#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Paris memarkirkan motornya diperkarangan rumah. Terlihat Selli yang tengah duduk santai didepan rumah sambil makan asinan mangga.
"sudah pulang?" tanya Selli
"Selli? Kapan kamu balik?" tanya Paris lalu menghampiri Selli.
"tadi siang. Nih minum dulu.." jawab Selli.
Paris lalu meminum milkshake yang ditawarkan Selli lalu ikut menyomot asinan mangga yang ada di depannya.
"ini aja nih oleh-oleh nya?" tanya Paris.
"banyak di dalam. Ini sih tadi beli sama penjual keliling yang lewat depan rumah." jawab Selli.
"Oh... Enak juga asinan nya... Asem pedes seger." ucap Paris sambil terus makan.
"Oh iya... Pak Theo tadi udah masuk kerja apa belum?" tanya Selli.
"tidak tahu. Aku hanya melihat Thomas tadi." jawab Paris seadanya.
" Tadi aku baru dikabari kalau pak Theo sudah balik." ucap Selli.
"Oh..." padahal Paris sudah tahu kalau Theo sudah kembali.
"dan besok harus meeting dengan client diluar perusahaan. Hah... Menyebalkan harus berangkat pagi-pagi untuk mempersiapkan semuanya." keluh Selli.
"kamu dengan pak Theo?" tanya Paris.
"iya... Siapa lagi? Thomas? Dia masih tahap belajar belum bisa kalau yang ini." jawab Selli.
"yang penting kan kamu udah sempet liburan..." hibur Paris.
"bener juga ya... Kerja sama pak Theo kan gak bisa se santai sama Thomas." jawab Selli.
"kamu gak ikut jadi sekretaris nya Thomas saja?" tanya Paris.
"ih... Ogah... Bisa-bisa aku darah tinggi kalau sama dia terus." jawab Selli.
"nanti kalau sudah nikah juga sama-sama terus." ucap Paris.
"ih,, yang mau nikah sama dia juga siapa?" ucap Selli sewot.
Paris beranjak dari duduk nya dan masuk kedalam rumah.
"ya kamu lah." teriak Paris.
"ih Ogah.!" teriak Selli tidak kalah kerasnya.
Lalu Selli melihat atas meja berniat memakan asinan mangga. Tapi ai malah melongo karena sudah dihabiskan oleh Paris.
_. _ _
Paris terbangun di pagi yang masih gelap saat terdengar ayam berkokok begitu keras. Kemudian ia duduk di pinggir ranjang dan berniat pergi ke toilet untuk buang air kecil.
Paris mengurungkan niatnya, setelah teringat apa yang dibeli nya kemaren. Dia berfikir sejenak.
Apa sekalian aku test sekarang ya?
Awalnya Paris ragu. Tapi setelah meyakinkan dirinya sendiri, ia akhirnya mengambil testpack didalam tasnya dan segera ke toilet.
2 garis merah
Paris membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Ia lalu keluar dari toilet dan segera mengambil testpack lagi.
2 garis merah
Dan hasilnya masih sama. Matanya mulai berkaca-kaca. ia mencobanya lagi untuk ketiga kalinya.
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Air matanya tidak bisa dibendung lagi. Tangisan nya pun pecah.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris berniat memeriksakannya. Paris menghapus air matanya lalu mencuci muka untuk menghilangkan jejak tangisan itu.
Paris kemudian menghubungi atasan nya untuk ijin cuti. Air Mata nya kembali mengalir menerima kenyataan pahit ini.
Ia menunggu sampai Selli berangkat kerja untuk bisa pergi kerumah sakit.
Paris memakai make up tipis untuk menutupi wajah pucat nya. Tidak lupa iya memakai kaca mata yang biasa dipakainya untuk kerja.
Dan disinilah, Paris akhirnya. Diantara para ibu-ibu yang rata-rata perutnya sudah terlihat membuncit. Menunggu namanya dipanggil.
"Paris Celynia." panggil seorang perawat.
Merasa namanya dipanggil, Paris bangun dari duduknya dan mengikuti perawat itu masuk kedalam ruangan. Seorang dokter kandungan. mulai memeriksa dan menanyakan seperlunya kepada Paris.
