggil mobil dinas mewahnya yang tadi sudah ia pesan untuk datang menjemput.

"Yuk Ma, kita berangkat. Mobil sudah menunggu,"

Restu ajak Rina dengan santai hingga Rina terkejut melihat mobil mewah yang menjemput mereka hingga Rina bertanya

"Kamu sewa mobil ya bang atau ini taxi online mewa sebagaimana kata Meisya?"

"Tidak ma, lihatlah itu ada logo kantor tempat papa kerja dari dulu sampai sekarang"

"PT Angkasa"

"Ya benar dan kamu serta anak-anak sudah salah duga sama papa padahal papa hanya memanfaatkan fasilitas kantor yang di berikan sama papa karena papa sudah lama kerja di sana hingga papa bisa naik jabatan"

"Jadi selama ini mama dan Meisya sudah salah duga sama papa"

Restu tidak menjawan tapi hanya menganggukan kepala hingga Rina yang selama ini selalu kesal dan selalu menyalahkan suaminya ini jadi terdiam hingga dia merasa tidak enak hati dengan suaminya ini

"Ayo kita segera berangkat"

Terlihat supir mobil mewah perusahaan begitu hormat kepada Restu hingga dia membukakan pintu dan mempersilahkan Restu dan istrinya untuk masuk.

Mereka pun berangkat menuju rumah sakit besar di pusat kota. Sepanjang perjalanan, Rina hanya diam memeluk tasnya, pikirannya kacau. Ia tak menyangka suaminya yang dulu selalu dianggap pelit dan miskin, tiba-tiba berbeda dari apa yang dia duga, hal ini juga termasuk mobil mewah yang mereka naik saat ini ternyata fasilitas kantor karena suaminya naik jabatan hingga dia tidak sanggup berkata-kata lagi hanya bisa menyadari kesalahannya.

Kini, ketika semua orang di keluarganya tidak ada yang bisa menolong ayahnya maka Restu tampil siap untuk menolongnya bahkan hal ini tidak mungkin tapi dia berkata sanggup mengeluarkan uang ratusan juta begitu saja demi membantu ayahnya.

"Maafkan aku bang"

Kata-kata ini pelan namun terdengar oleh Restu hingga dia memegang tangan istrinya sambil tersenyum walaupun tanpa jawaban tapi sudah membuat hati Rina tenang.

Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang rawat inap kelas VIP yang sudah disiapkan. Di sana, sudah menunggu Abang Ipar dan Adik Ipar Rina dengan wajah murung dan putus asa.

"Rin! Gimana? Bisa dapat uangnya nggak?"

Tanya abang Ipar Restu ini dengan nada penuh harap namun juga ragu sambil menatap Restu dengan pandangan campur aduk, ada harapan tapi juga ada rasa meremehkan yang masih tersisa.

Rina mengangguk mantap sambil memegang lengan suaminya.

"Tenang Bang, Restu yang akan tanggung semuanya. Dia bilang tidak masalah."

Mas Budi abang Iparnya Restu dan adiknya menatap Restu dengan tak percaya.

"Serius Bro? Itu bukan uang sedikit lho, itu ratusan juta. Kamu yakin punya uang sebanyak itu? Jangan-jangan kamu cuma mau menghibur kami saja ya?"

Tuduh Mas Budi dengan nada sinis. kepada Restu

"Jangan sampai demi menyelamatkan muka, kamu malah bikin masalah baru."

Restu hanya tersenyum tipis, tidak tersinggung sedikitpun.

"Tenang Mas, sudah saya pastikan. Uangnya sudah siap. Ayah akan mendapatkan perawatan terbaik dan operasi segera."

Restu pun berjalan menuju loket pembayaran dan administrasi. Sebenarnya, dokter sudah menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pelayanan terbaik, ruang operasi standar internasional, dan obat-obatan import, total biayanya tidak hanya 150 juta, tapi mencapai 200 Juta Rupiah.

Tanpa ragu, Restu mengeluarkan kartu debit pribadinya.

"Saya mau melunasi semua tagihan pasien atas nama Bapak Sutrisno. Dan tolong tingkatkan pelayanannya menjadi paket perawatan premium lengkap," kata Restu tenang kepada petugas kasir.

Petugas itu mengetik sebentar, lalu terdengar suara beep transaksi berhasil.

LUNAS : Rp 200.000.000

Seketika itu juga, suara sistem berbunyi di kepala Restu.

[SELAMAT PENGGUNA! MISI BERHASIL SELESAI DENGAN NILAI LEBIH DARI YANG DITENTUKAN.]

[HADIAH: 30% SAHAM PERUSAHAAN "NUSA MOBIL" TELAH AKTIF ATAS NAMA ANDA. KEKAYAAN BERTAMBAH TRILIUNAN.]

"Apa?, kekayaan triliunan jadi sekarang uang ku tidak terbatas, aku jadi kaya raya"

Restu bicara dalam hati seperti mau lompat kegirangan tapi hal itu tidak dilakukan hanya tersenyum puas. Kembali mendapat aset besar hanya dengan mengeluarkan uang receh baginya.

"Sudah selesai Pak. Semua sudah lunas. Pasien bisa segera masuk ruang operasi dalam 30 menit,"

kata petugas kasir dengan hormat sambil memberikan semua bill pembayaran yang sudah di lunasi

Restu berbalik badan menghadapi keluarga istrinya yang masih berdiri mematung di belakang.

