NovelToon NovelToon
KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

KAMU DAN WASIAT YANG KAU GENGGAM

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:184.7k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

"Tolong mas, jelaskan padaku tentang apa yang kamu lakukan tadi pada Sophi!" Renata berdiri menatap Fauzan dengan sorot dingin dan menuntut. Dadanya bergemuruh ngilu, saat sekelebat bayangan suaminya yang tengah memeluk Sophi dari belakang dengan mesra kembali menari-nari di kepalanya.

"Baiklah kalau tidak mau bicara, biar aku saja yang mencari tahu dengan caraku sendiri!" Seru Renata dengan sorot mata dingin. Keterdiaman Fauzan adalah sebuah jawaban, kalau antara suaminya dengan Sophia ada sesuatu yang telah terjadi tanpa sepengetahuannya.

Apa yang telah terjadi antara Fauzan dan Sophia?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19

Renata letakkan gelas minumannya yang hanya tersisa sedikit, ia menoleh ke arah Fauzan yang sedari tadi menumpukan siku ke meja memperhatikannya makan. "Mas kenapa lihatin aku terus? Kayak baru ketemu aja!"

"Kenapa hm? Gak boleh mas merhatiin istri sendiri? Jujur saja mas senang sekali lihat kamu hari ini sayang, full senyum dan senyummu itu bahagia mas." Jawab Fauzan seraya meraih tangan Renata lalu menciumnya.

"Gombal!"

"Serius sayang, terus seperti ini ya. Jangan memikirkan hal-hal yang belum terjadi dan untuk yang kemarin-kemarin mas sempat abai mas minta maaf. Demi apapun mas enggak ada niat seperti itu hanya saja mungkin mas terbawa suasana." Ungkap Fauzan penuh kesungguhan bersamaan dengan ponselnya yang berdering memecah keintiman keduanya.

"Dari kantor, sebentar sayang." Sebelum menggeser layar Fauzan terlebih dulu memperlihatkan nomor yang tertera dilayar ponselnya pada Renata.

"Ya halo, saya lagi makan di luar. Ada apa?"

"Maaf pak mengganggu waktunya, saya hanya mau menyampaikan tadi pak Lukman mencari bapak. Beliau minta bapak untuk menemuinya nanti."

"Oke, sebentar lagi saya balik ke kantor. Terimakasih infonya." Fauzan akhiri panggilannya dengan kedua alis saling bertautan.

"Ada apa mas?" Renata menatap Fauzan penuh tanya.

"Mas dicari bos belum tau ada apa, tapi kayaknya penting. Enggak apa-apa kan mas antar sekarang ke rumah sakit?" Fauzan menelisik raut wajah Renata, tak ada perubahan sama sekali. Memang istrinya itu sangat pengertian kalau menyangkut pekerjaan meski kebersamaan mereka harus terganggu.

"Iya enggak apa-apa, jam istirahatku juga cuma setengah jam lagi." Renata merogoh ponsel kemudian bercermin melalui kamera merapikan wajah dengan kembali memoleskan gincu pada bibirnya.

"Sayang bisa minta tolong bayar sekalian beli makanan buat ibu, mas habis antar kamu mau kerumah dulu ada berkas yang ketinggalan." Fauzan menyerahkan sebuah kartu pada Renata. Sedangkan dirinya memilih tetap duduk menunggu sambil menghubungi seseorang.

.

.

.

"Duduk Zan"

Fauzan menarik kursi setelah di persilahkan oleh Lukman, ia menghadap sang pimpinan dengan hati penuh tanya namun berusaha tetap tenang meski sebenarnya hati ingin segera bertanya namun Lukman belum mengalihkan perhatian dari laptopnya.

Seakan mengerti dengan isi hati Fauzan, akhirnya Lukman menggeser kursi kebesarannya dan menghadap Fauzan. Meski usia Lukman sudah hampir paruh baya namun tak mengurangi pesona dan wibawanya sebagai seorang pimpinan dan konglomerat.

