Wanita lugu yang mengharap cinta suci dalam ikatan pernikahan, namun malah menjadi awal petaka di hidupnya. Memiliki suami patriaki dan kasar. Mampukah mira keluar dari jeratan api itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pernikahan
Akhirnya hari yang sudah lama dinantikan datang juga, tepat di hari ulang tahun Mira ia mendapatkan kado terbaik yaitu menikah dengan orang yang dicintai. Mira termasuk orang beruntung karna ia menikah dengan orang yang ia inginkan, karna sebenarnya menikah dan mencintai itu dua hal yang berbeda. Beberapa orang beruntung karna bisa menikahi orang yang ia cintai dan beberapa lainnya harus memendam cinta nya.
Pagi hari di rumah Mira terlihat tenda berwana putih dan kursi Pelaminan yang tertata sangat indah. Di ruang lain Mira sedang mengenakan gaun pengantin berwana putih bersih dengan sanggul di kepalanya. Bunga melati di rambut Mira menambah kecantikan nya.
Terlihat beberapa tamu undangan dan penghulu sudah datang dan siap untuk menikah kan kedua insan yang sedang jatuh cinta itu. Rombongan mempelai Pria juga sudah terlihat kehadiran nya. Dodi memakai jas putih selaras dengan gaun milik Mira, dan setangkai mawar merah di saku jas nya.
Anisa sahabat satu-satunya Mira selalu setia menemani Mira, Anisa memandang Mira dengan penuh kebahagiaan. Sesekali ia menyeka air mata nya, Anisa benar-benar haru dengan apa yang akan ia saksikan. Mira berdiri dan memeluk Anisa.
"ternyata lebih sakit di tinggal sahabat nikah ya daripada putus sama pacar" ucap Anisa
"lulus dulu baru nikah" ucap Mira mengejek Anisa.
Mereka pun tertawa kecil, Ibu datang menghampiri Mira dan Anisa memberi tahu untuk segera menuju ke Pelaminan. Anisa menggandeng Mira untuk diantar ke kursi Pelaminan.
Semua mata tertuju pada gadis cantik bergaun putih itu, tak terkecuali Dodi. Sungguh sangat cantik, Mira yang tidak pernah merias wajahnya itu sukses membuat semua orang pangling. Dodi bahkan sampai lupa untuk berkedip. Mira menundukkan wajahnya malu.
Semua sudah siap, kedua mempelai, penghulu, saksi dan mahar. Dodi duduk dengan gagah nya, di depan Dodi ada ayah Mira yang hanya menunduk sedari tadi, ternyata ayah Mira menangis, kali ini ia harus melepaskan putri satu-satunya untuk menjadi istri orang.
Ayah Mira bertarung dengan pikiran nya sendiri, Apakah Dodi orang yang tepat menggantikan peran ayah untuk menjaga Mira? Bagaimana kalau nantinya putri kesayangan nya itu tidak diperlakukan dengan baik? Ayah Mira menyeka air mata yang hampir jatuh.
Dodi menjabat tangan Ayah Mira.
"tunggu"
Tiba-tiba datang seseorang dari kejauhan, terlihat sangat terburu buru. Ternyata itu adalah pak Ujang , bapak Dodi. Dodi kemudian berdiri dan menghampiri bapaknya. Ia terkejut karna ternyata bapak nya benar-benar hadir hari ini. Tanpa banyak kata Dodi langsung memeluk bapaknya. Keharuan pun pecah. Bapak Dodi kemudian duduk di barisan keluarga. Ijab kabul dilaksanakan.
Mira dan Dodi resmi menjadi suami istri. Mira kemudian meraih tangan Dodi untuk salaman. Dodi kemudian memegang kepala Mira dan berdoa untuk kebaikan mereka berdua.
Acara dilanjutkan dengan makan dan foto bersama, terlihat sangat syahdu dan sakral. Tidak menghadirkan banyak orang tetapi acara begitu meriah. Semua orang yang hadir sangat bersuka cita, memberikan restu dan mendoakan kebaikan untuk kedua pengantin itu.
"istri ku cantik sekali" ucap Dodi di sela keramaian orang.
"mas, aku malu. Jangan gitu" Pipi Mira pun memerah, Mira berusaha mencubit pelan perut Dodi, namun tidak bisa karna Perut Dodi itu kekar, tidak ada lemak sama sekali.
