NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 My elite lover

Raut wajah Rena yang biasanya selalu bersinar dengan keceriaan kini langsung mengeras, sedingin lempengan es yang terbentuk di kutub utara. Setiap kata hinaan yang dilontarkan oleh Sasa, mantan sahabatnya yang kini jadi calon istri Rendy itu tidak hanya menusuk ego yang telah ia pertahankan dengan susah payah, tapi lebih dari itu, perempuan itu berani merendahkan kedua bocah kesayangannya.

"Sasa ..." panggil Rena dengan suara yang pelan namun penuh dengan bobot yang mengerikan, setiap bisikan kata membuat udara di sekitar jadi terasa mencekam.

"Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya. Dan jangan pernah merasa paling hebat hanya karena kamu punya sedikit uang yang mungkin saja bukan hasil jerih payahmu sendiri! Dan aku sangat yakin jika kau tahu siapa mereka sebenarnya, kau akan langsung pingsan tak sadarkan diri di tempat ini!"

"Hah? Ngomong apa sih kamu, Rena?! Kamu pikir aku akan percaya sama omongan kosong dan bualan murahan kamu itu?!" Sasa malah tertawa sinis dengan suara yang menusuk telinga, tangannya menyindir dada dirinya sendiri dengan penuh kesombongan. "Kau malah mau berpura-pura punya hubungan dengan orang penting? Lucu banget!"

Sasa semakin angkuh, dada nya membusung dengan rasa bangga yang berlebihan. Ia bahkan sengaja menghentakkan kakinya dengan keras lalu mendorong bahu Rena dengan kasar "Minggir dong! Jangan sampai baju-baju mahal aku yang baru beli ini kena kontak sama orang miskin kayak kalian yang jelasnya cuma bisa melihat aja di butik mewah kayak ini!"

BUGH!

Rena terpaksa mundur selangkah penuh, punggungnya hampir menabrak rak gantungan baju di belakangnya. Kedua tangannya langsung mengangkat untuk menstabilkan diri, matanya yang tadinya penuh dengan rasa tidak percaya kini mulai terbakar dengan amarah yang luar biasa. Namun sebelum ia bisa melakukan apa-apa, amarah Al dan El yang sejak tadi diam menyaksikan kini benar-benar meledak seperti gunung berapi yang meletus!

"TANTE JAHAT! JANGAN DORONG AUNTY RENA!" teriak mereka serentak dengan suara melengking namun penuh dengan emosi, kedua bocah itu segera berkacak pinggang dan menatap tajam ke wajah Sasa dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca karena marah.

"Heh! Bocil nakal! Kalian berani teriak sama aku?! Dasar anak kurang ajar dari keluarga miskin! Aku hajar nih kalian berdua sampai nangis darah!" Sasa mengerutkan dahinya dengan wajah yang penuh dendam, kedua tangannya diangkat tinggi-tinggi dengan telapak tangan yang terbuka lebar siap menampar wajah mungil kedua bocah itu yang hanya berdiri dengan tinggi badan setinggi perutnya.

Rena yang melihat itu bereaksi secepat kilat! Ia dengan refleks menarik kedua anak itu ke belakang tubuhnya, satu tangannya membentang untuk melindungi mereka sementara tangan satunya siap menangkis serangan Sasa. Namun, sebelum tangan Sasa menyentuh Al dan El, suara keras yang mengguntur tiba-tiba membekukan seluruh gerakan di ruangan itu!

BRAAK!!!

Sebuah tinju yang keras dengan kekuatan luar biasa menghantam permukaan dinding tepat di sebelah kanan wajah Sasa, membuat tembok yang terbuat dari batu alam berkualitas tinggi langsung retak berjumbai, debu dan serpihan kecil menyebar ke segala arah, hingga beberapa gantungan baju yang ada di dekatnya bergoyang hebat dan beberapa bahkan jatuh ke lantai dengan suara denting keras.

Jantung Sasa seakan akan terlepas dari tempatnya. Tubuhnya mengeras kaku, seluruh tulang belakangnya merinding karena rasa takut yang melanda, tubuhnya mulai gemetar hebat saat menatap tangan besar yang menempel erat di dinding, hanya beberapa sentimeter saja dari pipinya yang sudah mulai memucat seperti kain kapas. Bau musk maskulin yang kuat namun dingin dan menakutkan langsung menyergap indra penciumannya, membuatnya merasa seperti sedang dikejar oleh makhluk buas.

Perlahan-lahan, dengan gerakan yang sangat lambat karena ketakutan, Sasa menoleh ke arah pemilik tangan itu.

Di sana berdiri Saga dengan wajah yang tetap datar namun matanya memancarkan aura pembunuh yang sangat pekat seolah seluruh amarah dunia terkumpul di dalamnya. Tatapan matanya dinginnya membuat suhu di sekitar mereka seakan turun drastis dan suasana di butik yang tadinya ramai langsung menjadi sepi dan hening total bahkan para karyawan yang melihat kejadian itu hanya bisa berdiri membeku tak berani bergerak sedikitpun.

"Kau ... mau ... menyentuh ... mereka?" suara Saga terdengar sangat berat dan dalam, setiap kata keluar dari bibirnya dengan getaran yang menunjukkan betapa ia sedang menahan amarah yang luar biasa besar. Setiap bisikan kata terasa seperti vonis mati yang siap menjatuhkan hukuman pada siapa pun yang berani menyakitkan orang yang ia cintai.

Sasa terbelalak kaget, matanya hampir keluar dari kelopak matanya saat melihat wajah tampan namun mengerikan itu. Kakinya sudah mulai goyah dan hampir tidak bisa menopang berat badan tubuhnya lagi. "K-Kak S-Saga ... kau hanya salah ...

