NovelToon NovelToon
SANDIWARA BERUJUNG CINTA

SANDIWARA BERUJUNG CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Keluarga / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: marwa18

Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 MENUNGGU DI PECAT

Setelah pertemuan dengan Dila semalam, Kesya sudah membulatkan tekad. Pagi itu, dia tetap datang ke kantor dengan profesionalitas penuh. dia harus memastikan nasibnya: pemecatan yang dia yakini akan terjadi hari itu juga. Kesya bekerja seperti biasa, menunggu panggilan yang gak akan bisa terhindarkan yang akan memintanya masuk ke ruangan Aksa.

Di tengah kesibukan, Kesya menghampiri Risa. "Hari ini aku gak lihat Pak Aksa, Ris" tanyanya santai, berusaha menyembunyikan kegelisahan.

"Oh iya, Pak Aksa lagi ada urusan mendadak. Aku juga kurang tahu persis, tapi dia gak masuk kantor hari ini. Perginya sama sekretaris pribadinya" jawab Risa.

Seketika, senyum lega terlihat di bibir Kesya. Minimal, aku bisa menikmati satu hari lagi dengan santai di kantor ini, sebelum aku dipecat, kata hatinya, merasakan sedikit jeda dari tekanan yang membuatnya tertekan saat semalaman.

Risa langsung mendekati Kesya, melihatnya penuh curiga. "Loh, emangnya ada apa, Kesya? Kenapa kamu tumben banget tanya soal Pak Aksa? Bukannya kamu,gak suka ya sama dia?" Risa menyipitkan mata.

"Ada keperluan apa kamu, Kesya? Jangan-jangan kamu mau minta naik gaji?" godanya, tertawa kecil.

Kesya ikut tertawa, suara tawa yang sengaja dia buat lebih keras dan renyah.dia tahu betul dia harus cepat mengalihkan topik yang bisa mengarah pada kecurigaan.

Sambil menyentuh bahu Risa dan memajukan wajahnya sedikit, Kesya membuat ekspresi konyol.

"Risa" bisiknya "emangnya kalau ada manusia super galak itu di kantor, kita bisa bebas?sosok yang selalu mengawasi setiap gerak-gerik kita? tentu enggak, kan? Anggap aja ini termasuk hari kebebasan kita, Risa! Mari kita rayakan momen langka ini!" Sempurna, hatinya merasa lega, karena Risa terlihat percaya

Risa mengangguk setuju, tersenyum lebar. "Benar juga apa kata kamu, Key. Hari bebas! Mari kita nikmati!"

Senyum Kesya menghilang. dia mencondongkan tubuhnya ke Risa, menggenggam lengan rekannya itu. Nadanya berubah pelan tapi seolah menekan, seolah ada pesan terakhir yang mau dia titipkan.

"Risa, kamu harus bekerja dengan sungguh-sungguh di sini.Jangan pernah mengecewakan atasan kamu, ya"

"Tentu saja, Keysa!" jawab Risa, terdengar sedikit ragu. "emangnya aku akan melakukan kesalahan fatal apa? Aku udah lama mau bekerja di sini, dan ini kesempatan emas untuk aku, kan?" Risa menyipitkan mata, mengamati Kesya

"Ada apa sih? Kenapa kamu tiba-tiba menasihati kaya gitu? Jangan-jangan kamu kemasukan roh motivator dadakan, ya?"tanya risa

Tawa renyah Kesya meledak. dia senang Risa menganggapnya bercanda.tapi,di balik tawa itu, ada kesungguhan yang dia sembunyikan. dia benar-benar mau Risa memanfaatkan kesempatan ini.

Raya ikut tertawa, kelegaan atas absennya Aksa membuat suasana hari itu terasa ringan.

Kesya memikirkan hari esok yang gak terhindarkan. Kemungkinan besar, dia memang akan dipecat. Kebetulan Aksa lagi gak ada di kantor, menjadikan hari ini hari terakhirnya yang bisa dia nikmati tanpa drama. Aku harus menjadi pegawai yang baik ke semua orang di hari terakhirku, kata hatinya.

Tanpa menunda, Kesya langsung memesan paket makanan terdiri dari pizza dan es teh untuk seluruh staf. gak lama, kurir berdatangan, membawa kotak-kotak makanan yang menumpuk di meja resepsionis. Kesya memastikan semua terbagi rata.

Kebingungan untuk semua pegawai kantor. Pak Rizki, salah satu rekan senior, menghampiri Kesya dengan wajah terheran-heran. "Ada acara apa, Keysa? Tumben banget kamu bagi-bagi makanan kaya gini?"

Risa, yang dati tadi ikut kebingungan, sekarang menghampiri.

Kesya memasang senyum termanis yang bisa dia paksakan.

"Oh, ini" jawab Kesya santai, menyembunyikan perpisahan yang sebenarnya. "Aku lagi merayakan hari ulang tahun aku aja"

"Loh? Hari ini kamu ulang tahun, Kesya?" tanya Risa, benar-benar terkejut.

"Kok gak bilang dari tadi? Pantas aja ya, kamu hari ini berubah total! Lebih bijak dari biasanya, kaya yang aku tadi bilang!"

Raut wajah rekan-rekan Kesya langsung berubah ceria. Mereka cepat berdatangan pada Kesya, mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat ulang tahun, dan menyambut makanan mendadak itu dengan antusias. Kesya tersenyum, senyum palsu yang dihiasi ketulusan, karena melihat kebahagiaan kecil rekan-rekannya. Ini adalah perpisahan terbaik yang bisa dia berikan, perayaan yang cuma dia sendiri yang tahu maknanya.

Setelah kotak makanan terakhir diserahkan, Kesya memutuskan untuk mencari ketenangan. dia berjalan keluar dan duduk di bangku taman, cuma ditemani hembusan angin sore. Suasana kantor yang ramai dengan suara tawa atas "ulang tahunnya" terasa sangat jauh.

Kesya memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, napas pertama yang benar-benar lega setelah sekian lama.

"Akhirnya" bisiknya pelan, suaranya tercekat oleh kelegaan yang bercampur getir.

Aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk kantor ini. Padahal, aku pernah diberikan kepercayaan yang sangat besar untuk bekerja disini. Penyesalan itu menusuknya kaya duri. Aku pernah memiliki kesempatan, tapi karena kebohongan yang aku bangun, semuanya harus berakhir tragis kaya gini. Ini adalah akhir yang pantas.

Kesya membuka mata, menatap kosong ke pepohonan di depannya. dia berusaha mencari kekuatan. Tapi, gak apa-apa. dia memaksakan senyum tipis, sebuah janji pada dirinya sendiri. Soal takdir, gak ada satu pun yang tahu.

Kesya membiarkan dirinya melamun, meyakinkan diri kalau semua ini adalah bagian dari takdir. Mungkin aja, kan, setelah semua kekacauan yang aku tinggalkan di tempat ini, ada lembaran baru dan hal yang jauh lebih baik menanti aku di luar sana? Batinnya, menyimpan sebersit harapan tipis, satu-satunya modal yang dia miliki untuk

menghadapi hari esok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!