NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Sejak Tumang berbicara panjang lebar dengan bah Lemud lalu pada akhirnya bah Lemud berpamitan, akhirnya tinggalah Tumang sendiri di gubuk itu.

tak heran jika setelahnya Tumang pun seperti banyak merenungkan kembali beberapa ucapan bah Lemud itu. Terlebih perkara hari kelahiran yang sempat di katakan bah Lemud itu adalah rahasia yang tak perlu di ceritakan lagi pada orang lain. Dan Tumang sebenarnya tak benar benar mengerti dengan alasan yang di katakan bah Lemud padanya.

Bagaimana bisa adik ipar bah Lemud yang katanya dalang di balik gagasan syareat penyembuhan putrinya itu, sampai tidak mengetahui alasan mengapa dan tentang hari kelahiran itu tak boleh di bicarakan pada sembarangan orang.

Bahkan bah Lemud lebih percaya padanya yang bahkan kenal saja itu belum lama dan tak sengaja. Tumang ingat betul jika perkenalannya dengan bah Lemud itu di pelantarai salah satu warga di kampungnya yang menjual sawahnya pada bah Lemud.

Ketika itu bah Lemud membeli sawah itu beserta padinya yang baru menguning dengan alasan tertentu. dan itu adalah permintaan dari sang penjual. Usai jual beli itu di anggap selesai, dan di karenakan bah Lemud bukanlah penduduk di kampung itu, tak heran jika bah Lemud meminta penjual itu untuk mencarikan orang untuk menjaga sawahnya setidaknya sampai sawahnya itu siap panen.

Dan secara kebetulan penjual itu teringat pada Tumang lantas mengusulkan Tumang untuk mengambil tawaran itu. Sampai pada akhirnya keduanya sepakat termasuk jumlah upah yang akan di dapatkannya setiap 3 hari sekali.

Dan siapa sangka, bah Lemud yang ketika itu berkunjung di pertemukan dengan Tumang ke rumahnya, kedatangannya itu sedikit mengejutkan mak Eha yang katanya sudah kenal pada bah Lemud sewaktu dulu ketika alm suaminya masih hidup. Namun yang membuat Tumang heran, pertemuan ibunya dan bah Lemud itu seperti tak begitu akrab dan mak Eha terkesan tidak suka pada bah Lemud.

Andai saja ketika itu mah Eha dan Tumang sedang tidak butuh pekerjaan karena sepinya jasa tenaga untuk menyambung kebutuhan sehari hari, tentu saja mak Eha tidak akan mengijinkan Tumang menerima pekerjaan sementara itu.

Dan seiring berjalannya waktu, dan bah Lemud sesekali melihat sawah yang sudah di belinya, tak heran bah Lemud pun mulai mengenal beberapa orang di kampung itu.

"sehebat apa ya adik ipar bah Lemud yang di maksud itu?

kenapa putrinya itu tak di obati di sini saja? Lagi pula aku baru tau kalau bah Lemud punya anak gadis. Cantik tidak ya"

Beberapa pertanyaan terlintas di pikiran Tumang itu. tanpa tau dan bisa menebak jawabannya. Bahkan tak sengaja ia malah memikirkan bagaimana wajah anak gadis bah Lemud itu.

"ah bapaknya saja serem sama galak begitu. Mana pelitnya selangit lagi. Sudah pasti anaknya juga tak jauh beda"

Gumam Tumang di hatinya terbawa lamunan dan mengira ngira wajah dan perangai anak gadis bah Lemud itu tak akan jauh seperti perangai bapaknya"

Namun lamunannya itu tak berlangsung lama. di mana Tumang di kejutkan oleh salah satu warga yang berteriak ke arahnya. Warga itu tampak berdiri sembari mengepal arit di pematang sawah. Taksiran warga itu sedang mencari rumput.

"mang !!! Mang !!! Kau tidak puasa ya !!! Pantesan kau tak ikut menggantarkan ceu Iroh ke rumahnya !!! pengen leluasa ya makan sepuasnya di sini. Ku perhatikan dari tadi kau ngerokok terus mang !!! Bagi dong rokoknya !!!"

