NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bang Den

Karya ini adalah karya pertama saya. Karya ini saya ambil dengan tema kolosal dunia persilatan yang ada di daerah Nusantara.

Arga adalah seorang anak yang ditinggal mati kedua orangtuanya saat berusia delapan tahun. Arga memiliki adik bernama Ayu Ratih Permana. Arga dan Ayu berguru kepada guru dari kedua orangtuanya dan bertekad untuk membalas dendam kematian orang tuanya serta menjadi pendekar yang terkuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.


Karya ini hanyalah fiktif belaka, hasil khayalan dari penulis, bila ada nama/tempat/waktu yang sama itu hanyalah kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Cukup Kuat

Topeng Setan menggunakan ilmu yang baru dipelajarinya itu. Terlihat cahaya hitam mengelilingi sekujur tubuhnya.

Arga menyadari hal itu, dia tentu mengetahui ilmu yang digunakan oleh Topeng setan dari gurunya nenek Mawar Bidara.

Nenek Mawar Bidara pernah bercerita jika melihat seseorang yang mengeluarkan cahaya berwarna hitam pekat di sekujur tubuhnya berarti orang itu sedang mengeluarkan ilmu rawa bening.

Ilmu rawa bening sudah lama tidak terdengar lagi, karena ilmu ini sangat di larang oleh semua orang baik dari aliran putih, netral maupun hitam.

"Ilmu rawa bening." Seru Arga

"Oh kau mengetahuinya anak muda, tapi terlambat kau untuk menyesalinya karena sebelumnya kau sudah ku peringatkan. Hari ini adalah hari kematianmu." Balas topeng setan.

"Nenek Mawar Bidara pernah mengatakan bahwa setiap ilmu pasti memiliki kelemahan, tapi nenek Mawar Bidara belum pernah mengatakan kelemahan dari ilmu ini." Arga membatin, dia menjadi sedikit cemas karena tidak mengetahui kelemahan dari ilmu itu.

Arga kembali berdiri, dia menyerang topeng setan lagi dengan pedangnya, tetapi topeng setan tidak menghindari serangan itu, dia hanya berdiri tegak untuk menyambut serangan Arga.

"Sraattt." Arga memotong kepala topeng setan.

Tetapi tubuh topeng setan masih berdiri tegak.

"Hahaha."

"Hahaha."

"Hahaha."

Arga melihat ke arah suara yang sedang tertawa itu. Ternyata suara itu berasal dari kepala topeng setan yang sudah terpotong.

"Ternyata ilmu ini benar-benar tinggi, terima kasih anak muda kau telah membuatku bisa menguji dan mengetahui kebenarannya." Ucap topeng setan sambil tertawa terbahak-bahak.

"Sayangnya kau akan mati hari ini." Lanjutnya.

Arga mundur selangkah, dia bingung hendak melakukan apa. Dia tidak bisa memikirkan apa-apa, hanya yang terlintas dibenaknya bahwa sekarang dia benar-benar dalam bahaya.

Tangan topeng setan mengangkat ke arah kepalanya yang telah terpotong, seketika itu juga kepalanya terbang ke tangannya. Kemudian topeng setan menempelkan kembali kepalanya dengan lehernya. Seketika itu juga dia pulih seperti sedia kala sama sekali tidak terlihat luka di lehernya.

Saat topeng setan hendak menyerang Arga yang masih mematung tiba-tiba ada seseorang yang menendangnya dari belakang dan membuat topeng setan terpental.

Topeng setan melihat ke arah orang yang membokongnya itu, ternyata sosok itu adalah seorang gadis cantik yang sangat mempesona.

Gadis itu tidak lain adalah Nilawati, dia menyaksikan semua pertarungan antara Arga dan topeng setan. Saat dia melihat Arga kesulitan menghadapi topeng setan dia hendak menolong Arga, tetapi itu belum dilakukannya karena melihat Arga masih sanggup melawannya.

Akan tetapi setelah Nilawati melihat topeng setan dapat menyambung kembali kepalanya yang putus, Nilawati tidak bisa berdiam diri lagi dan dia memilih waktu yang tepat untuk menyerang topeng setan.

"Kurang ajar kau gadis manis, kau membokongku dari belakang. Kau akan kujadikan tumbal setelah memuaskan nafsuku." Ucap topeng setan.

Nilawati tidak menghiraukan perkataan Topeng Setan, dia menghampiri saya Arga dan menepuk pundaknya.

"Lain kali kau harus tetap fokus ke arah lawanmu, jangan lengah." Ucap Nilawati yang membuyarkan lamunan Arga.

"Kau istirahat saja sebentar dan cari kelemahan ilmu itu, aku yang akan menemaninya bertarung dulu." Sambung Nilawati.

Arga mengangguk, dia duduk dengan bertapa di bawah sebuah pohon.

"Nenek guru... nenek guru... aku membutuhkan bantuanmu."

Nenek Mawar Bidara mendengar pesan telapati dari Arga.

"Ada apa Arga?, kenapa kau menghubungiku?, apakah kau sedang kesulitan?" Nenek Mawar Bidara membalas pesan telepati itu.

"Benar Nenek, aku membutuhkan bantuanmu. Aku sedang menghadapi lawan yang tangguh, dia menggigit ilmu rawa bening yang pernah nenek ceritakan. Tapi aku tidak mengetahui kelemahan dari ilmu itu."

