NovelToon NovelToon
Nastiti

Nastiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Nikahmuda
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sunyi Nadira

Nastiti, gadis sederhana berusia 20 tahun, ia gadis yang lugu dan pemalu, tapi sedikit tomboi.
Percintaannya dengan seorang PNS gagal karena ternyata kekasihnya telah bertunangan dengan gadis lain.
Diusia 24 tahun Titi menikah dengan pria yang usia nya lebih muda dan pernikahan mereka diwarnai perselingkuhan.
Apakah Titi mampu mempertahankan rumah tangganya? atau Titi akan menyerah dengan ujian rumah tangga yang dialaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunyi Nadira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Kebersamaan Keluarga

Saat minyak telah panas, Pandu membantu memasukkan irisan pisang ke penggorengan.

Ibu mem bolak-balik irisan pisang agar tidak lengket satu sama lain.

Titi dan Tuti asik dengan pekerjaan mereka, mengupas dan mengiris pisang.

Ibu dan Pandu menggoreng irisan pisang untuk dijadikan kripik.

Ayah datang dengan tidak mengenakan pakaian, keringat mengalir ditubuhnya.

Sepertinya, ayah kegerahan setelah menebang pohon pisang dan mencari rumput.

Ayah duduk disisi bale yang agak jauh dari ibu yang sedang menggoreng kripik.

Pandu, memberikan segelas es cincau pada ayah.

" Yah, ini es cincau, minum dulu biar adem. Ayah sampai keringatan, cuaca memang cukup panas." ucap Pandu pada ayah.

" Iya, cuacanya panas. Terima kasih, Ndu!" kata ayah pada Pandu sambil mengambil es yang disodorkan Pandu, lalu meminum nya.

" Es cincau nya segar banget ya, yah? nanti kalau ada lagi daun cincau nya, ambil lagi ya yah? adem diperut, yah, minum es cincau." pinta Pandu.

" Iya, nanti kalau daun cincau nya sudah banyak, ayah ambil lagi!" kata ayah.

" Bu, ada teman Titi yang minta buah belimbing, katanya mau buat manisan!" kata Titi pada ibu.

" Ambil aja, belimbing juga lagi berbuah lebat, sayang kalau ga kemakan.

Alhamdulillah, kita sedang banyak rejeki.

Pisang, jambu, belimbing, pepaya, alpukat, semua sedang berbuah." kata ibu.

" Iya, bu. Alhamdulillah, kita sedang banyak rejeki. Kapan-kapan, Titi juga mau membuat manisan pepaya.

Nanti sore, Titi ambil belimbing nya, biar besok tinggal dibawa ke kantor." kata Titi lagi.

***

Akhirnya, acara membuat kripik pisang bisa cepat selesai.

Titi dan Tuti membersihkan kulit pisang dan membuangnya ke tempat pembakaran sampah.

Pandu membantu ibu, ia menaruh kripik yang sudah digoreng, satu tampah kripik asin yang sudah mulai dingin siap dimasukkan kedalam kaleng, sementara kripik manis masih diatas tampah, karena masih panas dan baru diangkat dari penggorengan.

Setelah menyelesaikan membuat kripik, mereka masuk ke rumah.

Karena gerah, mereka bersiap untuk mandi, karena hari menjelang juhur.

Tuti, Titi dan ibu gantian mandi dikamar mandi dekat dapur, sementara ayah dan Pandu mandi dikamar mandi dibelakang dapur.

Selesai membersihkan diri, mereka bersiap sholat juhur.

Setelah sholat, mereka makan siang bersama.

***

Sore ini, keluarga Titi bersantai diruang tivi, mereka menikmati teh hangat juga cemilan kripik yang tadi mereka buat, ada juga pisang goreng kesukaan ayah.

Mereka ngobrol sambil menikmati teh dan cemilan.

" Bu, besok Titi bawa kripik ke kantor ya, buat cemilan di kantor". kata Titi pada ibu.

" Bawa aja, itu banyak kripik yang kita buat. Kalau perlu, bawa bekal untuk makan siang di kantor, jangan suka makan mie." kata ibu pula.

" Mbak Dewi, sering membawa makanan ke kantor, ia rajin masak dan masakan nya enak, jadi kami sering makan bersama." kata Titi lagi.

