NovelToon NovelToon
Second Mate (Setelah Tujuh Tahun Berpisah)

Second Mate (Setelah Tujuh Tahun Berpisah)

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Cerai / Angst
Popularitas:456.8k
Nilai: 5
Nama Author: Isma Wati

Salsabillah Khairunnisa Kirani, 25 tahun. Terpaksa harus menikah dengan Adrian Mangku Kusumo, 25 tahun. Karena perjodohan orang tua mereka, padahal mereka sama-sama memiliki kekasih.

Sabillah tak tahu mengapa Adrian selalu menuduhnya menjadi penyebab kehancuran Ajeng, kekasih Adrian.

Hingga di tujuh bulan pernikahan mereka, Sabillah melihat Adrian bersama wanita yang tengah hamil tua, dan wanita itu, kekasih Adrian.

Apakah Adrian sudah mengkhianati pernikahan mereka? Meski mereka sepakat untuk berpisah setelah dua tahun pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkubur Tak Terkenang

"Sabill." Teriak Adrian sigap menangkap tubuh Sabill yang limbung.

Sesaat jenazah Arjuna diturunkan kedalam peristirahatan terakhirnya, Sabillah tak kuat melihat itu, mencoba tegar dan kuat dihadapan anak-anaknya, nyatanya Sabillah tak sekuat itu.

Suasana pemakaman yang khitmat, hening dan penuh haru berubah pilu melihat istri dari Arjuna itu jatuh. Beruntung Adrian yang berdiri dibelakang Sabillah, sejak datang diam-diam memperhatikan Sabillah dari belakang, hingga dia menjadi yang pertama menyelamatkan Sabillah. Jika tidak, wanita yang menjadi jandanya, dan kini kembali menjanda karena ditinggal suaminya untuk selamanya, bisa mengalami kecelakaan dan menyebabkan hal fatal untuk bayinya.

Cepat Adrian membopong tubuh Sabillah ke tempat yang nyaman, diikuti pak Sofyan yang mengendong Arial yang tertidur digendongnya karena kelelahan, dan Sintya yang menggandeng Eka cucu pertamanya.

"Sabill."

Pak Sofyan mendorong tubuh Adrian agar menjauh dari anaknya. Adrian berdiri, dia paham atas apa yang dilakukan pak Sofyan terhadapnya. Tidak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan, Adrian murni menolong Sabillah sebab ia bisa merasakan kesedihan yang Sabillah rasakan.

Sintya mengoleskan minyak kayu putih di hidung Sabillah, memijat kepala Sabill, seraya memijit tangan dan kaki Sabill yang terasa dingin.

"Umak kenapa, Oma?" tanya Eka tak tahu apa yang terjadi pada mamanya.

"Nggak papa sayang. Umak hanya kecapean," beralih mengusap wajah sang cucu. Mendekap erat cucunya yang kini menjadi anak yatim, sungguh dia tak tega melihat nasib malang Sabillah dan anak-anaknya.

"Umak tidak menyusul bapak, kan Oma?" Pertanyaan polos Eka membuat Sintya dan Sofyan tak bisa membendung air mata mereka.

"Tidak sayang, Umak cuma kelelahan." Sintya mengusap-usap kening cucunya, meski sebenarnya ia lemah melihat wajah cucunya seperti ini.

Adrian yang masih berdiri tak jauh dari mereka, dan mendengar pertanyaan bocah kecil itu mendongak, menahan bulir yang akan keluar. Hatinya bak teriris belati, anak sekecil itu harus kehilangan seorang ayah diusianya yang masih terbilang sangat kecil.

Sepasang mata yang menyaksikan jatuhnya Sabillah tadi merasakan kesalahan yang begitu mendalam, akibat dari pilihanyalah, istri dari sahabatnya harus kehilangan sosok suami dan ayah untuk anak-anaknya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, bak makan buah simalakama, tak ada pilihan terbaik untuknya saat ini.

Dia juga harus melindungi keluarganya yang masih sangat membutuhkanya. Sabilll merupakan anak orang kaya, sedangkan istrinya, hanya anak seorang petani yang berpenghasilan pas-pasan, jika dia harus kehilangan profesinya, akan ia beri makan apa anak istrinya?

