Ig: @nabilakim28
"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-
Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.
Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?
"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-
Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!
Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?
Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedelapanbelas
Apakah terlalu sulit untukku mendapatkan orang yang tulus sayang kepadaku
-Gina Oktawinda-
S E L A M A T M E M B A C A
Namaku Gina Oktawinda Park. Ayahku adalah seorang Indo\-Korea, dan juga pengusaha yang lumayan terkenal dibidang ekspor\-impor. Ibuku adalah artis yang sangat terkenal, beliau sangat cantik seperti dewi. Ayah dan ibuku dulu adalah pasangan yang sangat diidolakan oleh masyarakat, banyak yang berkata bahwa nanti aku akan sepintar ayahku dan secantik ibuku. Dan aku hidup bahagia bak putri dinegeri dongeng. Ya seharusnya begitu, seharusnya begitulah hidupku, seharusnya!
Namun kenyataannya adalah, aku hidup seperti anak yang tidak diinginkan. Ayah dan ibu mereka menikah karena paksaan orang tua mereka, tidak ada cinta, tidak ada kasih sayang... begitu pula dengan diriku.
Aku tumbuh dengan kedua orang tua yang lengkap, tumbuh seperti anak kecil lainnya... namun semua itu hanya pencitraan yang dibuat oleh kedua orang tua ku ke depan publik. Topeng! Ya, kami semua memakai topeng. Ayah sibuk bekerja dan begitupun dengan ibuku, saat mereka pulang mereka akan bertengkar untuk hal\-hal yang sepele. Dan aku selalu disalahkan! Saat itu umurku baru 7 tahun, hari pertamaku menginjakkan kaki disekolah dasar, dan hari itu pula hari terakhir keluargaku memakai topeng, topeng yang dikenal oleh orang lain sebagai 'keluarga harmonis'.
Ibuku kabur dengan pacar simpanannya, mereka meninggalkanku dengan ayah yang sangat hancur saat itu. Semua orang menertawakan keluarga kami, padahal mereka dulu selalu menyanjung keluarga kami. Tak lama berselang ayahku membawa wanita dan seorang anak kecil sepantaran denganku dan berkata bahwa mereka akan menjadi keluarga baruku. Keluarga baru apanya? Aku bagaikan orang lain dikeluarga bahagia itu, saat aku dan anak tiri ayahku bertengkar aku yang selalu disalahkan. Haha lucu sekali, aku yang adalah anak sah dan anak kandungnya sendiri, namun aku lah yang selalu disalahkan... aku yang selalu salah... dan akhirnya aku dititipkan dirumah paman dan bibiku yang merupakan saudara dari ibu kandungku.
Setidaknya disanalah aku mengenal yang namanya keluarga. Aku hidup dengan baik disana, paman adalah orang yang sangat humoris dan bibi yang anggun dan ramah, dan juga sepupu laki\-lakiku yang bersikap seperti kakak kandungku, dia bernama Andrew. Aku yang tidak bisa bersosialisasi ini selalu saja dibully, namun Andrew selalu ada untuk melindungiku sebagai kakak yang baik. Untuk sesaat aku lupa akan kehidupanku yang dulu.
Namun kenapa? Kenapa saat aku bahagi namun lagi dan lagi kebahagianku direbut begitu saja. Aku ingat saat aku menginjak kelas 3 SMP, ayah kandungku mengambilku kembali membawaku pulang ketempat yang seharusnya ku panggil rumah itu. Awalnya aku bahagia, aku pikir ayahku merindukan ku... tapi lagi\-lagi aku salah... ya salah! Aku dibawa pulang hanya untuk dijodohkan. Padahal usia ku masih 15 tahun, kegilaan apa lagi ini? Aku tidak tahu! Awalnya aku hanya mengiyakannya karena aku pikir aku akan jadi anak durhaka yang membatah orang tua. Tapi ternyata, perjodohanku hanya tameng supaya Vanessa yang merupakan anak tiri dari ayahku selamat. Aku baru tau yang seharusnya dijodohkan bukan aku tapi Vanessa, ibu Vanessa yang merupakan ibu tiriku terlilit hutang, dan perjanjiannya adalah dengan menjodohkan anaknya Vanessa dengan sipemberi hutang itu. Bukan karena ayah tidak punya uang untuk menebusnya, tapi ayah tidak bisa melakukan itu karena itu adalah rekan bisnis ayah. Dan ibu Vanessa menangis memohon minta anaknya diselamatkan. Dan akhirnya aku yang dikorbankan. Aku! Lagi\-lagi aku!