" Kalau tiap hari, makan makanan orang kan ga enak, Ti, lebih baik bawa bekal sendiri."

" Iya, bu.."

" Mbak, kapan mau buat manisan pepaya? nanti Tuti bantu untuk mengiris pepayanya!" tanya Tuti pada Titi.

" Insya Allah, sabtu depan, kan kalender merah, jadi kita libur dan bisa membuat manisan." kata Titi.

" Mbak mau buat banyak?"

" Tidak, paling dua atau tiga buah pepaya aja, sekedar untuk cemilan. Kebetulan pepaya berbuah lebat dan besar- besar."

" Yang mau buat manisan belimbing, siapa mbak?"

" Mbak Feni, teman mbak di kantor!"

" Oh..mbak Feni yang Kristiani itu ya mbak?"

" Iya.."

Ibu, Titi dan Tuti asyik berbincang, sementara ayah dan Pandu hanya menyimak obrolan mereka sambil menikmati cemilan.

Momen kumpul seperti ini, dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga Titi.

Mereka jarang bisa berkumpul seperti ini. Pandu dan Tuti kadang ada kegiatan lain di hari libur, hanya Titi yang menikmati hari libur dirumah.

Ia memang jarang keluar rumah jika tidak ada keperluan.

Jadi, jika anggota keluarga ada dirumah, mereka gunakan untuk saling bertukar cerita.

" Mas Tio, tadi malam pulang jam berapa, Ti?" tanya Titi.

" Tio, siapa? kok baru dengar namanya?" tanya Pandu menyela.

" Mas Tio, pulang jam sepuluh, mbak.

Dia mau pamit sama mbak, tapi karena mbak ga keluar kamar, dia takut mengganggu!

Mas Tio, teman mbak Titi, bang!" jawab Tuti menjelaskan pada Titi dan Pandu.

" Dia teman kerja, Titi? tanya Pandu lagi.

" Bukan, bang! Ia teman yang dinas di Kompi!" Titi menjelaskan pada Pandu.

" Oh, baiklah." jawab Pandu.

Ia tak bertanya lagi pada adik-adik nya.

Ia tak pernah ikut campur pada urusan adik-adik nya, ia hanya mengawasi dan memberikan teguran bila adik-adiknya melakukan kesalahan.

Pandu, sama seperti ayah, jarang bicara, ia hanya bicara seperlunya.

Pandu sangat menyayangi adik-adiknya, tapi ia tak memperlihatkan kasih sayangnya secara langsung.

Sebagai anak tertua dan laki-laki satu-satu nya, ia harus bisa menjaga dan melindungi adik-adiknya.

Ia pun bersyukur, kedua adiknya bukan gadis yang suka keluyuran, mereka lebih senang berdiam diri dirumah.

Apalagi Titi, walau ia sudah bekerja, ia lebih betah menghabiskan waktu dikamar saat ia tidak bekerja.

Mungkin karena mereka dari keluarga yang sederhana dan kedua orang tua yang bisa mengarahkan mereka, mereka bisa tumbuh menjadi anak- anak yang patuh, saling menyayangi dan menghargai kedua orang tua mereka.

Walau Titi dan Pandu hanya tamat SLTA, tapi mereka bersyukur sudah memiliki pekerjaan masing-masing.

Pandu pernah berkata, bila suatu saat ia diangkat menjadi pegawai negri, ia akan melanjutkan untuk kuliah.

Sementara Titi, ia tak berniat untuk kuliah.

Ia pernah dua kali ikut tes CPNS, tapi ia gagal, dan ia bersyukur sudah memiliki pekerjaan, walau di perusahaan swasta, paling tidak ia bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan memberi jajan buat Tuti.

Ayah dan ibu pun bersyukur, melihat anak-anak yang tidak banyak menuntut, bisa mengerti dan memahami keadaan orang tua mereka.

***

Menjelang magrib, mereka menyelesaikan obrolan.

Ayah dan Pandu bersiap untuk ke mushala, tadi ada yang mengundang untuk datang ke mushala karena akan ada musyawarah pembentukan RT baru.

" Pandu, mau ikut ke mushala?" tanya ayah.

" Iya, yah..tadi kan, kita diundang untuk musyawarah pembentukan RT baru.

