NovelToon NovelToon
Pang Liong (Membantu Naga)

Pang Liong (Membantu Naga)

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: The Bwee Lan

Kwee Lan, seorang Sinseh Wanita yang kehilangan chi akibat sakit keras menemukan seorang pemuda pingsan di bukit Peng San.

Karena Sumpah Sinseh, ia wajib menolong pemuda itu. Walaupun resikonya dicap bo-li-mo(amoral), ia takkan mundur. Tapi, warga sudah nyaris membakarnya atas tuduhan berzinah.
-----------

Sebagian besar nama dan istilah menggunakan Dialek Hokkien, sebagian Mandarin. Untuk membangkitkan kembali era Silat Kho Ping Hoo dalam sentuhan Abad 21.

AI digunakan untuk asistensi bahasa dan budaya akibat penulis mengalami penghapusan budaya besar-besaran dan kehilangan cukup banyak warisan budaya walaupun dalam hati dan keseharian masih menerangkan nilai-nilainya.

---The Bwee Lan (Anggrek Indah dari Marga The), penulis--

nb. Bwee bisa bermakna indah, cantik (wanita), atau tampan (pria).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Bwee Lan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Cici untuk Tan Eng

 

Gerakannya begitu cantik. Tangan kiri ke atas, tangan kanan ke depan. Ia menekuk lutut kiri lebih rendah lalu melontarkan tubuh sambil membuka tangannya. Kedua kakinya seperti memanjat tangga istana.

Begitu saja dia hilang di balik plafon.

Tak lama kemudian, dia turun lagi—kali ini bawa ember besar dan koper tua yang dipasang pelindung chi. Pelindung itu masih aktif, sisa peninggalan ayahnya dulu.

Kwee Lan memanggil para pembantu yang udah pada rebutan mau sisa lulur. Dengan santai, dia kasih semua ke yang paling tua.

Tapi ternyata sama aja. Si mbok tua langsung ngoles-olesin ke kulitnya sendiri dengan muka puas.

Jendral Go Jilid 1 (Go Bun Kiat) dan Jendral Go Jilid 2 (Beng Liong) kompak menjerit:

"Dasar wanita!"

Kwee Lan gak peduli. Dia minta sarapan pagi yang udah dia perintah buat disediakan, ditaruh di meja. Cakwe hangat, susu kedelai, dan manisan plum.

Semua orang mau buka mulut—nanya apa isi koper anti chi itu. Tapi Kwee Lan kasih isyarat: makan dulu.

"Topiknya berat, Sio Moi. Aku nggak mau nanti kalian jadi hantu sawah kayak aku," jawabnya santai sambil menepuk pundak Tan Eng.

---

Buka Koper

Setelah makan minum, dan Kwee Lan memastikan mereka semua udah bebas dari imaji liar, dia mulai bicara.

"Ah Niu."

Dia buka koper kecil itu. Isinya catatan.

· Ayah Ah Niu: Tan Gee Han

· Nama Ah Niu: Tan Gu

· Kokonya ada tiga: Tan Gee Hok (kakak tertua), Tan Gee Beng (kakak kedua), Tan Gee Kiong (kakak ketiga),dan Tan Gu alias Ah Niu-- (Ah Niu ini nama asing karena waktu bayi dia digendong pejabat luar negeri  ganteng yang kunjungan, terus dipanggil Ah Niu dengan harapan ganteng juga akhirnya memang ganteng, tapi ngupilan. Adiknya dipanggil Ah Mei sama pejabat luar negeri itu)

· Adiknya satu, perempuan: Ah Mei aslinya— Tan  Bwee-- meninggal bunuh diri karena gak kuat kena Siat Sin

· Pendidikan dasar Ah Niu: akutansi. Tapi karena kakak-kakaknya lebih pintar dan duitnya lebih legit, dia disuruh jadi tabib. Berguru sama Guru Kwee — Kwee Kiong, ayahnya Kwee Lan.

"Dia jadi tabib karena kesal," sambung Kwee Lan.

