Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham lagi
"Oh my God...!! Kenapa foto-foto gue sama pak Arjuna tadi kok tersebar di forum kampus? Ulah siapa ini? Huh... Bikin kesal aja deh" lirih Seinara kesal.
Tak lama kemudian panggilan telepon pun datang dari para sahabatnya. Mereka melakukan panggilan di grup pribadi mereka.
"Sein, loe udah lihat forum kampus kita?!" tanya Jessy lebih dahulu.
"Sein, apa loe bisa jelasin sama kita tentang foto-foto itu?!" tanya Valen juga.
"Gue nggak nyangka Sein, kalau ternyata loe setega ini sama gue!" ucap Firly sambil berlinang air mata.
"Oh astaga...! Tolong kalian percaya sama gue. Ini semua nggak seperti yang kalian duga" jawab Seinara bingung.
"Kita sudah sering percaya sama loe Sein! Tapi kenyataannya loe masih saja jalan sama pak Arjuna!" bentak Firly.
"Fir, gue bisa jelasin semuanya! Oke gue akan jelaskan semuanya. itu memang foto gue sama pak Arjuna setelah selesai lomba tadi oke! Beliau menemui gue untuk memberikan oleh-oleh sama gue. Dan rencananya oleh-oleh itu akan gue kasih sama Firly besok" jawab Seinara tegas.
"Alah... alesan aja kan loe!" ucap Firly.
"Astaghfirullah...!! Fir gue serius, kalau loe nggak percaya sekarang juga gue ke rumah loe buat anterin tuh hadiah! Gue nggak mau menyimpan barang dari orang yang nggak gue suka!" ucap Seinara.
"Gimana Fir, apa loe percaya sama penjelasan Sein? " tanya Jessy.
"Mana ada maling yang mau ngaku, kalau pun ada sudah pasti penjara penuh" sindir Firly.
"Oke! Kalau loe masih nggak terima penjelasan gue, sekarang juga gue jalan ke rumah loe Fir! Gue akan berikan barang pemberian pak Arjuna sama loe! Bye!" bentak Seinara dengan penuh amarah.
Dengan segera, Seinara pun keluar dari kamarnya sambil membawa hadiah yang diberikan oleh Arjuna tadi. Dia akan pergi ke rumah Firly untuk memberikan barang tersebut. Seinara langsung tancap gas meninggalkan rumah tersebut. Ternyata suara motor Seinara mengejutkan Nathan yang sedang fokus di ruang kerjanya.
"Astaga... Rumah gue sudah seperti lintasan balap saja" lirih Nathan yang terkejut mendengar suara motor sang istri.
"Lex, siapa yang tadi bawa motor keluar?" tanya Nathan pada Alex.
" Maaf tuan, itu istri anda. Saya nggak tau dia akan pergi kemana" jawab Alex segera.
"Padahal dia baru pulang kan? Kenapa sekarang malah pergi lagi? Dasar cewek aneh" lirih Nathan sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya nyonya sedang ada masalah tuan, sehingga dia buru-buru untuk keluar rumah" jawab Alex dengan hati-hati.
"Masalah? Memang masalah apa yang sedang dia hadapi?" tanya Nathan segera yang langsung penasaran.
"Anda coba lihat berita hari ini di forum kampus bintang tuan" jawab Alex, sambil menunjukkan laptop pada Nathan.
Nathan pun melihat semua berita yang ada di forum kampus, tangannya mengepal setelah melihat semua foto tersebut.
"Siapa pria yang ada di foto itu Lex?" tanya Nathan sambil menahan kekesalannya.
"Pria itu bernama Arjuna, Arjuna adalah salah satu rektor termuda di kampus. Dia merupakan salah satu dosen favorit para mahasiswi di kampus itu tuan" jawab Alex jujur.
Namun sebenarnya Alex sedang berusaha untuk menahan tawanya, dia ingin membuktikan kalau bosnya itu sudah mulai tertarik pada istrinya.
"Aku ingin lihat tuan akan marah nggak melihat istrinya sedang bersama dengan pria lain" lirih Alex dalam hati.
"Saya mau pria ini di pindah tugas ke luar kota, saya nggak mau melihat dia gangguin istri saya!" tegas Nathan.
"Baik tuan, saya akan segera melaksanakan tugas anda" jawab Alex.
"Dan kamu juga harus mencari informasi siapa yang sudah menyebarkan foto-foto itu! Saya ingin kamu juga menghukumnya!" tegas Nathan lagi.
"Siap laksanakan tuan!" jawab Alex sambil tersenyum penuh kemenangan.