"Sudah beres Mas, Dek. Semua biaya sudah saya lunasi total 200 juta. Ayah bisa segera dioperasi dengan fasilitas terbaik,"

kata Restu santai Namun, respon yang diterima bukanlah ucapan terima kasih.

"Woy Restu! Jangan bercanda dong! 200 juta? Kamu kira kami anak kecil apa?!"

Mas Budi langsung meledak, wajahnya merah padam menahan emosi curiga.

"Mana buktinya?! Jangan-jangan kamu cuma ngomong doang biar kelihatan hebat! Atau jangan-jangan uang ini hasil curian atau pinjam rentenir?! Kamu mau bikin kami malu dan celaka ya?!"

"Iya Bang Restu, jangan bohong dong..." tambah Adik iparnya juga ikut meragukan Restu yang membuat Restu dalam posisi yang disalahkan

"Mana mungkin orang biasa kayak kamu punya uang segitu banyak tiba-tiba? Pasti ada tipu muslihatnya!"

Sementara itu Rina pun ikut bingung dan mulai ragu lagi.

"Bang... beneran sudah dibayar? Jangan-jangan kamu cuma bilang begitu biar aku tenang?"

Restu menghela nafas panjang sambil bicara dalam hati

'Dasar kalau hati sudah tertutup, susah kalau diberi tahu baik-baik.'

Restu menatap istri, abang ipar dan adik iparnya ini sambil bicara

"Kalau tidak percaya, silakan tanya langsung ke kasir sana. Cek struknya ini,"

Tantang Restu datar kepada abang dan adik iparnya ini.

Dengan langkah geram, Mas Budi mendorong bahu Restu sedikit.

"Oke! Aku cek! Kalau terbukti kamu bohong atau uangnya hasil haram, jangan harap aku biarkan adikku hidup sama kamu lagi! Aku hajar kamu!" ancamnya Mas Budi dengan keras tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap mereka

Mereka berjalan mendekati loket. Mas Budi menunjuk layar komputer kasir.

"Mbak! Coba cek pasien Sutrisno! Apa status pembayarannya? Jangan percaya sama orang ini, dia pasti bohong!"

teriak Mas Budi kepada petugas Kasir

yang tersenyum sopan lalu menunjuk layar.

"Mohon tenang Pak. Untuk pasien Bapak Sutrisno, statusnya sudah LUNAS TOTAL. Bahkan dibayar lebih, jadi dapat paket perawatan VIP Premium. Yang membayar adalah Bapak ini tadi, transfernya berhasil."

GLEK!

Mas Budi menelan ludah keras. Wajahnya berubah pucat.

Rina yang berdiri di samping suaminya mendengar penjelasan itu, matanya langsung berkaca-kaca. Ia melihat layar itu, melihat bukti transfer yang nyata. 200 Juta Rupiah! Uang yang bahkan kakaknya sendiri tidak sanggup mengumpulkannya dalam setahun, dibayar lunas oleh suaminya dalam hitungan detik!

Rina menatap suaminya. Ia teringat ancaman kakaknya tadi, teringat tuduhan-tuduhan jahat yang dilontarkan pada Restu tanpa dasar. Restu hanya diam saja, tidak membalas, tidak marah, padahal dia yang sudah berkorban besar.

Hati Rina terasa perih dan sangat menyesal. Air matanya menetes, kali ini bukan karena sedih atau takut, tapi karena rasa bersalah yang mendalam dan kasihan melihat suaminya begitu baik hati disalahkan oleh keluarganya sendiri.

"Maafkan kami Bang... maafkan kami..." bisik Rina pelan, tangannya gemetar memegang tangan Restu

"Berarti Selama ini kami salah menilai abang"

Restu menganggukan kepala sedangkan Mas Budi dan adiknya hanya diam seperti tidak mau mengakui kesalahannya hanya menyerahkan struk pembayaran kepada Rina

"Simpan struk ini sebagai bukti kalau kita sudah bayar, ayo kita ayah"

1
Risa Virgo Always Beau
Restu kasihan di tindas terus sama orang
Risa Virgo Always Beau
Restu kenapa istrimu durhaka banget ke kamu
You And Me Cinta Abadi
Restu ngga usah lawan dia soalnya kamu bakal kalah
Aku kamu tak terpisahkan
Restu hidupmu menderita sekali
Risa Istri Cantik
Restu kamu bakal kalah debat
Risa Istri Cantik
Restu jalan kaki dalam keadaan badannya penuh luka
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Restu kasihan banget kamu deh
Risa Istri Yayang
Restu kasihan walau benar tetap di tindas
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Restu percuma kamu debat sama dia
Risa Yayang Cinta Sejati
Sepertinya orang itu bersekongkol dengan orang yang menabrak Restu
@Yayang ♡ Risa
Pemilik mobil mengancam Restu kejam
@Yayang Suami Ris4
Kejam bapak yang menabrak Restu memfitnah Restu
@Yayang Suami Ris4
Restu istrimu maunya menang sendiri
@Yayang Suami Ris4
Restu kamu kasihan banget ya
Yayang Suami Risa
Rina kenapa langsung memarahi Restu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Restu kamu malah cuma di hina
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Rina ngga usah menyalahkan Restu deh
@Yayang Risa Couple Happy
Rina kamu istri durhaka banget
@Yayang Risa Couple Happy
Restu kejar cita citamu
@Me and You Married
Kenapa istrinya Restu menyalahkan Restu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!