Terdengar egois memang, tapi hidup, siapa yang kuat dia yang bertahan. Siapa pembangkang, siap menanggung resiko yang akan diterima.

"Hilangkan semua jejak, jangan sampai ada yang tersisa sedikitpun," bisik seseorang ditelinga Tio saat Tio berjalan menuju parkiran meninggalkan makam sahabatnya.

Ya, mereka adalah orang-orang gila jabatan, sampai harus menghalalkan segala cara demi mendapatkan keinginan mereka.

"Jika semua sampai terbongkar, kamu tersangka utama, dan siap-siap saja keluarga mu yang akan menanggungnya," ucapnya penuh ancaman. Nasib bawahan dan tak punya kuasa, harus tunduk atas semua perintah.

Tio hanya dapat mengangguk patuh, semua ia lakukan demi melindungi keluarganya. Seharusnya sahabatnya itu dimakamkan dengan upacara penghormatan, sebab gugur dalam membela hak dan keadilan, tapi semua harus terkubur, seperti Arjuna yang terkubur tak berbekas, tak ada jasa yang akan dikenang.

* * *

"Sabill, kamu sudah bangun, Nak?" tanya Sintya dengan raut khawatir yang begitu kentara. Sintya membantu mengangkat kepala Sabillah yang berada dipahanya.

Sabillah menatapa sekeliling, mereka sedang dalam perjalanan pulang, matanya kembali mengembun, mengingat jika suaminya kini telah tiada, dan mereka baru saja pulang dari pemakaman suaminya.

"Kita meninggalkan mas Arjuna sendiri, Ma?" lirihnya dengan suara bergetar.

"Ikhlaskan sayang. Sekarang dia sudah berada ditempat yang nyaman, dan berkumpul dengan orang tuanya."

Mata Sabillah tak bisa menghentikan bulir yang mengalir deras, dia meraba perutnya yang masih besar. Malang sekali nasibnya kembali akan melahirkan seorang diri, tanpa sosok pendamping disisinya, dan tak akan pernah bersama lagi.

Didepan mereka, Eka duduk dipangkuan pak Sofyan, menghadap belakang, melihat kerapuhan ibunya, Eka memalingkan wajah. Sisulung yang sejak awal tahu jika laki-laki yang paling dekat dan ia sayangi pergi meninggalkan mereka untuk selamanya memilih diam. Tak ada yang tahu, jika hatinya begitu hancur, diotaknya mengulang dan mengingat sehari sebelum kepergian ayahnya.

Ia yang menemani Arjuna saat itu, melihat Arjuna berdebat dan dimarahi dua orang yang ia lihat dipemakaman tadi, percakapan Arjuna dengan laki-laki bernama Tio, semua terekam jelas dikepalanya. Ia akan mengingat itu, hingga waktunya tiba ia akan mencari tahu semuanya. Bicara sekarangpun, rasanya percuma, tak akan ada yang percaya dan memahami apa yang dikatakannya.

Sampai dirumah, Sabillah melihat puluhan karangan bunga memenuhi halaman rumahnya, dari wali kota, kepala kepolisian setempat, para pejabat, dan nama yang dilewati Sabillah, atas nama Adrian Mangku Kusumo.

Hari pertama kepergian Arjuna, rumah Sabillah masih ramai oleh kerabat, tetangga, serta saudara Arjuna dari jauh. Berita kepergian Arjuna yang meninggal secara mendadak karena kecelakaan, membuat bukan hanya Sabillah yang terpukul, tapi juga para tetangga, kerabat, juga teman-teman Arjuna.

Sabillah masih bisa tersenyum, melihat Arial tertawa girang di goda dan bermain dengan anak dari kakak Arjuna, sejenak Sabill dan anaknya lupa pada Arjuna. Tapi tidak dengan si sulung. Ia pura-pura tidur, dan menyendiri dikamar, memeluk figura ayahnya dengan air mata yang mengalir yang ia tahan sejak tadi.

"Eka kangen Bapak," lirihnya memeluk erat figura berukuran 10' berbingkai keemasan itu.