Cukup!
Aku tidak tahan lagi!
Ini sudah cukup!
Malam itu aku kabur, aku kabur dari rumah yang seharusnya menjadi tempat aku bernaung. Aku kabur ke Jakarta, kota yang sangat padat... aku menggunakan seluruh tabunganku untuk masuk kesekolah yang merupakan idamanku dari dulu, dan dengan perjuanganku akhirnya aku berhasil masuk kesitu... walau aku harus berkorban dengan tinggal dikontrakan yang ada digang sempit, tapi it's ok...
Dan sialnya aku, aku lupa bahwa kak Andrew juga bersekolah disitu! Aku terlalu banyak pikiran sampai melupakan hal penting itu. Apanya kabur? Kalau akhirnya aku ketemu dengan kak Andrew juga... pasti nanti aku diseret pulang. Tidak! Aku tidak punya pilihan lain, aku tidak bisa pindah karena aku tidak punya uang. Aku harus bertahan! Dan aku mencoba menghindari kak Andrew sebisaku.
Namun semuanya sia\-sia... hari ini semuanya terbongkar! Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa? Aku tidak tahu... ini melelahkan!
😭😭😭
Gina berlari meninggalkan Andrew yang masih Speechless didalam kelas. Gina hanya ingin hidup bahagia seperti anak yang lainnya, apa dia salah? Apa dia terlalu serakah mengharapkan hal itu?
Gina berhenti dengan duduk diatas tangga, sungguh kakinya tidak punya kekuatan lagi untuk berlari, salahkan dirinya yang selalu bolos kelas olahraga. Sekarang dia hanya berharap Andrew tidak mengejarnya atau dia akan memilih loncat dari tangga saja. Gina mulai menangis, bahunya sampai bergetar hebat... untung tidak ada orang yang melihatnya karena mereka sudah pada pulang kerumah semua.
"Gina?" Panggil sebuah suara.
"K\-kak Chandra? Jangan lihat! Aku jelek banget!" Gina langsung menutup mukannya menggunakan telapak tangannya. Dia terlalu malu untuk bertemu dengan Chandra dalam keadaan kacau seperti ini.
"Bukannya tiap hari kamu jelek ya?" Chandra terkekeh setelah melontarkan candaan itu. Chandra bohong kok, Gina itu cantik, cantik banget malahan... bisa dibilang Gina itu cantiknya sebelas dua belas dengan Hera.
"K\-kak ja\-hat hiks...." Gina masih menutup mukanya, Chandra menghela napas lalu tersenyum melihat tingkah Gina. Mana ada coba orang yang masih mikirin penampilan saat nangis?
"Iya kakak jahat, jadi kamu nangis aja..." Chandra membawa kepala Gina untuk bersandar dibahu lebarnya, Gina awalnya kaget... tapi entah kenapa rasanya nyaman, Gina ingin menumpahkan semua perasaannya pada tangisannya saat itu. Apakah terlalu serakah bagi Gina jika dia berharap bahwa dia saat ini saja bisa menumpahkan perasaannya saat ini saja.
Chandra mengeluarkan handphonenya lalu mengetikkan sebuah pesan.
Sean Kulkas
Lo pulang duluan aja... gue ada urusan penting...
