Terkadang seseorang harus merasakan kehilangan terlebih dahulu untuk bisa menghargai kehadiran seseorang, yah seperti itulah kisah cinta seorang Aldi Nugroho, pewaris utama dari keluarga pembisnis besar di bidang property dan fashion retail.
Aldi harus merasakan kehilangan orang yang tulus mencintainya demi seorang wanita yang mengkhianatinya yaitu sang mantan kekasih. Aldi baru menyadari betapa berharganya seorang Kiandra Anastasya Darwin setelah mereka berpisah selama empat tahun lamanya. Disaat cinta sudah terkubur mati dalam hati Kiandra, Aldi datang kembali dengan ketulusan hati, mencoba memperjuangkan kembali cinta Kiandra yang sudah mati.
Akankah Aldi berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 - Gejolak Kawula Muda
Kiandra dan Aldi sudah selesai makan, Kiandra mencuci piring, Aldi yang membantu menatanya di rak piring.
"Apa kau ingin ku antar pulang sekarang, Sayang?"
"Bunda menyuruhku untuk pulang ke apartementku, bunda bilang untuk tidak pulang dulu kerumah, bunda dan ayah akan ada urusan, begitu katanya."
"Baiklah aku akan mengantarkanmu kesana setelah ini"
"Al.." Kiandra menghentikan kegiatannya.
"Hmm.."
"Bolehkah aku menanimu disini malam ini? hmm, jika tidak boleh pun tidak.. " belum selesai ia mengatakannya Aldi sudah memotongnya.
"Iya!" Aldi menghentikan kegiatannya dan menatap Kiandra.
"Ke, kenapa kau menatapku seperti itu Al, kalau kau marah aku akan kembali ke apartementku, aku tidak disini tidak apa." Kiandra tak berani menatap Aldi.
Aldi menghampiri Kiandra yang mematung disana, dan memeluknya.
"Terima kasih sudah mendukungku, mencintaiku, memaafkan luka lamamu yang begitu menyakitimu, tetap disampingku Kiandra, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu." Aldi seketika kembali sedih.
"Hey, kenapa bersedih, bagaimana kalau kita bermain UNO? aku selalu memainkannya dengan Mika hingga ia bosan, hahaha" Kiandra tertawa mengingat kembali muka Mika yang kesal padanya.
"Aku tidak mau, bagaimana jika kita menonton film? ada film yang ingin aku tonton bersamamu." Aldi tersenyum, ia senang, kali ini melakukan hoby nya dengan wanita kesayangannya.
"Benarkah? kenapa aku sedikit curiga dengan ajakanmu, ya." Kiandra memicingkan matanya.
"Menurutmu apa yang akan aku lakukan padamu?" Aldi membungkukkan kepalanya hendak mencium Kiandra, Kiandra seketika memejamkan matanya, Aldi tersenyum melihat tingkah Kiandra.
"Ah, ada nyamuk dipundakmu." Aldi meledek dan mengarahkan ciumannya ke pundak Kiandra alih-alih mencium bibirnya, lalu pergi meninggalkan Kiandra.
"Aldi!!" Kiandra berteriak dan melempar lap tangan didapur ke Aldi, Aldi melambaikan tangan kanannya ke Kiandra tanpa menoleh balik ke arahnya, Aldi hanya tertawa kecil dan masuk ke kamar.
Ahh wajahnya lucu sekali.
Kiandra benar-benar malu karena sudah di prank Aldi.
Sial! kenapa aku memejamkan mataku si, memalukan sekali.
Kiandra berjalan ke arah ruang TV, karena Aldi akan mengajaknya nonton.
"Katanya ingin nonton film tapi kenapa dia belum muncul juga" gerutu Kiandra diruang tengah.
Tiba-tiba ia dikejutkan oleh panggilan Aldi dari balik pintu kamarnya.
"Kenapa kau masih disana? kemarilah filmnya sudah mulai." Aldi menggandeng tangan Kiandra.
"Memangnya kita mau nonton dimana? ruang tengahnya kan ada disana." Kiandra menunjukkan jarinya ke arah ruang tengah.
"Kita akan menonton di ruang TV kamarku, bukan disana, itu tempat Mike bersemayam dimalam hari, apa kau ingin bersamanya atau ingin bersamaku didalam? aku janji tidak akan berbuat apapun padamu, aku akan memintanya saat kau sudah resmi jadi istriku." Aldi mengelus puncak kepala Kiandra.
"Aku pegang kata-katamu. Minggir!" Kiandra berjalan melewati Aldi yang berdiri di pintu, dan sedikit mendorong badan Aldi dengan pundaknya.
Hahaha, kau memang Wanita Bar-bar ku, Kiandra.
"Ini film action? lihat, pasti akan banyak kekerasan disana, ish kau ini, pantas saja kau tekenal dingin dan tak ada ampun, ternyata kau mencontoh dari apa yang kamu lihat." cibir Kiandra.
"Kau belum melihatnya tapi sudah banyak bicara, tonton dulu baru kau boleh berkomentar, jadilah penonton yang bijak, Sayang." Kiandra meledek Aldi dengan mengikuti gerak mulut Aldi.
"Kau sedang menggodaku, Sayang?" Aldi merentangkan tangan kanannya di puncak sofa dan memeluk pundak Kiandra.
"Ssst! jangan berisik, kita ini sedang menonton bukan bergosip." bisik Kiandra.
"Cih, padahal kau yang berisik dari awal." Aldi mencibirkan mulutnya."