"JAWAB SAYA!" bentak Saga dengan suara yang menggelegar seperti guntur di tengah badai petir, getarannya membuat lantai seakan bergetar.

Al dan El yang tadinya menahan ketakutan di belakang Rena, segera berlari ke arah Saga dan memeluk erat-erat kaki pria itu dengan tubuh yang masih sedikit gemetar. "Om Saga ... Tante jahat itu ... dia mau pukul kami dan dorong Aunty Rena sampai hampir jatuh ..." rengek El dengan suara yang bergetar, air mata sudah mulai menetes di pipinya yang chubby.

"Om! Dia juga bilang kita anak dari keluarga miskin dan kurang ajar!" tambah Al dengan wajah yang penuh dengan rasa sakit hati, meskipun matanya sudah mulai berani menatap Sasa dengan pandangan penuh kemarahan.

"Apa?! Jadi mereka berdua itu keponakan Kak Saga?! Bagaimana mungkin?! Aku pasti salah dengar atau bocil-bocil ini cuma ngaku-ngaku saja!" batin Sasa mulai panik parah, keringat dingin menyelinap deras di dahinya dan pakaian dalamnya sudah basah kuyup karena ketakutan yang luar biasa.

Saga perlahan menundukkan wajahnya untuk menatap kedua keponakannya, ekspresi wajahnya yang tadinya penuh amarah langsung mencair dan digantikan dengan rasa sayang yang dalam. Ia dengan lembut mengusap kepala mereka berdua sebelum mengangkat wajahnya kembali, kali ini tatapannya jauh lebih mematikan dari sebelumnya saat menatap Sasa yang sudah mulai terengah-engah karena tak bisa bernapas dengan tenang.

"Kau berani mengancam anak-anak?! Dan kau berani menyentuh wanitaku!?" Saga menarik tangannya perlahan dari dinding, lalu menatap Sasa dari atas ke bawah dengan pandangan yang penuh dengan jijik dan rasa tidak menyukai yang luar biasa. "Kau benar-benar punya keberanian, untuk seorang perempuan yang tidak tahu diri!"

"K-Kak Saga ... a-aku cuma ...," Sasa mulai terbata-bata, keberanian dan kesombongannya yang tadinya membara kini lenyap tanpa bekas seperti lilin yang dicabik oleh angin kencang. "R-Rena itu ... dia ..."

"CUKUP! Aku tidak mau mendengar satu kata pun lagi dari mulut busukmu itu!" sergah Saga dengan suara yang penuh dengan tekad, tangannya yang besar mulai menggenggam kepalan dengan kuat hingga urat-urat di lengannya menonjol dengan jelas. "CEPAT MINTA MAAF SAMA MEREKA SEKARANG JUGA! SEBELUM AKU BERTINDAK KASAR PADAMU YANG AKAN KAU SESALI SELAMA HIDUPMU!"

Rena yang berdiri di belakang dengan kedua tangan masih menopang pundak Al dan El, kini diam-diam tersenyum samar sambil melihat aksi Saga yang dengan penuh keberanian membela mereka. Hatinya merasa hangat dan penuh rasa syukur karena ada seseorang yang mau melindunginya dan orang-orang yang ia cintai dengan sepenuh hati.

"Kenapa Kak Saga begitu membela Rena dan dua bocah tengil itu? Bukannya Kak Saga dari dulu sangat dingin dan bahkan aku sering dengar kabar jika ia tak pernah dekat dengan wanita sama sekali?! Tapi kenapa sekarang perilakunya sama Rena benar-benar berbeda?" batin Sasa masih tak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya, namun hatinya sudah mulai merasa takut karena menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan.

"Kak Saga janganlah tertipu dengan wajah polosnya Rena, Kak! Rena itu sudah biasa memanfaatkan wajah polosnya untuk menjerat laki-laki! Dari dulu dia memang begitu!" tutur Sasa dengan suara yang sudah mulai mengecekik, mencoba terakhir kalinya untuk mempengaruhi Saga dengan omong kosong dan kebohongannya.

Namun sebelum Saga bisa memberikan balasan yang pasti akan sangat menyakitkan bagi Sasa, sebuah suara yang tenang namun jelas terdengar dari arah pintu butik memotong seluruh suasana tegang di ruangan itu.

"Nona Sasa! Tuan Rendy meminta Nona segera ke mobil karena beliau ada urusan penting yang tidak bisa ditunda lagi!" ujar seorang pria paruh baya dengan jas hitam rapi yang tampak sebagai supir, berdiri dengan sikap sopan namun wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang tergesa-gesa.

"Oh! Oke, aku akan segera ke sana! Kamu bisa duluan aja menuju mobil!" jawab Sasa dengan suara yang mencoba menunjukkan kekuatan padahal tubuhnya masih gemetar hebat. Ia berusaha berdiri dengan tegap dan mengangkat dagunya dengan arogan, meskipun matanya sudah tidak berani lagi menatap Saga atau Rena.

"Maaf ya kalau mengganggu acara kalian! Aku harus segera pergi karena calon suamiku adalah CEO perusahaan besar dan memang sangat sibuk!" ucapnya dengan nada yang penuh kesombongan meskipun suaranya masih sedikit bergetar, lalu tanpa mengucapkan permintaan maaf seperti yang disuruh Saga, ia langsung melenggang pergi dengan langkah yang terlihat tergesa-gesa menuju pintu keluar butik, bahkan hampir tersandung karpet di tengah jalan karena ketakutan yang masih melingkupinya.

Bersambung ...

1
sri hastuti
siippp ,luarr biasaaa 👍👍👍👍
Marifatul Marifatul
😇😇🤔
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!