"kenapa? Gak bisa nyubit ya, perut mas ada sesuatu nya soalnya"
"sesuatu apa mas?" tanya Mira polos
"nanti malam waktu lampu mati mas kasi tau" ucap Dodi sedikit tersenyum licik.
Mira hanya diam, ia tidak tau apa yang di sembunyikan Dodi di dalam perut. Dan kenapa harus menunggu nanti malan untuk mengetahui nya. Entahlah Mira tidak perlu memikirkan hal itu.
Acara pernikahan mereka berdua akhirnya selesai, orang tua Mira sedang bercakap dengan besan nya dari jauh. Terlihat tidak canggung sama sekali, walaupun berbeda suku, Pak Ujang tipe orang yang mudah akrab, apalagi dengan besannya.
Mira kemudian masuk ke kamar untuk mengganti pakaian nya, Mira sebenarnya tidak nyaman dengan apa yang ia kenakan, Mira dibantu Anisa itu pun bergegas melepas korset dan perintilan yang menempel di tubuhnya. Tiba-tiba Dodi mengendap endap masuk ke dalam kamar untu melihat istri nya itu.
Anisa menyadari kehadiran Dodi, ia pun langsung keluar kamar tanpa diminta. Seperti sudah paham apa yang akan terjadi setelah ini, Dodi langsung mengunci kamar dari dalam. Mira belum menyadari kehadiran Dodi, ia masih sibuk melepaskan aksesoris di kepala nya.
Dodi memeluk Mira dari belakang. Sontak Mira terkejut, kenapa Anisa berubah menjadi Dodi. Mira juga merasa aneh atas kehadiran Dodi di kamar yang sebelumnya hanya dia sendiri yang menempati.
Dodi kemudian membalikkan badan Mira untuk berdiri berhadapan dengan dirinya. Tidak ada jarak sama sekali antara keduanya, Dodi menatap Mira dengan penuh kehangatan. wajah Dodi semakin mendekati wajah Mira.
Mira bersiap dan menutup mata, Dodi Tersenyum kecil melihat istrinya itu. Alih-alih mencium Mira Dodi malah meraih aksesoris di kepala Mira.
"sini aku bantuin lepas" ucap Dodi
Mira kemudian membuka mata, tatapan nya kepada Dodi penuh pertanyaan, kenapa tidak jadi? Ada sedikit kekecewaan di hati Mira, ternyata Mira berharap lebih.
"kenapa? Mau minta cium?" ucap Dodi mengagetkan Mira.
"eh enggak kok, anu, emm tadi bulu mata nya berat, makanya aku merem" Mira berusaha menutupi rasa malu nya.
Belum sampai selesai berganti pakaian, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.
Tok..tok..tok (suara ketukan pintu kamar Mira)
"Mira, ada temanmu datang. Keluar dulu sayang. Di lanjutin nanti" ternyata itu adalah ibu Mira
"eh iya bu, Mira lagi gak ngapa ngapain kok" jawab Mira panik.
Mira kemudian menggandeng tangan Dodi untuk mengajak nya keluar dari kamar. Mira berfikir siapa yang hadir, ia bahkan tidak menyebar undangan sama sekali.
Mira dan Dodi berjalan menuju kursi tamu. Ternyata yang hadir adalah Riki dan beberapa teman lama Mira. Mira pun sangat kegirangan melihat kehadiran teman-teman ya itu.
"loh kalian siapa yang ngasih tau kalau aku nikah hari ini" tanya Mira
"itu si Anisa, selamat ya Mira udah sold out duluan, semoga menjadi keluarga yang bahagia" ucap Riki
Teman-teman perempuan Mira terlihat sangat mengagumi ketampanan Dodi. Mereka terlihat bisik bisik membicarakan Mira dan Dodi.
Dodi kemudian merangkul Mira di depan teman-teman Mira. Mira melirik ke arah Dodi, kenapa Dodi tiba-tiba merangkul dirinya.
"biar keliatan mesra" ucap Dodi berbisik di telinga Mira, seakan tahu apa yang ada di pikiran Mira.
Mira, Riki, Anisa dan teman lainnya saling bercerita, benar-benar reuni yang tidak di rencana. Beberapa dari mereka masih kuliah, ada juga yang sudah bekerja. Namun Mira adalah orang yang pertama kali menikah diantara mereka.