NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SESAAT

BUKAN CINTA SESAAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Konflik etika / Romansa
Popularitas:336
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Butuh waktu mengenal dan butuh perjuangan untuk mempertahankan sebuah perasaan . Jika sudah ada kesepakatan maka ikatan akan membuat sebuah hubungan menjadi sakral .

"Cintaku bukan cinta sesaat dan bukan sekedar kata kiasan ," bisik hati yang memendam perasaan .

Apakah cinta itu akan berlanjut atau hanya sementara waktu ?

ikuti kisahnya hanya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 19. BCS

Prasasti masih didalam kamar setelah mandi, Albi merapikan tempat tidur saat mengangkat seprey ia melihat noda darah merasa bersalah.

Albi melirik Prasasti yang terlihat lebih baik tersenyum tipis. "Ternyata masih perawan, aku pikir sudah pernah melakukan sama mantannya Dave," batin Albi.

Prasasti berjalan dengan rasa tidak nyaman, rasa nyeri dan perih diarea sensitifnya belum sembuh membuatnya sulit bergerak bebas.

“Maaf, jika aku terlalu kasar saat memasukinya,“ ucap Albi menatap wajah Prasasti cukup dekat.

Jantung Prasasti berdegup sangat cepat wajahnya memanas, mendengar perkataan Albi yang terdengar lirih membuat Prasasti salah tingkah.

“Apakah kamu sengaja melakukannya dan membuatku sakit?" tanya Prasasti membalas menatapnya.

"Biar aku lihat seberapa parah lukanya, aku akan mengobatinya," kata Albi seakan ikut merasakan sakit.

"Tidak perlu, nanti juga sembuh," sahut Prasasti cepat sambil menutup area sensitifnya.

"Jangan menolak, ini demi kesehatanmu, aku takut jika luka dibagian sensitif bisa berakibat fatal," kata Albi sambil duduk dilantai dan ingin membuka kaki Prasasti untuk melihat area sensitifnya.

Prasasti menggelengkan kepalanya menolak sambil menahan kakinya agar Albi tidak melakukannya, karena masih sakit sekali. Albi memohon agar Prasasti membuka kakinya.

“Apa kamu akan terus merasakan sakit dan tidak mau diobati?" tanya Albi sedikit keras memaksa Prasasti membuka kakinya.

"Sakit, Bi," rengek Prasasti menggigit bibir bawahnya.

Albi tersenyum mendengar suara manjanya yang terkesan menggoda ditelinganya. " Buka pelan-pelan, please. Sayang,"

Prasasti dengan spontan membuka lebar kakinya dan memegang pundak Albi sambil menggigit bibir bawahnya.

Albi melihat ke dalam area sensitif milik Prasasti ternyata tidak memakai celana dalam membuatnya menelan ludah dengan lancar. Hati Albi merasa semakin bersalah melihat keindahan ciptaan Allah SWT.

"Berbaringlah, Aku akan mengobati lukamu,“ perintahnya. Prasasti nurut perintah Albi merebahkan tubuh ditempat tidur.

Albi mengambil salep khusus dan memolesi ke dalam area sensitif milik Prasasti dengan teliti dan hati-hati. Prasasti merasakan sentuhan tangan Albi diarea intim membuatnya sedikit mendesah tapi tertahan.

Sengaja Albi berlama-lama mengobati lukanya karena ingin melihat lebih dekat. Gejolak rasa didalam tubuhnya menginginkannya namun melihat Prasasti sakit tidak tega.

Selesai mengobati Albi merapikan lagi pakaian Prasasti. "Kenapa tidak memakai celana dalam, apa masih pengen lagi?“

Prasasti menatap tajam Albi sambil memukulnya dengan keras. "Kurang ajar, kamu sengaja berlama-lama ngobatinnya ya, agar bisa melihat milikku,“

Albi tertawa mendengarnya dan memang benar adanya. Albi terlalu munafik jika tidak mengatakannya dan menyadari kesalahannya. Ia memang belum pernah melihat apalagi melakukannya, ia menggunakan kesempatan dengan sebaik mungkin. Sama siapa lagi kalau bukan istri sahnya.

"Kamu tidak bisa menolak ketika suamimu meminta dilayani," kata Albi dengan tegas.

Prasasti tertegun mendengar kata suami dari mulut Albi, merasa ada sesuatu yang menusuk tepat di jantungnya. Seperti sebuah kata namun bukan untuk pernyataan. Tanggung jawab seorang istri kepada suami.

Prasasti baru menyadari kalau dia sudah menjadi istri, berarti ia harus siap dalam berumah tangga. Albi memakaikan celana dalam yang agak longgar agar Prasasti bisa bergerak bebas.

