NovelToon NovelToon
Biru ( You Are My Angel )

Biru ( You Are My Angel )

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indah mala

Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.

Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.


Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.

Semangat!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Lama

...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...

[♡Selamat membaca♡]

''Rezel yang memintamu?'' Tanya Biru, entah mengapa pirasatnya tidak enak. Namun ia segera menepis perasaan itu. Mungkin karena dia teman baiknya Rezel, makannya menyuruhnya untuk menjemputnya.

Sesampainya di mobil, entah mengapa rasanya Biru sangat mengantuk. Sania juga belum datang-datang. Tadi setelah Biru naik ke mobil, Sania berpamitan. Katanya iya harus membeli sesuatu di toko depan rumah sakit. Namun sampai sekarang belum juga kembali. Biru pun sudah tak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya, karena rasa kantuknya sudah benar-benar tidak bisa ia tahan lagi. Sebenarnya itu bukan ketiduran, melainkan asap bius yang sengaja Sania taruh di mobil untuk membuat Biru tak sadarkan diri.

Setelah semua berjalan lancar, Sania pun membawa Biru ke mobil satunya. Perjalanan terasa sangat lama, bahkan sekarang Biru sudah bangun. Biru merasa aneh, mengapa rasanya ini bukan mengarah ke rumahnya? Perasaan Biru menjadi benar-benar tidak enak.

''Sania,'' Ini bukan jalan ke arah rumahku! Kau ingin membawaku kemana?'' Tanya Biru.

''Wow,'' Kau sudah sadar? Ternyata obatnya kurang. Seharusnya aku menambahkan lebih banyak obat tidur itu. Biar kamu tidak bangun selamanya!'' Ucap Sania.

''Apa maksud kamu sebenarnya! Bukankah kamu di minta Rezel untuk mengantarkan ku pulang kerumah? Sebenarnya apa mau mu!'' Teriak Biru.

''Wait! wait,'' Don't be mad, honey, I just wanted to play with you for a while." Ucap Sania dengan senyum yang sulit di artikan.

Biru mulai menenangkan dirinya. Ia tidak boleh panik. Dengan Segera Biru mengetik beberapa pesan untuk Rezel, tanpa sepengetahuan Sania. Lalu dengan cepat menyembunyikan ponselnya kembali. Namun tanpa ia duga Sania sudah mengetahui apa yang di lakukan oleh Biru.

''Percuma kau menghubungi Rezel. Karena saat ini, pasti ia sedang sibuk mengurus sahabatnya itu.'' Ucap Sania. Biru benar-benar khawatir. Rezel sedang sibuk, kakak dan sahabatnya masih di Australia, Lalu siapa yang akan menyelamatkannya?.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di tepi jurang yang mengarah ke laut lepas. Biru benar-benar tidak mengerti, apa yang sebenarnya Sania ingin lakukan terhadapnya?.

''Turun!'' Ucap Sania, setelah membuka pintu mobil tempat Biru.

''Aku tidak mau turun!'' Ucap Biru. Sania menjadi sangat geram, dengan tangannya sendiri ia menyeret Biru hingga jatuh dari mobil. Kakinya terluka terkena beberapa batu di sampingnya.

''Apa kau sudah gila ha! Aku tidak mengenalmu! Aku juga tidak pernah menyinggung mu! Dan kita tidak memiliki urusan apapun! Lalu mengapa kau melakukan ini padaku!'' Teriak Biru.

''Aku memang sudah gila, lalu mengapa? Kau memang tidak mengenalku, tapi aku sangat mengenalmu! dan aku sangat membencimu! Gara-gara kau, Rezel tidak menerima cintaku! Gara-gara kau, Rezel dan Riyan membenciku! Itu semua karena dirimu! Aku sangat membencimu Biru!''

''Apa kau tahu?'' Saat ini aku ingin sekali melenyapkanmu hah!'' Sania benar-benar sudah gila. Ia menyeret Biru hingga ketepian jurang. Biru benar-benar sangat panik saat melihat jurang itu. Bayangan-bayangan saat mobil yang di tumpangi oleh ayah dan ibunya masuk ke jurang, Seperti sebuah kaset yang berulang-ulang berputar di kepalanya. Tangannya memegang kepalanya, rasanya semua kesakitan bertumpu di kepalanya.