Malam beranjak, kerabat Arjuna, dan orang tua Sabillah sudah tenggelam dialam mimpi mereka. Sebagian lampu rumah sudah padam, tapi ada seorang wanita yang masih terjaga berselimut jaket yang sering Arjuna pakai saat akan pergi bertugas.

Sabillah memilih tidur di kamar anak-anaknya, karena ia tak sanggup tidur dikamarnya yang penuh kenangan manis bersama Arjuna.

"Apa aku wanita kuat yang dipilih harus mengalami semua ini, Mas? Kenapa semalam kamu bilang sayang kalau akan meninggalkalkan aku sendiri?" Sabillah menghapus air mata yang tak ada keringnya meski sudah ia tumpahkan sejak pagi.

Masih begitu terasa, saat Arjuna menggenggam tanganya, dan laki-laki itu mengungkapkan perasaanya, mengatakan jika dia menyayangi Sabillah dan jatuh cinta pada Sabillah sejak pandangan pertama.

Sabillah berada di tengah antara Arial dan Eka. "Aku akan mengurus malaikat kita, Mas. Akan meneruskan perjuangan kamu, menjadi ibu dan ayah untuk mereka."

Tiga hari setelah kepergian Arjuna, seorang laki-laki berpakaian serba hitam, topi dan kaca mata hitam, duduk diwarung kopi depan rumah Sabillah, pria itu Adrian.

Adrian setiap hari memantau dari jauh rumah Sabillah. Sangat terlihat jika penghuni rumah itu masih berduka, karena tak terlihat sosok wanita cantik itu keluar rumah, Adrian tak berani menampakkan wajah didepan Sofyan. Sofyan pasti akan menuduhnya yang bukan-bukan, meski sebenarnya ia ingin sekali mendekap, memeluk, dan menghibur Sabillah.

Perpisahan mereka dulu memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi perpisahan dengan Arjuna yang terbilang sangat mendadak.

Adrian mengernyitkan dahi, saat ia melihat Jimmy masuk ke rumah Sabillah. Sudah tiga hari ini Jimmy begitu rajin datang kerumah Sabillah, dengan dalih sebagai teman dekat Arjuna.

"Kurang asem Jimmy." Adrian mengumpat. Hapal betul niat laki-laki mata keranjang itu, dia pasti coba mendekati Sabillah karena ada niat terselubung.

Sejak tadi Adrian mengabaikan puluhan panggilan masuk dari Ajeng, hingga Arthur menghampirinya dan berkata.

"Tuan, Alief dirawat dirumah sakit, kata Ajeng dia terus mengigau menyebut nama, Tuan."

Mendengar laporan anak Ajeng sakit, Adrian langsung menghubungi Ajeng.

"Ajeng, sakit apa Alief?" tanya Adrian tanpa basa-basi.

"Nggak tahu Adrian, kata dokter dia teridentifikasi paru-paru basah," sahut Ajeng, suaranya tergetar karena menangis. "Hasil labnya keluar besok, tapi Alief terus sebut nama kamu, Adrian. Mungkin dia kangen sama kamu."

"Yasudah, aku kesana sekarang."

1
Endah Lestary
Luar biasa
Khairul Azam
baru ingat aku, aku udah pernah baca novel ini, klo gak salah nanti arjun meninggal dan salbila kembali sama adrian
Jessica
Luar biasa
Maizaton Othman
pasion
Maizaton Othman
bed rest,thor
Maizaton Othman
by the way
Maizaton Othman
naluri
Maizaton Othman
bukan kah adiknya nama Azalea
Maizaton Othman
ada sedikit kelainan dlm novel ini,jalan cerita & karektor berbeza dari biasanya,saya suka
Maizaton Othman
dgn Adrian- typo
Mhyta
aku sih smga sm si reyhan jodohnya kembali
Mhyta
astaga lucunya🤣🤣
Mhyta
maaf br sempat koment.. izin mampir lg yah thor
Taty Hartaty
Lumayan
Taty Hartaty
Luar biasa
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
gilak ini sih permintaan nya edo... jgn mau terima vania
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
surprise yg mengharu biru
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
kehilangan kan lo sabil
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
reyhan laki2 yg bijak ternyata
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
🤭🤭🤭kocak habes Adrian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!