Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 02: Ketakutan Para Gadis!
***
Wusssh!
Debu terlihat beterbangan di jalan dekat alun-alun desa Gaolin.
Beberapa kereta kuda warna hitam dengan sebuah lambang Naga Emas, berhenti ditengah alun-alun yang masih beralaskan tanah itu.
Puluhan gadis muda di desa itu berbaris dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.
Sebagian dari mereka menundukkan kepala karena menangis.
Lin Yue berdiri diantara mereka dengan wajah tenang, pakaian lusuhnya terlihat sangat kontras dengan wajah cantiknya.
Apalagi disana ada beberapa gadis lain yang sengaja berdandan cantik demi menarik perhatian, namun terlihat kalah segar dengan kecantikan alami gadis itu.
"Lin Yue ..." panggil seorang gadis yang ada disebelahnya.
Lin Yue menolehkan kepalanya ke arah gadis itu.
Gadis itu bernama Mei Fang, anak salah satu tetangga Lin Yue yang sering memberikan sisa makanan mereka kepadanya.
"Kamu terlihat tenang, apakah kamu tidak merasa takut sedikitpun?" tanya Mei Fang dengan suara lirih.
Lin Yue hanya mengangkat bahunya dengan santai.
"Kenapa harus takut?" tanya Lin Yue balik.
Mei Fang menatap horor gadis lusuh itu.
Apakah karena kelaparan, otaknya jadi bermasalah?
"Kita akan dibawa masuk ke dalam Istana Yang Mulia Kaisar! Bukankah kamu tahu cerita tentang Hareem Istana?"
"Tentu saja aku mengetahuinya ..." sahut Lin Yue sambil menyeringai tipis.
Dalam ingatan pemilik sebelumnya, cerita tentang Hareem milik Kaisar itu selalu berakhir sama ...
Darah ... Intrik kejam ... Dan sebuah kematian tanpa nama.
Seorang gadis di depan mereka, tiba-tiba saja menangis dengan sangat kencang.
"Aku tidak mau pergi! Hu hu hu ... Aku tidak mau pergi ke Istana!" teriak gadis itu, histeris.
Salah satu prajurit Istana langsung menghentakkan gagang tombaknya ke atas tanah,
DUG!
"Diam!!"
Gadis yang menangis histeris itu langsung terdiam sambil sesegukan.
Di depan barisan itu, berdiri seorang pria paruh baya berusia empat puluh tahunan, yang memakai jubah sutera warna biru gelap sambil membawa sebuah kipas lipat.
Matanya berbentuk segitiga, terlihat tajam dan licik.
Dia adalah salah satu 'Kasim' Istana yang dipercaya oleh Kaisar, untuk memilih beberapa wanita desa demi kelangsungan keturunan Istana.
Dia berjalan dengan angkuh di depan barisan para gadis-gadis desa itu, sambil menilai mereka seperti sebuah barang dagangan.
"Yang ini terlalu kurus, tidak perlu dibawa ..."
"Dan yang itu tidak diperlukan di dalam Istana, terlalu cengeng!"
Gadis itu langsung jatuh berlutut sambil menangis lega.
"Terima kasih, Tuan! ... Terima Kasih!" ujar gadis itu, sambil membenturkan dahinya ke atas tanah.
Lin Yue melihat semua itu dengan alis terangkat.
"Hm, menarik! Jadi mereka tidak membawa semuanya begitu saja, ada kriterianya ..." gumam Lin Yue dalam hatinya.
Kasim itu akhirnya berhenti di depan Mei Fang, lalu dia mengangkat dagu gadis itu dengan kipas tangannya.
"Yang ini terlihat lumayan, Yang Mulia pasti akan menyukainya. Masukkan namanya ke dalam daftar!" perintahnya kepada prajurit yang bertugas mencatat.
Wajah Mei Fang langsung pucat pasi saat mendengarnya.
"A-aku ... Aku ..."
