NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ding!

[Check-in Khusus Lokasi Perbatasan Hutan Kabut Hitam berhasil.]

[Mendapatkan: Fisik Kebal Segala Racun (Skill Pasif Permanen).]

[Mendapatkan: Insting Predator Hutan (Skill Pasif Level 1).]

[Mendapatkan: Poin Kelincahan x10.]

Sensasi sejuk yang sangat menyegarkan tiba-tiba mengalir dari ubun-ubun hingga ke ujung kaki Chen Mo.

Udara di sekitar perbatasan hutan yang tadinya berbau busuk dan mencekik seketika berubah terasa seperti oksigen murni di pegunungan.

Kabut hitam yang mengandung racun miasma itu perlahan menyusup ke pori-porinya, namun langsung dinetralkan menjadi energi tidak berbahaya.

"Ternyata sistem ini sangat pengertian dalam memberikan hadiah sesuai dengan lokasi," gumam Chen Mo di dalam kepalanya.

Di saat yang sama, Insting Predator Hutan mulai bekerja, memetakan setiap pergerakan kecil dari serangga hingga hembusan angin di radius seratus meter.

"Hei, sampah! Berhenti melamun dan cepat jalan!"

Suara bentakan Lin Feng memecah keheningan rombongan mereka.

Pemuda arogan itu menatap Chen Mo dengan tatapan penuh kebencian dari depan barisan.

"Jika kau tertinggal lebih dari sepuluh langkah, aku tidak akan ragu membiarkanmu dimakan oleh binatang buas," ancam Lin Feng.

Zhao Hao, murid elit berambut pirang yang menjadi kaki tangan Lin Feng, ikut tertawa mengejek.

"Maklumi saja, Tuan Muda Lin. Anak asrama barat pasti baru pertama kali melihat hutan sungguhan."

Su Mengqi yang berjalan di tengah barisan hanya menghela napas pelan melihat kelakuan dua rekannya itu.

Dia menoleh ke belakang dan menatap Chen Mo yang sedang memanggul dua ransel raksasa seorang diri.

"Chen Mo, kabut miasma di sini mulai menebal. Atur napasmu baik-baik agar paruparumu tidak rusak," ucap gadis itu dengan nada dingin yang terkesan seperti perintah.

Gadis itu kemudian mengeluarkan sebuah liontin giok hijau dari balik seragamnya.

Giok itu memancarkan penghalang tipis yang melindunginya, Lin Feng, dan Zhao Hao dari udara beracun.

Tentu saja, penghalang itu tidak menjangkau posisi Chen Mo dan Wang Bo yang berjalan di belakang.

"Kalian berdua bernapaslah sedikit saja, jangan membuang-buang udara bersih," tambah Lin Feng dengan sinis.

Chen Mo sama sekali tidak membalas rentetan hinaan itu dan hanya berjalan dengan ritme langkah yang teratur.

Setiap pijakan kakinya di atas tanah berbatu tidak menimbulkan suara sedikit pun berkat Langkah Hantu Asura.

Satu jam berlalu, rombongan itu semakin dalam memasuki area Hutan Kabut Hitam.

Wang Bo yang berjalan di samping Chen Mo mulai terengah-engah, wajahnya pucat pasi karena menghirup terlalu banyak miasma.

"S-Saudara Chen, aku rasa aku tidak kuat lagi, dadaku sakit sekali," rintih Wang Bo sambil memegangi dadanya.

Kakinya tersandung sebuah akar pohon besar, membuat tubuh kurusnya nyaris mencium tanah.

Grep.

Dengan gerakan santai, Chen Mo menahan kerah seragam Wang Bo menggunakan satu tangan.

"Jangan memaksakan diri bernapas lewat mulut, gunakan hidungmu dan tarik napas pendek-pendek," instruksi Chen Mo dengan tenang.

Chen Mo kemudian mengambil tas punggung yang dibawa oleh Wang Bo dan menyandangkannya ke bahu kirinya.

Kini Chen Mo membawa tiga tas ransel berukuran besar sekaligus, beban yang beratnya nyaris seratus kilogram.

"T-tapi Saudara Chen, bebanmu..." Wang Bo menatap dengan mata berkaca-kaca.

"Diam dan jalan saja, kau hanya akan memperlambatku jika kau mati di sini," jawab Chen Mo datar.

Di depan mereka, Lin Feng sengaja mempercepat langkahnya untuk menyiksa dua murid kelas dasar tersebut.

"Hei, Zhao Hao, sepertinya kuli panggul kita punya banyak tenaga berlebih," sindir Lin Feng keras-keras.

"Baguslah, kalau begitu kita bisa langsung menuju area zona dalam tanpa harus beristirahat," sahut Zhao Hao tertawa.

Su Mengqi yang mendengar itu mengerutkan keningnya, merasa ada sesuatu yang janggal.

Dia kembali menoleh ke belakang, bersiap melihat pemandangan Chen Mo yang berlutut memohon belas kasihan.

Namun, pemandangan yang tersaji di matanya justru membuat pupil matanya sedikit melebar.

Chen Mo berjalan dengan punggung yang sangat tegak, membawa tiga tas ransel raksasa tanpa terlihat kesulitan sedikit pun.

Tidak ada setetes keringat pun di dahi pemuda itu.

Napas Chen Mo juga sangat tenang, sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang keracunan kabut miasma.

"Bagaimana mungkin? Bahkan orang dengan bakat Peningkatan Fisik Rank B akan kelelahan membawa beban seberat itu di zona beracun ini," batin Su Mengqi kebingungan.

"Apakah dia meminum semacam pil kekuatan sebelum berangkat tadi?"

Ego tinggi Su Mengqi menolak untuk percaya bahwa mantan teman masa kecilnya itu memiliki kekuatan alami yang melampaui logika.

"Chen Mo, jangan bertingkah sok kuat. Jika kau butuh istirahat, katakan saja," tegur Su Mengqi memecah keheningan.

"Aku tidak butuh istirahat. Simpan saja rasa simpatimu yang palsu itu untuk dirimu sendiri," balas Chen Mo tanpa menatap mata gadis itu.

Wajah Su Mengqi langsung memerah karena marah bercampur malu mendapat penolakan sedingin itu.

"Terserah kau saja! Jangan salahkan aku jika kau mati kelelahan nanti!" ketus gadis itu sambil membuang muka.

Lin Feng yang melihat interaksi itu semakin merasa panas dan cemburu.

"Zhao Hao, arahkan kompas kita ke Lembah Tulang Putih. Kita akan berburu di sana," bisik Lin Feng dengan senyum licik.

"T-Tuan Muda Lin, Lembah Tulang Putih itu zona berburu untuk Rank B, kita bisa dalam bahaya," bisik Zhao Hao ragu.

"Aku adalah Rank A, dan Mengqi Rank S. Apa yang kau takutkan, bodoh?!" bentak Lin Feng tertahan.

"Aku sengaja ke sana agar dua sampah di belakang kita itu pingsan ketakutan melihat monster sungguhan."

Zhao Hao akhirnya mengangguk patuh dan membelokkan arah rombongan menuju jalan setapak yang lebih gelap.

Chen Mo menyadari perubahan arah tersebut berkat Insting Predator miliknya, namun dia memilih diam.

"Semakin berbahaya tempatnya, semakin bagus fluktuasi energi untuk tempat check-inku" batin Chen Mo santai.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!