Arsenia Valen, CEO paling ditakuti di kota, hidup dengan aturan dingin:
“Perasaan adalah kelemahan.”
Sampai suatu hari, hidupnya berubah saat ia bertemu Raka—
seorang pria biasa yang bahkan tidak tahu siapa dia… dan memperlakukannya seperti manusia, bukan seorang ratu.
Dari pertemuan yang tak disengaja, muncul hubungan yang tak masuk akal.
Namun dunia mereka terlalu berbeda.
Dan ketika masa lalu Arsenia kembali menghancurkan segalanya,
pertanyaannya bukan lagi “apakah mereka saling mencintai”
—tapi apakah cinta cukup untuk bertahan.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan Berbisa
Malam itu, di kediaman mewah keluarga Valen yang bergaya klasik modern, meja makan panjang telah disiapkan. Arsenia duduk di ujung meja, berhadapan dengan Sofia Valen yang menyesap anggur merahnya dengan gerakan yang sangat elegan namun mengancam.
"Kau tampak gelisah, Arsenia," ujar Sofia, suaranya memantul di dinding ruangan yang luas. "Apakah karena pria pembuat kopi itu mulai menanyakan hal-hal yang tidak seharusnya dia tahu?"
Arsenia meletakkan garpunya dengan denting yang tajam. "Apa hubungan Bibi dengan surat pengosongan lahan panti asuhan dua puluh tahun lalu? Kenapa nama Ayah ada di sana?"
Sofia tertawa kecil, sebuah tawa yang dingin. "Ayahmu, Bramantyo, adalah orang yang ambisius. Tapi dia tidak bekerja sendiri. Valen Group dibangun di atas reruntuhan kemitraan yang... katakanlah, 'dibersihkan'. Ayah Raka, Adiwangsa, adalah otak di balik teknologi pondasi yang kita gunakan sekarang. Tapi dia terlalu idealis. Dia ingin memberikan saham kepada para pekerja. Ayahmu tidak setuju."
Arsenia mengepalkan tangannya di bawah meja. "Jadi Ayah menyingkirkannya?"
"Ayahmu membuat keputusan bisnis," koreksi Sofia tajam. "Panti asuhan itu berdiri di atas tanah yang secara hukum milik kita. Kebakaran itu... itu adalah kecelakaan yang menguntungkan. Dan sekarang, putra Adiwangsa kembali ke hidupmu. Apakah kau pikir itu kebetulan? Raka mungkin mendekatimu hanya untuk membalas dendam."
Racun Keraguan
Arsenia berdiri, matanya berkaca-kaca namun penuh kemarahan. "Raka tidak tahu siapa dirinya sampai hari ini! Bibi yang sengaja mengirimkan informasi itu padanya, kan? Bibi bekerja sama dengan Daniel untuk menghancurkan kami!"
Sofia ikut berdiri, wajahnya kini tanpa ekspresi. "Aku bekerja sama dengan siapa pun yang bisa menjaga kekayaan keluarga ini tetap utuh. Jika kau terus bersama Raka, dia akan menuntut hak waris atas setengah dari Valen Group. Apakah kau siap menjadi miskin demi cinta, Arsenia? Apakah kau siap melihat nama ayahmu diseret ke pengadilan sebagai penjahat perang korporasi?"
Di Sisi Lain: Raka dan Bayang-Bayang Masa Lalu
Sementara itu, Raka tidak lagi berada di tepi sungai. Ia berada di sebuah gudang arsip tua di pinggiran kota, tempat seorang mantan pengacara panti asuhan yang sudah renta menunggunya.
"Nama aslimu adalah Raka Adiwangsa, Nak," ucap pria tua itu sambil menyerahkan sebuah jam saku perak yang berukir inisial 'A'. "Ayahmu tidak meninggal karena kecelakaan. Dia dijebak. Dan keluarga Valen adalah alasan mengapa kau menghabiskan masa kecilmu sebagai yatim piatu."
Raka menggenggam jam saku itu hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa cinta yang tadi pagi membuncah untuk Arsenia kini bercampur dengan rasa pahit yang luar biasa.
"Apakah Arsenia tahu tentang semua ini?" tanya Raka dengan suara serak.
"Dia mungkin tidak tahu saat itu. Tapi sekarang dia memimpin perusahaan yang dibangun dari darah ayahmu. Pilihan ada di tangannya, Raka. Apakah dia akan mengembalikan apa yang menjadi hakmu, atau dia akan tetap menjadi seorang 'Valen' yang egois?"
Strategi Tersembunyi Daniel
Di dalam selnya, Daniel menerima pesan singkat melalui ponsel ilegal yang diselundupkan oleh anak buah Sofia:
"Umpan sudah dimakan. Raka mulai bergerak mencari bukti hukum. Arsenia sedang terpojok."
Daniel tersenyum puas. Ia tahu bahwa jika Raka menuntut Valen Group, perusahaan akan goyang. Saat itulah, Daniel akan muncul sebagai "penyelamat" dengan bantuan dana dari faksi rahasia The Syndicate untuk mengambil alih kursi kepemimpinan dari tangan Arsenia yang sedang hancur hatinya.
Misi Baru: Dilema Berdarah
Arsenia kembali ke apartemennya dengan perasaan hancur. Di satu sisi, ia sangat mencintai Raka. Di sisi lain, mengungkap kebenaran berarti menghancurkan reputasi almarhum ayahnya dan mungkin membuat Valen Group bangkrut karena tuntutan ganti rugi yang masif.
Ia mengambil sebuah map hitam dari brankas rahasia ayahnya—map yang selama ini tidak pernah ia berani buka. Labelnya: "Proyek Lentera Merah - 2006".
Di dalamnya, terdapat sebuah dokumen asli yang menunjukkan bahwa ayahnya sebenarnya mencoba menyelamatkan anak-anak panti sebelum kebakaran terjadi, namun ada pihak ketiga yang menyabotase rencana itu. Pihak ketiga itu adalah... Sofia Valen.