NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan Tubuh Ilahi Teratai Api Es

Ramuan emas itu akhirnya berhasil melewati kerongkongan Lin Xueyan dan mengalir menuju pusat meridiannya. Khasiat obat itu menyebar seperti ledakan panas yang membakar setiap jengkal pembuluh darahnya. Tubuh Lin Xueyan yang rapuh bergetar lembut di dalam dekapan Li Fan.

Rasanya sangat sakit, seolah ribuan jarum panas sedang menusuk-nusuk nadi spiritualnya yang tersumbat. Li Fan bisa merasakan betapa menderitanya gadis itu melalui sentuhan kulit mereka yang intim. Untuk membantu menstabilkan energi Lin Xueyan, Li Fan mengaitkan jari-jari tangannya ke jari-jari Lin Xueyan, saling berpegangan dengan sangat kuat.

Gadis itu meronta sesaat, meremas tangan Li Fan hingga kuku-kukunya memutih karena rasa sakit yang luar biasa. Adegan ini terlihat sangat mesra bagi siapapun yang melihatnya, namun sebenarnya ini adalah prosedur penyelamatan yang sangat berbahaya. Satu kesalahan kecil dalam sinkronisasi napas, maka nyawa Lin Xueyan akan melayang dalam sekejap.

“Fokus, Xueyan! Jangan biarkan rasa sakit itu menguasaimu. Hisap napasmu saat aku menghembuskan napas, biarkan ritme tubuhku menjadi penuntunmu,” bisik Li Fan di sela ciuman mereka yang masih bertautan erat.

Bibir Li Fan terasa hangat dan penuh otoritas, sementara bibir Lin Xueyan yang awalnya dingin mulai merespons dengan getaran halus. Meskipun otaknya menjeritkan rasa benci, namun tubuh Lin Xueyan secara naluriah mencari perlindungan pada kehangatan pemuda itu. Ciuman itu bukan lagi sekadar penyaluran obat, melainkan penyatuan dua napas yang saling memburu di bawah tekanan gravitasi gua yang berat.

Lidah Li Fan dengan lembut memandu aliran ramuan di dalam rongga mulut Lin Xueyan, memastikan setiap tetes esensi emas itu terserap sempurna. Lin Xueyan yang awalnya membelalak kaget, perlahan mulai memejamkan matanya, membiarkan air mata haru dan malu mengalir di sela-sela ciuman intens tersebut. Detak jantung mereka berdentum selaras, menciptakan simfoni kehidupan di tengah keheningan gua yang mistis.

Li Fan akhirnya melepas ciuman mereka setelah memastikan ramuan itu bekerja dengan benar. Ia tidak berhenti di sana, meski sudut bibirnya menyunggingkan senyum nakal melihat wajah tunangannya yang benar-benar merah padam. Dengan cepat, ia mendudukkan Lin Xueyan di tengah kolam dalam posisi bersila, sementara dirinya duduk tepat di belakang punggung gadis itu.

Kedua telapak tangan Li Fan menempel pada punggung mulus Lin Xueyan yang masih basah dan seputih porselen. Ia mulai menyalurkan sedikit Qi miliknya untuk memandu aliran energi di dalam tubuh tunangannya yang sedang bergejolak. Di alam batin Lin Xueyan, kekacauan perlahan sirna, dan nadi spiritual yang tadinya menyempit kini mulai melebar kembali dengan normal.

Namun, khasiat ramuan emas itu tidak berhenti hanya dengan menyembuhkan. Didorong oleh tekanan hebat dari Gua Napas Naga dan tambahan nutrisi dari kolam roh, ramuan itu mulai menyerang gerbang nadi spiritual keempat milik Lin Xueyan.

“Tahan! Ini akan sedikit sakit, tapi ini adalah kesempatanmu untuk melampaui batas!” bisik Li Fan dengan nada memerintah yang tak terbantahkan.

Gerbang keempat meledak seperti bendungan yang diterjang banjir bandang. Arus energi meluap hebat, namun tidak berhenti di sana. Dengan bantuan kendali Li Fan yang setingkat dewa, energi itu terus mendobrak gerbang-gerbang berikutnya dengan kecepatan yang mengerikan.