😌😌😌
Hera baru saja ingin fokus maraton nonton drakor yang baru didownloadnya. Tapi sepertinya dia tidak bisa fokus karena ada suara\-suara aneh dari ruang tengah, tanpa melihat keluarpun Hera sudah tahu siapa yang membuat suara berisik itu. Hera keluar kamarnya dan disambut oleh penampakan makhluk\-makhluk pengacau rumahnya.
Ya, itu adalah 5prince\+kak Riana. Mereka sedang sibuk nonton drakor koleksinya Hera, Hera awalnya bingung darimana mereka mendapat drakor miliknya, tapi sepertinya pertanyaan itu terjawab dengan kehadiran kak Riana diantara mereka... pasti kak Riana yang nyuri drakor milik Hera.
Hera menggelengkan kepalanya ketika melihat kak Riana, Henry dan Brian sedang peluk\-pelukan karena baper nonton drakornya. Andrew terlihat tidak terlalu memperhatikan drama yang diputar, dia hanya fokus memainkan handphonenya... entahlah dia terlihat lebih pendiam hari ini. Sementara Sean sedang nyemilin keripik kentang dengan pandangan mata yang fokus kearah TV.
Hera langsung duduk disamping Sean, gadis itu menyenderkan kepalanya dibahu lebar Sean, dia juga langsung nyuri keripik yang sedang dipegang Sean.
"Woi yang dibelakang jangan zina! Dosa kalian buat jomblo iri!" Teriak kak Riana tapi masih fokus dengan drakornya.
"Sirik aja kak!" Balas Hera masih sibuk nyemil keripik milik Sean. Hera melihat ada yang kurang, lalu dia mulai menghitung untuk mencari tau siapa yang hilang.
"1..2..3..4.. li\-\- eh? Chandra mana?" Tanya Hera.
"Katanya dia ada urusan" jawab Sean datar seperti biasa, sambil narik\-narik rambut Hera... gabut emang, cowok itu nggak bisa fokus lagi untuk melihat drama... baginya Hera lebih menarik.
"Urusan apaan? Palingan dia sibuk pdkt sama Gina... UWHAAA! COWOK ITU JAHAT BANGET! MASA NINGGALIN CEWEK YANG BENERAN SUKA SAMA DIA!"Teriak Henry yang baper nonton drakor.
"RIBUT WOI!" Brian ikutan teriak.
"GUE NGGAK BISA FOKUS NYET!" dan berakhirlah mereka dijewer oleh kak Riana.
Tok tok...
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka, tak lama seseorang cowok yang sangat familiar muncul dibalik pintu itu dengan tangan yang membawa beberapa kotak pizza dan tentu saja minuman bersoda. Dan hal itu tentu saja disambut baik oleh manusia\-manusia yang sedang kelaparan itu.
"Pizza!!!!" Teriak Chandra dari arah pintu.
"Kyaaaa! Chandra oppa baik banget!" Brian langsung meluk Chandra dan mengambil pizza yang awalnya berada ditangan Chandra.
"Jijik Brian!"
"Kesambet apa ni anak?" Tanya Chandra sambil melepas jaketnya dan meletakkannya diatas sofa.
"Hehe... sini oppa kita nonton drakor" kali ini Henry yang kesambet. Sumpah Chandra ingin tenggelam saja disungai Han kalau punya teman nggak waras kayak gini.
"Eh monyet! Oppa itu untuk cewek! Lo pada cowok, panggilnya Hyung!" Andrew yang udah nggak tahan akan kegoblokan temannya akhirnya angkat bicara.
"Lo tadi ada urusan apa?" Tanya Sean yang masih fokus mainin rambut Hera, dan Hera yang masih fokus dengan pizzanya.
"Emm... tadi gue antar Gina, kasian dia pulang sendiri..."
Krik
Krik
Krik
"APAAAA!?"