"Zan, kamu tahu saya panggil kesini ada apa?"

"Tidak pak, maaf." Dengan cepat Fauzan menggelengkan kepalanya. "Dan jujur saja saya penasaran, apa ada kinerja saya yang salah yang tidak saya sadari." Fauzan menegakkan duduknya memberanikan diri menatap laki-laki yang selalu mengapresiasi kinerjanya.

"Tolong baca dan pelajari berkas-berkas ini, masih ada waktu satu hari untuk mempelajarinya. Kamu lusa saya tugaskan ke Surabaya menggantikan saya, karena besok saya mau ke Singapura menemani istri saya berobat." Pungkasnya dengan raut yang berubah murung saat mengungkap keberangkatan dadakannya ke Singapura karena penyakit sang istri.

"Tapi pak, kenapa harus saya?" Fauzan menggelengkan kepala menatap map berisi berkas yang di sodorkan Lukman padanya.

"Saya pilih kamu karena tahu kamu mampu, dan ini kesempatan buat kamu Zan. Saya harap jangan menyia-nyiakannya. Untuk jadwal keberangkatan semuanya sudah di urus Desi, silahkan konfirmasikan sama dia saya harus segera pulang." Tanpa menunggu jawaban Fauzan Lukman bangkit dari duduknya.

"Kamu pasti bisa! Proyek di Bandung adalah contoh bagaimana kinerja mu selama ini!" Lukman menepuk bahu Fauzan bangga, mengingat stafnya itu mampu memenangkan proyek besar dan memberikan keuntungan yang tidak sedikit untuk perusahaannya. Sehingga perusahaan pun tak segan-segan memberi bonus pada Fauzan dengan nilai yang fantastis.

.

.

.

Rintik gerimis mulai berjatuhan saat Fauzan memasuki halaman rumahnya, membuat pria itu turun dari mobil dengan tergesa bersamaan dengan pintu yang dibuka oleh paruh baya yang langsung menyambutnya. "Zan, syukurlah sudah pulang." Rohmah megambil tas kerja Fauzan setelah sang menantu mencium tangannya.

"Iya Bu, kebetulan di kantor tidak sibuk jadi bisa pulang cepat. Rena sudah sampai kan Bu?" Fauzan menatap sekeliling ruangan yang terlihat sepi hanya tersisa aroma-aroma masakan yang seketika membangkitkan cacing-cacing didalam perutnya.

"Sudah, barusan pamit mau mandi. Zan mau langsung makan atau mandi dulu? Kalau langsung makan biar ibu bikinkan kopi dulu sambil nunggu Rena."

"Zan mandi dulu saja bu, gerah." Tanpa menunggu jawaban sang mertua Fauzan langsung menaiki undakan tangga menuju kamarnya. Senyum simpul terbit dari bibirnya, rasa lelah seketika hilang membayangkan istrinya tengah mandi.

Ia segera mengeluarkan ponsel dan diletakkannya di meja rias, suara gemericik air kian membangkitkan kelelakiannya yang sudah meliar. Tanpa membuka pakaiannya terlebih dulu Fauzan langsung melangkah ke kamar mandi dan membuka pintunya perlahan yang langsung menampakkan pemandangan yang selalu ia rindukan dari sosok sang istri.

"Mass!"

"Hmm" Fauzan menenggelamkan wajahnya di bahu Renata tanpa memperdulikan kemejanya yang seketika basah kena air dari shower yang ikut mengguyur tubuhnya yang masih terbungkus pakaian lengkap.

Dah ah lanjutkan sendiri-sendiri ya, kan para pembaca lebih pintar dari saya.