"Ilmu rawa bening." Nenek Mawar Bidara tampak terkejut.

"Kita manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, untuk melawan ilmu itu kau harus tidak membiarkannya menyentuh tanah." Sambung nenek Mawar Bidara.

"Baiklah nenek, aku sudah mengerti." Arga menutup pesan telapati itu.

*****

"Kenapa kau terlihat begitu murka gadis manis? Apakah pemuda itu kekasihmu?" Topeng Setan bertanya kepada Nilawati sambil tertawa.

"Apa urusanmu." Balas cetus Nilawati.

"Lagipula aku juga berniat membalas kematian kedua orang tuaku yang juga kau dan komplotanmu bunuh beberapa tahun silam." Sambung Nilawati.

"Oh nampaknya cukup banyak yang menyimpan dendam kepadaku." Topeng Setan kembali tertawa terbahak-bahak.

"Siapakah kedua orang tuamu." Sambungnya lagi.

"Kau dulu yang merampok dan membakar desa Bojong Sari, aku adalah anak Kepala Desa dari Desa itu."

"Hari ini akan kubalaskan dendam mereka dan membuat mereka tenang di alam sana."

"Cup, cup, cup...tidak semudah itu gadis manis. Ilmu pemuda itu jauh lebih tinggi dibandingkan ilmumu, tetapi bahkan dia tidak mampu mengalahkanku apalagi kau." Topeng Setan menunjuk ke arah Nilawati.

Memang yang di ucapkan topeng setan itu bukanlah omong kosong, ilmu kanuragan Arga memang jauh lebih tinggi dibandingkan ilmu Nilawati.

Tetapi hal itu tidak membuat Nilawati menjadi gentar, rasa benci dan dendamnya mengalahkan dari perasaan yang lainnya.

Nilawati mengeluarkan kipas dari pinggangnya, dia menyerang topeng setan dengan jurus-jurusnya.

"Jurus angin menerpa hujan." Seketika angin ****** beliung yang dahsyat muncul dan menyerang Topeng Setan, tetapi topeng setan juga mengeluarkan jurusnya.

"jurus tameng sakti menghempas gunung."

Dengan demikian jurus dari Nilawati dapat dibendung dengan mudahnya oleh Topeng Setan.

Topeng Setan maju bergerak menyerang Nilawati dan tak lama kemudian Topeng Setan dapat mendaratkan pukulannya ke arah dada Nilawati.

Nilawati terhempas ke belakang, Topeng Setan tidak mengendurkan serangannya, dia langsung melompat ke arah Nilawati. Saat Topeng Setan hendak memukul Nilawati tiba-tiba Arga sudah berada di depannya dan berhasil membendung serangan itu.

Nilawati bernafas lega karena Arga melindunginya disaat yang sangat tepat. Nilawati memegangi dadanya yang terkena pukulan itu, rasa sakit masih sangat terasa.

Arga kembali menyerang Topeng Setan, dia mengeluarkan jurus cakar besi mengoyak langit.

Pertarungan tangan kosong terjadi antara keduanya, Arga terus menerus menyerang untuk membuat celah agar bisa membuat Topeng Setan tidak menyentuh tanah.

Tapi hal itu sangat sulit, bukannya Arga yang berhasil melukai Topeng Setan, malah sebaliknya Topeng Setan berhasil mendaratkan sebuah pukulan ke dada Arga. Arga terpental kebelakang dan darah keluar dari tepi bibirnya. Saat Arga mendongakkan kepalanya untuk mencari keberadaan Topeng Setan, dia tidak berhasil menemukannya. Tiba-tiba adalah suara tanpa raga berseru lantang yang tidak lain adalah suara Topeng Setan.

"Hahaha, ini bukan lah akhir anak muda. Kita akan bertemu lagi nanti. Teruslah berlatih jika kau memang ingin membunuhku, hari ini aku mengampuni nyawa kalian berdua. Aku juga meninggalkan gadis yang tadi aku bawa anggap saja itu hadiah untuk kalian berdua."

"Hahaha."

"Hahaha."

"Hahaha."

Setelah tertawa suara topeng setan tidak lagi terdengar oleh Arga dan Nilawati.

Keduanya berdiri dan berjalan sambil memegangi dada ke arah gadis yang tadi di bawa topeng setan.

Arga menggendong tubuh gadis itu dan membawanya kembali ke desa bersama Nilawati.

1
Nurul Huda
Luar biasa
Edy Sulaiman
jadi pendekar jgn tanggung sama bandit gol hitam, bunuh dan bunuh biar dikemudian tdk jadi duri.
Herry Susanto
Cerita silat yang bagus dan bermutu.
Kai Urip
cerita nya baik asyik ,tp terlalu banyak komenx
Khalil Shabron
lanjut thir smoga sukses amin
Mohammad Kasim
istri ke 2
Mohammad Kasim
pangilanya kok masih pake nama padahal udah uhuk uhuk coba di ganti kakang atau mas gitu
Mohammad Kasim
onyen onyen takye
Mohammad Kasim
rawa gak ada yg bening Thor biasanya becek 😂😂😂
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya sudah lumayan bagus, 👍👍
Isro Fil
N
Syamsu Alam
bedul makan tidur aja
nina hariah
terimakasih atas karyanya author
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan thor
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
lanjutkan
rajes salam lubis
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!