NovelToon NovelToon
JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:359k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Yurina, gadis 20 tahun terpaksa mengandung dari seorang CEO tempat ia berkerja, akibat insiden yang terjadi di malam ulang tahun perusahaan.

Selama beberapa bulan Yurina dan Moranno hidup bersama dalam ikatan pernikahan, tanpa di sadari cinta hadir diantara mereka.

Lika - liku perjalanan rumah tangga mereka diwarnai orang - orang yang ingin memisahkan hubungan mereka.

Baik Yurina maupun Moranno, sama - sama menjaga hati mereka untuk sang pasangan hidup.

Berdoa yang benar, berpikir yang benar, dan hidup yang benar, akan membawamu bertemu dengan kebahagiaanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 "Pipimu...!"

Moranno yang keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya segera mengenakan pakaian kerjanya yang lain. Pakaian kerja yang ia kenakan sebelumnya telah kusut tak berbentuk akibat aktifitas mereka ditempat tidur.

Pria itu tersenyum saat melihat isterinya bergulung dalam selimutnya.

"Apa yang kau lakukan didalam selimut itu?" Moranno berbicara di telinga isterinya.

Yurina hanya diam tak bergerak dalam selimutnya.

"Apa kau mau kita melanjutkannya lagi?" Godanya sambil tersenyum.

"Tidak... Sudah... Cukup...!" Serunya langsung berdiri dan keluar dari selimut.

"Mengapa? Aku kan cuma bertanya? Tanya Moranno merasa lucu pada tingkah isterinya itu.

Yurina membelakangi suaminya itu, ia sengaja menghindar dari pandangan Moranno karena rasa malunya pada pria itu tak kunjung menghilang atas hal yang baru mereka lakukan.

"Ayoo antarkan aku kedepan." Ajaknya pada isterinya itu.

"Bolehkah hari ini aku belum melakukannya?" Yurina memohon pada suaminya, namun matanya tak berani menatap suaminya.

"Mengapa?" Tanya Moranno pura - pura tak tahu.

"Aku... Aku... masih...." Katanya pelan dan hampir tak terdengar.

"Masih mau melanjutkannya begitu??" Moranno sengaja menggodanya.

"Bukan itu...." Sergahnya cepat.

"Lalu apa...??" Tanya Moranno lagi.

"Aku... Aku masih malu..." Katanya dengan wajah bersemu merah.

"Tidak masalah, bila itu alasannya."

"Tapi... bila mommy tahu...."

"Apa kau tak takut pada kemarahan mommy, saat ia tidak melihatmu mengantarku??" Kata Moranno santai sambil pura - pura melihat kearah lain.

Sontak Yurina membelalakkan matanya. Tangannya repleks memegang lengan Moranno yang duduk bersisian dengannya di tepi tempat tidur.

"Ayoo cepat, nanti kau terlambat." Kata Yurina sambil menarik suaminya untuk berdiri.

Moranno menahan senyumnya dengan sekuat tenaga didepan isterinya itu, dan bergegas mengikuti langkah isterinya yang menarik lengannya dengan paksa.

"Ini mau kemana?" Tanya Moranno yang tangannya masih di tarik isterinya untuk mengikutinya.

"Iya ke depan, bukankah kau mau berangkat berkerja pagi ini?" Katanya sambil terus melangkah dan tak melepaskan tangan suaminya itu.

"Bukan kesini arahnya." Kata Moranno pada isterinya.

"Lalu, yang benar ke arah mana?" Yurina langsung berhenti saat mendengar perkataan suaminya itu.

"Ayoo, ikut denganku." Gantian Moranno menarik tangan Yurina ke arah yang berlawanan.

Rumah seluas dan sebesar ini wajar Yurina tersesat didalamnya, apalagi semalam waktu ia tiba, Moranno lah yang menggendongnya saat ia terlelap di mobil. Jadi situasi dan denah rumah keluarga Agatsa masih sangat asing baginya.

"Bibi Nur..." Panggil Moranno saat melihat kepala pelayannya itu sedang membantu pelayan yang lain membersihkan tanaman hias di pot yang ada dihalaman rumah besar itu.

"Iya, saya tuan..." Wanita setengah baya itu segera datang menghampiri sambil memberi hormat kepada kedua majikannya itu.

"Nanti bawa nyonya berkeliling, supaya dapat mengenal setiap ruangan yang ada dirumah ini." Perintah Moranno.

"Baik tuan." Kata kepala pelayan itu dengan bormat, lalu segera mengundurkan diri.

