Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Diki
Keesoknya Aldi langsung minta Kinan dan Lia untuk membereskan semua baju mereka karena besok mereka harus berangkat ke kota dimana orang tua Aldi tinggal.
"Kalian yakin bakal langsung berangkat besok? " tanya Zahra yang melihat Kinan sedang membereskan baju.
"Iya kak, soalnya bang Aldi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja, " jawab Kinan.
"Aku berterimakasih banyak sama kamu karena berapa bulan ini udah mau urus Ayu, " ujar Zahra pada Kinan.
"Sama-sama Kak, lagian Ayu keponakan ku mana mungkin aku biarkan Ayu berkeliaran di luar begitu saja, " balas Kinan.
"Oya iya nan,ada yang mau kakak tanyakan, " ucap Zahra.
"Apa kak? " tanya Kinan.
"Yang kemarin datang bareng ibunya Aldi itu adiknya? " tanya Zahra.
"Iya kak, namanya Diki, " jawab Kinan.
"Setau kakak, dia itu bos proyek perumahan di kampung kita, " beritahu Zahra.
"Ya mereka usaha nya memang seperti itu, " balas Kinan yang memang sudah tau.
"Masalahnya,kenapa Ayu bisa punya utang karena dia gak sengaja nabrak mobil dia dan minta ganti, " ucap Zahra.
"Jadi yang Ayu bilang dulu itu gak bohong, dia pinjam uang buat ganti rugi mobil dan mobil itu milik Diki? " tanya Kinan Kaget.
Tiba-tiba Aldi masuk dan gak sengaja Kinan menyebut nama Diki.
"Ada apa sama Diki? " tanya Aldi membuat Kinan dan Zahra kaget dan mereka saling lirik.
"Ada apa?, ngomong aja, " ucap Aldi.
"Maaf Aldi, aku cuman ingin tau tentang Diki, " ujar Zahra.
"Ada apa sama Diki kak? " tanya Aldi.
"Ayu sam Diki pernah punya masalah. Ayu dulu sempat nabrak mobil Diki dan dia minta ganti dengan jumlah yang gede. Ayu awalnya gak bilang karena dia takut ayahnya, sampai-sampai Ayu pi jam uang dan itu awal masalah Ayu kenapa dia punya masalah sama penagih utang, "beritahu Zahra.
" Diki minta berapa kak? "tanya Aldi.
" Sepuluh juta, "jawab Zahra.
" Gede banget, "ucap Kinan kaget.
" Nanti aku tanya Diki, tapi sekarang utang Ayu udah lunas kak, "balas Aldi.
" Iya aku tau, hanya saja Ayu dia takut sama Diki, "ujar Zahra.
" Bilang saja sama Ayu gak usah takut, kalau Diki macam-macam bilang saja aku, "ucap Aldi.
" Ya sudah kakak gak ganggu kalian lagi, "ucap Zahra lalu pergi dan sekarang tinggal Aldi dan Kinan.
Aldi membantu Kinan membereskan barang mereka, sebenarnya Kinan gak terlalu banyak membawa baju karena Aldi menyuruhnya membawa ya g penting g saja toh nanti di sana sudah di siapkan sang mama. Namun tiba-tiba ponsel Aldi berdering ternyata Diki ya g menghubunginya. Aldi pun mengangkatnya, Diki minta Aldi untuk ke proyek karena ada masalah sedangkan Diki saat ini sedang di perjalanan.
"Ki, abang ke proyek dulu ada masalah di sana, " beritahu Aldi.
"Masalah apa bang? " tanya Kinan.
"Abang juga gak tau, jadul mau abang lihat dulu, " jawab Aldi lalu mengecup kuning Kinan dan pergi.
Tak butuh waktu lama Aldi tiba di proyek dan dia langsung menuju kantor yang di datangi banyak orang.
"Ada apa ini? " tanya Aldi pada pengawas proyek itu.
"Anu pak, warga minta harga tanah yang kemarin baru kami sepakati akan di beli minta naik harga, " jawab pengawas proyek.
