NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Malapetaka (1)

Zenaya menyibukkan diri seharian di rumah sakit dan belum beranjak dari kantor meski pekerjaannya telah usai sejak tadi sore. Mengetahui keadaan sang adik, Adryan memutuskan untuk mendatanginya guna memberi teguran. Amanda memang sudah memberitahukan konflik Zenaya dan Reagen.

"Mau sampai kapan kamu mengurung diri di ruangan kumuh ini?" sindir Adryan. Netranya menatap sekeliling meja kerja dan meja tamu Zenaya yang ditumpuki banyak sekali berkas.

"Aku tidak berniat pulang ke rumah," jawab gadis itu kalem. Tangannya mengambil tumpukan berkas lain yang belum tersentuh.

'Konsep pengembangan fasilitas Winston Care Hospital"

Zenaya membuka salah satu berkas berisi pengembangan fasilitas salah satu rumah sakit kecil yang didirikan Liam tiga tahun lalu. Lokasi rumah sakit tersebut berada persis di sebuah kota terpencil dan memang khusus diperuntukkan untuk kalangan tidak mampu.

Melihat sikap adiknya, Adryan segera menghampiri meja gadis itu. "Pulanglah, mama pasti sudah menunggu," titah pria itu seraya mengambil berkas dari tangan Zenaya lalu meletakkannya di ujung meja.

"Kak!" tegur Zenaya. "Mama sedang di rumah Uncle Fred dan menginap di sana. Tadi Mama sudah mengabariku. Beliau juga pasti memberimu kabar." Sambungnya.

Adryan mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Pria itu lantas mengambil ponselnya dari dalam saku jas, dan benar saja apa kata Zenaya, sudah ada lima panggilan tak terjawab dari nomor Amanda.

Adryan menghela napas. Ia memang baru keluar dari ruang operasi dan belum sempat mengecek ponselnya.

"Kamu harus tetap pulang dan beristirahat." Adryan bertolak pinggang.

Zenaya menatap sang kakak dengan wajah memelas. "Bagaimana kalau aku menunggu Kakak di ruangan saja?" pintanya memohon.

Adryan menggeleng tegas. "Aku masih ada operasi jam setengah satu nanti. Jika berjalan lancar mungkin aku baru akan pulang saat fajar."

Zenaya menatap jam dinding yang berada di belakang tubuh Adryan. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.

"Baiklah, aku akan pulang." Zenaya terlihat sedikit merajuk. Ia lalu merapikan tasnya dan bersiap pulang. Adryan tersenyum senang, tak peduli pada wajah adiknya yang mendadak suram.

"Mau aku antar sampai ke lobby?" tawar pria itu.

"Tidak perlu, Kakak kembali saja bekerja." Tolak Zenaya.

"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan." Adryan memeluk dan mencium kening Zenaya. Meski telah sama-sama dewasa, Zenaya masih senang bermanja dengan kakak satu-satunya itu. Keduanya memang sangat dekat, dan saking dekatnya hubungan mereka, Zenaya bahkan bisa menangis keras bila Adryan terluka sedikit saja.

Begitu pun sebaliknya, Adryan yang lembut akan berubah menyeramkan jika ada yang berani mengganggu adik kesayangannya itu. Beruntung, sewaktu Zenaya mengalami pembullyan di sekolah dulu, Adryan tidak tinggal di rumah.

Mereka keluar dari ruangan Zenaya bersama. Adryan langsung masuk ke dalam lift menuju ruangannya di lantai empat, sementara gadis itu malah berbelok ke menuju koridor lain guna mengunjungi ruangan Grace yang akan lembur malam ini.

Begitu tiba di sana, Zenaya mendapati uangan tersebut kosong. Wanita itu pasti sedang berkeliaran ke kamar-kamar pasien atau nongkrong di nurse station.

Zenaya memutuskan untuk menunggu sahabatnya di sana sembari beristirahat.

...***...

"Biar kuantar pulang saja!" Bryan lagi-lagi dengan tegas menawarkan diri untuk mengantar Reagen yang sedang mabuk berat itu pulang. Reagen sebenarnya cukup toleran dengan minuman beralkohol. Namun, hari ini tidak demikian. Baru habis dua botol saja Reagen sudah terlihat kepayahan. Belum lagi pria itu terus saja meracaukan nama Zenaya serta mengumpatinya.

