NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:211.4k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Menunggu

Bab 19 Menunggu

“Ekhm ... jalan kok sendiri aja, pasangannya mana, Pak?” ucap Kalila seketika menghentikan langkah Akbar. Dia kaget langsung membalikkan badannya menghadap Kalila yang sedang menertawainya. Wajah Akbar tampak merah dan salah tingkah.

“Lila, kamu sedang apa di sini?” tanya Akbar sedikit terbata sambil melihat sekitar yang pura-pura tidak mengetahui apa-apa.

“Aku lagi main, bapak sendiri?” Jantung Akbar berdebar dengan kencang, dia binggung apa yang harus dijawabnya, “Emmm ... mau cari buku,” jawab Akbar asal.

“Toko buku 'kan ada di lantai bawah, Pak, kenapa ke sini?” Kalila sengaja ingin membuat Akbar malu. Dia berusaha menahan tawanya melihat wajah Akbar yang memerah.

“Sudah sore, saya pulang dulu ya!” Akbar tidak menjawab pertanyaan Kalila dan bergegas membalikkan badannya berjalan menunduk.

“Kak, mau ikut gabung?” seketika berhenti mengangkat wajahnya. Dia langsung tersenyum saat mendengar panggilan dari Kalila.

“Kalau di luar sekolah, boleh 'kan aku tidak memanggil dengan sebutan Bapak? Boleh aku memanggil kamu seperti dulu Kak Akbar?” Akbar membalikkan badanya, menatap Kalila dan tersenyum mengangguk.

Keduanya saling menatap dan tersenyum. Entah apa yang ada di pikiran Kalila sehingga dia tidak lagi bersikap cuek dengan Akbar.

“Mau ikut gabung?” kembali Kalila menawarkan itu.

“Emmm ... aku mau langsung pulang aja. Tidak enak, pasti suasananya akan canggung kalau aku ikut gabung. Jangan pulang terlalu sore! Ingat ujian sebentar lagi! Kalau gitu, aku pulang duluan ya!” ucap Akbar sambil sedikit mengacak-acak rambut Kalila dan melangkah pergi.

‘Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam? Kenapa aku jadi bersikap manis seperti ini di depan Akbar?’ Kalila berusaha menahan senyumnya. Ingin rasanya dia melompat kegirangan. Kalila pun kembali bergabung dengan sahabatnya, sambil terus tersenyum dan memegangi kepalanya yang tadi disentuh oleh Akbar.

“Lila, lo dari mana saja? Gue laper, kita cari makan dulu yuk!” ajak Hesti dan Kalila tersenyum mengangguk.

Danes terus menatap Kalila, dia menyadari ada yang berbeda dari gadis pujaannnya itu. Sejak tadi Kalila tampak tersenyum, terlihat wajahnya yang berseri. Melihat itu hati Danes semakin berdebar dan rasanya ingin terus menatap Kalila. Mereka pun memilih makanan cepat saji, karena hari sudah semakin sore.

“La, ada yang beda dari lo. Emmm ... tampak berseri,” ucap Hesti yang juga menyadarinya.

“Hah? Gue? Gue biasa aja, apa yang beda coba?” kata Kalila yang asik menghabiskan makanannya.

“Iya ada yang beda, kalian merasa enggak sih?” tanya Hesti pada Andri dan Danes. Danes hanya tersenyum, sedangkan Andri menatap Kalila dengan serius sehingga membuat Kalila menatap sinis padanya.

“Lo enggak usah ngomong, gue tahu apa yang bakal lo omongin,” ucap Kalila sambil memasukan beberapa kentang saat Andri ingin mengeluarkan pendapatnya.

“Iya lo beda, kalihat agak cantik gitu, masih kalah sama Elina,” ucap Andri dengan mulut yang dipenuhi kentang. Mendengar itu membuat Hesti dan Danes tertawa, tapi tidak dengan Kalila. Dia kembali memasukkan nugget ayam ke dalam mulut Andri sehingga penuh sampai Andri tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Gue udah bisa tebak jawaban lo, makanya enggak usah jawab!” kesal Kalila.

Kalila merogoh ponsel yang ada di tasnya, karena dia merasa ponselnya yang bergetar. Saat melihat layar ponsel, Kalila mencoba menahan senyumannya, karena tidak ingin teman-temannya curiga. Dia pun langsung membuka chat dari Akbar.

