[SEDANG HIATUS!]
Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.
Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.
Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.
Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?
Simak ceritanya di sini.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Disebuah tempat yang jauh dari jalan raya, Negara N, gudang kumuh.
"Sialan memang. Tunggu saja kau Diana. Aku akan keluar dan membalasmu."
Dengan Enggan, Calantha memakai pakaian yang sedikit lusuh, dibawakan oleh pelayannya.
"jadi nona, bagaimana dengan kami?"
"kalian? Kalian tunggu disini. Aku akan segera kembali."
Calantha memandang ketiga orang pria yang terikat duduk di pojok ruangan gelap. Tidak memberontak, malah sangat tenang.
"kalian bertiga akan menerima ganjarannya nanti. Lihat saja."
Ucapnya sambil menatap tajam ketiga pria itu, yang hanya membalas dengan senyum gila mereka.
Kaki Calantha sedikit gemetar melangkah, efek dari hubungannya dengan para pengawalnya sendiri.
'sungguh menjijikan.' batin nya.
Dia membuka pintu dan membantingnya dengan keras.
'kalian mau bebas setelah melakukan hal itu padaku?! Cih bermimpilah terus! Tak ada satupun dari kalian yang akan kulepaskan!'
Calantha merogoh tas miliknya. Uang dan ponsel telah lenyap, menyisakan kartu kamar hotel dan beberapa jepit rambut serta sebuah kartu debit.
"dasar jalang, aku akan membunuhmu." umpat Calantha pelan.
Prioritasnya sekarang adalah pergi ke hotel dan berganti pakaian. Dia merasa sangat kotor dalam pakaian lusuh entah milik siapa dan dapat darimana.
"sekarang, bagaimana cara aku sampai ke hotel? Aku tak punya uang tunai untuk membayar taxi, dan taxi tak menerima kartu debit."
"hanya ada satu cara tersisa. Terpaksa aku harus jalan kaki." Calantha menyadari fakta seberat 20 ton itu, tapi tak ada apapun yang bisa dia lakukan.
Langkah demi langkah dia berjalan. Kakinya yang sebelumnya jarang terlatih mulai terasa sakit dan sedikit pegal. Sebelumnya,dia hanya gym dan berjalan beberapa kilometer.
Tapi jarak yang harus dia tempuh kali ini tak bisa diperkirakan, entah beberapa puluh kilo meter lagi.
"dasar Sialan kau Diana!" teriak Calantha saat dia duduk untuk beristirahat. "aku tak akan mengampunimu! Aku akan mencabik cabik dagingmu, lalu memberikannya pada hiu dilaut!"
Belum pernah Calantha sengsara seperti ini. Dia kelaparan, kehausan, kotor dan kelelahan. Sudah 5 jam dia berjalan nonstop, tapi belum terlihat tujuan nya.
Calantha memutuskan untuk lanjut berjalan setelah istirahat selama satu jam. Otot otot kakinya mulai memprotes lagi, merasa kelelahan.
Waktu berlalu, matahari yang semula diatas kepala telah turun ke ufuk barat. Peluh di tubuh Calantha menetes tanpa henti, membuatnya dehidrasi parah.
Dari kejauhan, dia melihat sebuah bangunan berdiri, sebuah mall, pusat perbelanjaan. Dia memantapkan tekadnya sekali lagi, berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya.
Dan setelah 1 jam berjalan lagi, Calantha akhirnya sampai. Dengan segera, dia pergi membeli sebuah pakaian yang cocok untuknya.
Sales penjualan yang awalnya meremehkannya pun mau tak mau melayani dia, dan Calantha telah bersumpah untuk membuat dia log out dari dunia ini.
"siapa namamu?" Calantha bertanya pelan.
"Namaku Etta." jawab sales girl itu ketus.
'baiklah, sudah kuingat. Kau pasti akan habis.'
Calantha menyeringai.
