NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Hati yang terluka

Ribka tertegun mendengar ucapan Raymond. Yang mempertanyakan uang pemberiannya kepada Mirza.

'Huh, sepelit itu memang suaminya kepada istrinya sendiri. Bukannya malu karena tidak pernah memberi apa-apa kepada istrinya.' Ribka membatin. Sebelum percakapan itu selesai. Ribka sudah berlalu masuk kamar.

"Apa memang Mama tidak pantas menikmati uang Papa? Apa hanya Nenek, Bibi dan Paman yang boleh menikmati keringat Papa.? Kenapa Papa begitu pelit, kepada Mama. Tetapi royal kepada yang lain? Bahkan Papa rela membelikan motor baru untuk Mirza. Untuk ultah yang belum dirayakan. Tapi pakaian yang layak untuk Mama tidak bisa." geram Mirza .

Papa bilang Mama kolot. Tidak bisa merawat diri. Tua dan kucel. Tapi apa Papa pernah peduli pada kebutuhan Mama!"

"Mirza, setiap bulan Papa selalu kasih uang untuk Mama." protes Raymond kaget mendengar bantahan Mirza.

"Uang dua juta untuk mengisi perut berapa orang Pa? Bukan untuk pegangan Mama." balas Mirza.

"Mamamu itu boros."

"Itu alasan yang tidak masuk akal! Uang dua juta untuk hidangan di meja, apa cukup untuk sebulan? Dengan seorang mertua yang pesakitan!"

"Tidak! Papa hanya menghukum Mama karena Jason hilang di pasar kan? Sejak itu Papa mengurung Mama di rumah."

"Mirza! Tau darimana tentang Jason? Apa Mama kamu yang cerita?" beliak Raymond kaget.

"Darimana aku tau soal Jason itu tidak penting! Tapi aku sangat kecewa pada Papa. Menghukum Mama bertahun-tahun atas musibah yang tidak bisa Mama kendalikan. Alih-alih mencari Jason. Papa malah menjadikan aku sebagai pengganti Jason yang hilang."

"Mirza, jangan ungkit soal Jason. Andai Papa bisa melakukannya saat itu. Tentu Papa akan mencarinya sampai ketemu."

"Sudahlah Pa, Mirza lelah. Lusa Mirza akan kembali ke Jakarta." Mirza bergerak menuju kamarnya.

"Kenapa mendadak Mir? Bukankah liburanmu satu minggu?" ucapan Raymond berubah lembut.

"Mirza ada urusan mendadak." sahut Mirza datar.

"Baiklah kalau begitu. Tapi Besok, kita makan malam bersama Tante Khaty. Papa harap kamu bersedia."

"Hanya Mirza?"

"Iya kita bertiga."

"Trus Mama?"

"Mamamu pasti menolak."

"Kalau begitu, Mirza juga menolak."

"Mir, Tante Khaty hanya ingin kenal kamu. Tolong beri dia kesempatan bertemu kamu."

"Ibuku hanya wanita yang kupanggil Mama."

"Aku akan datang tapi dengan Mama. Atau tidak sama sekali!"

"Baiklah, kalau Ribka tidak menolak." Raymond akhirnya mengalah.

Mirza pergi menuju kamarnya di lantai dua. Raymond memijit kepalanya bagian belakang. Bagaimanapun dia berusaha memberi perhatian pada Mirza. Selalu saja Ribka yang dipedulikannya.

Padahal Ribka bukan ibu kandungnya. Tapi dia sangat menyangi Ribka dan menghormatinya. Lebih dari rasa hormatnya kepada ayah kandungnya sendiri. Raymond tidak kuasa untuk bersikap tegas atau kasar kepada Mirza.

Sebab Mirza adalah anak Khaty. Perempuan cinta pertamanya. Dia rela melakukan apa saja demi Khaty. Termasuk membuang anak kandungnya sendiri, Jason. Demi Mirza tinggal bersamanya. Dan diasuh Ribka.

Status Mirza terpaksa dibuat sebagai anak adopsi. Untuk menghindari kecurigaan Ribka. Sementara Khaty, usai melahirkan Mirza, dia dipaksa menikah dengan paribannya. Dan Mirza dititip di panti asuhan. Dua tahun lamanya.

Setelah Mirza berusia delapan belas tahun, Khaty bercerai dengan suaminya dan menikah diam-diam dengan Raymond. Raymond dan Khaty berencana merebut simpati Mirza. Supaya mau tinggal bersama mereka, setelah bercerai dengan Ribka.

Tetapi tidak semudah yang mereka rencanakan. Karena Mirza sangat menyayangi Ribka. Wanita yang disangkanya adalah ibu yang melahirkannya.

