NovelToon NovelToon
SECRET BABY

SECRET BABY

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:620.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sensen_se.

Follow IG @Sensen_se

Tak kunjung hamil, Sofia harus menerima hinaan, cacian, gunjingan dari suami beserta keluarganya. Sofia tidak tahan, ia kabur setelah tepat dua tahun pernikahannya.

Reza Reynaldi—suami Sofia menganggap, wanita itu tidak akan pernah bisa bertahan dengan kerasnya hidup di luar sana. Karena selama ini, Sofia hanya menjadi ibu rumah tangga saja.

Siapa sangka, mereka dipertemukan lagi 8 tahun kemudian, dalam kondisi yang berbeda. Sofia menjadi wanita karir yang hebat didampingi seorang anak kecil berusia 7 tahun yang memiliki talenta luar biasa.

Penyesalan besar pun seketika merajai hati Reza, ketika tahu bahwa itu darah dagingnya. Ia bertekad untuk mengejar cinta Sofia lagi.

Akankah mereka bisa bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Darah yang Sama

Reza tetap tersenyum walaupun diabaikan, ia mendekati ranjang Nino dan berdiri tepat di belakang Sofia. Bahkan kedua tangannya menopang sandaran kursi dan tepian ranjang pasien. Matanya menatap lekat buah hatinya yang terbaring lemah.

Jarak dadanya begitu dekat dengan Sofia, hingga membuat wanita itu tidak nyaman. “Mas, jangan deket-deket. Pindah sana ‘kan bisa?” gerutu Sofia menunjuk seberang dengan dagunya. Sama sekali tidak ingin menatap lelaki itu.

“Baik, istriku,” ucap Reza membungkuk tepat di telinga Sofia.

Sofia menahan napasnya, memutar bola mata malas namun kedua pipinya memanas. Dulu, ini adalah hal yang paling ia idamkan karena selama seatap, Reza sama sekali tak pernah mengatakannya. Sofia teramat kesal dengan pria itu. Jika bukan karena benar-benar mendesak, Sofia tidak sudi menghubungi pria itu lagi.

“Calon mantan istri!” cetus Sofia memicingkan mata.

“Tidak akan! Kamu tetap istriku!” tegas Reza tak mau kalah. Ia beralih ke sisi ranjang lainnya, membelai puncak kepala Nino lalu mencium keningnya lama. Dadanya bergemuruh, karena baru dipertemukan dengan darah dagingnya setelah bertahun-tahun lamanya.

Hendak menyahut, tetapi pintu ruangan terbuka. Sofia beranjak, mempersilakan petugas medis untuk melakukan tugasnya. “Dia pendonornya, Dok.”

Dokter mengangguk, beberapa perawat menyiapkan brankar di sebelah Nino. Setelahnya, Reza harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Semua normal dan memang cocok. Transfusi darah segera dilakukan dengan segera, sebelum kondisi Nino semakin memburuk.

Sofia berdiri di balik tirai dengan gusar. Ia tidak bisa duduk dengan tenang, berjalan mondar-mandir sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.

“Sofia!” panggil seseorang yang baru saja masuk ke ruangan.

Sofia menoleh ke sumber suara. Keningnya mengernyit saat menemukan Tama yang terlihat tergopoh-gopoh. “Mas Tama? Kok tahu aku di sini?” tanya Sofia bingung.

Senyum mengembang di bibir Tama, melenggang masuk dan langsung duduk di sofa walau tidak dipersilakan. Ia menata beberapa paper bag di atas meja mengeluarkan isinya, yang ternyata berbagai makanan dan minuman dari restoran.

“Tadi aku mau nganter mobil kamu, kata satpam kamu ke rumah sakit. Di sini yang paling dekat. Jadi aku langsung ke sini,” ujar Tama menaik turunkan alisnya. “Oh ya, ini aku bawain makanan. Aku yakin kamu pasti belum sempat makan siang,” tambahnya menyodorkan satu box makanan pada Sofia beserta satu jus mangga favorit wanita itu.

“Mmm ... makasih, Mas,” ucap Sofia memilih duduk dan menyesap minuman dingin itu.

Tama tersenyum puas kala pemberiannya dihargai. Meraih kopi kaleng yang ia beli untuknya sendiri, “Oh ya, Nino kenapa? Sakit apa?” tanya lelaki itu  ketika sadar tujuan kedatangannya.

“DBD, Mas. Lagi transfusi darah,” sahut Sofia menatap nanar tirai yang menutup ranjang pasien.

“Kok sampai transfusi, parah ya?” Tama membuka minuman kaleng itu dan mulai meneguknya.

“Trombositnya jauh di bawah normal. Sempat mimisan juga tadi. Untung ayahnya segera datang.”

“Puffttt!” sembur Tama membelalak lebar. Untung saja tidak mengarah pada Sofia. “Ayah?”

Sofia terkejut, mengambilkan beberapa lembar tisu lalu menyerahkannya pada Tama, “Kenapa, Mas?” tanya Sofia.

“Sejak kapan dia di sini?”

“Baru sampai, mungkin lima belas menit yang lalu,” sahut Sofia mengingat-ingat.

Tama berdehem untuk meredam gemuruh di dadanya. Seperti ada jarum yang menusuk di dalam sana, membayangkan Sofia bersama lelaki itu. ‘Sial!’ decaknya dalam hati.

Secara kebetulan, ia harus segera pergi. Karena akan ada meeting sebentar lagi. Karena itulah, ada rasa tak rela bergelayut di hati, ketika membayangkan Sofia tinggal bersama sang suami. Ia takut, Sofia akan kembali luluh ke pelukan pria itu.