Oiya alurnya slow dulu ya sebelum jedag jedug😅

1
Marini Suhendar
d antara terharu😭dan ketawa😄
Iper: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Rina Arie
good
sunaryati jarum
Perempuan itu juga jadi pemimpin Opa, bahkan sering lebih disiplin
Aisyah Virendra
masyaa Allah akhirnya Novel ini benar² End 🥲 ga ada lagi Reson 🤏
tapiiii... Alhamdulillah ikut senang karena teteh akhirnya benar² menyelesaikan karyanya dsini 🥰 semoga akan hadir novel² teteh berikutnya yg ga kalah bagus dan inspiratif dr Reson ❤️
Aisyah Virendra: aseeeekkk aku tunggu lounchingnya dan jangan lupaaa toel akuuuu didapur ya teh 🤏
total 2 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
🤧🤧🤧🤧🤧🤧
jadi ikutan sedih bacanya,,semoga kalian tetap Bersama kakek&nenek.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾: sama sama mom 🥰
total 2 replies
ms. yati74
hatur tengkyuuu emak sudah di kasi hiburan dgn cerita yg keren ini Teeh....semoga Teeh imoet selalu sehat wal'afiat biar bisa terus berkarya dan beraktifitas

lopeee sekebon mawar Teeh imoet🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Iper: Aamiin Ya Rabbal'alamin, doa yang sama juga buat emak🤲🏻♥️
Terimakasih banyak sudah berkenan hadir dikarya recehku Mak, love love sekebon mawar🥰🥰🥰
total 1 replies
ms. yati74
hukuman buat shoppe pay dan oZan sangat elegan tapi menyedihkan buangeeeett...dan maaf yaa buat kalian ber2 emak ga simpati apa lagi sedih dan kasian...emak malah bahagiaaaaa🤣🤣🤣

(dosaloomaak🙈)
Iper: Maakk😅😅😅😅
total 1 replies
ms. yati74
Alhamdulillah kangen nya emak ke mantan dude dokter terobati😘
Aisyah Virendra
tetanggaku juga punya penyakit itu, alhamdulillah bisa sembuh, konsisten semangat sembuh Fauzan
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
jangan bilang Shopia hamil anaknya Fauzan dan Fauzan sedang menikmati sindrom itu 🤨🤨🤨 ahhh jangan plis jangan karena akan semakin rumit dan ga akan bisa lepas dari Shopia 😒
Lee Mba Young
karma mu lah itu. jd nikmati saja. 🤣🤣.
gk kasian Aku ma Zan yg sakit biar saja. dah punya istri gk bersyukur mlh selingkuh. kluarga juga dukung pula.
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
inikah kurma buat mereka karena telah mencelakai Rena.
Nana Geulise: betul..betul..betul...
total 1 replies
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
wahh kaget dapat bonchap semoga ada terus yaaaa
Aisyah Virendra
Akhirnya setelah 1 bulan Up juga 🤭
Btw terimakasih tetehku yg paling ehem ❤️🤏

Shopia²... ya Ampun, smg aja stelah ini kamu bertaubat yg bener² ya shop, jangan lagi main gila yg bkl mmbuat dirimu susah sendiri. dan lagi semoga aja mertuamu baik, tapi bisa jadi mertuamu galak, duh gabisa bayanginnya 🤪
Fauzan... ahh kepo deh
Iper: wkwkwk 🤭
total 1 replies
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ada rasa sedih&menyesal di hati pak Wira karena dia gagal mendidik anaknya tapi mau gmn lagi skrg udh terlanjur karena kelakuan nya sendiri
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
sampai berpelukan ya saking syg nya Bu Rohmah sama Mila&bara
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
walaupun acaranya udh selesai tapi mereka mau datang kan.
Aisyah Virendra
teteeeeeeehhh kapan up lagiiiiiii
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ sͩᴀᷞᴍͧsᷡʏͣ💘ѕ⍣⃝✰
semoga adek Aqil kelak mampu menjadi opa & papanya
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
Aku baru baca benar2 kok emosi ya lihat tingkah Sophia😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!