Kali ini, Kwee Lan yang biasanya kalau ditanya masa lalu berubah jadi makhluk mitologi, tetap manusiawi. Matanya sendu, tapi gak kosong.

---

Tragedi di Pagi Itu

Dia menceritakan pagi itu, dulu, dia sama kokonya (Kwee Tio) dan Ah Niu yang masih kecil lagi main. Mereka manggil Paman Kwee Bwee — adiknya ayah Kwee Lan — karena ayahnya (Kwee Kiong) sedang ditugaskan negara ke luar kota jadi Sinseh Militer.

Kwee Lan berhenti sejenak. Tangannya meraih papa palsu-nya (Go Beng Liong).

Pria itu langsung berubah serius. Wajahnya yang tadi benar-benar "tsuì-bai" (bikin jijik/mesum) hilang dalam sekejap.

---

Tidak disangka, hari itu, Kwee Eng, ibu Kwee Lan menjerit. Kena Siat Sin — diperkosa Paman Kwee Bwee.

Ketiga anak yang baru belajar silat itu (Kwee Tio, Kwee Lan, dan Ah Niu) langsung menggabungkan chi mereka. Mereka menghajar Paman Kwee Bwee sampai babak belur. Pamannya kena "hai" (bunuh) di tangan mereka sendiri.

Mama Kwee Lan kena sakit kotor beberapa hari setelahnya tapi gak bisa minum obat. Kondisi lagi hamil 4 bulan. Kalo dikasih obat sekarang bisa tewas bareng janin.

Akibatnya, Kwee Peng Kiok lahir dengan sakit kotor juga. Mentalnya terbelakang, jarinya buntung. Sejak saat itu, mama Kwee Lan cuma jadi mama. Bukan istri lagi. Papanya (Kwee Kiong) selalu berupaya mendukung istrinya dan mendekat. Tapi, Istrinya trauma berat, merasa dirinya kotor. Dia cuma bertahan karena ada anak-anak.

PRAKK!

Tan Eng memecahkan gelas di tangannya.

Dia emosi. Matanya basah. Gak nyangka kalau Cici-nya—yang selama ini dia fitnah—hidup seberat itu. Separah itu. Setrauma itu.

---

Keluarga Laknat

Keluarga besar Kwee tidak adil. Mereka  alih-alih membela Kwee Kiong malah membela Kwee Bwee dan keluarganya. Alasannya? Istrinya kaya. Istrinya punya pengaruh dan duit buat dihutangi.

Bahkan ketika ayah Kwee Lan (Kwee Kiong) mulai mendidik 30 tabib wanita, mereka bikin omongan gak enak. Sampai akhirnya para pemberani—paman Tan (bapaknya Ah Niu) dan paman Kwee, dua dari 12 tabib yang berani melawan zaman—harus minggir ke Bang Ka Chng.

Di desa itulah mereka disambut hangat. Mereka kumpulkan 30 wanita—para korban, atau keluarga korban Siat Sin—yang mau belajar jadi sinseh.

Yang 24 dipulangkan. Satu sebagai sinseh wanita istana khusus, yang 23 sebagai sinseh desa perbatasan yang menyebar di Gunung Peng San.

Di luar itu, ada 40 saudara laki-laki seperguruan, termasuk Ah Niu dan Kwee Tio, kokonya Kwee Lan. Ada 15 saudara yang lolos dan dikirim ke berbagai daerah. Tapi Kokonya, Kwee Tio, dapat tugas serupa: tabib istana khusus.

Sayangnya, pas ujian negara, Ah Niu kalah 1 poin. Gak dapet Kong Teik. Baru tahun depannya lulus.

---

Pulang ke Rumah yang Sunyi

Pas Ah Niu pulang dalam keadaan gagal, ayahnya (Tan Gee Han) dan adik perempuannya (Ah Mei) lagi sakit. Mereka berobat ke Sinseh Lie Beng.