“Dimakan ya, aku harus meeting sebentar lagi. Nanti aku ke sini lagi,” ucap Tama beranjak berdiri, merapikan jasnya dan melenggang dengan perasaan kesal.

Sofia hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Ia juga tak berniat mengantar kepulangan Tama. Fokus menunggu kabar kondisi putranya.

...\=\=\=\=\=oooo\=\=\=\=...

Sofia kembali setelah dokter mempersilakan. Ia duduk di antara ranjang Nino dan Reza. Berkali-kali menghela napas berat, melihat cairan merah yang terhubung dengan lengan Nino.

Satu lengan Reza menutup matanya, selain lelah, Reza juga merasa sedikit pusing. Hingga memutuskan untuk memejamkan matanya.

“Air,” lirih Nino yang segera membangkitkan Sofia.

Segera Sofia meraih air putih di meja. Mengambil sedotan dan mendekatkan pada Nino. “Ini, Sayang. Minum yang banyak ya,” ucap Sofia lembut.

Setelah habis satu gelas, Nino berhasil membuka matanya. Mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya. Barulah mengedarkan pandangan dan menemukan mamanya yang tersenyum menatapnya.

“Ma, Nino di mana?” tanya anak itu berusaha bangun, tapi tubuhnya masih lemah. Sofia menekan bahu Nino agar tidak bergerak.

“Sayang, kamu harus banyak istirahat dulu ya. Kamu di rumah sakit sekarang,” jawab Sofia merunduk, mendekatkan wajahnya pada Nino.

“Tapi, Ma. Hari ini Nino ada latihan bela diri. Nanti ketinggalan,” sanggah anak itu.

“Nggak boleh, kamu harus sembuh dulu. Jangan mikirin apa pun lagi, Nino! Kamu nggak tahu gimana panik dan khawatirnya mama tadi.” Suara Sofia sedikit meninggi hingga mengejutkan Reza. Ia terbangun menoleh pada istri dan anaknya.

“Maaf, Ma. Nino cuma pengen bisa lindungin Mama,” gumam Nino menundukkan pandangan.

Sofia menghela napas panjang, memeluk putranya erat. “Sayang, kamu tahu nggak sih, kalau kamu itu sangat berharga untuk Mama. Jadi tolong, jangan cuma mikirin Mama. Tapi kesehatan kamu juga sangat penting, Sayang. Tolong ya, Nak. Mama itu cuma punya kamu. Jangan bikin mama khawatir,” cerocos Sofia berkaca-kaca.

“Nino!” panggil Reza.

Sofia memejamkan matanya, ia lupa jika Reza juga satu ruangan dengannya. Nino menoleh ke sumber suara.

“Om Reza? Kok di sini?” tanya Nino menatapnya.

“Papa, Sayang. Panggil Papa ya.” Reza tersenyum menunjukkan selang infusnya yang berwarna merah, “Dalam darah kamu, mengalir darah papa, Nak. Cepet sehat ya, Boy. Biar kita bisa kolaborasi lagi nanti,” lanjutnya mengurai senyum.

Nino tersenyum lebar hingga deretan gigi putihnya terlihat. Tanpa sadar, kepalanya mengangguk bersemangat. Namun, senyum itu memudar ketika ia kembali menatap sang mama.

 

Bersambung~

1
Yus Nita
bak kata pepatah y..
buah jatuh gakjauh dati pohon ny
Yus Nita
bantu jawab y nino
itu orng stress yggaknerima kenyataan 😃😃😃
Yus Nita
preetttt...
Yus Nita
mampis lo kan Reza. .
Yus Nita
anak dan ibu sama saja kelakuan n
mirissssss
Yus Nita
ini model suami yg di rindu kan Neraka.
jijik melihat istri yg menutuo aurat ny.
maalah bangga dengan yg memperronton kan tubuh ny pada orang lain.
Katherina Ajawaila
Reza, ngk salah tuh nyebut lg sofia ku, jijik x, ngimpi ya
Katherina Ajawaila
sombong nua jd suami, ngk mikir makmur nya suami itu juga pasti karnaseport istri, kalau suami mau jujur y
Yuliana Purnomo
ceritanya mau menjebak Sofia,, hahahah kalah telak yani,, yg ke jebak anknya sendiri
Yuliana Purnomo
kalau reza cerdik,, selama seminggu bersama Nino,, ambil kek rambut nya untuk tes DNA,, kalau dia penasaran Nino anak siapa?
Yuliana Purnomo
ampun ampun deketin ank kecil,, haknada kalem. kalemnya yaa disangka penculik lah
Yuliana Purnomo
kalah sm anaknya (Reza) ,, pengertian nya tingkat dewa walaupun masih kecil
Yuliana Purnomo
karakter reza emang sepayah itu yaa,, walaupun udah pisah lama,, tapi kog masihh aja egois nya ituuu looh
Yuliana Purnomo
haleeeehh sekarng aja nyebut Sofia ku,,, kemarin kmren ngapain aja bung
Yuliana Purnomo
halaahhhhh reza reza,, kasep kamu baru menyadari betapa pentingnya kehadiran istri mu
Yuliana Purnomo
tunggu aja,, gak lama lagi kamu bakalan menyesal
Adelia Rahma
Luar biasa
Mazree Gati
UNTUNG BACA ENDINYA DULU,, RUJUK,, MENGECEWAKAN
@ni
t o p b g t ❤️❤️❤️❤️❤️
Omha Achun
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!