Akbar :“Dimana? Sudah pulang?” Seketika hati Kalila berdebar saat melihat isi chat darinya.

Kalila :“Sebentar lagi, ini baru beres makan!” jawab Kalila dan langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, karena mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, setelah menghabiskan makanan. Terlebih dahulu Danes mengantarkan Andri ke sekolah karena dia ingin mengambil motornya, lanjut Hesti dan terakhir Kalila.

“Kamu lagi senang ya?” tanya Danes saat tinggal mereka berdua di dalam mobil.

“Enggak, biasa aja!" jawab Kalila singkat.

“Boleh gue menanyakan sesuatu?” Kalila hanya mengangguk, “Apa yang membuatmu berubah? Apa karena kamu sedang menyukai seseorang?” Danes tampak serius. Kalila yang mendapat pertanyaan itu langsung melirik ke arah Danes. Danes pun memakirkan mobilnya di depan kediaman Kalila.

Bukannya Danes tidak menyukai perubahan Kalila, tapi dia sangat takut, wanita yang dia sukai menyukai pria lain. Selama ini Danes menyukai Kalila bukan karena penampilannya. Dia benar-benar tulus menyukai Kalila, walau terkadang Danes sering terlihat dekat dnegan wanita lain, tapi hatinya tetap untuk wanita yang duduk di sebelahnya.

“Kalau gue berubah karena seseorang, emangnya kenapa?” mendengar itu membuat hati Danes terasa sangat sakit.

“Siapa dia?” Danes merubah duduknya menghadap ke arah Kalila. Dia menatap tajam Kalila sehingga membuat Kalila tertawa.

“Hahaha, kamu serius banget sih! Gue pengen aja kembali seperti Kalila yang dulu. Rasanya kangen berpenampilan feminim,” jawab Kalila dengan santai, tapi entah kenapa Danes tidak yakin dengan jawabannya.

“La, lo tahu 'kan selama ini gue masih menunggu lo. Tidak peduli penampilan lo seperti apa, gue tetap menyukai lo apa adanya. Gue harap, lo bisa membuka hati lo untuk gue,” ucap Danes yang kesekian kalinya dia menyatakan perasaannya.

“Nes, sampai kapan pun, lo akan tetap jadi teman baik gue. Maaf, gue tidak bisa memaksakan hati gue!” Kalila tertunduk menyesal. Dia tidak mau membuat Danes terus berharap pada perasaannya. Kalila pun turun dari mobil dan Danes dengan cepat mengikutinya.

“La!” Kalila mengheningkan langkahnya, menghadap me arad Danes. Danes pun berlari kecil berdiri ke hadapan Kalila.

“Ada apa?” tanya Kalila. Danes menarik tangannya dan menatap Kalila dengan serius, “Aku tetap akan menunggu hati kamu benar-benar terbuka untukku atau saat kamu mendapatkan seseornag yang membuka hatimu, disaat itu aku akan menyerah.” Kalila hanya terdiam, dia merasa bersalah terus-menerus membuat Danes berharap padanya. Sebenarnya sudah berbagai macam cara agar Danes tidak terus menunggu dia, tapi semua itu gagal.

Seharian ini membuat Kalila sangat lelah. Dia merebahkan tubuhnya setelah membersihkan badan terlebih dahulu. Kalila membuka ponselnya seketika langsung kembali bangun dari tidur dan berlari menuju depan rumahnya. Saat melihat pesan yang dikirimkan Akbar ternyata itu sudah lewat satu jam yang lalu.

Akbar :“Aku menunggu kamu di taman depan rumahmu.” Kalila terus menatap pesan dari Akbar sambil berjalan lemas masuk kembali ke dalam rumah.

Satu jam yang lalu~

Saat Kalila membalas pesannya, Akbar memutuskan untuk bertemu dengan Kalila di taman yang ada di depan rumahnya. Cukup lama Akbar menunggu sampai mobil yang ditumpagi Kalila berhenti di depan rumahnya. Langkah Akbar terhenti saat melihat Danes yang menggenggam tangan Kalila. Dia hanya bisa mengepalkan tangannya dan langsung melajukan motor bebeknya.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!