Ah Niu yang gagal ujian buka pintu rumah, pas adiknya udah di-siat sin sama Sinseh Lie Beng. Ngamuk lah dia. Keluar tenaga Gu miliknya. Kena hai itu Sinseh Kiam Pau.

Ah Mei, yang stress berat, gak lama kemudian gantung diri. Bareng papanya.

Mamanya masih bertahan. Tapi sering kadang-kadang ga bisa ditanyai terutama kalo sembahyang Ceng Beng atau Sembahyang rebutan. Kakak-kakak Ah Niu (Tan Gee Hok dan Tan Gee Beng) geram, tapi gak bisa berbuat apa-apa pas Ah Niu ditangkap. 

Keluarga Lie Beng punya jabatan tinggi, jadi malah Ah Niu dihukum dipukuli di depan orang-orang. Maunya Ah Niu ini digantung, tapi orang -orang udah naik semua. Keluarga dari si Lie Beng ga bisa lebih. Karena orang orang sudah nyaris merangsek, kalo keterlaluan ya dihukum rimba.

---

Penghubung Luka

Kwee Lan cerita terbuka. Tentang hubungan dia sama Ah Niu yang dekat—karena mereka sama-sama keluarga korban. Sama-sama tahu rasanya perempuan dan keluarganya  yang disalahkan. Sama-sama belajar dari 12 Sinseh yang sama.

"Setelah ujian itu, hidup Ah Niu kosong. Kerja kebun. Tiap ada pasien, dia gemetar." jelas Kwee Lan.

"Jadi dia gak pegang pasien?", tanya Tan Eng lirih. Ia merasakan beban calon suaminya.

"Iya. Tahun depannya ikut ujian Sinseh, kadung sumpah ke papanya jadi Sinseh. Tapi kerja administrasi", jawab Kwee Lan.

Ah Niu, di sisi lain, baru beberapa bulan ini keterima jadi pegawai rendah.

"Gak usah takut bo-mi, klan dia tinggi cuma reseh aja. Keluarga Tan baik, cuma karena konfliknya dari keluarga gue, ya kebawa-bawa." kata Kwee Lan sambil nyerahin isi koper ke mertuanya (Go Bun Kiat) yang udah nangis terang-terangan.

Hati Papa Go hancur. Dia merasa jadi ayah gagal—gak ngatur anak lakinya, si Beng Liong dengan benar.

"Gak apa, Pa. "

Kwee Lan tarik napas.

"Ini rezekinya Tan Eng. Ini yang dia mau: punya Sinseh perempuan, dan Koko satu-satunya yang ganteng ini hidup. Dan supaya kokonya gak nakal dan punya istri."

Kontan Tan Eng  berlutut lagi. Kwee Lan memeluk adiknya itu. "Udah bangun.", katanya lembut.

"Koko kamu itu bawa cewek mau dia seriusin. Tapi, dia sendiri gak pernah ngapa-ngapain anak orang kecuali aku", kata Kwee Lan genit.

Satu keluarga senyum-senyum sendiri. 

Gak nyangka. Cici-nya, yang dia fitnah, udah berbuat begitu banyak. Ngumpulin info, bikin lulur, buka luka lama jadi Mak comblang.

 Padahal hidup Cici sendiri juga babak belur—sampai jadi makhluk mitologi gara-gara koko mereka.

Dia memeluk erat-erat cicinya. Dia ingat gak punya saudara perempuan lain. Dan ingin punya Cici. Sekarang, itu terwujud.

---

Tiba-tiba, pembantu datang dan berbisik pada Jendral Bun Kiat. Mereka bubar. Ada kerjaan mendesak.

[Bersambung]

Catatan:

Tsuì-bai 水 Bikin jijik, mesum

Siat Sin 失身 Bejat, asusila

Hai 害 Bunuh, celakai

Kong Teik 功德 Jasa/pahala besar. Ini maksudnya di cerita ini papan sertifikat profesi 

Bo-mi 無名 Tak punya nama, rakyat jelata

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!