Aldi langsung meminta semua orang untuk tenang dan bicara secara baik-baik agar masalah cepat selesai. Aldi pun mengajak semua warga untuk duduk dan membicarakan semua ini. Sampai akhirnya Aldi menemukan inti permasalah dalam kasus ini. Ternyata warga menyerahkan masalah harga tanah pada calo tanah dan itu membuat harga tanah jadi murah.
"Sekarang bapak-bapak tau kan kalau kami sudah membeli dengan harga mahal, jadi permasalahan bukan di kami tapi dari pihak ke dua jadi bapak-bapak bisa minta tanggung jawab pada pihak ke dua. Nah untuk sisanya kami akan minta bapak-bapak semua data g ke kantor dan kami akan membayarkan sesuai perjanjian, "penjelasan Aldi.
Semua warga pun mulai bubar namun ada seorang warga yang langsung menghampiri Aldi.
" Maaf kamu ini suaminya Kinan kan? "tanya nya.
" Iya Pak, saya suaminya Kinan. Bapak siapa ya? "tanya balik Aldi.
" Saya tetangga Kinan, oh jadi nak Aldi ini bos proyek ini? ucapnya.
"Bukan pak, yang punya proyek ini adik saya dia cuman minta bantuan karena kebetulan dia masih di jalan jadi belum bisa menemui warga, " jawab Aldi.
"Bang, " panggil Diki yang baru tiba.
Aldi pun melirik Diki begitu pun pria yang bicara dengan Aldi.
"Nah itu bosnya pak, " ucap Aldi menunjukan Diki.
Namun reaksi pria itu seperti kaget saat melihat Diki.
"Ada apa pak? " tanya Aldi.
"Enggak apa-apa nak Aldi, kalau gitu bapak pamit pulang, " jawab nya lalu pergi.
"Dia kenapa bang kok kaya takut gitu? " tanya Diki setelah mendekat pada Aldi.
"Tau dah, " jawab Aldi.
"Lo beli tanah ngapain lewat makelar? " tanya Aldi pada Diki.
"Lah mereka yang nawarin, kan lumayan murah, " jawab Diki dan langsung kena pukulan kertas oleh Aldi.
"Sakit bang, " rintih Diki.
"Mereka gak bego dan mereka minta uang yang kemarin masuk di tambah, kalau bisnis tuh yang jujur bukan kaya gini, " omel Aldi.
Diki cuman tersenyum tanpa dosa.
"Besok gue sama Kinan bakal balik ke kota jadi gue harap lo kerja yang bener, " beritahu Aldi.
"Bagus deh kalau abang besok udah kembali biar aku gak bolak balik jadi fokus disini, " ucap Diki.
"Gue balik, " pamit Aldi namun dia teringat masalah Ayu jadi dia berbaik lagi.
"Balikin duit gue lima belas juta, " pinta Aldi.
"Duit apaan sih bang? " tanya Diki.
"Duit Ayu buat ganti mobil rusak lo, " jawab Aldi.
"Oh, udah gue pakai benerin mobil, " jawab Diki.
"Mobil yang mana sampai lo minta ganti rugi banyak bener? " tanya Aldi.
"Mobil kesayangan abang, " jawab Diki santai.
"Lo ngapain pakai mobil itu ke sini?, lagian kalau Ayu gak nabrak lo tetap aja mobil tuh balik bakal rusak, " omel Aldi.
"Kan buat gaya bang, " balas Diki.
"Gue gak mau tau lo harus balikin tuh duit kalau gak gue gak bakal bantu lo, " ancam Aldi.
"Iya gue balikin, tar gue transfer, " ujar Diki.
"Gue pengen kes gak biar langsung di serahkan pada Ayu, " ucap Aldi lalu pergi dan tinggal Diki yang uring-uringan.
Aldi pun tiba di rumah dan dia langsung bermain dengan Ayu karena saat tiba Ayu sedang bermain di halaman rumah bermain sepeda.
"Papa dari mana? " tanya Lia.
"Dari kantornya om Diki, " jawab Aldi.
Namun tak lama Diki datang dan memberikan uang yang di minta Aldi.