Sumpah hening seketika. Seakan\-akan waktu berhenti berputar. Otak mereka seperti masih sulit mencerna perkataan Chandra, seorang Chandra sang ketos tertampan nganterin cewek? Dan cewek beruntung itu adalah Gina si cupu? Ini bukannya persis cerita dinovel remaja? Masa iya terjadi juga dikehidupan seorang Chandra.
Chandra bukannya tidak pernah berhubungan dengan cewek. Bahkan satu sekolah tau gimana bucinnya Chandra saat dia pacaran dulu. Tapi semuanya seakan berubah seratus delapan puluh derajat setelah Chandra dikhianati oleh orang yang disayangnya itu. Sejak saat itu Chandra mulai menjadi sosok yang malas berurusan dengan perempuan. Banyak yang suka dengan Chandra selaku Chandra adalah ketua OSIS dan juga pewaris dari perusahaan pengawalan terbesar di Indonesia, dan jangan lupa bahwa ibunya adalah seorang jaksa ternama. Tapi Chandra seperti menutup dirinya kepada semua cewek yang berusaha mendekatinya. Dan sekarang... Chandra bilang dia baru saja mengantar Gina!? Apa ini artinya dia mulai membuka dirinya kepada sosok cewek cupu itu?
"Chandra? Lo suka sama Gina?" Tanya Brian dengan nada serius. Brian adalah teman sekelas Chandra dari kelas satu, dan dia adalah saksi bagaimana sakit hatinya Chandra saat dikhianati waktu itu.
"Maksud lo apaan?" Chandra menanyakan kembali dengan memberikan senyum palsunya. Ini lah Chandra, si pemakai topeng... topeng yang mengatakan bahwa dia baik\-baik saja... namun itu semua hanya topeng.
"Gue cuma mau ingatin, kalau lo nggak suka lebih baik jangan kasih harapan palsu... jangan buat orang terlanjur sayang sama lo, tapi akhirnya lo malah sakitin dia..." tambah Andrew sebelum akhirnya dia kembali memusatkan perhatian kepada handphonenya.
Deg!
Chandra seperti ditampar setelah mendengar penuturan Andrew. Jujur dia bingung sama perasaannya saat ini, padahal dia udah janji untuk tidak menyukai siapapun, tapi kenapa dia tidak bisa membiarkan Gina yang menangis tadi? Chandra tidak bisa berbohong dengan mengatakan bahwa dia sudah melupakan mantan pacarnya, dia masih mencintai mantannya, bodoh emang... tapi perasaan tidak bisa dipaksakan! Namun dengan kehadiran Gina, dia menjadi ragu dengan perasaannya sendiri... dia terlalu bingung...
😄😄😄
Sementara itu Gina sedang berguling\-guling layaknya seekor panda diatas kasurnya. Gina sekarang berada dikos\-kosannya. Kosan Gina tidak besar, hanya sebesar kamar tidur biasa, tidak sebanding dengan kamar yang ditempatinya dulu emang... tapi entah kenapa Gina lebih nyaman dikamar sempit ini, walau dia harus panas\-panasan pastinya.
Gina awalnya berpikir bahwa ini akan menjadi hari yang menyedihkan baginya, tapi kenyataannya kehadiran Chandra tadi sudah membuat dirinya yang semula badmood menjadi goodmood hanya dengan beberapa perkataan dari Chandra. Mungkin perkataan orang lain tentang cinta adalah obat tidak terlalu berlebihan kan?
Gina tidak berhenti tersenyum mengingat wajah tampan Chandra saat mengantarnya pulang tadi. Untuk sesaat Gina bisa melupakan perasaan kesalnya. Ya hanya sesaat, karena Gina dikejutkan oleh telpon masuk.
"Hallo?"
"..."
"Salah sambung kah?"
"Gina"
Deg! Jantung Gina rasanya berhenti saat itu, dia tentu saja mengenali suara berat itu... suara yang seharusnya menjadi suara yang dirindukannya saat ini, namun sekarang suara ini adalah suara yang paling dihindari oleh Gina.
"A\-appa?"
tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.