"Aku akan pulang sendiri!" Reagen menatap Bryan tajam. Ia pun mendorong pelan tubuh Bryan dan masuk ke dalam mobilnya.

Bryan mendecih kesal.

Tanpa memerdulikan kekesalan sang sahabat, Reagen segera melajukan mobil mewahnya menuju jalan raya yang sudah mulai sepi.

...***...

Grace terperanjat begitu masuk ke dalam ruangannya dan mendapati seseorang sedang tertidur di atas sofa, setelah menangani pasien darurat di lantai empat.

"Zen," panggil Grace seraya menepuk-nepuk halus kaki Zenaya.

Tak butuh waktu lama Zenaya terbangun dari tidurnya. Gadis itu merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku akibat tidur meringkuk di sofa.

"Aku pikir, kamu sudah pulang, tadi aku berpapasan dengan Kak Adryan."

"Aku terlalu malas pulang. Tidak ada orang di rumah," kilah Zenaya.

"Rumahmu ramai, Zen!" tukas Grace merujuk pada belasan asisten rumah tangganya.

"Kamu tahu bukan itu maksudku!" seru Zenaya ketus.

Grace tertawa kecil.

"Kamu lembur sampai pagi, kan?" tanya Zenaya kemudian.

"Tidak jadi, operasinya diundur. Salah satu pasienku tadi mengalami cardiac arrest." Grace memberi penjelasan. Wanita itu melepas jas putihnya dan mengambil tas.

"Sudah jam berapa sekarang?" Zenaya menguap lebar. Gadis itu masih merasa mengantuk.

"Jam satu pagi."

Zenaya terkejut. Terlalu lelah membuat gadis itu tertidur sangat nyenyak.

"Vian sudah di lobby. Kamu tidak bawa mobil, kan? Biar kami antar saja." Grace menawarkan Zenaya untuk pulang bersama.

"Tidak perlu. Aku bisa memanggil taksi online."

Keduanya pun berjalan keluar bersama. Sesampainya di lobby, sudah ada Vian yang menunggu di sana.

Mereka bertiga mengobrol sejenak, sebelum kemudian Vian juga turut menawarkan diri untuk mengantar Zenaya pulang. Namun, Zenaya menolak halus. Rumah mereka tidak searah dan Vian juga baru kembali dari luar kota, jadi Zenaya tidak mungkin mau merepotkan suami sahabatnya tersebut.

"Baiklah. Hati-hati di jalan, Zen," pesan Vian dan Grace.

"Kalian juga!" Zenaya melambaikan tangannya saat Vian dan Grace keluar. Sekitar sepuluh menit kemudian taksi online yang sebelumnya sudah dipesan pun tiba.

...***...

Zenaya memicingkan mata saat mendapati sebuah mobil hitam terparkir di depan gerbang rumahnya, dan seorang pria bertubuh tinggi menjulang tengah diseret paksa keluar dari rumah.

"Rey!" batin Zenaya. Pria itu sedang meracau tak jelas sembari meronta-ronta agar terlepas dari kepungan kedua penjaga rumahnya.

"Nona Zenaya," sapa salah seorang penjaga saat melihat kedatangan majikannya tersebut.

"Ada apa ini?" tanya Zenaya heran.

"Tuan ini berteriak-teriak memanggil nama Nona. Beliau bahkan sempat ingin menabrakkan mobilnya ke gerbang!" jawab salah seorang dari mereka.

Reagen menoleh ke arah Zenaya. "Zenaya?"

"Lepaskan dia," pinta Zenaya. Kedua orang penjaga itu pun melepaskan Reagen.

Tanpa diduga Reagen langsung berjalan dan menubruk tubuh gadis itu.

Mendapat perlakuan mendadak tersebut, Zenaya berusaha menahan pijakan kakinya agar tidak terjatuh ke aspal. Bau alkohol yang sangat pekat sontak tercium olehnya.

"Kamu mabuk!" seru Zenaya.

"Zenaya!" gumam Reagan seraya mengeratkan pelukannya pada Zenaya. "aku minta maaf," racaunya dengan mata terpejam.