Prajurit itu langsung menuliskan di dalam gulungan bambu yang dia bawa.
Kasim itu kembali melangkahkan kakinya, dan dia berhenti tepat di depan Lin Yue.
Mata segitiganya menyipit tajam, saat melihat Lin Yue yang masih menundukkan kepalanya.
"Gadis, angkat wajahmu!" perintah Kasim itu dengan nada tegas.
Lin Yue langsung mengangkat kepalanya, sehingga tatapan mata bertemu.
Kasim itu terlihat terkejut saat melihat wajah Lin Yue.
Walaupun dengan pakaian lusuh dan wajah tanpa make up. fitur wajah Lin Yue terlihat sangat halus untuk ukuran seorang gadis desa.
Mata besar yang jernih, hidung kecil, dan bibir dengan bentuk sempurna berwarna kemerahan alami.
Ini adalah sebuah 'Mutiara' yang berada di dalam genangan lumpur!
Jika dipoles dan dibersihkan, maka dia akan menjadi sebuah kecantikan yang akan membuat para 'Kaisar' berperang untuk mendapatkan dirinya.
Tidak boleh dilewatkan!
Hanya 'Kaisar' mereka-lah yang boleh memilikinya.
Kasim itu tersenyum cerah tanpa dia sadari.
"Menarik!"
"Apa yang menarik, Tuan?" tanya Lin Yue dengan nada santai.
Beberapa gadis yang berada dibelakang Lin Yue menatapnya dengan horor.
Berani sekali dia bicara seperti itu!
"Hahahaha! Biasanya para gadis desa akan gemetar, saat berhadapan denganku. Kenapa kamu tidak merasa takut sedkitpun?" ujar Kasim itu sambil tertawa pelan.
Li Yue hanya mengangkat bahunya dengan acuh.
"Mungkin karena perut saya terlalu lapar, jadi saya melupakan rasa takut itu ..." jawab Lin Yue dengan wajah polos.
Kasim itu menatapnya selama beberapa detik, lalu dia berkata kepada prajurit yang ada dibelakangnya.
"Masukkan nama gadis ini juga!"
Sret!
Nama Lin Yue pun akhirnya tercatat di dalam gulungan bambu itu, membuat Mei Fang langsung memegang lengannya.
"Kita akan masuk Istana bersama, Lin Yue ..." ujar Mei Fang.
Lin Yue menatap kereta kuda warna hitam itu dengan tenang.
"Ya! Kita akan masuk ke dalam Istana ..."
Namun, otak cantiknya langsung menyusun berbagai rencana di dalamnya.
--
Satu jam kemudian, kereta kuda warna hitam itu mulai meninggalkan desa Gaolin.
Di dalamnya ada enam orang gadis, yang sudah dipilih intuk menjadi 'Selir Rendah' demi memperbanyak keturunan Kaisar yang terkenal Tiran itu.
Mei Fang memeluk lututnya dengan tubuh gemetar.
"Aku dengar, Kaisar itu ... sangat kejam ..."
Gadis lainnya juga menambahkan dengan suara lirih karena ketakutan.
"Rumornya, dia bisa membunuh tiga orang Selir dalam satu malam ..."
"Itu benar! Sepupuku pernah bekerja di bagian dapur Istana. Dia bilang, banyak sekali wanita yang meninggal di sana ..."
Mei Fang hampir menangis histeris saat mendengar semua itu.
"Apakah kita juga akan kehilangan nyawa disana?" tanya Mei Fang.
Lin Yue menyandarkan kepalanya ke dinding kereta.
"Semua itu belum tentu benar ..." sahut Lin Yue.
Kelima gadis lainya menatap Lin Yue dengan tatapan bingung.
"Apakah kamu tidak merasa takut sedikitpun, Lin Yue?" tanya Mei Fang.
"Kita ini belum tentu mati, kenapa harus takut?" sahut Lin Yue sambil tersenyum.