Lagi-lagi Prasasti mendapati sikap Albi diluar dugaannya. Perhatian Albi tidaklah main-main, ia bertanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan terhadapnya.

Airmata Prasasti jatuh ia meraih tubuh Albi dan memeluknya. “Terimakasih," katanya dengan suara tercekat.

Albi membalas pelukannya erat sambil mencium kepala Prasasti. Prasasti merenggangkan pelukannya menatap wajah Albi dari jarak dekat.

Prasasti mengagumi ketampanan Albi dan perhatiannya mampu meluluhkan hatinya yang beku. Ia mencium bibir albi sekilas membuat Albi terkejut.

"Apa kamu berusaha menggodaku?" tanya Albi menelisik wajah Prasasti.

"Tidak, aku bukan wanita penggoda seperti wanita diluar sana, lagi pula aku tidak bisa menggoda seorang pria," jawab Prasasti merasa kesal dengan tuduhan Albi.

"Benarkah?" kali ini Albi yang mencoba menggodanya.

Prasasti melangkah menjauh dari Albi, baru beberapa langkah berhenti merasa perih diarea sensitifnya. Albi tertawa melihatnya kemudian menggandeng tangan Prasasti dan berjalan pelan keluar dari kamar.

Fabio sedang menikmati sarapan saat melihat anak dan menantunya berjalan beriringan membuatnya curiga, matanya menangkap cara berjalannya Prasasti sambil geleng-geleng kepala sambil tersenyum seolah mengejek.

Albi dan Prasasti duduk berdampingan, Albi mengambilkan nasi dan lauk untuk Prasasti. Fabio semakin curiga melihat pasangan pengantin yang dinilai terlalu berlebihan.

"Kenapa kamu yang mengambilkan nasi untuk istrimu, itu kan tugas seorang istri," kata Fabio melirik Prasasti.

Deg

Prasasti terkejut mendengar penuturan papanya. Ia baru menyadarinya dan beralih mengambilkan nasi untuk Albi namun ditolak.

"Tidak apa-apa, Pa. Istriku sedang sakit, nanti kalau sudah sembuh pasti dia akan melayani suaminya dengan baik," sahut Albi sambil mengerlingkan mata sebelah kepada Prasasti.

Acara pagi itu lebih horor dari biasanya. Prasasti merasa dunianya berbalik seratus delapan puluh derajat. Menjadi seorang istri tidaklah seburuk yang ia pikirkan. Justru dirinyalah yang harus bisa menerima takdir menjalani kehidupan baru.

Ruang makan hening tak ada pembicaraan yang lebih serius. Mereka makan sambil menikmati hidangan dengan tenang.

"Lebih baik kamu dirumah saja, pekerjaanmu biar Papa dulu yang menghandle," ucap Fabio setelah menghabiskan makannya.

”Tapi, Pa. Aku masih bisa kerjakan," sahut Prasasti dengan yakin.

Fabio melihat Prasasti ingin tertawa lalu melirik Albi. "Albi, ternyata kamu hebat juga sampai tidak bisa menyadari kalau perempuan itu selain kuat juga ada titik lemahnya,"

Albi tersedak mendengar ucapan Fabio. Prasasti mengambil air didalam gelas memberikan kepada Albi. Lalu diteguk air tersebut.

”Papa bicara apa sih, sampai membuat orang tersedak," kata Prasasti kesal sekaligus malu.

Fabio berjalan ambil tertawa melihat mereka berdua dan meninggalkannya. Albi pun wajahnya nampak malu, ia pandai menyembunyikannya.

Selesai sarapan Albi berpamitan berangkat kerja kepada Prasasti. Keduanya nampak canggung berbeda dari sebelumnya. Albi merasa gemas melihat sikap Prasasti yang berubah menjadi pemalu.

"Mungkin awalnya memang sakit tapi setelah sering melakukan tidak sakit melainkan nikmat," Albi berbisik ditelinga Prasasti lalu beranjak dari tempat duduknya berjalan cepat.

Prasasti ingin membalas tapi Albi sudah jauh dari pandangannya. Ia sangat benci dengan yang namanya lemah, dan ia tidak mau mengulanginya lagi.

"Lihat saja nanti kalau kamu minta, gak akan aku berikan. Enak saja kamu yang merasa enak sedangkan aku yang kesakitan," umpat Prasasti sangat marah.

Prasasti merutuki dirinya kenapa mau mengulangi lagi adegan tadi pagi sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Ia sama sekali tidak terpikirkan soal hubungan intim sebelumnya dan belum pernah membaca atau melihat bagaimana cara melakukan hubungan tersebut.

"Apa yang dikatakan suamimu benar, kamu tidak boleh menolak ajakan suamimu karena berdosa," kata Fabio.

1
sakura
.....
Anyue: kenapa titik-titik
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!