NovelToon NovelToon
Pengganti Yang Dipilih

Pengganti Yang Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Misteri
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayyun

Olivia Nugraha, gadis 18 tahun yang baru lulus SMA, terpaksa menggantikan kakaknya, Olin, untuk menikah dengan Juna demi menjaga nama besar keluarga mereka. Ia mencoba melawan, namun Oma selalu selangkah lebih maju. Pernikahan tetap terjadi.

Sementara itu, keberadaan Olin masih menjadi tanda tanya. Benarkah ia kabur? Atau ada alasan lain di balik menghilangnya? Dan mengapa namanya kembali disebut saat ia resmi menjadi bagian dari dinasti?

Karena mungkin… Olivia tidak pernah benar-benar dipilih untuk menggantikan Olin, tapi ia dipilih karena seseorang sudah mengincarnya sejak awal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pagi datang terlalu cepat. Olivia hampir tidak tidur. Pesan itu terus berputar di kepalanya.

Kalau kamu ingin tahu kebenaran tentang Olin, berhenti tidur di kamar itu.

Ia menoleh ke sudut ruangan. Ranjang lipat itu sudah tertutup kembali. Rapi. Seolah tidak pernah digunakan. Juna berdiri di depan cermin, merapikan kancing mansetnya. Seperti biasa, tenang dan terkontrol. Seolah dunia tidak pernah retak.

“Bangun lebih pagi?” tanya Juna tanpa menoleh. “Biasanya masih minta lima menit lagi.”

Olivia duduk di kasur utama, memeluk lututnya. “Nggak bisa tidur.”

Juna berhenti sebentar, lalu menoleh. “Masih nggak enak badan?”

“Bukan.”

Hening sejenak.

“Jadi apa?” tanya Juna akhirnya.

Olivia menatapnya lekat-lekat. Seakan mencoba membaca sesuatu di balik wajah yang selalu sulit ditembus itu.

“Kak… kalau ada seseorang suruh gue berhenti tidur di kamar ini… menurut lu maksudnya apa?”

Tangan Juna yang sedang merapikan jam tangannya berhenti. Hanya satu detik.

Lalu ia kembali bergerak normal. “Siapa yang suruh?”

“Anggap aja… orang iseng.”

“Orang iseng biasanya cuma cari perhatian.” Nada suaranya ringan. “Lu terlalu mudah kepikiran.”

Olivia turun dari kasur, berjalan mendekat. “Kalau bukan iseng?”

Juna menatapnya sekarang. Tatapan datar. “Lu sebenarnya mau bilang apa, Liv?”

Olivia terdiam. Ia ingin bertanya langsung. Tentang Olin. Tentang pesan-pesan itu. Tentang kenapa Oma seperti menghapus nama kakaknya dari hidup mereka. Tapi lidahnya terasa berat.

Sebaliknya ia berkata, “Kalau Olin kembali… dan ternyata ada sesuatu yang selama ini gue nggak tau… lu bakal jujur sama gue?”

Pertanyaan itu menggantung.

Juna menatapnya lebih dalam. “Lu curiga apa?”

“Gue cuma tanya.”

“Dan gue jawab.” Juna melangkah lebih dekat. “Gue nggak pernah sembunyiin apa pun dari lu.”

Kalimat itu terdengar meyakinkan. Terlalu meyakinkan.

Ponsel Olivia bergetar lagi. Kali ini bukan pesan teks. Sebuah email. Subjeknya membuat darahnya seperti berhenti mengalir.

Rekaman Rumah Sakit

Tangannya gemetar saat membukanya. Ada lampiran video. Tanggalnya… Saat hari terakhir Olin di rawat di rumah sakit karena kelelahan, itu sekitar dua bulan sebelum Olin benar-benar menghilang. Olivia menatap layar, lalu perlahan mengangkat wajahnya ke arah Juna.

“Kak…” suaranya nyaris berbisik. “Waktu Kak Olin terakhir di rumah sakit… lu benar-benar nggak pernah keluar dari ruangan, kan?”

Pertanyaan itu membuat ruangan terasa mendadak sempit. Dan pagi itu Juna tidak langsung menjawab.

Ia berdiri diam di hadapan Olivia, cahaya pagi menyusup dari balik tirai tipis dan jatuh tepat di wajahnya. Sulit membaca ekspresinya—antara terkejut, terganggu, atau… berhitung.

“Maksud lu apa?” tanyanya akhirnya, suaranya rendah.

Olivia menelan ludah. Ia memutar layar ponselnya, menunjukkan email itu.

Subjeknya masih terpampang jelas.

Rekaman Rumah Sakit

“Gue baru terima ini barusan,” katanya pelan.

Juna menerima ponsel itu tanpa banyak bicara. Ia membaca cepat, lalu menekan lampiran video. Beberapa detik pertama hanya lorong rumah sakit. Kamera CCTV. Hitam-putih. Sunyi.

Waktu tertera di pojok kanan atas. 02:17 dini hari. Video memperlihatkan pintu ruang rawat Olin terbuka.

Seorang pria keluar. Langkahnya cepat, wajahnya tertunduk, sebagian tertutup bayangan. Namun posturnya… sangat familiar. Olivia menahan napas. Video berhenti di sana. Juna mematikan layar. Ruangan kembali sunyi.

“Itu cuma potongan,” katanya datar. “Kita nggak tau sebelum dan sesudahnya.”

“Tapi lu pernah bilang lu nggak pernah keluar ruangan,” suara Olivia mulai bergetar, bukan karena marah—lebih karena takut.

“Gue ke ruang informasi untuk urus kepulangannya.”

“Jam dua lewat?”

Juna menatapnya tajam sekarang. “Rumah sakit nggak tutup malam, Olivia.”

Ia benar, logis dan masuk akal. Tapi ada sesuatu dalam nada suaranya yang berbeda dari biasanya.

Olivia memeluk ponselnya erat. “Kalau memang cuma itu, kenapa kirimannya anonim? Kenapa sekarang?”

Juna terdiam. Pertanyaan itu juga masuk akal. Ia berjalan ke jendela, membuka sedikit tirai. “Ada orang yang sengaja mau buat lu ragu.”

“Ragu soal apa?”

“Ragu sama gue.”

Olivia tertawa kecil—tawa yang tidak benar-benar lucu. “Kak… dari awal pernikahan ini aja sudah penuh keraguan.”

Kalimat itu menggantung. Juna menoleh perlahan. “Lu nyesal?”

Olivia terpaku. Ia tidak menjawab. Karena jawabannya bukan itu yang sedang ia cari.

“Gue cuma mau tahu kebenaran soal Olin,” bisiknya. “Gue adiknya. Gue berhak tau.”

Juna mendekat lagi, kali ini jaraknya hanya beberapa langkah. “Dan kalau kebenaran itu menyakitkan?”

“Gue lebih takut dibohongi.”

Hening panjang. Ponsel Olivia kembali bergetar. Pesan baru, masih nomor yang sama.

Tanyakan padanya kenapa rekam medis Oliana ditutup dua hari setelah dia hilang.

Jantung Olivia serasa jatuh. Perlahan, sangat perlahan, ia mengangkat wajahnya menatap Juna.

“Kenapa… rekam medis Kak Olin ditutup dua hari setelah dia hilang?”

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, Juna terlihat benar-benar terkejut. Bukan marah. Bukan defensif. Tapi terkejut. Dan itu jauh lebih menakutkan untuk Olivia

...***...

1
Paradina
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!