NovelToon NovelToon
TANPA RESTU

TANPA RESTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Aku memang perempuan bodoh soal cinta, pacaran 5 tahun tapi menikah hanya 8 bulan. Tak pernah mendengar nasehat dari orang tua dan sahabatku, perkara pacarku itu. Aku nekad saja menikah dengannya. dalihku karena sudah lama kenal dengannya aku yakin dia akan berubah saat menikah nanti.


Ternyata aku salah, aku serasa teman tidur saja, bahkan aku tak diberi nafkah lahir, ditinggal dikontrakan sendiri, keluarganya tidak pernah baik padaku, tapi aku masih bodoh menerima dan sabar menghadapi tingkahnya. Bahkan cicilan dan biaya rumah sakit aku yang meng-cover. Gila gak? bodoh banget otakku, hingga aku di KDRT, dan itulah titik balikku berpisah dengannya, hingga menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang sama sekali tak kukenal, tapi bisa mewujudkan impian pernimahan yang aku inginkan, hanya karena apa? restu orang tua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OLENG

POV AKBAR

BANGSATTTTTTT

Sumpah aku marah sekali pada Namira, ternyata dia berani juga menggugatku. Tak kubiarkan dia bisa hidup tenang. Enak saja buang aku begitu saja. Rugi sekali kemarin kubiarkan dia lari begitu saja, tak kusangka dia berani melawanku.

Aku marah sekali, aku pun berniat mencelakai dia. Tidak ada yang boleh memiliki Namira kecuali aku. Kalau dia tak mau sama aku, maka aku akan menyiksanya sampai dia memohon dan kembali padaku.

Aku rela tidak berangkat kerja demi melihat aktivitasnya di kontrakan, dan ternyata sial sekali. Kontrakan itu sudah digembok oleh pemiliknya, dan aku yakin Mira tinggal bersama kedua orang tuanya. Bangsat. Cari perlindungan rupanya.

Aku tidak akan mencari tahu Mira di rumah orang tuanya, karena jelas kalau aku ketahuan berkeliaran di sana bisa dihajar habis-habisan oleh keluarganya. Aku paham kalau orang tua Mira tak pernah setuju dengan hubungan ini. Apalagi melihat Mira babak belur seperti kemarin, jelas keluarganya akan marah bila melihatku di area situ.

Kantor, yah aku akan mencelakai dia saat pulang kerja. Aku tahu Namira perempuan yang mandiri, yakin sekali dia tetap naik motor saat berangkat kerja. Namun prediksiku salah. Namira diantar jemput oleh bapaknya. Aku langsung menggeplak spedometerku, kesal. Kalau sudah begini, aku tidak bisa mencelakai Namira. Brengsek, batinku terus mengumpat.

Amarahku semakin memuncak saat aku mendapat kabar bahwa gugatan Namira disetujui karena aku tidak datang, dan bukti KDRT yang sangat kuat.

SIAL.

BANGSAT.

BRENGSEK.

Aku marah setengah mati, seperti orang kesetanan. Ibuku melihatku hanya menggelengkan kepala.

"Harusnya kamu bahagia lah, dicerai sama dia tanpa pernah kasih nafkah dan memberi harta gono gini atau nafkah iddah, santai saja. Kayak gak ada perempuan lain."

"Ibu bisa diam gak!" teriakku kesal. Kalau saja aku bisa tegas pada ibu dan melindungi Mira, mungkin ia masih menjadi istriku. Sumpah, aku menyesal. Di mana lagi menemukan gadis penurut seperti Mira zaman sekarang. Argh, kenapa juga aku menghajarnya malam itu, sumpah aku menyesal.

Kepalaku sangat berat, ingin rasanya kepala ini kuhancurkan sekalian. Aku tak terima. Aku pun keluar rumah, aku akan memohon pada Mira, tak perlu gengsi untuk kali ini, begitu tekadku sangat kuat untuk mengajaknya rujuk. Aku memberanikan diri menuju rumah orang tua Mira. Malam ini aku akan memohon bahkan bersujud pada mereka asal aku diterima menjadi suami Namira lagi.

Begitu sampai pertigaan, yang kurang 5 menit lagi menuju rumah orang tua Mira, mendadak hatiku menciut. Ternyata keberanian yang menggebu itu menghilang seketika. Kubelokkan stang motor ke arah kota. Kupacu motorku dengan kencang, tak peduli kalau kecelakaan, malah itu lebih bagus, lebih baik aku mati tak bisa hidup tanpa Namira.