Nadi spiritual kelima terbuka. Nadi spiritual keenam terbuka. Barulah setelah mendobrak gerbang nadi spiritual ketujuh, aliran energi itu mulai melambat dan berhenti.

Lin Xueyan kini telah berhasil membuka tujuh nadi spiritual dalam satu malam. Pencapaian ini adalah sesuatu yang belum pernah terdengar dalam sejarah Tujuh Negara bagi seorang calon murid fana yang belum resmi masuk sekte.

Tiba-tiba, kotoran hitam sisa proses pembersihan meridian keluar dari pori-pori kulit Lin Xueyan, namun segera dibilas oleh air kolam yang murni. Tubuh gadis itu yang sebelumnya sudah indah, kini bertransformasi menjadi jauh lebih cantik dan mempesona, menyerupai bidadari dari surga tertinggi. Kulitnya memancarkan cahaya giok, dan aromanya menjadi sangat harum seperti bunga surgawi yang baru mekar.

Kecantikannya kini berada di level yang berbeda, mampu membuat seluruh benua tergila-gila hanya dengan sekali pandang. Bahkan Li Fan, yang sudah terbiasa melihat dewi-dewi tercantik di Alam Dewa, tidak bisa menahan diri untuk memujinya di dalam hati.

“Kecantikan ini... benar-benar bisa disandingkan dengan para selir Dao Ancestor yang agung,” gumam Li Fan takjub sambil menelan ludah.

Namun, ekspresi wajah Li Fan tiba-tiba berubah menjadi sangat serius. Saat ia masih menyentuh punggung Lin Xueyan, ia merasakan sesuatu yang sangat aneh dan kontradiktif di dalam tubuh gadis itu. Ada perasaan panas yang membakar sekaligus perasaan dingin yang membekukan secara bersamaan yang berpusat di tulang belakangnya.

“Tunggu, apa ini? Jangan-jangan dia memiliki...” Sebelum Li Fan sempat menarik tangannya, tiba-tiba Qi di tubuh Lin Xueyan meledak dengan kekuatan yang luar biasa.

Ledakan itu sangat kuat hingga membuat Li Fan terpental beberapa meter ke sisi kolam air. Ia mendarat dengan posisi berguling yang anggun, matanya menatap tajam ke arah tengah kolam dengan penuh kewaspadaan. Di sana, tubuh Lin Xueyan mulai melayang perlahan ke udara, dikelilingi oleh pusaran air kolam yang terserap hebat ke dalam tubuhnya bagaikan pusaran naga.

Seluruh kotoran yang tersisa di kulitnya terbakar habis oleh api berwarna biru kristal yang muncul entah dari mana. Api itu tidak membakar kulitnya, melainkan memurnikannya hingga ke tingkat molekuler terdalam.

Tanpa mereka sadari, di luar Gua Napas Naga, langit yang tadinya cerah berbintang mendadak gelap gulita. Awan hitam pekat berputar-putar membentuk pusaran raksasa tepat di atas gunung. Gemuruh guntur yang terdengar mematikan mulai menyambar-nyambar dengan warna ungu dan merah, menghantam puncak Gunung Awan Azure berkali-kali.

Fenomena ini mengguncang seluruh Sekte Awan Azure hingga ke akar-akarnya. Para murid dalam berlarian keluar dari kediaman mereka dengan wajah pucat pasi. Para tetua agung yang sedang meditasi tingkat tinggi segera menghentikan napas mereka dan keluar dengan wajah penuh kecemasan.

Bahkan Ketua Sekte Awan Azure, yang sedang dalam pengasingan tertutup, langsung menjebol pintu ruang meditasinya. Ia menatap ke arah langit dengan mata yang bergetar hebat.

“Visi Langit! Ini adalah tanda lahirnya sesuatu yang melampaui hukum alam ini!” teriak sang Ketua Sekte dengan suara menggelegar.