Kiandra hanya tersenyum dan memeluk tangan Aldi, seketika senyumnya merekah, ia membalas mengusap tangan Kiandra. Kiandra melirik ke arah Aldi dan mencium pipinya.
"Diamlah, jangan menggodaku atau kau akan menyesal nanti." pandangannya masih ke layar TV.
Kiandra pun memonyongkan bibirnya kesal, lalu kembali menemani Aldi menonton film tersebut.
Kiandra yang tidak terlalu menyukai film action, lebih menyukai film horor itu tak bisa menahan kantuknya. Ia menaikkan kakinya ke sofa lalu merebahkan tubuhnya, dan kepalanya beralaskan paha Aldi.
Dia manis sekali, tetap menemaniku menonton apa yang ia tidak sukai demi aku yang ia sukai.
Aldi mengelus-elus kepala Kiandra agar ia nyaman tidur dalam pangkuannya, tangan Aldi yang satunya lagi ia posisikan di pinggang Kiandra, mengelus perutnya pelan.
Ahhh, daddy akan secepatnya membuat kalian hadir disini.
Aldi melanjutkan menonton film itu sendirian, tiba-tiba handphone Kiandra bergetar, menampilkan nama "Nyonya Besar". Aldi mengerutkan keningnya, ia bingung siapa yang Kiandra maksud ini, apakah sang bunda? tapi tidak mungkin, dengan terpaksa Aldi menjawab telpon tersebut.
"Apa kau mau mati, Kiandra! aku meneleponmu sejak tadi tapi baru kau angkat sekarang? dimana kamu Kia ?!, pak Min bilang kau pergi bersama Aldi, apa Kanebo Kering itu menyakitimu lagi, hah?" Aldi menjauhkan benda pipih itu dari telinganya.
Ternyata Nyonya Besar itu adalah Mika.
"Kiandra, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? apa kau baik-baik saja? ish kau ini memang pandai membuatku naik darah." Mika masih saja nyerocos tidak jelas disana.
Aldi akhirnya buka suara.
"Kiandra sedang tidur." Aldi menjawab singkat dari sekian pertanyaan yang dibombardir Mika padanya.
"Aldi? hey, kenapa bisa hp Kiandra ada padamu?" Mika kaget.
Jam segini hp Kiandra ada di tangan Aldi, dan apa katanya tadi? tidur? bagaimana mungkin.
"Apa maksudmu dengan tidur? apa maksudmu Kiandra sedang tidur bersamamu? bagaimana bisa? kau menculiknya?" Mika terus saja menanyakan hal yang tidak jelas.
"Come on Mika, ini sudah malam, kau ini perempuan atau bukan sih, tengah malam teriak-teriak, sepertinya kau memang bukan seorang wanita.
"Bedebah!"
"Jika kau ingin memastikannya, silahkan datang ke apartementku, kau pasti masih ingat bukan?" Aldi meledek Mika, lalu mematikan teleponnya.
Aldi langsung mengambil hpnyq diatas nakas samping sofa yang ia duduki.
"Mike, sepertinya tak lama lagi apartementku akan ada kedatangan tamu, Mika akan menuju kesini Mike. Kau bawa dia ke apartementmu, aku tidak mau siapapun mengangguku malam ini, apalagi Kiandra sudah tertidur, aku tidak ingin membangunkannya."
"Tapi Boss.."
"Jangan membantahku, Mike. Ini bukan pilihan tapi perintah, jalankan dan jangan mengecewakanku."
Arghh, gila! bagaimana ceritanya aku harus membawanya ke apartementku? kenapa Boss tidak menyuruhku mengembalikannya kerumahnya saja? lagian sudah tengah malam kenapa wanita itu masih berkeliaran disini, menyusahkan saja.
"Baiklah Boss." Jawab Mike dengan singkat, teleponpun terputus.
Aldi tersenyum menatap Kiandra yang sedang tertidur pulas dipangkuannya, ia melanjutkan kembali detik-detik film itu akan berakhir.
Tiga puluh menit pun berlalu dan film pun selesai, Aldi mulai mematikan film tersebut, ia berusaha menggendong Kiandra untuk tidur dikasurnya, dan menaruhnya perlahan.
Kiandra yang terbangun sejenak membuat Aldi kaget, yang lebih mengagetkannya lagi adalah bahwa Kiandra mengigau kalau ia sedang dikamarnya, dan meracau panas, padahal ruangan itu dalam mode dingin. Kiandra membuka outernya, membuangnya entah kemana, ia membuka celananya dan hanya meninggalkan tank top tanpa tali dan pakaian dalam yang menutupi tubuh moleknya itu.
Aldi menelan ludahnya, pemandangan yang sayang untuk dilewatkan, pikirnya.
Tahan Al, tahan. Kau pasti bisa, kau sudah berjanji padanya.
Aldi menyelimuti Kiandra, dan mulai berbaring dikasur, ia kaget karena Kiandra merangkulnya bak guling, mengusel-usel manja wajahnya di dada bidang Aldi, Aldi tak kuat menahan gejolak dibawah sana yang ingin segera disalurkan.
Shitt! apa aku harus membangunkannya?
🖤
🖤
🖤
Bersambung..
aq kangen mike and mika thor
smga bayi mereka kembar beneran thor
semangatt thor di tunggu up selanjuttnya..fighting.
huaaaakakakakakakakkakaka
semangatt thor di tunggu up selanjuttnya.
kuat macam kudaa😂