⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.
Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NO, REA!
"Rea kau dimana?"
"Di kamarku, ini baru selesai mandi."
"Kau melihat Keland aku semalaman tidur setelah makan malam, entah bagaimana bisa aku baru bangun di jam segini."
"Keland a-aku tidak tahu."
Sial, kemana dia? Jangan bilang masih di balkon, Sania ketiduran dari makan malam sampai jam 9 pagi.
"Dimana kamarmu, aku akan kesana? Ini aku sedang diluar mencari dia."
"Ka-kamar ku? Aku juga tahu bagaimana cara Menyebutny ah tunggu," Rea melihat ke arah pintu ada sebuah label pintu disana. "Kamar Edelweiss 012."
"Ya sudah."
Rea segera melemparkan ponselnya mencari laki-laki itu, ia keluar balkon belakang kamarnya dan laki-laki itu tidak ada. Rea menghembuskan nafasnya lega ia pun beranjak dari sana.
Namun seketika ia curiga dengan pintu balkon yang menuju ke bawah, pintu kayu itu terbuka. Rea segera berjalan kesana dan benar saja Kelan sedang berenang di air laut itu.
"Oh Tuhan! Keland! KELANDRU!"
Kelan yang berada dipermukaan air mendongak ke atas mengusap wajahnya, benar-benar kesempurnaan yang tiada tara, wajah tampan blasteran Indonesia-Pranciss itu tidak ada duanya.
Wajah itu bersinar dibawah teriknya matahari, bibir merah mucat yang tampak segar itu seakan mengingatkan Rea pada perlakuan tidak senonohnya apa lagi tubuh atletis dengan dada yang tampak lebar itu nyaman sekali saat memeluk.
OMG
Otakku dicabuli olehnya.
"Saniaaa mencarimu, pergilah dari sini!"
"Apa?"
"Sania mencarimu."
"Ambilkan aku handuk."
"Kau berenang saja pergi, Sania sudah akan tiba."
"Dingin aku butuh handuk." Lelaki itu pun memeluk dirinya sendiri, seperti sangat kedingingan.
Tentu saja Rea tidak tega mengingat semalam dia demam, segera Rea mengambilkan handuk untuk lelaki itu. Rea berjaga-jaga menatap was-was ke pintu ia harap Sania belum tiba disana. Dengan cepat ia pun mengambil lipatan handuk dan bergegas pergi ke balkon.
"Ini, segeralah pergi!"
Kelan berenang mendekati tangga kayu, "Turun, aku susah menjangkaunya."
"Please jangan tarik aku ya, aku nggak bisa berenang. Aku harus mengurusi Sania, apa yang terjadi dengannya? Sania bilang dia ketiduran dari sehabis makan malam sampai jam 9 pagi ini." Rea mulai menuruni satu persatu tangga kayu itu dengan hati-hati membawa handuk.
"Dia sudah kuberikan obat tidur, sebelum mengacaukan hidupku lagi." ucap Kelan pelan sambil tertawa.
"Apa katamu?"
"Apa, siapa yang berbicara? Cepat handukku."
"Jelas-jelas tadi kau berbicara, kau fikir aku tuli." Rea terus turun berpegangan kuat sekali. "Nih..."
Blrrrrrrrrr.... byurr......
"KELANDRU!"
Rea gelagapan panik dalam air sebab di tarik Kelan, lelaki itu tertawa melihat Rea yang sangat panik itu lalu segera menangkapnya.
"Apa yang kau lakukan Rea? Siapa yang mengajakmu berenang."
Rea segera mengangkap tubuh Kelandru ia berusaha menetralkan nafasnya, Prak! Prak! Gadis itu memukuli Kelan.
"Kau benar-benar berengseeek dan sialan, aku baru saja mandi. Auhh... kakiku sakit."
"Sakit?"
Rea mengangkat tinggi kakinya, "Lihat aku tersandung kayu tangga."
Kelan berusaha menyeimbangi diri di air sambil membawa tubuh Rea lalu melihat kakinya, "Luka, mana yang luka ?" Kelan khawatir kemudian menepi ke tangga karena khawatir, lalu menduduki Rea di salah satu undakan memeriksa kakinya. "Sangat sakit?
"Hanya tersandung."
Kelan terus memijati lembut kaki mulus Rea, membuat Rea merasa geli dan ia tarik kakinya. "Sudah menjauhlah aku akan naik, segera selesaikan mandimu kasihan Sania menunggu."
"Ayo berkeliling, percuma sudah sampai di pulau tapi kau tidak menikmati airnya."
"Aku tidak bisa berenang, naiklah. Ini bukan bulan madu sungguhan, urusi kekasihmu aku akan menikmati liburan gratisku sendiri. Jangan macam-macam Keland kau sudah mulai aneh kepadaku, aku tidak suka seperti ini."
Lelaki itu tertawa, "Aneh-aneh denganmu?"
"Ya kau sudah berapa kali menciumku? Jangan bilang kau menyukaiku."
"Hanya berciuman kau bisa mengatakan menyukai? Kau terlalu polos Rea."
Rea merasa malu dikatai Kelan seperti itu, "Polos?" Seperti apa pergaulan mereka sehingga berciuman adalah sebuah yang biasa. "Terserah aku akan naik."
"Ayoo!" lelaki itu menarik Rea lagi, "pegangan di punggungku, aku ingin memperlihatkanmu keindahan-keindahan disini." Kelan membuat Rea dipunggungnya lalu memeluk lehernya.
"Kenapa sih kau selalu sesukanya saja memaksaku, kau lihat pakaianku ini salah kostum untuk berenang."
"Buka saja jika kau merasa seperti itu, lihat para wanita bule itu."
"Ide bagus...kapan lagi aku melakukannya, ciuman saja hal biasa bagi kalian apa lagi melihat orang hanya memakai dalàman berenang." Rea mengangkat gaunnya dengan satu tangan siap membuka.
"Kau mau apa? Jangan macam-macam!"
"Why tadi kau yang menyarankan, ini laut dan aku salah kostum."
"Kau jangan Keras kepala! Kita bisa jadi perhatian semua orang, kau sangat kurus tidak cocok seperti mereka yang terlihat berisi dan indah di pandang."
"Ya mungkin aku bukan seleramu tapi seleran para pria bule itu, awas gaunku sangat membuatku tidak nyaman." Angkat Rea gaun pendeknya
"NO Rea! Kau jangan keras kepala. Aku bilang jangan ya jangan!" Pekik Kelan meremas lengan Rea kasar dengan matanya yang membola ia menurunkan gaun Rea yang terangkat-angkat air itu.
adakah karya author yg lain
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
love kak