cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.
kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia
Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.
akan kah mereka bisa damai.
Baca Kisahnya...
WARNING...!
JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.
SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Putra Bodong sang penerus martabat keluarga telah pulang diantar oleh Junaidi. di tangan kanan dan kirinya menenteng kantongan Plastik. Wajahnya juga kelihatan senang, karena sebagai seorang anak dan kakak, dia telah melakukan hal besar untuk keluarga.
Dia langsung menuju meja makan, dan meletakkan salah satu kantongan plastik di atas meja. Lalu dia kembali keluar rumah membawa kantongan plastik yang satunya lagi. Sejenak dia berdiri di depan pintu rumah.
Kantongan plastik itu dia buka. Mulutnya komat kamit seperti orang mengunyah kelereng. Kemudian dia berjalan mengelilingi rumahnya, setiap 7 langkah. Dia mengambil sesuatu dari dalam kantongan plastik itu dan menaburkannya.
Setelah selesai mengelilingi rumahnya dengan menaburkan sesuatu. Dia yang bernama Putra Bodong, anak dari Bapak dan Ibu Bodong, kakak dari Putri Bodong kembali masuk kedalam rumah.
"Maah.. Paaah..... Putriii.....!" Teriaknya memanggil orang tuanya dan sang adik.
Tidak ada sahutan....Sepi... Putra pun menuju kamar adiknya, tapi Putra melihat kamar itu kosong, tidak ada orang, Tempat tidur sang adik terlihat sangat rapi, begitu juga dengan lemari, tidak ada cacat sama sekali....
Putra Bodong kemudian menuju kamar orang tuanya. Diketuknya pintu kamar.
"Maaah.. Paaah...!"
Tak ada sahutan. Gagang pintu dipegangnya. Bergerak... Ternyata tidak dikunci. Putra Bodong mendorong daun pintu
Putra Bodong tidak membuka pintu kamar orang tuanya dengan lebar. Dia hanya membuka sedikit dan melihat kedalam. Sama halnya seperti kamar adiknya, tidak ada orang alias sepi. Tapi tempat tidur orang tuanya terlihat acak acakan. Putra kembali menutup pintu kamar orang tuanya tersebut.
"Maah... Paah.. Putriii....!" Teriaknya memanggil mereka.
Putra memutuskan kembali menuju ruang makan. Alangkah terkejutnya dia saat melihat meja makan sudah ada Putri Bodong dan kedua orangtuanya di situ. Wajah mereka terlihat sangat pucat, mereka juga tengah asik menikmati Pecel yang di bawa oleh Putra yang dia letakkan di atas meja tadi.
"MAAKK... PAAA.. PUTRI... TINGGALIIIIIINNNNNN...... JANGAN DI HABISIN.....!" Teriaknya memperingati.
Ketiganya melihat ke arah Putra. Putra langsung menghampiri meja makan, pecel hanya tinggal kacang panjangnya saja, itupun hanya satu potong. Putra kesel, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa.
Di tempat lain. Sekitar 20 rumah dari tempat kediaman Pak Bodong. Didalam sebuah rumah, Kuntilanak sedang memberikan makanan pada Tuyul. Sedangkan Pocong hanya menunggu di luar rumah.
Karena proses pengambilan makanan Tuyul memakai cara sedot sedotan, tentunya Kuntilanak melarang Pocong untuk masuk, dia tidak mau kalau Pocong sampai terpancing Jiwa mesumnya, yang akhirnya akan menyakiti perasaannya sendiri.
"Ayo nak, cepetan makannya!" Ujar Kuntilanak kepada Tuyul yang sedari tadi belum selesai juga nyedot pabrik ibu hamil yang lagi tiduran.
Kuntilanak sesekali melihat kearah luar kamar, dia wanti wanti kalau Pocong tiba tiba nongol.
"Ah.. dah kenyang Bu!" Ujar Tuyul seraya mengelus perutnya.
Kuntilanak tersenyum "Ya udah, yuk kita pulang. kasihan papamu nungguin dari tadi!"
"Papa nggak di bagi makannya!" Ucap Tuyul dengan polosnya.
"Nggak usah!" Jawab Kuntilanak sedikit sewot. ia menarik tangan Tuyul untuk meninggalkan kamar tersebut.
"Udah selesai makannya?" Tanya Pocong saat Kuntilanak dan Tuyul sudah keluar dari rumah tersebut.
"Udah Pah.. aku kenyang!" Tuyul menunjukan perutnya yang sedikit buncit dan mengelusnya.
Bersamaan itu, hantu Dangdut dan juga Rocker sudah muncul di hadapan mereka. Kuntilanak langsung bertanya tentang pengintaian mereka. Hantu Rocker kemudian menjelaskan sesuai dengan apa yang mereka lihat dan juga mereka dengar.
