NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 – Anak yang Pernah Menghentikan Dunia

Rey duduk sendirian di ruang kecil markas.

Lampu redup.

Suara langkah kaki patroli terdengar samar di luar.

Di depannya, Deva tertidur di atas kasur tipis, memeluk tas kecilnya.

Wajah bocah itu tampak damai…

namun Rey tidak bisa ikut tenang.

Ia menatap Deva lama.

Tidak mungkin…

Kalau ini benar-benar dia…

Kenangan lama muncul di benaknya.

Tahun-tahun dimasa depan, saat banyak monster keluat dari gerbang dimensi dan menghancurkan segalanya…

Televisi menampilkan siaran darurat.

Seorang anak kecil berdiri di tengah kota yang hancur.

Di sekelilingnya, mobil-mobil melayang.

Api membeku di udara.

Debu berhenti jatuh.

Waktu berhenti.

Narator dengan suara gemetar berkata:

“Anak ini… menghentikan waktu selama satu jam penuh.”

Saat itu, dunia menyebutnya:

Salah satu dari Tiga Kekuatan Terbesar Superhuman.

Rey masih remaja waktu itu.

Ia menatap layar dengan kagum…

Seorang anak kecil memegang kekuatan yang bisa menghentikan dunia.

Dan sekarang…

Anak itu ada di hadapannya.

“Deva…” gumam Rey pelan.

Ia mengepalkan tangan.

Kalau kekuatan itu bangkit seperti dulu bahkan jika lebih kuat…

dunia bisa lebih mudah mengalahkan monster-monster itu.

Pagi hari.

Rey berdiri di depan tim kecilnya.

Boy menyilangkan tangan.

Leoni berdiri bersandar ke dinding.

Deva duduk di kursi dengan kaki menggantung.

“Kita perlu latihan,” kata Rey.

“Tapi bukan di luar.”

Boy mengangkat alis.

“Maksudmu…?”

Rey menoleh ke arah sudut ruangan.

Cahaya tipis muncul, membentuk celah seperti pintu.

Boy tersenyum lebar.

“Oke, aku sudah tidak sabar latihan di dunia mu.”

Leoni mengangguk.

“Lebih aman latihan di sana.”

Rey menoleh ke Deva.

“Kamu mau ikut?”

Deva ragu.

“Latihan… apa?”

“Latihan supaya kekuatanmu lebih kuat lagi dan supaya kamu dapat mengontrolnya dengan baik,” jawab Rey.

Deva menatapnya sebentar…

lalu mengangguk kecil.

Mereka masuk ke ruang dimensi.

Udara segar langsung menyelimuti tubuh mereka.

Boy menarik napas panjang.

“Serius… setiap masuk ke sini rasanya seperti hidup lagi.”

Leoni melirik sekeliling.

“Fokus. Ayo kita ke area kosong.”

Mereka berjalan ke padang rumput luas, sangat luas sampai ujungnya tidak kelihatan.

Rey berdiri di tengah.

“Latihan pertama,” katanya.

“Deva, kamu bisa latihan sepuas mu disini.”

Deva mengangguk.

Ia mengangkat tangan kecilnya ke arah batu di tanah.

Batu itu…

berhenti.

Angin di sekitarnya terhenti.

Daun yang jatuh membeku di udara.

“Lima detik,” bisik Deva.

Waktu kembali berjalan.

Batu jatuh ke tanah.

Deva terhuyung.

Leoni cepat menahannya.

“Jangan menyerah,” katanya.

“Lakukan perlahan, dengan tenang.”

Rey menatap bocah itu dengan serius.

“Deva… dengarkan aku.”

Deva menatapnya.

“Kekuatanmu memang sangat diperlukan…”

“tetapi lakukan saja perlahan, narik nafas dan tenang.”

Deva terdiam.

“Sekarang kekuatan mu memang lemah. Tapi perlahan pasti semakin kuat.”

Boy menggaruk kepala botaknya.

“Jadi… bocah ini sudah menjadi bagian kelompok kita?”

Rey mengangguk pelan.

“Tentu saja, kita harus melindunginya.”

Leoni menoleh tajam.

“Ya, akupun setuju dengan mu, jika kita serahkan ke pemerintah kasihan bocah ini”

“Aku baru yakin sekarang,” jawab Rey.

“Kekuatan seperti ini… tidak muncul dua kali.”

Deva menunduk.

“Aku akan berusaha dan bisa membantu paman Rey…”

Rey berlutut di depannya.

“Kamu sudah berusaha dengan baik selama ini.”

“Kamu anak yang hebat Deva.”

Ia menepuk dada sendiri.

“Kami akan ajari kamu pelan-pelan.”

Latihan berlanjut.

Boy menguji api kecil di udara.

Leoni menembak target dari jauh.

Rey mengaktifkan tameng transparan di depan Deva.

“Coba hentikan waktu… tapi hanya di dalam tameng,” kata Rey.

Deva mengangkat tangan.

Di dalam tameng, peluru Leoni berhenti.

Api Boy membeku seperti patung.

Di luar tameng…

dunia tetap berjalan.

Boy melongo.

“Hebat… dia bisa pilih area.”

Rey tersenyum tipis.

“Kontrol… itu yang kita butuhkan.”

Deva tersenyum kecil untuk pertama kalinya.

Saat latihan selesai, mereka duduk di tepi sungai ruang dimensi.

Boy meregangkan badan.

“Kalau pemerintah tahu…”

“anak ini bakal langsung dibawa.”

Leoni mengangguk.

“Dan dijadikan alat.”

Rey menatap air yang mengalir.

“Makanya… kekuatannya harus disembunyikan.”

Ia menoleh ke Deva.

“Di luar… kamu anak biasa.”

Deva mengangguk.

“Di sini… aku belajar.”

Rey tersenyum kecil.

Anak yang pernah menghentikan dunia…

sekarang belajar mengendalikan waktu sedikit demi sedikit.

Namun jauh di dalam hatinya, Rey tahu…

Kalau kekuatan Deva bangkit sepenuhnya…

gelombang monster berikutnya

tidak akan jadi ancaman terbesar.

Yang paling berbahaya…

adalah manusia yang ingin menguasai waktu itu sendiri.

Rey kembali teringat dengan masa depan Deva di dalam pemerintahan, dengan kekuatan yang sangat hebat namun diwajahnya tidak ada senyum polos anak kecil, tidak ada kebebasan dan tidak ada pilihan hingga akhirnya dia menyerahkan dirinya pada cakar monster seakan pasrah dan menyerah dengan kehidupannya.

1
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!