Setan dalam diriku membujukku menuju klub malam. Tak apalah, kepalaku sedang penat sekali. Tidak ada yang bisa menghiburku, kalau dulu masih ada Namira, aku akan melampiaskan hasratku pada istri baikku, meski tak kuberi nafkah lahir, tapi dia tetap mau melayaniku. Ah, Namira, aku menyesal melukai hatimu yang begitu dalam.

Sayang aku masih sangat cinta sama kamu, batinku berteriak. Aku memesan miras, hanya sekedar duduk saja tak berniat berjoget dengan mereka. Aku hanya minum, entah berapa kali, yang jelas kepalaku masih pusing.

"Sendirian, Bar?" tanya seseorang yang sepertinya mengenalku. Aku berusa menatapnya dengan pandangan mulai tak fokus.

"Septi?" ujarku tak yakin. Ternyata perempuan itu mengangguk sembari tersenyum. Dia adalah teman SMAku, aku juga sempat berpacaran dengan dia sebelum pacaran dengan Namira.

"Traktir aku minum dong, udah lama loh aku gak ketemu sama kamu," pinta dia manja sembari memegang pundakku. Sekedar traktir okelah, aku mengangguk saja. Uang yang akan kuberikan pada Namira biarlah kugunakan untuk minum kali ini.

Perempuan bodoh, memilih cerai dari pada uang dua digit. Aku dapat uang itu dari pesangon kantor, lebih baik kuambil sekarang daripada perusahaan bangkrut malah aku tak dapat apa-apa, jadi saat ada tawaran pencairan dana hari tua, aku tak berpikir panjang, aku langsung setuju untuk pencairan, dan akan aku berikan pada Namira. Tapi sayang aku malah menemukan kotak pil KB. Namira sialan.

"Istri kamu baik ya, mengizinkan kamu minum di bar. Sendiri lagi. Gak takut kalau kamu diburu sama cewek gatal di sini?"

Aku tertawa muak. "Bahkan aku sudah dicerai sama dia, setan gak tuh betina!" ujarku marah. Septi malah tertawa ngakak, dan menepuk pundakku. Sempat meledek juga, kasihan. Namun aku tak marah. Aku tahu Septi hanya bercanda.

"Udah lama dong kamu gak ganti oli?" tanya Septi dengan tatapan menggoda padaku.

"Motor? Udah bulan kemarin," jawabku masih belum ngeh dengan candaan Septi. Dia tergelak saat aku menyebut motor. Kemudian dia berbisik yang membuatku merinding seketika.

Ngamar yuk, aku traktir. Gratis.

Aku menatap Septi sekilas. Jelas saja kaget, dia seorang perempuan loh, yakin nih kasih umpan ke aku. "Jangan!" tolakku, karena meski aku sudah oleng, aku tak mau main dengan perempuan lain selain istriku. Hanya Namira perempuan yang pernah aku tiduri.

"Gaya kamu, Bar. Udah dewasa juga. Duda kan. Yuk, ah. Tenang aja aku bersih kok," desak Septi mulai menyender di pundakku.

"Enggak!" tolakku sekali lagi. "Aku mau main aman, sama istriku doang!"

"Ck, cemen ah!" oceh Septi namun tak kuhiraukan kalau hanya sekedar minum gak masalah, tapi kalau lebih aku gak mau.

Kulihat Septi tak merayuku kembali, kita ngobrol random dan berkali-kali menambah miras, namun aku stop karena aku sudah merasa sangat pusing, bingung juga mau pulang gimana nanti.

Tapi, Septi masih lanjut, ternyata dia kuat juga minum, sedangkan aku sudah hampir teler.

"Nih, penawar biar kepala kamu tidak pusing," ucap Septi sembari menyodorkan gelas orange jus.

Aku percaya saja, karena memang ini pengalaman pertamaku minum. Beberapa menit kemudian, kepalaku tiba-tiba ringan tapi sebuah gejolak ingin menyalurkan hasrat muncul tiba-tiba. "Gimana? Lebih enak kan?" suara Septi terdengar mendayu, dan lagi aku sekuat tenaga untuk menahannya. Aku yakin Septi telah berbuat curang, apalagi dia tampak lebih berpengalaman di tempat ini.

"Sep!" panggilku sudah tak kuasa.

"Apa?" tanya Septi dengan tersenyum manis.

"Tawaran tadi masih berlaku?" tanyaku sudah tak kuat, jelas kalau menyalurkan pada Mira tak mungkin, daripada aku gila lebih baik bersama Septi saja.