''Mengapa kau tidak mati saja hah! Selama bertahun-tahun Rezel selalu mencarimu! Kau yang sudah di anggapnya sebagai malaikat penolongnya, hanya karena pernah menyelamatkan nyawanya saat kecil. Kau pikir, Rezel benar-benar mencintaimu hah! Rezel hanya ingin membalas budinya karena kamu pernah menyelamatkannya!'' Ucap Sania lalu tertawa. Sania benar-benar sudah hilang akal bahkan saat melihat Biru kesakitan di depan matanya, ia malah tertawa senang.

''Apa kurangnya diriku, Aku sudah mencintainya selama bertahun-tahun. Tapi di matanya hanya ada kau saja! Apa kau pikir dengan dia merawatmu, maka dia mencintaimu! Tentu saja tidak, Rezel hanya ingin membayar hutang nya. Lagi pula, siapa ingin bersama perempuan cacat sepertimu!'' Ucap Sania.

Di sisi lain, Rezel tengah merawat Riyan di rumah sakit. Entah apa yang terjadi dengan Riyan, Tadi ia mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan kalau Riyan kecelakaan dan sedang kritis di rumah sakit. Dengan terpaksa Rezel pun meninggalkan Biru, lalu mengutus bawahannya untuk menjemput Biru. Kata polisi Riyan di temukan dalam keadaan bersimbah darah. Terdapat luka tusukan di perutnya. Namun untung ada seseorang yang menemukannya, lalu membawanya ke rumah sakit.

''Ini bukanlah kecelakaan,'' Karena Riyan di temukan posisi di pinggir jalan. Dan luka tusukan itu, pasti ada orang yang sudah merencanakan nya.'' Batin Rezel. Rezel meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus Riyan sampai tuntas.

Saat ia membuka ponselnya, Rezel sangat terkejut melihat beberap panggilan dari nomor Biru dan ada sebuah pesan. Lalu Rezel segera membukanya.

''Kak Rezel,'' Saya tadi di jemput oleh teman anda Sania. Tapi saya di antarkannya ke rumah saya, melainkan ke jalan yang saya tidak ketahui. Di sini ada beberapa bukit dan dari jauh terlihat ada lautan lepas.'' Tulis pesan dari Biru.

''Gawat!'' Rezel berlari meninggalkan Rumah sakit. Lalu melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Bahkan ada beberapa kali ia tak sengaja menyenggol mobil orang lain. Ia tidak perduli saat ini yang terpenting adalah menemukan keberadaan Biru

-

-

-

1
hayatun nufus
ternyata cuma khayalan toh... kena prank aq 😀😀😀
𝑀𝒶𝓁𝒶: 😅😅😅😅 iya kk
total 1 replies
Novthv
Bagus kak cerita nya😉
Jazz ♋
Next Biru
💙💙💙💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Bahkan ada Jungkang Sakti 👍👍👍👍
Jazz ♋
Semoga kami dapat mendukung, selalu 💕💕💕💕💕
Jazz ♋
Ayo lebih semangat Biru
💙💙💙💙💙
Jazz ♋
Ya....semoga kita bisa berjumpa 💕💕🌹🌹
Jazz ♋
Agar makin mantab dak sukses 💕💕💕💕🌹🌹🌹💐💐💐
Jazz ♋
Eh, yang ke 6 nih
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Jazz ♋
Biar mantap nih, 4 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jazz ♋
Masuk lagi dengan kembaran yang lain 🤦🤦😂😂
Adinda
😘😘😘😘😘🖤🖤🖤🖤♥️♥️♥️♥️
🏁Nyno_Ever🏁
Wahhh...Pak Rezel
Yang Nge Zel in
🏁Nyno_Ever🏁
Akui lah Rezel, kau suka pada Biru 💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
🏁Nyno_Ever🏁
Sania....mungkin sebaiknya kamu instropeksi diri
Dhina ♑
Berarti Varo keduluan Rezel dong??
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Dhina ♑
Biru....aku sedih dengan keadaan kamu yang seperti ini
Dhina ♑
Wah Rezel...kali ini kamu benar-benar tak mau lengah lagi, sehingga kamu cepat bertindak
Dhina ♑
Samuel baik banget, tulus, lucu dan pintar menghibur.

Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri

Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
Qirana
Oh No
💕💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!