NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Sembilanbelas

Dalam Kamar.....

"Selesai" celetuknya wanita itu sambil bergaya di depan cermin besar, tidak sampai disitu kegiatannya belum selesai lalu tangan kanannya mengambil make up.

"Saatnya aku untuk merias diri"

Ia memoleskan hanya tipis tak terlalu tebal, dan terlihat natural.

Lalu ponselnya berdering menandakan sebuah telepon masuk, segera mengangkatnya.

"Ya, halo, siapa?" saking fokusnya ia pada kegiatannya itu Cellsyia, sampai tanpa melihat siapa penelponnya.

"Ih! Kakak! Ini aku loh Aleix! Ck, masa sama sepupu sendiri lupa sih!" seorang remaja lelaki diseberang sana menggerutu kesal.

"Eh?" Cellsyia mengernyitkan dahinya.

Lalu wanita cantik itu melihat nama si penelpon dan ternyata benar itu adalah sepupu jauhnya.

"Aleix" pikirnya wanita itu sembari menganggukkan kepala.

Lalu mendekatkan kembali ponsel ke telinganya.

"Ada apa nih? Tumben menelponku? Biasanya juga kalau aku telpon alasannya, maaf Kak aku tidak sempat mengangkatnya karena sedang belajar" Cellsyia menyindir sepupu jauhnya tersebut.

"Ehehe, maafkan aku lah Kak" balas Aleix disertai kekehan pelan.

"Hm" wanita itu menjawabnya dengan deheman.

"Ada urusan apa nih sampai Tuan Aleix menelpon diriku?" tanyanya Cellsyia.

"Nanti sore temenin aku ya, Kak?" pintanya Aleix dengan lembut.

"Kemana?" wanita itu bertanya.

"Ke toko buku" jawabnya Aleix.

"Bisa kan, Kak?" Aleix memastikan semoga sepupunya itu mau mengantarkan dirinya sekaligus menemaninya.

"Baiklah, bisa kok" mendengar hal itu diseberang sana Aleix tersenyum senang.

"Aaa, terima kasih, Kakak" gumam Aleix.

"Sama-sama" Cellsyia berkata.

"Kalau begitu aku tutup telponnya, Kak. Sampai bertemu, Kak" ucap Aleix.

"Ya" dan telepon berakhir sudah dimatikan oleh lawan bicaranya.

Ponsel diletakkan ke atas meja, lanjut Cellsyia memoleskan sesuatu pada wajahnya.

"Bukannya dia lagi di Amsterdam, ya?" pikirnya wanita cantik itu.

"Mungkin sepertinya sudah pulang ke Indonesia" lanjutnya berbicara dalam batinnya.

***

"Astaga" seorang remaja lelaki mengusap wajah tampannya dengan kasar.

"Nanti aku harus membeli buku apa saja, ya?" tanyanya remaja lelaki itu pada dirinya sendiri.

Dirinya bermondar-mandir bagaikan sebuah kain yang terhempaskan oleh angin besar.

Lalu dirinya menghampiri meja belajar, ia sedikit mengacak-acak buku yang terdapat di atas meja.

"Oh iya, yang belum ada itu buku bahasa, sejarah, dan buku kimia" celetuknya remaja lelaki itu.

Ia merupakan sepupu jauhnya dari Cellsyia Wielthama Azka, yang bernama Heorden Aleix Warthimaz, kini berusia 18 tahun dan dirinya tengah menempuh pendidikan di negara Belanda, namun saat ini ia sedang libur sekolah selama 23 hari lamanya.

Telah mengetahui akan berlibur jadi dirinya memutuskan untuk pulang ke Indonesia, ia memiliki tujuan yaitu mengunjungi sepupu cantiknya sekaligus memintanya agar mengantarkannya ke toko buku yang berada di Indonesia.

"Semoga saja buku yang aku perlukan ada ya disana" batinnya Aleix berkata.

***

Selesai merias diri wanita itu beranjak dari duduknya, berjalan ke arah meja dimana yang terdapat tas kecil lalu ia mengambilnya, tidak lupa memasukkan dompet, ponsel berlogo apple, dan sapu tangan.

"Aleix tunggu aku, semoga saja bisa mengejar waktu" batinnya Cellsyia.

Ya, wanita itu terlebih dahulu akan pergi ke toko bunga miliknya yang memiliki julukan nama "Flowans Syi" dan itu adalah usahanya yang dirintisnya ketika ia masih duduk di Sekolah Menengah Pertama.

Ia sering pergi ke toko bunga, beli berbagai bunga untuk dirinya koleksi, dan tahu semuanya.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!