Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Lelucon... ?
...Dengan kecepatan penuh yang jarang sekali Renzo gunakan karena terpicu adrenalin, Renzo berlari sungguh kencang lalu menaiki beberapa anak tangga, sekitar empat anak tangga, lalu tubuh Zelia mendarat di pelukan nya Renzo, membuat Renzo terdorong ke belakang lalu......
...BRAKK!!!...
...Renzo terjatuh dan tetap memeluk Zelia, tangan kanan nya melindungi kepala Zelia, sedangkan tangan kiri nya memeluk tubuh Zelia dengan erat, tidak mempedulikan kemungkinan diri nya sendiri terluka, para pelayan segera berlari untuk membantu Zelia berdiri terlebih dahulu, tetapi Zelia segera melepaskan diri dari bantuan para pelayan, karena lebih khawatir pada Renzo, Zelia berbicara dengan lembut dan penuh penyesalan....
..."D-Daddy... maafkan Baby...", Suara nya bergetar menahan tangis, Renzo bangkit dengan punggung yang sakit karena terbentur anak-anak tangga, Renzo tersenyum kesakitan, mengelus rambut Zelia dengan lembut, berbicara dengan mencoba menahan suara kesakitan nya....
..."Baby... aku gak papa, Daddy kan kuat", Zelia memegang tangan Renzo, menatap ke mata Renzo dengan mata berkaca-kaca, pipi Zelia memerah karena menahan tangis nya, Zelia berbicara lagi dengan lebih bersalah....
..."Salah Baby! maafkan Baby! Baby memang sangat ceroboh", Zelia menepuk pipi nya sendiri, menyalahkan diri nya sendiri, Renzo menarik tangan Zelia yang menepuk-nepuk pipi nya, sebelum berbicara dengan khawatir....
..."Ssh, sudah, gak papa, jangan lakuin itu lagi ya? janji ke Daddy", Zelia mengangguk serius, salah satu pelayan berbicara dengan khawatir....
..."Tuan, sungguh gak papa?", Renzo menatap ke pelayan, mengangguk, Zelia berbicara dengan tegas....
..."Panggil dokter! pastikan Tuan Renzo benar-benar gak papa", Pelayan itu mengangguk, lalu segera pergi untuk menelpon dokter melalui telpon genggam, terdengar suara Nias dari tangga, membuat suasana menjadi kurang nyaman dengan kehadiran ratu drama itu....
..."Sayang? kamu gak papa?", Terlihat agak santai namun sedikit khawatir, Barret di samping Nias, membuat Nias untuk menuruni tangga, Renzo menoleh ke tangga, mengangguk kecil, Renzo bertanya pada Barret....
..."Bagaimana Barret? semua nya sesuai perintah ku?", Barret menjawab dengan profesional....
..."Tidak terlalu lancar seperti yang anda ketahui Tuan, Nyonya Nias ini... tidak bisa diam", Nias cemberut, bertanya dengan tidak terima....
..."Bagaimana aku bisa diam!? bayi ini terus bergerak-gerak, seolah-olah aku harus ikut bergerak juga!", Zelia menggeram kesal, lalu berbicara dengan tidak bisa sabar....
..."Tolong jangan ribut, Tuan Renzo baru aja pulang kerja", Renzo menyeringai pertama kali melihat Zelia yang marah-marah, Nias memutar mata dengan muak, saat Nias sampai di lantai satu, dengan sengaja mengadu bahu nya dengan bahu Zelia, membuat Zelia terdorong kebelakang, Zelia terkejut sedikit, lalu menatap ke arah Nias dengan tatapan kesal, sedangkan Nias hanya memberikan senyuman mengejek, Zelia berbicara dalam hati dengan kesal....
...* Apa apaan?! aku bisa aja buat kamu menderita, tapi sayang sekali bayi itu bayi Daddy Renzo, aku harus bersabar *...
...Renzo menatap aksi itu, berbicara dengan kesal ke Nias....
..."Nias, apa maksud mu nabrak tubuh nya Zelia?", Nias memutar mata, berdiri di dekat sofa, menajwab dengan kesal yang kekanak-kanakan....
..."Maaf", Renzo segera berjalan ke sofa, duduk dengan santai, berbicara dalam hati dengan kesakitan....
...* Ugh.. aduh... sakit sekali punggung ku, rasa nya tua di umur muda... *...
...Walau mengeluh dalam hati, Renzo tetap memperhatikan eskpresi santai nya, tidak mau menunjukkan kelemahan nya di hadapan para pekerja mansion, tidak ingin membuat para pekerja mengira Renzo adalah pemimpin yang lemah, Nias berjalan perlahan ke arah Renzo sembari memegang perut mengandung nya, berbicara dalam hati dengan geram....
...* Kenapa sih Renzo gak marah sama si Zelia itu, padahal Zelia yang buat Renzo terjatuh dari beberapa anak tangga itu, hmph... *...
...Nias duduk di samping Renzo, bersandar pada bahu Renzo dengan mencoba romantis, Renzo melirik nya dengan dingin, lalu memalingkan pandangan nya ke arah Zelia yang masih saja berdiri, Renzo memanggil nya dengan penuh kasih....
..."Baby? masih berdiri aja? sini", Zelia tersenyum, menghampiri Renzo, Nias menatap dengan tatapan tidak suka, jelas tidak mau terima kalau Renzo sekarang lebih tertarik di dekat nya Zelia, lalu Zelia berbicara dengan masih bersalah....
..."Maaf Daddy...", Renzo tersenyum lembut, menggenggam tangan Zelia dengan erat, tiba-tiba ponsel Renzo berdering dari dalam saku jas, lalu Renzo melepaskan tangan Zelia dengan enggan untuk melihat siapa yang menelpon, ternyata Ayden, Renzo mengangkat telpon nya....
..."Ey Ayden? ada apa?", Ayden terdengar tertawa terbahak-bahak, lalu berbicara dengan sisa tawa nya....
..."Wey, gue denger-denger, lo jatuh dari tangga ya cuy?", Renzo memejamkan mata nya dengan malu, tapi senyuman geli Renzo tidak bisa di sembunyikan, lalu membuka mata nya kembali sebelum menjawab dengan suara yang malu....
..."Iya, lo tau dari mana bre?", Ayden tertawa terbahak-bahak lagi, menjawab dengan suara yang lebih tertawa....
..."Si kocak, ini pertama kali nya gue denger lo jatuh dari tangga, biasa nya juga kagak, makin lucu kalau ngebayangin berita muncul kayak... berita terkini, CEO besar dari keluarga Draja terjatuh dari tangga makin ngakak!", Renzo terkekeh kecil, merasakan lucu nya juga, Ayden menghela nafas dengan santai, akhirnya berhenti tertawa, menjawab lagi dengan suara yang agak terkekeh....
..."Ya kalau gue tau dari siapa, ada lah pokok nya", Renzo memutar mata nya sedikit, menjawab dengan muak....
..."Apaan sih? ada lah pokok nya - ada lah pokok nya yang ada bosen gue denger nya"....
...-Bersambung-...