Zenaya terdiam tidak tahu harus bereaksi apa. Gadis itu kemudian memberi isyarat pada kedua penjaganya untuk meninggalkan mereka.

Kedua penjaga tersebut pun mengangguk dan langsung pergi meninggalkan sang nona rumah.

Reagen mencoba berdiri dan menatap Zenaya dalam-dalam. "Kamu!" Kedua tangannya tiba-tiba mencengkeram erat bahu Zenaya, hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Kenapa?" tanya Reagen seraya mendekatkan wajahnya.

"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, sialan!" teriak Reagen. "Bukan hanya kamu yang tersiksa selama sepuluh tahun ini, aku pun juga demikian!" sambungnya.

"Kamu mabuk, sebaiknya Kamu segera pergi dari sini!" Zenaya melepaskan diri. Matanya lagi-lagi menatap Reagen dingin.

Reagen tertawa sinis. "Sorot mata itu yang selalu kamu tunjukan padaku!"

"Kamu pantas menerimanya dan cepat pergi dari sini!" sery Zenaya dingin sembari mengusir kasar Reagen.

Segores luka terselip di hati Reagen begitu mendengar perkataan Zenaya. Amarahnya meluap seketika. Dengan gerakan tiba-tiba Reagen segera menarik paksa tangan Zenaya dan memasukkannya ke dalam mobil.

"Mau apa kamu?" pekik Zenaya sembari berusaha membuka pintu mobil, tetapi Reagen sudah terlanjur menguncinya. Pria itu dengan sigap membawa mobil tersebut untuk menjauh dari kediaman keluarga Winston.

.

.

.

.

.

.

Note:

Cardiac arrest : Henti Jantung. Hilangnya fungsi jantung, napas, dan kesadaran secara tiba-tiba dan tak terduga.

1
Rahma Sari
awal baca ceritanya emosi oas mau ending gak kuat aku mewek...
Mei Saroha
loh. bukannya zenaya anak kelas 1 ? koq sebulan pacaran lgs kelulusan??
Hiatus: pelan coba ka diulang bacanya😊
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udh tamat aja padahal belum lahiran.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa selalu maen rahasia²an segala sh, kalau mau gitu lbh baik ga usah menikah drpd terbuka jg takut krn alasan menyakiti itu konyol justru krn rahasia kamu nanti bakal jd semua orang lbh trsakiti rey bahkan mgkn saling menyalahkan... ini bkn hanya tntg hidupmu sendiri tp jg istri n jg klwrgamu yg harus kamu pikirkan..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh thor baru jg bahagia kok malah ditambah lg ujiannya baru sedikit brnafas lega padahal kehidupan zen, rey
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya kebahagiaan datang lg pd kalian berdua, semoga langgeng trs jdkan pelajaran kedepannya utk lbh waspada n saling terbuka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙯𝙚𝙣 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙞 𝙩𝙞𝙢𝙥𝙖 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣... 𝙢𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙥𝙖2
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙮 𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢 𝙨𝙟 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝙠𝙧𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙤𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧 𝙩𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙟 𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠 𝙨𝙢 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙖𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙨𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙧𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙟𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙧𝙚𝙮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙝 𝙙𝙜𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙧𝙬𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙙𝙧 𝙢𝙜𝙠𝙣🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙢𝙢𝙢 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙙 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙮𝙤𝙤 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙗𝙪𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙗𝙨 𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙟𝙜 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙣𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙨𝙝 𝙗𝙨 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙗𝙣𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖𝙧𝙖2 𝙠𝙚 𝙚𝙜𝙤𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙙 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙩𝙚𝙧𝙨𝙨
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙡𝙖 𝙨𝙢 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙤𝙗𝙨𝙚𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙟𝙪𝙟𝙪𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙢 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙖𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙢 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙮𝙜 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙮𝙮𝙪𝙪𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙚𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙙 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙩𝙤𝙤𝙝𝙝 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙥𝙙 𝙯𝙚𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙡𝙚𝙭... 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙖𝙨𝙪𝙝𝙖𝙣.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙟𝙜𝙣2 𝙣𝙖𝙩𝙖𝙡𝙞𝙚 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙮𝙖𝙣.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙡𝙚𝙭 , 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞𝙢𝙪 𝙪𝙩𝙠 𝙜𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!