"Hmmm.... berarti dia masih di rumah temannya, ya. Kalau begitu kita siap siap untuk menggagalkan rencananya!" Ujar Kuntilanak.
Hantu Dangdut dan juga Rocker tidak tau kalau Putra sudah pulang, mereka berpikir kalau Putra pulangnya ke rumah Junaidi setelah bertemu Pria Halte tersebut. Karena itu hantu Dangdut dan Rocker langsung pulang tanpa mampir ke rumah Junaidi untuk memeriksa.
Mereka berlima kemudian pulang kerumah. Tapi sesampainya di rumah, Kuntilanak sangat terkejut melihat Putra yang sedang berada di dapur.
Dia melihat Putra sedang memasak mie instan, karena pecelnya sudah di habisin.
"Rocker.!" Teriak Kuntilanak memanggil hantu Rocker.
Hantu Rocker yang sedang istirahat di dalam kamar yang juga kamarnya Putri Bodong, Beranjak menuju dapur setelah mendengar Kuntilanak memanggilnya, tentunya di ikuti oleh hantu Dangdut juga.
"Kau bilang dia masih di rumah temannya!" Kuntilanak marah sambil menunjuk ke arah Putra.
Hantu Rocker dan Dangdut sontak terkejut. Mereka berdua merasa kecolongan karena tidak memeriksa ke rumah Junaidi. Hantu Rocker dan Dangdut hanya diam, mereka sadar kalau mereka telah membuat kesalahan.
"Maaf Kak. Kami kira dia masih di sana.!" hantu Dangdut menunduk.
Putra yang sudah selesai memasak mie menuangnya kedalam mangkok, kemudian dia menuju meja makan yang di ikuti tatapan dari ketiga wanita hantu tersebut.
"Coba periksa dia dan juga kamarnya. Apa ramuan itu sudah ditaburnya. !" Kuntilanak memberikan perintah.
hantu Dangdut dan Rocker mengangguk. Mereka berdua membagi tugas. Hantu Rocker pergi ke kamar Putra untuk memeriksa, sedangkan hantu Dangdut memeriksa kantong celana Putra.
hantu Dangdut memeriksa kantong celana Putra untuk mencari bungkusan ramuan tersebut. Namun, saat tangan hantu Dangdut tidak sengaja menyentuh sesuatu di balik celana Putra Bodong. ia teringat kejadian sewaktu Putra menyetor air santan pada Mak Encrot. Hantu Dangdut jadi penasaran.
TINGGGG!"
Sontak Putra yang sedang makan mie menjadi terkejut, membuat pabrik santannya menjadi ngangguk ngangguk dengan perlahan.
"Kok aku ngerasa ada yang ngelus ngelus, ya. Eh.... eh... kok jadi makin geli, apa mungkin Mak Encrot melakukannya dengan ilmu batinnya.!" Putra Bodong menggumam.
hantu Dangdut merasa geli sendiri mendengar ucapan Putra.
"Set dah... Aku jadi ngehalu gini.!"
"Apa yang kau lakukan. Aku menyuruh kamu mencari ramuan, bukannya mencari ulekan ramuannya!" Ucap Kuntilanak geram melihat tingkah hantu Dangdut.
Hantu Dangdut dangdut sontak mengeluarkan tangannya dari kantong celana Putra Bodong. ia tersenyum malu menanggapi perkataan Kuntilanak yang telah mengetahui aksinya.
"aku nggak menemukan ramuan itu kak!" Ujar hantu Dangdut seraya memalingkan wajahnya dari tatapan Kuntilanak.
Kuntilanak masih menatapnya dengan kekesalan. Kemudian hantu Rocker muncul.
"Didalam kamarnya aku nggak nemukan ramuannya kak.!" Hantu Rocker memberikan laporan.
"Hmmmmm... apa mungkin dia sudah menaburkannya, ya.!" Gumam Kuntilanak dengan raut wajah berfikir. "Ah...! Ini sua gara gara kalian.!" Kuntilanak marah dan menunjuk ke arah hantu Dangdut dan Rocker.
"Maaf kak!" Ucap hantu Rocker.
"Jadi. Gimana nih Kaka, apa yang harus kita lakukan?" Tanya hantu Dangdut dengan mimik wajah bersalah.
Kuntilanak diam, ia terlihat berfikir. " Aku akan cerita sama bang Pocong dulu. Setelah itu kita rapat gabungan untuk membahas langkah selanjutnya.!" Ucap Kuntilanak.
Dia kemudian pergi meninggalkan dapur untuk menemui Pocong. Namun sebelumnya, dia mengingatkan pada hantu Dangdut untuk tidak macam macam pada Putra Bodong, apalagi melakukan hal semacam tadi.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
hai sobat sobat ku.. dukung terus si pocong ya...
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
mampir thor
yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