Pak Kasan supir pribadi Moranno sudah mempersiapkan kendaraan dan menunggu majikannya.

"Aku berangkat dulu." Kata Moranno sambil menatap isterinya yang berdiri disisinya.

"Baiklah, hati - hati dijalan..." jawabnya sambil sedikit menunduk, berusaha menghindar tatapan suaminya itu.

"Wajahku disini, bukan diubin itu."

"Saat berbibicara padaku tatap mataku, mengerti?" Katanya lagi.

Yurina hanya menganggukan kepalanya.

"Sekarang berikan aku kecupan disini, sebelum berangkat." Kata Moranno sambil menunjuk pipinya dengan jarinya sendiri.

Yurina membelalakkan matanya, terkejut akan permintaan suaminya itu.

"Ini didepan umum, banyak orang yang melihatnya nanti." Kata Yurina sambil menunjuk dengan isyarat matanya saat melihat supir pribadi Moranno dan para pelayan yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya masing - masing.

"Apa masalahnya, kau kan isteriku dan aku suamimu." ungkap Moranno.

"Mereka juga penghuni di rumah ini."

"Iyaa... Tapi aku malu nanti dilihat." Yurina mengatakan alasannya dengan setengah berbisik.

"Baiklah... mungkin kau lebih takut pada rasa malu mu itu dibandingkan takut pada mommy...." Kata Moranno sambil tersenyum licik pada isterinya itu.

Yurina kembali terbelalak.

"Kau... Selalu mengandalkan nama mommymu..." Ucap Yurina kesal.

"Apa kau lupa apa yang dikatakan mommy di meja makan tadi, bahwa isteri itu harus melayani suaminya." Katanya lagi penuh kemenangan.

"Baiklah... aku akan melakukannya." Kata Yurina dengan wajah yang sedikit ditekuk.

"Tersenyumlah... Jangan begitu wajahmu."

"Ingat apa kata dokter tadi, harus buat suamimu bahagia.... hmmm?"

Yurina memaksakan senyumannya pada suaminya itu. dan berjinjit sambil memegang lengan suaminya.

"Cup..." Yurina segera melepaskan kecupanya dipipi suaminya, lalu cepat - cepat mengedarkan pandangannya ke semua sisi takut ada yang melihat apa yang telab ia lakukan pada suaminya.

Moranno tersenyum melihat sikap isterinya yang terkesan masih malu - malu itu.

"Terima kasih..."

"Cup..."

Moranno mendaratkan kecupannya dipipi isterinya dengan cepat, membuat mata Yurina terbelalak. Wanita itu seperti membeku ditempat ia berdiri tanpa mampu berkata apa - apa.

Moranno melangkah ke mobilnya sambil tersenyum melihat aksi isterinya bagai patung hidup.

"Pipimu....! Kata Yurina setengah berteriak pada suaminya.

Moranno tak menghiraukan teriakan isterinya, ia melangkah tanpa menoleh kebelakang. Paling isterinya itu akan mengatakan hal - hal yang memprotes apa yang telah ia lakukan barusan, pikirnya.

Pak Kasan membuka pintu mobil bagi sang majikan, lalu menutupnya kembali dengan rapat. Ia segera masuk dan duduk dibelakang setir kemudi, dan dengan sigap menghidupkan mesin. Perlahan mobil itu meninggalkan mension mewah milik keluarga Agatsa.

Jalan masih tampak lengang, hanya beberapa kendaraan lalu lalang saling mendahului.

"Pak Kasan hari ini terlihat berbeda, sedari tadi tersenyum terus, tampaknya Pak Kasan lagi bahagia." Kata Moranno yang duduk di jok belakang.

"Ahh iya... Benar tuan..." Kata Pak Kasan berusaha menyimpan apa yang menyebabkan ia tersenyum.

Mobil yang dikemudikan Pak Kasan memasuki area perkantoran Agatsa Properti Grup. Moranno turun di lobby.

"Selamat pagi tuan..." Sapa resepsionis Riska sambil tersenyum agak tertahan dengan tetap memberi hormat seperti biasa.

"Hmmm... " Moranno membalas dengan sedikit anggukan kepala.

"Selamat pagi tuan..." Sapa beberapa pegawai yang sedang berpapasan dengan Moranno. Mereka mèmberi hormat dengan membungkukan tubuh seraya tersenyum tertahan.

Moranno yang masuk ke dalam lift pribadinya sempat heran melihat beberapa pegawainya yang sedikit bersikap tak biasa pagi itu menurutnya.

