" Aku mencintaimu, Adibah." Reza.
" Stop mengatakan cinta padaku, Reza. Kamu itu adalah suami adikku!" Adiba.
Aisyah tanpa sengaja mendengar pernyataan yang sangat begitu amat menyakitkan hatinya mendengar suaminya menyatakan cinta kepada kakaknya sendiri.
lalu bagaimana dengan perasaan Aisyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Hari ini Aisyah pergi ke toko buku, dia berjalan seorang diri dengan mengendarai sepeda motornya. Senyumnya terukir saat menemukan buku yang ingin dia beli, langsung saja Aisyah membayar nya. Setelah selesai beli buku Aisyah kembali menaiki sepeda motor hendak pulang, tetapi saat di perempatan lampu merah mata Aisyah tak sengaja melihat mobil suaminya di seberang depannya. Dan yang membuat Aisyah sangat terkejut ketika melihat ada seseorang wanita yang duduk di sebelah suaminya itu.
" Mas Reza sama siapa?"
Aisyah sangat penasaran dengan wanita yang bersama suaminya itu. Apa mungkin klien nya? Tapi hari sudah jam 3 menjelang sore, sepertinya waktu bersama klien tidak di jam seperti ini.
Lampu di depan sudah hijau sementara lampu di bagian Aisyah masih merah. Mobil suaminya berjalan lurus Aisyah terus memperhatikan sampai kepalanya harus memutar kebelakang hingga tidak sadar jika lampu sudah berubah menjadi hijau.
" Mau kemana mereka? Bukannya arah kantor sebelah kanan?"
Tin ... Suara bunyi klakson panjang membuatnya terkejut.
" Berisik," kesalnya lalu Aisyah memutar balik motornya.
" Dimana mobilnya?" Aisyah bukannya pulang tapi malah mau mengejar mobil suaminya.
Aisyah menambah kecepatan berkendaranya sambil melihat kiri kanan lurus dan jalanan. Dari kejauhan dia dapat melihat plat mobil suaminya yang sudah ia hafal bergegas Aisyah mengikutinya dari belakang sampai mobil suaminya itu berhenti di suatu toko perhiasan cukup besar. Aisyah menyergit.
" Mau ngapain Mas Reza berhenti di toko ini?"
Reza dan wanita itu sama-sama keluar dari mobil kemudian keduanya sama-sama masuk ke dalam toko. Aisyah mengambil masker kemudian ia pakai lalu dengan diam-diam Dia mengintip dan melihat dari luar pintu kaca suaminya sedang berdiri sambil memilih emas dan ditemani oleh wanita itu.
Aisyah pun mengambil handphonenya lalu dia mencoba untuk menelpon Reza.
" Halo Mas assalamualaikum. Kamu ada di mana?" Aisyah langsung bertanya keberadaan suaminya itu.
" Waalaikumsalam aku masih di kantor lagi ada kerjaan memangnya ada apa?" Jawab Reza berbohong.
Hatinya kembali panas darahnya berdesir seluruh tubuhnya lemas tapi dia tidak bisa melabrak suaminya itu dia tidak ingin langsung marah-marah di depan banyak orang.
" Oh ..." Dengan nada lesu dan kecewa Aisyah mematikan sambungan teleponnya tanpa salam tanpa menunggu jawaban dari suaminya itu.
Aisyah kembali ke motornya kemudian ia menjalankan motornya untuk kembali pulang dengan tatapan kosong serta air mata berderai deras ia tetap mengendarai motornya dengan pelan menuju pulang ke rumahnya.
"Segitu nggak sukanya kamu sama aku Mas. "
Hati Aisyah benar-benar merasakan sakit bahkan teramat sakit ketika melihat suaminya itu bersama wanita lain ketimbang bersama dengan kakaknya. Aisyah lagi-lagi harus menelan pil pahit kekecewaan.
"Aku pikir hubungan kita sudah semakin dekat tapi kenapa kamu bersama wanita lain, "lirihnya.
" Akan ku tanyakan nanti setelah dia pulang!" Aisyah sudah di rumah. Dia tidak bersemangat lagi untuk membaca buku..
Aisyah merebahkan dirinya di kasur tubuhnya rasa tidak bertulang lemas tak berdaya. Pikirannya pun menjadi kacau tetapi sebisa mungkin Aisyah agar berpikir positif. Siapa menguncangkan matanya.
Sementara itu di toko mas. Reza sudah membeli sesuatu yang dia inginkan sambil menen tapi perbet kecil senyum menyerkah saat ketika keluar dari toko tersebut.
" Terima kasih ya Han karena sudah mau membantu memilihkan perhiasan untuk istriku," kata Reza setelah mereka berada di pintu toko tersebut.
" Jangan sungkan kamu sudah memilih teman yang tepat, suamiku tahu banyak tentang perhiasan terlebih lagi seleraku cukup tinggi," ujarnya dengan percaya diri.
" Kamu benar, selain kamu pandai memilih perhiasan yang bagus. Pemilik toko emas sebesar ini adalah suamimu, jadi aku mendapatkan diskon yang lumayan besar, dan model perhiasan yang sangat indah." Ternyata Reza cukup licik.
" Dasar teman laknat." Keduanya tertawa.
" Sekali lagi terima kasih ya, aku harap istriku senang. Untung aku ingat kalau kamu penyuka perhiasan, makanya aku minta bantuan kamu memilihkan." Terlihat puas di wajah Reza.
"Tadinya sih aku ingin meminta bantuan sama Roy, tapi kamu tahu lah seleranya begitu buruk. Untung saja tidak jadi," lanjutnya sambil terkekeh.
" Lagian kamu juga aneh, masa iya milih perhiasan minta bantuan sama cowok. Cowok mah tahu apa masalah selera perempuan," ejeknya. Reza manggut-manggut mengiyakan.
Hana adalah teman sekantor Reza. Dia sangat menyukai perhiasan, sebab itulah Reza meminta bantuannya untuk memilihkan agar terlihat indah saat diberikan ke Aisyah nantinya sebagai kado ulang tahun. Dan yang paling Reza incar adalah suaminya, si pemilik toko perhiasan itu, jadi dia bisa mendapatkan potongan diskon yang lumayan besar, istilahnya tuh harga teman. Siapa yang tidak menginginkannya.
Setelah membeli kado istimewa, Reza pulang tanpa harus mengantar Hana lebih dulu karena wanita itu langsung singgah di toko suaminya. Reza bener -bener memiliki nasib baik hari ini.
Sesampainya di rumah, Reza membuka pintu. Dia heran dengan rumah yang nampak sepi. Reza kembali ke garasi mobil, dia melihat ada motor Aisyah, itu artinya istrinya itu ada di rumah. Tapi dimana? Reza langsung masuk dan mencari di kamar.
" Aisyah!" Panggilannya sambil mengetuk pintu.
Tak ada jawaban, Reza pun membuka pintu kamar tersebut dan dia melihat ternyata istrinya sedang tidur. Reza bernafas lega kemudian dia berjalan mendekat.
" Aku pikir kamu kemana? Ternyata lagi tidur." Sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.
" Selamat ulang tahun." Reza berbisik lalu mengecup keningnya lembut.
Assalammu'alaykum