Tiba-tiba Septi mencium bibirku sebagai jawaban. Aku digandeng oleh Septi menuju sebuah kamar hotel yang aku pikir sewanya murah. Langkahku sempoyongan, tapi Septi masih tegak dan bisa menuntunku ke dalam sebuah kamar.

Aku merasa badanku langsung didorong hingga terjerembab ke atas ranjang, sangat nyaman sekali. Septi langsung naik di atas area vitalku, hanya bersentuhan dan masih ada baju kita, tapi rasanya bersentuhan begini sangat terasa nikmat. Ah, sudah berapa lama aku tidak bermain dengan Namira ya. Sial, malam ini aku harus menuntaskan dengan perempuan binal seperti Septi.

Sekali saja, aku pastikan malam ini tidak terulang lagi.

1
yhochi
mampus enak kn kena timah betisnya🤭
yhochi: 🤭🤭biar aja😉 gak mempan sma dia itu mah...
total 2 replies
Yuliana Tunru
msh z nekat akbar panjang jg umurmu jg otak mu.sempat kabur knp cm betis dada x z sekalian biat mati ndk nyusahi orang
Lel: gak seru langsung mati🤣🤣
total 1 replies
Septyana Kartika
Bar....Akbar kamu jadi ikut ayahmu kan....ki aku ws sedia jajan pasar buat tahlilan mu
Lel: 🤣🤣🤣 gak mau dia
total 1 replies
Hendri Yani
Luar biasa
Ica Rissaharyono
koid ya c akbar 🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
segera binasa aja deh akbar kemudian menyusul ibunya...ayem kl sdh bgini
tp nnti selesai dong y🤭
Lel: 🤣🤣🤣🤣 benar banget
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lah org jahat ky akbat pula ada kuasa hukum nya? mmng sp yg bayar y
Lel: dari pihak pengadilan biasanya memberikan tawaran kak
total 1 replies
Yuliana Tunru
bisa2 sdh almaŕhum tuh akbar gmn ibu x ya
Lel: belum ada kabar
total 1 replies
Septyana Kartika
Sik Sik...
mau gelar tikar buat tahlilan
Lel: sudah siap???🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
betul tuh..mndg memulai khdpj baru udh tinggalkan saja akbar dan ibu kalian yg sama2 g waras...biarkan saja smpai ajal menjemput
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: boleh banget..krn buang2 waktu percuma dan bkl syok kl ttp stay d dkt mereka..mkn ksni yg ada mkn dendam sama mira..aneh kan yg hrse dendam y org yg d jahati ya mira dendam k akbar..kok mlh dendam sm org tnpa alasan..konslet mmng
lbh baik bapak nya akbar meninggal drpd menderita mnghdpi istri n anak yg agak lain..2 yg waras mndg mnjauh krn kl ttp drmh lama bkl g nyaman sm tetangga
total 2 replies
Yuliana Tunru
benar2 hati busuk akbar dan.ibu x kecuali kematian yg bisa buat semua berakhir
Lel: pastinya
total 1 replies
yhochi
udah di penjara dan trsiksa kyak gtu msh ngeyel utk mendapatkan Namira Oalah parah nich org🤦‍♀️
yhochi: Oalah....🤭🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
total 4 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
polisi nganggu aja🤭
Lel: ngakak 🤣🤣🤣 jadi patung polisinya
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
subhanallah...semiga namira dan kelyarga besar nya baik² saja...
Lel: aamiin ..doa banyak2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lanjut..makin mer3sahkan tu mnsia tnpa iman
Lel: menakutkan ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sekali up bkn gregetan...mau nambah lagi thor bab nya🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini ya yg nmne NPD / narsistik...bisa nge lag otak nya🤣 masih cinta sm laki2 mokondo yg sdh byk mrugikan...cm wnta sprti ibu mu bar yg layak mendampingi org sakit sprti kamu cocok
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh kurus tho kirain keren badane atletis🤭 apa dl ganteng stlh patah hati jd kurus krg keronta
Yuliana Tunru
kegilaan akbar sama dhn.ibu x tau x nyalahkan namira lupa gmn jahat x dia dan akbar dulu ..ayo febian bawa istri dan ankmu.pergi sampe tahunan agar mrk.lupa dan hidup kakian baik2 lagi
Lel: beres
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
weeew sekali akbar dan ibu nya ini...menunjukan manusia yg g punya iman
Lel: sudah terlalu benci
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!