Selama ini Khaty sangat cemburu, melihat Mirza tumbuh dewasa dengan Ribka. Dia ingin Mirza kembali padanya. Dulu dia terpaksa menyerahkan Mirza. Setelah dua tahun disembunyikan di panti asuhan. Suaminya menolak Mirza saat Khaty berdalih hendak mengadopsi Mirza dari panti asuhan

Meskipun sudah menikah dengan Ribka, Raymond tetap berhubungan dengan Khaty waktu itu. Sehingga Mirza lahir setelah Jason berumur tiga tahun.

Mirza tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Karena Raymond mengatakan Mirza di ambil dari panti asuhan.

Raymond masuk ke kamar dan melihat Ribka yang sudah tertidur. Raymond mendekati Ribka yang tertidur pulas. Karena lelah setelah hampir seharian diajak Mirza jalan-jalan.

Dipandanginya wajah yang terlelap itu. Wajah yang penampilannya jauh berubah. Entah apa maksud Mirza mengubah penampilan ibunya. Apakah karena mengetahui papanya telah menikah lag?

Sehingga Mirza sengaja melakukan semua ini agar dirinya terpikat lagi kepada Ribka. Mungkin saja niatnya memang begitu. Bodohnya, Ribka mau-maunya dicekoki Mirza. Dia pikir dirinya akan semudah itu terkecoh oleh trik murahan ini.

Hem, jadi inilah wajah yang kemarin sok-sokan meminta cerai kepadanya? Boleh juga. Raymond mendekatkan wajahnya untuk mencium Ribka. Sudah lama sekali dia tidak menyentuh tubuh ini.

Sejak dia menikahi Khaty diam-diam. Karena Khaty tidak mau berbagi suami katanya. Ribka juga sudah berubah dingin sejak lama. Setiap kali menginginkan Ribka dia selalu minum lebih dulu. Mungkin hal itu yang membuat istrinya berubah.

Malam ini hasrat Raymond bergolak. Dielusnya kepala Ribka. Menyentuh bibir tipis itu. Ternyata penampilan Ribka yang berubah membuat dirinya tertarik.

Ribka yang pura-pura tidur diam saja. Diam seperti patung. Tidak bereaksi saat tangan suaminya menyentuh wajahnya. Jangankan untuk merespon sentuhan itu. Ribka malah mual dan ingin muntah. Ribka membuka kedua matanya, saat Raymond hendak menciumnya.

"Apa yang hendak kamu lakukan." bisik Ribka dingin.

Sedingin air es yang disiramkan ke tubuhnya. Hasrat Raymond langsung lenyap. Gugup dan malu. Karena kepergok menginginkan istri sendiri. Istri yang hanya tertulis di atas selembar akta nikah.

"Jika niatmu seperti yang kupikirkan, jangan harap hati ini aku berikan." Ribka menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

Raymond sedikit kesal. Ditariknya selimut itu. "Lalu apa niatmu mengubah dirimu kalau bukan untuk menggodaku."

"Hah, semudah itu kamu tergoda? Hanya karena wajarku mengenakan pupur. Pantas saja kamu menempel terus pada perempuan jalang itu , karena wajahnya penuh dompolan."

"Cukup! Jangan sekali-kali menyebut Khaty perempuan jalang!" cengkram Raymond ke lengan Ribka.

"Lantas sebutan apa yang pantas. Pelakor, pelacur atau ...." sebuah tamparan secepat kilat mendarat di wajah Ribka. Sudut bibir Ribka berdarah. Raymond tersentak sendiri, melihat tangannya yang telah menampar Ribka.

Ribka tersenyum penuh luka. Selalu saja suaminya melakukan hal itu setiap kali egonya tersindir.

"Nih, lakukan sekali lagi!" Ribka memberikan pipinya yang sebelah lagi. Menantang Raymond. "Jika semua kata-kataku salah dan perempuan itu terlalu suci untuk kuhina. Ayo lakukan! Singkirkan aku sekalian. Jika tidak, jangan tunda lagi perceraian itu." Ribka menatap mata suaminya tepat di irish coklat itu.

Refleks! Raymond menarik tubuhnya. Ucapan Ribka tegas tanpa keraguan.

Emosi Raymond seketika tergerak. Tangannya kembali terangkat untuk menampar. Tapi hanya mampu menggantung di udara.

Tatapan mata itu. Tatapan penuh luka yang baru kali ini dirasakannya. Tatapan kosong yang pernah dilihatnya. Ketika Ribka pulang dari pasar. Dihari Jason hilang karena ulahnya. ***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!