"Selamat pagi tu... tuan..." Kata sekreraris Fhani berdiri memberi hormat di belakang meja kerjanya saat melihat Moranno keluar dari lift.

"Ada apa kau memandangiku seperri itu...? Kata Majikannya itu merasa aneh pada sekretarisnya yang agak terbengong melihat wajahnya.

"Aa... ti.. tidak tuan, maafkan kelancangan saya." Kata sekretaris Fhani kikuk.

Moranno berlalu dari hadapan sekretarisnya itu memasuki ruang kerjanya.

Tok.. tok... tok...

"Masuklah..."

"Selamat pagi tuan... " Sapa Asisten Rudi sambil memberi hormat.

"Bacakan jadwalku..." Kata Moranno sambil membuka laptopnya yang ada diatas meja kerjanya.

"Untuk hari ini ada beberapa dokumen laporan keuangan yang harus tuan periksa, sebentar lagi akan diantar sekretaris Fhani."

"Janji makan siang dengan tuan Harry sekalian penanda tanganan kontrak kerja sama."

"Ada lagi?" Tanya Moranno, saat asistennya berhenti berbicara.

"Tidak ada tuan. Tapi... itu..." Asisten Rudi agak ragu mengatakannya.

"Tapi apa... Berhenti melihatku seperti itu!" Kata Moranno saat asistennya itu memperhatikan wajahnya untuk mengatakan sesuatu.

"Pergilah... panggil sekretaris Fhani untuk membawa dokumen laporan keuangannya kemari." Perintahnya pada asisten Rudi.

"Baik tuan." Asisten Rudi segera bergegas keluar ruangan untuk memanggil sekretaris Fhani.

Tak lama sekretaris Fhani masuk membawa berkas yang diminta majikannya itu, dan segera kembali keluar setelah meletakkan semua berkas dokumen diatas meja sang majikan.

***

1
neng ade
aku masih menunggu kelanjutan dari cerita Hanaria thor 🙏❤️
Dewi Payang off: Ma kasih banyak kak 🙏😍
total 3 replies
Sang
minta tolong
Sang
Aku datang dedek/Rose//Wilt/
Dewi Payang off: Ma kasih banyak Akak
total 1 replies
Sang
yurina
neng ade
tamat dengan happy ending utk semuanya walau masih penasaran dengan sosok Gandis selanjutnya
neng ade: syukurlah kalau Gandis berubah menjadi pribadi yang baik juga 😁😍
total 2 replies
neng ade
kenapa dokter Rosalie harus mandul.. benar-benar tak pernah terbayangkan..
neng ade
Alhamdulillah kembar sepasang.. 😁😍😍😍
neng ade
Margareth pasti hamil bayi kembar juga nih .. semoga dilancarkan persalinan nya.. ibu dan bayinya pun sehat dan selamat
neng ade
Alhamdulillah persalinan nya berjalan dengan lancar dan selamat ibu dan bayinya pun sehat.. selamat datang baby twins girl
neng ade
semoga dokter Rosalie cepat datang.. dan semoga persalinan nya lancar.. ibu dan bayi-bayi nya pun sehat
neng ade
Margareth dan Harry pasangan yang romantis.. semoga do'a day harapan Harry terkabul
neng ade
akhirnya kesalah pahaman diantara keduanya selesai.. saatnya menjemput bahagia bersama.. semoga cepat diberikan momongan
Dewi Payang off: Hore.... amin.....
total 1 replies
neng ade
ternyata Harry sosok yang penuh kejutan
neng ade
hahaha .. Rosa kamu memang anak yang pintar dan menggemaskan 😁😍
neng ade: pasti nya ituu 😁😍
total 2 replies
neng ade
selamat atas pernikahan mu Margareth dan Harry.. semoga selalu bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan. ❤️❤️❤️
neng ade
lucu juga ya insiden kakak beradik itu.. legaa rasanya melihat Margareth dan Harry akhirnya akan menikah
neng ade
Yurina bukan nya lagi hamil ya.. udah berapa bulan ya usia kandungan nya
neng ade
jangan-jangan memang benar Lisa sedang hamil
neng ade
sadarlah Margareth jangan beri ruang pada Randiasa karena dia udah menikah dan diri mu pun telah bertunangan sebentar lagi juga akan menikah .. ingatlah kata-kata Harry
Dewi Payang off: Betul banget👍🏻
total 1 replies
neng ade
aku merasakan sakit di hati tapi tak berdarah..
neng ade: betul pake banget 😁🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!