Pandu ga enak kalau ga datang." jawab Pandu.

" Ya, sudah..kita siap-siap sekarang, sebentar lagi azan magrib!" kata ayah lagi.

" Baik, yah, Pandu ambil sarung sama peci dulu dikamar!" balas Pandu.

Ayah pun pergi ke kamar untuk mengganti sarung dan mengambil peci.

Ibu menyusul ayah kekamar, untuk menyiapkan sarung dan peci ayah.

Begitu pula Pandu, ia masuk ke kamarnya untuk mengambil sarung dan peci.

Setelah mengenakan sarung dan peci, ayah dan Pandu pamit untuk pergi ke mushala.

" Bu, ayah sama Pandu ke mushala dulu!" pamit ayah pada ibu.

" Baik, yah!" jawab ibu.

Lalu, ayah dan Pandu mengucapkan salam, yang dijawab oleh ibu.

" Assalamualaikum warahmatullah.."

" Waalaikumsalam warahmatullah.."

Titi dan Tuti membereskan gelas dan piring bekas minuman dan makanan mereka, lalu mencucinya.

" Kalau sudah selesai mencuci piring, langsung berwudhu aja, sebentar lagi azan magrib!" kata ibu pada Titi dan Tuti.

" Baik, bu!" jawab mereka.

Setelah semua beres, mereka pun bersiap-siap untuk sholat magrib, karena azan magrib sudah berkumandang.

Ibu sudah selesai berwudhu, lalu disusul Titi dan Tuti.

Mereka shalat dikamar masing-masing, karena tidak ada ruangan khusus tempat shalat.

1
Mommy Ai💙
takutnya ari mengkonsumsi obat"an terlarang, makanya seperti itu, sabar ya ti.
takutnya titi mengandung pula nanti.
Mommy Ai💙
jadi penasaran apa yang terjadi sama ari, apa efek kebanyakan mabuk"an ya.
Mommy Ai💙
semoga aja ari bisa berubah dan kembali seperti dulu lagi, kasihan titi sama nanda.
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
saluuut sama Titi yang bisa kuat dan sabar dalam menghadapi dan menyikapi sikon yang dia alami
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
ana bukannya gak mau pulang ya an tapi demi menjaga sang Abang kamu rela ikut tinggal di situ
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
Alhamdulillah jika Ari susah baikan
semoga jadi pelajaran berharga ya bang
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
masih penasaran sebenarnya Ari bisa begitu karena apa
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Rejeki itu namanya Ti lulus sekolah langsung dapat pekerjaan.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Selama kita mau terus berdoa dan berusaha maka jalan untuk mencapai apapun keinginan kita akan dipermudah.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Iya An pulang dulu bobok dirumah,ibu pasti juga sangat merindukanmu.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Amin..itu doaku juga selalu setiap waktu..🤲
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Syukurlah Ari sudah bisa berkumpul lagi dengan keluarganya,melepas rindu pada anaknya,belajarlah dari kejadian ini Ari..perbaiki hidupmu.
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Benar itu nasihan mas Yamin..dengan kejadian ini seharusnya Ari sadar akan kesalahannya dimasa lalu dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi.
🦋⃟ℛ💞DINI💞🦋ᴬ∙ᴴ࿐ 🦂🦂
Biasanya anak " akan merasa malu jika ia berbeda dg teman"nya yg lain.
Jadi Nanda perlu beradaptasi dg teman"nya karena ia berjalan menggunakan kruk dan perlu dukungan dari guru yg ada disekolah agar ia tidak merasa malu
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
uwiiiiiissssss..... titi cepet hamil..... akibat mabuk si arthur.... hihihi
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
waaahhh titi rajin menyapu halaman....asal jngan menyapu buih di lautan ea tii
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sentil tiiii... biar jinak
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
nyanyi donk.... bahagia dalam bercinta
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
yang pasti jngan bertukar saliva dulu.... hihihihi🤭
𝓐𝔂⃝❥𝐀⃝🥀ɴᴏνιєѕ⍣⃝✰࿐
Syukurlah biaya rumah sakit masih bisa dibayar dengan uang Titi sendiri sehingga dia tidak harus meminjam uang kantor. Semoga kali ini Ari benar2 sembuh dan bisa belajar dari pengalamannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!