"Itu karena kita akan menjadi salah satu Selir Kaisar! Akan ada banyak penindasan di dalam sana, dan aku yakin ... kita tidak akan sanggup bertahan lama," jawab salah satu gadis itu dengan nada sinis.
Lin Yue menatap mereka satu-persatu.
"Justru itu bagian yang paling menariknya ..." ujar Lin Yue.
"Apanya yang menarik?! Intrik di dalam sana sangat kejam, Lin Yue!" seru Mei Fang dengan suara tertahan.
"Lebih kejam mana? Intrik Istana atau kelaparan? Kalau aku, lebih memilih mati berjuang di tengah Intrik kejam, daripada harus mati kelaparan diluar sana, Keluargaku sudah tiada semua, aku hanya tinggal memikirkan diriku sendiri saja ..." ujar Lin Yue, yang berhasil membuat mereka semua terdiam.
"Perkataanmu ada benarnya juga ..." gumam salah satu gadis itu.
"Jika kita tinggal di Istana, setidaknya kita bisa makan enak setiap hari dan berpakaian lebih bagus dari pada saat ini ..." lanjut Lin Yue dengan wajah polosnya.
Para gadis itu tidak tahu harus tertawa atau menangis, saat mendengar ucapan Lin Yue.
Me Fang tiba-tiba berbisik ke telinga Lin Yue.
"Katanya, disana juga banyak terdapat racun ..." ujarnya dengan wajah serius.
"Hm, racun ya ... Hehehehe," beo Lin Yue sambil menyeringai.
Dia mengingat halaman buku yang ada di dalam Dimensi Kecantikan.
Sebuah resep racun langka tanpa jejak, yang sangat cocok untuk pertarungan nanti.
"Jika mereka memberiku racun, maka aku balas mereka seribu kali lipat dengan racun buatanku nanti ... Hehehe!" ujar Lin Yue sambil nyengir.
Semua gadis itu langsung merinding, saat mendenga ucapan Lin Yue.
"Jangan menyeringai begitu, Lin Yue! Terlihat menakutkan ... seperti seorang psikopath ..." bisik Mei Fang.
Lin Yue hanya terkekeh kecil mendengarnya.
Namun jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia berpikir sesuatu yang jauh lebih penting untuk dirinya sendiri.
Jika ingin terus hidup di dalam Hareem Kaisar, maka dia harus memliki tiga hal ...
Pertama adalah kecantikan, dan itu adalah sangat mudah untuk dirinya.
Dengan kemampuannya, dia bisa mengubah wajah siapapun menjadi sebuah kecantikan alami yang tak tertandingi.
Apalagi wajah gadis yang dia masuki raganya ini?
Wajahnya sudah sangat cantik alami, sedikit polesan saja ... dia bisa secantik Dewi Surgawi.
Kedua adalah Kekuasaan, dan hal tersebut bisa dia dapatkan, jika dia bisa mendapatkan 'perhatian' dari Sang Kaisar.
Atau, bisa juga dengan membuat sesuatu yang membuat para wanita di dalam Hareem itu mengandalkan dirinya untuk terus membuatnya.
Sebuah cream kecantikan langka, yang tidak bisa dibuat oleh siapapun, dimana bahan-bahannya hanya ada di dalam ruang dimensinya.
Dan yang ketiga adalah kekuatan ...
Jika dia mempunyai banyak usaha di dunia ini, maka dia bisa membuat sebuah kekuatan yang terselubung.
Dia harus membangun semuanya sendirian sekarang, dengan kekuatan yang ada dibelakangnya nanti, maka tidak akan ada yang berani menyentuhnya.
Saat sedang memikirkan semua hal itu, tiba-tiba dia mendengar suara tegas di luar sana.
"Kalian semua turun! Kita sudah sampai!"
"....."
⚛⚛⚛
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
pokoknya semangat ya 🥰
ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
pokoknya semangat ee author
ditunggu yaa kelanjutannya author🥰