NovelToon NovelToon
YOU (Obsessive Love Disorder)

YOU (Obsessive Love Disorder)

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Eleanor Lichtenzell adalah pewaris takhta bisnis raksasa kedua di Inggris, namun baginya, kemewahan adalah penjara. Setelah merusak sepuluh kencan buta dengan lidahnya yang tajam, ia memilih melepaskan marga dan kekayaannya demi sebuah kebebasan. Namun, dunia luar lebih kejam dari yang ia duga. Di bawah bayang-bayang pengaruh ayahnya yang mencoba memutus jalannya, Eleanor berakhir menjadi pelayan di sebuah kafe eksklusif pinggir laut.

Disana, ia bertemu dengan Edward Zollern, sang penguasa ekonomi Inggris yang dingin, perfeksionis, dan memiliki segalanya. Ketertarikan Edward yang awalnya hanya karena rasa penasaran berubah menjadi obsesi yang gelap saat ia menyadari bahwa Eleanor adalah teka-teki yang tak bisa ia pecahkan. Edward tidak tahu bahwa gadis tanpa asal-usul yang ingin ia tundukkan itu sebenarnya adalah putri dari pebisnis yang setara dengannya. Sebuah permainan kekuasaan dimulai, di mana cinta bukanlah tentang kasih sayang, melainkan tentang siapa yang lebih dulu berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan Mawar Beracun

Malam itu, di kediaman Zollern, Nenek Agatha duduk di kursi kebesarannya, menatap cucunya dengan pandangan menyelidik. "Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Eleanor, Edward? Aku tidak ingin mendengar angka saham, aku ingin mendengar kapan aku bisa memesan katering pernikahan."

Edward hanya menatap kosong ke arah jendela, menyesap wiskinya. "Dia masih mencoba lari, Nek. Tapi aku sudah menutup semua pintu keluarnya."

Apa yang tidak disadari Edward adalah bahwa saat itu, di sebuah hotel berbintang di pusat London, Eleanor sedang masuk ke dalam mulut harimau. Lyodra, yang dipenuhi rasa dendam, telah menyusun rencana kotor. Ia menggunakan koneksinya dengan seorang pengusaha paruh baya untuk memancing Eleanor dalam pertemuan bisnis yang menjanjikan kontrak kerja sama raksasa bagi Lichtenzell Group.

Hotel Grand Sovereign – 21:00 Malam. Eleanor datang bersama Tata. Sebagai pemimpin baru perusahaan, ia merasa bertanggung jawab atas proyek ini. Namun, di tengah obrolan, Eleanor merasa suhu tubuhnya naik drastis setelah meneguk minuman formalitasnya. Penglihatannya mulai kabur, dan jantungnya berdegup tidak beraturan.

"Nona? Anda baik-baik saja?" Tata bertanya dengan cemas.

"Tata... bawa aku keluar dari sini. Ada yang salah," bisik Eleanor dengan napas memburu.

"Anda mau kemana Nona Lichtenzell? Rencana peluncuran proyek kita belum selesai saya bahas." Ucap Tuan Miller.

Namun, saat Tata mencoba memapah Eleanor untuk segera keluar, sebuah pukulan keras mendarat di tengkuk Tata dari arah belakang. Wanita itu jatuh pingsan seketika. Eleanor terjatuh di atas karpet, meracau hebat. Pria paruh baya tadi segera pergi—tugasnya selesai. Dua pria suruhan Lyodra mendekati Eleanor dengan niat keji.

Tapi mereka lupa satu hal: Edward Zollern tahu segalanya.

Dua pria bertubuh besar telah datang dan membopong tubuh Eleanor ke salah satu kamar hotel yang telah dipesan. Namun sebelum terjadi hal-hal diluar kendali. Pintu kamar luxury suite itu hancur dalam satu tendangan. Edward masuk dengan aura membunuh yang begitu pekat. Tanpa banyak bicara, Edward menghantam kedua pria itu hingga tidak berdaya dalam hitungan detik. Napasnya memburu, matanya merah karena amarah melihat kondisi Eleanor yang sudah kehilangan kendali.