Tidak hanya di sekte mereka, fenomena langit ini disaksikan oleh seluruh penduduk di wilayah Tujuh Negara yang luas. Kultivator dari tujuh sekte besar lainnya keluar dari tempat mereka, menatap langit dengan perasaan ngeri bercampur kagum.

Tiba-tiba, sebuah proyeksi raksasa muncul membelah awan mendung. Itu adalah proyeksi bunga teratai raksasa berwarna merah dan biru yang sangat indah namun memancarkan aura tekanan yang mencekik. Udara Qi di sekitar wilayah Tujuh Negara seolah-olah disedot paksa menuju arah proyeksi tersebut.

“Astaga! Lihat itu! Teratai dua warna membelah langit!” teriak seorang pedagang di pasar ibu kota yang langsung berlutut ketakutan.

“Ini bukan sekadar cuaca buruk! Ini adalah pertanda dewa! Apakah ada pusaka kuno yang baru saja bangkit?” tanya seorang kultivator tingkat rendah di kedai arak dengan tangan gemetar.

Di sebuah puncak gunung terpencil, seorang tetua wanita dari Sekte Bulan Misterius bergumam dengan wajah penuh ketakutan.

“Fenomena kelahiran Tubuh Ilahi! Siapa? Siapa yang membangkitkan konstitusi unik sehebat ini? Tekanannya setara dengan terobosan tahap Nascent Soul!”

Banyak orang berspekulasi dengan riuh di jalanan dan di dalam aula sekte. Perdebatan meledak di mana-mana mengenai asal muasal cahaya tersebut.

“Itu berasal dari arah Sekte Awan Azure! Apakah mereka mendapatkan jenius yang diberkati surga?” tanya seorang tetua dari sekte saingan dengan nada iri yang kental.

“Mustahil! Sekte Awan Azure sudah lama meredup, bagaimana mungkin mereka melahirkan tubuh ilahi di saat seperti ini?” balas yang lainnya dengan skeptis.

Di dalam gua, Li Fan yang merasakan secara langsung gelombang energi itu ternganga lebar. Ia segera mengingat sebuah catatan dari buku kuno konstitusi unik yang pernah ia baca di perpustakaan rahasia ayahnya di kehidupan sebelumnya.

“Tidak mungkin... di tempat terpencil yang miskin energi ini?” gumam Li Fan dengan wajah heboh. “Posisi ke-18 dari seratus tubuh ilahi surgawi yang pernah tercatat dalam sejarah alam semesta... Tubuh Teratai Api Es Surgawi!”

Ia menatap sosok Lin Xueyan yang masih melayang di udara dengan aura yang semakin agung dan dingin. Cahaya merah dan biru terpancar dari jantungnya, membentuk kelopak teratai yang melindungi tubuhnya. Nasib gadis ini benar-benar telah berubah total hanya dalam satu malam berkat sentuhan dan kenekatan Li Fan.

“Wah, sepertinya aku baru saja menciptakan monster cantik yang sangat merepotkan,” ucap Li Fan sambil menyeringai tak tahu malu, mengusap bekas rasa manis di bibirnya yang masih tertinggal.

......................

Catatan Penulis:

Nama Lin Xueyan merupakan perpaduan harmonis antara elemen dingin dan kehangatan yang mencerminkan dualitas kekuatannya. Secara etimologi:

Lin (林): Berarti "Hutan," melambangkan pertumbuhan dan fondasi kehidupan yang kokoh.

Xue (雪): Berarti "Salju," mewakili aspek Es. Ini melambangkan kemurnian, ketenangan, namun memiliki sifat membekukan yang mematikan.

Yan (嫣/焰): Sering dikaitkan dengan kecantikan yang memesona atau secara fonetis merujuk pada "Api/Kobaran." Ini melambangkan aspek Api yang membara, penuh gairah, dan destruktif.

Gabungan nama ini menggambarkan sosok "Teratai" yang mekar di tengah salju dengan api batin yang dahsyat — sebuah manifestasi sempurna dari Tubuh Teratai Api Es Surgawi.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!