Akhirnya kecurigaan dirinya pada Nathan kini telah terbukti. Bahwa Nathan mulai menganggap keberadaan sang istri.
"Akhirnya semuanya terbukti tuan, anda sudah mulai ada rasa pada nyonya. Semoga rasa itu bisa berkembang di hati kalian. Saya sangat menantikannya" lirih Alex dalam hati yang masih tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi tuan, saya akan laksanakan tugas anda. Jika sudah ada hasilnya saya akan mengabari anda" pamit Alex.
"Iya saya tunggu hasilnya" jawab Nathan.
Alex pun pergi meninggalkan ruang kerja Nathan, dia ingin menjalankan tugas dari Nathan. Sedangkan Seinara baru saja sampai di rumah Firly sahabatnya. Dia segera mengetuk pintu rumah di depannya.
TOK...
TOK...
TOK...
CEK LEK...
"Eeeh... Mbak Sein...! Mari masuk mbak" seru asisten rumah tangga Firly ketika melihat kedatangan Seinara.
"Terimakasih bi. Oh iya, apa Firly ada di rumah?" jawab dan tanya Seinara segera.
"Ngapain loe nyariin gue? Gue nggak mau ketemu sama pengkhianat seperti loe!" tanya Firly pada Seinara sambil berkacak pinggang.
"Fir, loe nggak boleh seperti itu. Walau bagaimanapun Sein juga sahabat kita dari dulu" ucap Jessy menasehati Firly.
"Sahabat? Mana ada sahabat yang tega menikung sahabatnya sendiri dari belakang?!" tanya Firly sinis.
"Astaghfirullah...! Berapa kali lagi sih gue jelasin sama loe? Gue sama pak Arjuna itu nggak ada hubungan apa-apa! Gue tadi siang ketemu sama pak Juna itu, karena pak juna adalah juru dalam lomba yang gue ikutin!" tegas Seinara dengan nada sedikit frustasi karena Firly masih saja salah paham pada dirinya.
Firly terdiam, sebenarnya dia juga nggak tega melihat Seinara yang seperti itu. Tapi jika dia ingat semua foto-foto di forum, hatinya benar-benar hancur. Melihat Firly yang hanya diam Seinara pun semakin frustasi.
"Fir pliiiss... Percaya sama gue. Kalau loe nggak percaya, loe bisa kok tanya langsung sama pak Arjuna besok. Atau nggak loe bisa pukul gue, tampar gue atau apapun terserah! yang penting loe mau percaya sama gue lagi" pinta Seinara dengan nada benar-benar frustasi.
"Sein! Loe apa-apa sih?! Bukannya kita sudah janji untuk tidak melakukan kekerasan pada sahabat sendiri?!" bentak Valen yang tidak terima dengan permintaan Seinara.
"Iya Sein, loe itu ngapain sih ngomong seperti itu?! Loe juga Fir, cemburu loe udah keterlaluan!" tegas Jessy memarahi Firly dan Seinara.
"Gue nggak punya cara lain lagi gaes, mungkin dengan seperti ini, Firly nggak akan marah lagi sama gue. Dan dia nggak menuduh gue sebagai pengkhianat!" jawab Seinara tegas.
"Oke, jika itu memang keinginan loe. Gue akan turutin, semoga saja loe nggak berubah pikiran" ucap Firly sinis pada Seinara.
"Firly! Loe jangan gila deh!" bentak Valen yang langsung menghalangi Firly yang sedang berjalan menghampiri Seinara.
"Minggir! Jangan halangi gue!" bentak Firly pada Valen.
"Fir, loe jangan bodoh seperti ini! Dia juga sahabat kita!" bentak Jessy.
"Minggir! Bukan gue yang mau! Tapi dia sendiri yang meminta!" tegas Firly.
"Udah girls lepasin dia, biarkan saja dia memukul gue. yang penting persahabatan kita tetap terjaga" ucapan Seinara pada Jessy dan Valen.
"Tapi Sein...!" protes Valen.
"Len cukup! Biarkan dia melampiaskan kecemburuannya" tegas Seinara pada Valen.
Firly pun benar-benar memukul dan menampar Seinara hingga wajahnya babak belur.
PLAAAKKK...
PLAAAKKK...
PLAAAKKK.....
PLAAAKKK...
BUGH...
BUGGH...
BUGH...
"Fir, udah Fir! Loe bisa membunuh sahabat kita kalau begitu!" seru Valen sambil menangis karena tidak tega melihat Seinara yang di pukuli oleh Firly.
"Iya Fir, udah cukup! kasihan Seinara sudah babak belur begitu!" tambah Jessy sambil menangis.