Edward segera menghampiri Eleanor. "Eleanor! Sadarlah!"

Eleanor tidak menjawab dengan kata-kata. Obat perangsang dosis tinggi itu telah mengambil alih akal sehatnya. Begitu merasakan sentuhan Edward, Eleanor justru merangkak mendekat, jemarinya yang gemetar mencengkeram jas Edward.

"Panas... Edward, dingin..." Rintih Eleanor dengan suara serak yang sangat menggoda.

Edward mengumpat kasar. Eleanor langsung memeluk tubuhnya dan tangan kanannya menarik dasi pria itu dan lalu menciumnya tanpa minta izin. Edward tahu posisi ini sangat berbahaya. Tanpa pikir panjang, ia menggendong Eleanor seperti bayi—kedua kaki Eleanor melingkar di pinggang Edward dan tangannya memeluk leher pria itu erat. Edward membawanya ke kamar mandi, menyalakan shower air dingin, berharap air itu bisa menetralisir suhu tubuh Eleanor.

Byurrr!

Air dingin mengguyur mereka berdua. Bukannya tenang, Eleanor justru semakin agresif. Bajunya yang tipis menjadi transparan, menempel ketat menunjukkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Air dingin itu justru membuat Eleanor semakin erat memeluk Edward, mencari kehangatan dari tubuh bidang pria itu.

Tiba-tiba, Eleanor bangkit dan mendorong Edward dengan tenaga yang entah datang dari mana. Edward terhuyung keluar dari kamar mandi dan terjatuh di atas tempat tidur besar saat Eleanor kembali mendorongnya. Sebelum Edward sempat bangkit, Eleanor sudah merangkak naik ke atas tubuhnya, duduk tepat di atas perut Edward.

Edward menelan ludah dengan susah payah. Pemandangan di depannya benar-benar menguji batas kewarasannya. Rambut hitam Eleanor yang basah menjuntai menutupi wajahnya yang memerah.

"Sial..." umpat Edward dalam hati. Jantungnya berpacu seperti genderang perang. Jika ia melayani Eleanor sekarang, Eleanor akan membencinya seumur hidup saat sadar nanti. Tapi jika tidak, wanita ini sedang menyiksanya habis-habisan.

Eleanor menunduk, menatap Edward dengan mata sayu yang penuh kabut gairah. Tanpa aba-aba, ia menyerang kembali bibir Edward dengan rakus, sebuah ciuman yang liar dan tidak beraturan. Tangannya yang mungil sibuk membuka kancing kemeja Edward, satu per satu, hingga menampakkan dada bidang yang kokoh.

"Eleanor, berhenti... kau akan menyesal," gumam Edward di sela-sela ciuman itu, meskipun tangannya secara refleks memegang pinggang ramping Eleanor untuk menjaga keseimbangan.

"Diam... jangan bicara," racau Eleanor, jemarinya mulai meraba otot-otot dada Edward yang keras.

Edward Zollern, si CEO yang selalu memegang kendali, kini benar-benar menjadi tawanan di bawah kuasa Eleanor Lichtenzell. Ia tahu, malam ini akan menjadi malam paling panjang dan menyiksa dalam hidupnya, di mana ia harus bertarung antara keinginan untuk memiliki wanita yang ia obsesikan dan harga diri untuk melindunginya di saat terlemahnya.

1
Hana Nisa Nisa
tarik nafas dulu
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🙈🙈🙈🙈
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
nahhh
Hana Nisa Nisa
suka tata bahasanya bagus
Hana Nisa Nisa
😄😄😄😄
Hana Nisa Nisa
baper euyy
Hana Nisa Nisa
😍😍😍😍😍
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🥰🥰🥰🥰🥰
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!