"anda positif hamil. Jika dihitung dari terakhir menstruasi umurnya baru sekitar 4minggu." ucap dokter itu.
Paris menatap dokter itu dengan mata nanar. Tak hanya melihat saja, telinganya mendengar apa yang keluar dari mulut dokter itu. Hidupnya seakan hancur seketika.
Andai ini terjadi saat paris sudah menikah, pasti ia akan sangat bahagia. Tapi sayangnya, ini terjadi diluar pernikahan. Dia bahkan tidak memiliki kekasih.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menghamilinya. Karena malam itu, pria yang menidurinya tak sepenuhnya salah. Dia juga ikut andil dalam hal itu. Kesalahan yang sebenarnya, ada pada dirinya.
Daniel brengsek. Andai aku tak bertemu cowok b*jingan itu. Ini tak akan pernah terjadi.
Paris mengingat malam panas itu. Dimana dia berakhir diranjang bersama seorang pria. Melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh sepasang insan sebelum adanya ikatan pernikahan. Dan parahnya, mereka melakukannya berulang kali.
pengaruh alkohol & obat perangsang membuat keduanya dipenuhi nafsu. Hasrat saling memuaskan tak bisa lagi dikendalikan.
Paris keluar dari poli kandungan dengan wajah datar. Meratapi nasibnya yang kurang beruntung. Matanya memerah menahan tangis. Tak sanggup rasanya, menanggung beban hidup sendiri.
Pertahanannya akhirnya pecah. Paris menangis berharap beban hidupnya berkurang. Hatinya berkecamuk. Pikirannya berkelana akan takdir hidupnya.
Paris membiarkan kran air terbuka memperdengarkan aliran air sehingga para pengisi toilet di rumah sakit itu tidak mendengar tangisan nya. Dia mencoba menenangkan diri nya sendiri. Memeluk dirinya sendiri yang tidak memiliki siapapun untuk tempat mengadu. Hanya tuhan tempatnya mengadu.
Paris mencoba untuk tetap berfikiran positif. Dia menjauhkan pikiran negatif nya untuk mencegahnya menjadi gila akan nasib yang ia alami. Paris hidup sebatang kara. Dia hanya lah mantan anak panti asuhan yang tidak punya orang tua dan keluarga. Mungkin dengan adanya kehamilan ini, tuhan bermaksud memberikan keluarga untuknya.
Anak ini tidak salah karena kesalahan ada pada dirinya.
Paris mengusap air matanya. Hatinya sudah sedikit tenang. Dia bertekad untuk membesarkan anaknya sendiri. Calon keluarga untuknya.
Paris membasuh mukanya. Melunturkan Make up yang menghiasi wajahnya. Tak lagi memakai kaca mata, membuat wajah nya yang putih terlihat pucat. Dia mengoleskan lipstik untuk menutupi bibir pucat nya. Rambut panjangnya digerai. Paris memperbaiki penampilannya. Dia tidak mau keluar dari toilet dalam keadaan mengenaskan.
Paris menerima nasibnya. Tinggal kedepannya, ia akan mencoba memperbaiki kesalahan yang ia buat. Semoga tuhan memaafkannya dan membantunya memperbaiki kehidupannya.
Paris keluar toilet dengan keadaan yang lebih baik. Dia berjalan dilorong rumah sakit, dengan ruangan yang saling berhadapan. Orang-orang berlalu lalang melewati nya.
Dan saat hendak keluar dari rumah sakit, seseorang memanggilnya.
"Paris...."
Paris menoleh ke asal suara. Dia membelalakkan matanya. Selli sahabatnya yang memanggil. Dia tidak sendiri, ada pria itu disamping sahabatnya. Pria yang menanamkan benih dalam rahim nya. Dialah Theo Mc Cannon.
Selli menghampiri Paris. Meninggalkan Theo yang masih berbincang dengan seseorang. Paris teringat wajahnya yang pucat. Ia segera memakai kaca matanya kembali.
"ngapain disini ? Kok tidak kerja? Kamu sakit?" tanya Selli.
. _
sukses,semangat
mksh