Teriakan itu yang mengejutkan Tumang lantas segera melempar batang rokok yang sedang di hisapnya. Dan tentu sajaTumang merasa malu lantas berdalih dirinya kesiangan dan tak sempat santap sahur.

"halah... Alasan saja kau ini Mang. Tidak sahur juga kan sah sah saja kalo niat puasa. Sini bagi mang rokoknya buat buka puasa nanti. Oh iya mang.

kau ini memang tidak tau apa pura pura tidak tau Mang. Ituloh bik Iroh kerasukan di sawah tadi. Setannya gak mau keluar keluar Mang.

ya,, terpaksa di bawa pulang sama mang Darman di bantu warga tadi. Eh... kamu malah enak enakan udud di sini Manggg... Bukannya mang Darman itu sohib mu ya mang? Kok gak setia kawan kau ini"

Ujar lelaki muda yang usianya sebaya dengan Tumang itu sembari merebut bungkus rokok yang tampak sudah menguning dan sedikit basah itu.

"buset Mang... Ada sekalinya kau udud rokok putih, eh rokok basah kau sikat. Udud dari mana Mang ini?"

Timpa lelaki itu pada Tumang. Namun Tumang tampak diam dan malah terlihat tercengang. Seperti tidak percaya pada kabar yang di bawa pemuda sebayanya itu.

"sungguh bik Iroh kerasukan? Kau sedang tidak bercanda kan?"

Tanya Tumang memastikan kembali kabar itu. Kini Tumang baru tau mengapa bah Lemud tak melihat mang Darman sewaktu lewat di dekat orang orang yang sedang memanen padi itu. dan lagi lagi Tumang di buat heran karena dirinya baru menyadari jika anjingnya itu tak ada di sekitarnya.

"bul !!! bul !!! Gembul !!!... kemana ya anjing itu"

Ucap Tumang berusaha mencari anjingnya itu. Namun setelah di cari ke beberapa tempat, si gembul tetap tak di temukan.

sampai pada akhirnya Tumang pun memutuskan untuk pulang saat itu juga. serta tidak lupa mengucapkan terima kasih pada pemuda itu.

Tak butuh waktu lama Tumang pun pada akhirnya sampai ke perkampungan. Sesampainya di sana, Tumang tidak datang ke rumahnya. melainkan langsung datang ke rumah mang Darman.

di sanalah Tumang bisa melihat beberapa orang yang tampak keluar masuk ke rumah mang Darman seperti sedang di sibukan dengan sesuatu hal.

Belum lagi suara raungan keras yang sepertinya itu dari bik Iroh yang masih belum sadarkan diri.

di awali Tumang mengucapkan salam, dan ucapan salamnya itu di balas oleh beberapa warga, Tumang pun segera masuk ke dalam rumah berniat melihat langsung ke adaan bik Iroh.

Bahkan mang Darman yang melihat kedatangan Tumang ketika itu, dengan segera menyambutnya dengan raut wajah cemas dan suara berat seperti tengah menahan tangis.

"bibik Mang. Bibikmu kenapa. Tolong dia Mang ayo tolong dia. Mamang tak tega melihatnya. Tolong Mang ayo tolong istri Mamang"

Bak orang pikun mang Darman malah menanyakan itu pada Tumang yang jelas jelas masing bingung pada kejadian yang menimpa bik Iroh. Beruntung Tumang yang mengerti pada kepanikan yang tengah di rasakan mang Darman, dengan tetap bersikap tenang Tumang mencoba menenangkan mang Darman dengan cara mengusap lembut bahunya.

"tenang Mang tenang dulu. Ayo istighfar Mang. Ada apa ini sebenarnya ? Kenapa aku tidak di beri tau tadi"

Imbuh Tumang pada mang Darman lantas lebih mendekat pada bik Iroh. Disanalah tampak 4 orang dewasa yang sedang memegangi lengan dan kaki bik Iroh yang tampak berontak hebat. Tenaganya seperti tak lazim bahkan terkesan menjadi berkali kali lipat dari yang sewajarnya.

"lepas bangsat !!! Mati kalian semua !!! Kalian harus matiii !!!... Harus mati !!!"

Jerit bik Iroh menjerit histeris dan bicara lantang memberi ancaman pada orang orang di sekelilingnya.

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!