Setelah membeli pakaian, dia pergi ke restoran untuk makan dan minum, lalu pergi ke hotel untuk mengambil ponsel cadangannya.
"Akan kukirim kau kepada raja neraka, Diana."
...----------------...
Sudah 10 jam berlalu sejak kepergian Calantha di ruangan gelap itu. semuanya masih tampak suram.
"hei, kalian semua bodoh. Apa kalian benaran percaya bahwa Calantha akan kembali dan memenuhi janjinya?"
"fufufufu, kalian semua telah ditipu."
2 dari 3 Pria yang diikat itu tertawa gila, seakan tak peduli dengan kematian yang menghampiri.
"Nona tak akan ingkar janji. Dia pasti akan kembali, aku yakin sekali." balas salah seorang pria, penuh keyakinan.
Seorang pria yang terikat berdecak pelan.
"kau tak melihat ekspresi Calantha saat kau menyetubuhi dia? Seperti ingin melenyapkanmu saat itu juga."
Matanya menatap datar, tidak khawatir tidak pasrah atau apapun, tanpa emosi.
"apalagi kalian tau siapa yang disukai oleh Calantha. Dia tak akan membiarkan kita menjadi kelemahannya. Dia akan menutup mulut kita semua."
Semua orang terdiam, tampak berpikir. Logika itu masuk akal. Tapi apa yang bisa mereka lakukan sekarang?
Bahkan sebelum mereka berpikir lebih lanjut, sebuah api kecil tercipta di sudut ruangan, tanpa disadari siapapun. Pelan tapi pasti.
Ketika mereka menyadarinya, hal itu sudah terlambat. Api sudah menyebar, membakar sobekan sobekan kecil pakaian yang dikumpulkan di sudut ruangan.
"ARGHH! Ada Ap!!"
"hahahahah, apa kan kubilang, kalian semua bodoh. Dan kalian bahkan masih memanggilnya dengan sebutan Nona! Sungguh konyol."
Api menyebar lebih cepat dari dugaan, merambat melalui tali yang sebelumnya mengikat Calantha, meledakan pipa pipa gas.
"aku tak ingin mati disini!"
Mereka semua memberontak ingin keluar, namun apa daya, pintu masuk telah terblokir seluruhnya oleh api. Mereka semua hanya bisa pasrah.
Jeritan jeritan terus bergema, suara ledakan memekakan telinga, membuat para pengguna jalan berhenti sejenak dan memeriksa.
Ketika polisi dan pemadam kebakaran tiba, semuanya sudah terlambat.
Api sudah melalap habis tempat itu, menyisakan noda jelaga hitam pekat, dan mayat mayat dalam kondisi mengenaskan.
...----------------...
Aku termenung sendirian dalam kamar hotel ku. Berbagai pikiran muncul dan menghilang begitu saja dalam kepalaku, membuat aku pusing.
Apa yang sebenarnya terjadi padaku?
Kelihatannya penyakit ingatanku semakin parah. Aku tidak boleh mengabaikannya. Harus mencari cara agar tidak mengganggu kegiatanku.
Sepertinya aku harus bertemu seorang Psikolog lagi. Penyakit ini semakin aneh saja.
Bahkan bayangan bayangan aneh di luar nalar muncul di kepalaku, seperti.. Ah sudahlah!
Wajahku memerah menahan malu atas sesuatu yang aku sendiri susah ingat.
"selain itu.. Untuk menetap jangka panjang, aku harus mencari sebuah tempat tinggal baru, sewa atau beli ya?"
Aku meraih kalkulator di sebelah kananku, mulai menghitung.
"jika gajiku begini, dan harga rumahnya begini, lalu dibagi..."
Yah.. Mungkin akan cukup. Kalau begitu, mulai besok aku akan pergi survei.
Sekarang, yang penting adalah mengurus janji temu Psikolog terlebih dulu, baru aku bisa tenang.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