Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Helm Peach
“Biru, kamu masih ingat kan perjanjian kita, kamu harus akur dengan adikmu jika mau mobil kesayanganmu kembali,” ucap Arga sambil sarapan bersama.
Biru hanya diam dan fokus ke sarapan nya tanpa menanggapi omongan Papanya.
“Senja, Mama harap kamu nggak nyusahin Kakakmu,” timpal Mira dengan senyuman penuh ancaman ke Senja, yang membuat Senja langsung tersedak.
“Cepetan makannya gue ada kelas pagi, dan banyak urusan.” ucap Biru sambil menatap datar Senja, dan membuat Senja semakin gugup dan mempercepat makannya.
“Biru, Papa sama Mama ada bisnis keluar kota seminggu, jika kamu mampu memperbaiki hubungan kalian, Papa pulang langsung Papa kembali kan kuncinya,”jelas Arga dengan santai.
Biru hanya tersenyum remeh, dia tau hanya dengan cara itu Arga mampu mengancamnya, mobil sport hadiah terakhir dari Mamanya, setiap Biru berada di dalam dan mengemudikan seperti ada jiwa Mamanya yang selalu di sampingnya, menemani dan menenangkan pikirannya.
Tetapi untuk saat ini, tanpa Biru sadari berada di dekat Senja bisa menenangkan hatinya. Hanya saja rasa bencinya terhadap Mira menjadi tembok terbesar untuknya.
“Ambil aja,” jelas Biru lalu mengambil tasnya dan bergegas pergi tanpa berpamitan.
“Senja cepetan,” perintah Mira dengan mata melotot sebagai kode dia harus mengejar Biru.
Tetapi siapa sangka Biru benar-benar menunggu nya di depan gerbang. Entahlah dulu waktu kecil Senja selalu bahagia saat Biru menunggu nya di depan pintu gerbang. Tetapi saat ini Senja merasakan semakin ada beban yang dia tanggung, seperti hutang budi yang harus dia bayar dan membuatnya frustrasi.
“Kak Biru kalau nggak nyaman nggak perlu berangkat bareng, aku bisa naik taksi.” ucap Senja dengan jujur.
“Lu nggak usah mikir aneh-aneh, gue lakuin ini semua juga demi mobil kesayangan gue,”jelas Biru yang saat ini memberikan helm warna pink peach untuk Senja.
Mata Senja terlihat kagum melihat helm tersebut, ternyata Biru masih ingat dengan warna yang Senja sukai, “Makasih,” ucap Senja sambil tersenyum senang. Senja berfikir Biru sengaja membelikan helm kusus untuknya.
“Nggak usah kepede’an gue nemu di gudang,” jelas Biru secara tiba-tiba dengan wajah datarnya.
“Gapapa aku suka,” jawab Senja lalu memakai nya, tertapi aroma helm tersebut jelas jelas menunjukkan aroma kas barang baru.
“Cepetan..!!”perintah Biru dengan wajah juteknya.
Senja segera naik ke jok motor Biru, dan berpegangan di jaket yang Biru gunakan. Biru mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, tanpa obrolan di antara mereka, hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di depan sekolah Senja.
“Makasih Kak,” ucap Senja sambil tersenyum, lalu melepaskan helmnya dan memberikan ke Biru.
“Bawa aja,” ucapnya lalu melajukan motornya kembali menuju kampusnya.
“Senja,” pangil Nadia yang saat ini berlari ke arah Senja. “Sumpah, semenjak Lu masuk sini Lu selalu membuat kerumunan,”jelasnya.
“Mereka ngapain sih?”tanya Senja penasaran.
“Lihat pemandangan lah,” jelas Nadia. “Lu tau nggak ketampanannya bagaikan Matahari yang siap menyinari hari hari kita,”puji Nadia sambil mengagumi bayangan wajah Biru.
“Kak Biru nggak sehangat itu, dia galak dan dingin, dan jugaaa…” ucap Senja terputus begitu saja.
“Juga apa?”tanya Nadia.
“Mengerikan.” Jawab Senja yang tiba-tiba membuat bulu kuduk nya merinding, saat ingat kelakuan mesum Biru.
“Yang mengerikan itu saingan para pemuja Kak Biru, Si Mawar itu, dia bisa menghalalkan segala cara, jika tau ada yang dekat sama Kakak Lu,” jelas Nadia.
“Kayaknya mereka cocok, sama-sama mengerikan,” jawab Senja dengan santai.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