NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:718
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

*****

*****

*****

Suara remangan bergema begitu keras dengan bergebu-gebu Dj musik seisi Club malam, dan lampu berkedip bermacam warna menyoroti kemana-mana yang sedang menari berjoget bersenang-senang, menghilangkan penak pikiran yang kalut tidak berujung, Suara-suara bernada laki-laki dan para wanita saling asyik berjoget gembira di tengah ramai. Tampak Cherly duduk di kursi sendirian dengan sebotol minuman alkohol di tangan kanannya, menghadap penjual minum di depannya. Di belakang Cherly begitu ramai dengan orang-orang asyik berjoget.

Satu teguk meminum sebotol alkohol dengan raut wajah asam menahan tidak enak di lidahnya yang ia rasa.

Sejenak terdiam melamun, dengan pelan meletakkan sebotol minum di atas meja. Rasa ingin kehidupan bebas memiliki pilihan sendiri, ingin Cherly rasakan, cinta, kasih sayang dan keinginan tidak pernah ia pegang. selalu di atur oleh ayahnya sendiri. sejujurnya sudah muak dengan semua ini terasa kesal. harus memiliki wibawa, keahlian hebat dan menjadi wanita berada. Cherly ingin sekali saja, 1 jam saja menikmati hidup bebas tanpa beban.

Dengan menghembuskan nafas panjang ingin mengeluh namun tidak bersuara hanya memendam perasaan. Cherly menoleh ke Samping melihat dua wanita pasangan di sofa sana sedang bercumbu ramainya orang sekitar tidak membuat mereka terganggu atau merasa malu. Terlihat begitu berani tidak merasa takut di pandang berbeda.

Cherly beranjak namun tiba-tiba saja terasa pusing tangan kanan pegang kepala yang berat, Berlahan melangkah dengan sempoyongan untuk pulang ke apartemen.

Tidak lama kemudian Cherly melangkah pelan di lorong Apartemen dengan menyusuri menyentuh tembok dinding untuk tetap bertahan tidak jatuh

Sementara itu, Eli heran tidak biasanya Cherly tidak pulang tepat waktu, rasa aneh dan heran membuat Eli Overthinking. bagaimana tidak, takut terjadi sesuatu pada Cherly. Eli hanya duduk di sofa melihat jam dinding pkl 10 malam, dengan pakaian baju tidur polos yang sudah ia kenakan menunggu Cherly datang.

"Tidak biasanya!! ". Eli berkata dengan perasaan cemas

Klak.

Mendengar suara pintu di buka, Eli bergegas bangkit melangkah menghampiri. Tampak Cherly melepaskan sepatunya melangkah jalan memasuki ruang, Eli datang dengan ekpresi terkejut melihat kondisi Cherly terlihat berantakan.

"Cherly". Sahut Eli bergegas mendekat

" Hemmm! ". Menoleh dengan lemas

Eli langsung menyentuh bahu Cherly dengan raut wajah khawatir

" Kamu kenapa seperti ini? " Tanya Eli cemas pegang wajah pipinya

"hmph!! ". Senyum Cherly dengan melek

" Kamu mabuk!? kamu minum?? ".

" Hemmm! ". Cherly mengganguk kepalanya dengan bertingkah lemas tidak bertenaga, kepalanya menempel di bahu Eli begitu saja.

Eli menghela nafas panjang melihat kondisi Cherly begitu berantakan.

Kemudian tidak lama, kini Eli membawa Cherly di dalam kamar membaringkan dengan berlahan, Eli membiarkan Cherly tertidur berbalik melangkah pergi.

*****

*****

*****

Pagi yang cerah, Cherly terbangun berlahan membuka mata sambil kedua tangan pegang kepala yang teramat berat dan pusing, efek semalam minum terlalu banyak hingga kepalanya terasa sakit. Cherly melihat ke samping melirik sekitar, perasaan Cherly cukup lega ternyata di kamarnya sendiri tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa dirinya sendiri. Namun sesuatu yang merasa aneh, yaitu Dimana Eli berada tidak melihat keberadaannya sama sekali.

Cherly bangun berdiri melangkah jalan keluar kamar, di ruangan terasa sepi dan hening tidak ada Eli sama sekali, Cherly bingung kemana kah Eli perginya??? \_\_\_\_\_ Dengan keadaan kemeja putih yang ia pakai terlihat kusut di tambah kancing baju di atas dadanya terlihat belahan dada begitu jelas. walaupun tidak sepenuhnya terlihat. Cherly melangkah ke sofa, duduk dengan santai.

"Lah.. sudah bangun rupanya!! ". Sahut Eli tiba-tiba saja ada di samping Cherly begitu saja

Sontak Cherly terkejut menoleh dengan cepat, entah dari mana munculnya Eli tiba-tiba saja ada di samping. Melihat Eli mengenakan handuk berjuba belum mandi terlihat sexy.

Eli duduk di samping Cherly dengan santai.

"Semalam kenapa minum?? ". Tanya Eli

" Hemmm! hanya ingin aja. kenapa?? ".

" Tidak apa-apa ".

Cherly terus memperhatikan Eli yang mengenakan handuk, sesuatu yang membuat menarik perhatian Cherly yaitu dada Eli sangat tergoda tidak bisa mengalihkan perhatian.

Eli menyadari sesuatu melihat tingkah Cherly hanya terdiam memperhatikan sesuatu di tubuhnya sendiri. Senyum miring Eli terlintas ingin melakukan sesuatu untuk Cherly.

"Kamu lihat apa hemmm... " Tanya Eli senyum

"Hemmm, tidak, tidak". Jawab Cherly mencoba tetap sadar.

" Kamu ingin lihat ". Tanya Eli, sambil melepaskan ikatan handuk melingkar di pinggangnya dengan berlahan, Ekpresi godaan Eli mencoba menarik Cherly.

Cherly terdiam menatap ikatan handuk yang akan Eli lepaskan. Sesuatu merinding di tubuh Cherly, lirikan mata melihat wajah Eli dengan rasa bingung.

Senyum godaan Eli semakin bergebu untuk memancing hasrat Cherly keluar, Berlahan mendekat, duduk di atas paha Cherly.

Wajah Eli begitu dekat dengan wajah Cherly yang polos, nafas berat terdengar di telinga Eli, bibirnya mencoba untuk bergerak namun kaku. tubuh bergetar hebat menatap bola mata Eli yang indah.

Wajah Eli mendekat mencoba memancing dengan hembusan nafas begitu melekat di hidungnya Cherly. Cherly tergoda tidak bisa tahan suara nafas itu, aroma angin nafasnya terasa menyatu, bibir lembutnya itu begitu sexy

Kedua tangan berlahan menyentuh punggung Eli yang ramping merayap sampai pundak. Kening kepala Eli menempel menatap mengoda

"Cherly... jangan lari..., lakukan saja". Ucap Eli mengodanya..

Eli berlahan miringkan kepalanya mencium bibir yang lembut di miliki Cherly

Cup

Eli pun mencium Cherly dengan lembut memakan bibir saling beradu sexy. sesuatu terjadi pada tubuh Cherly merasakan ingin lebih dari ini, ciuman lembut bibir beradu lidah saling menyentuh di mulut begitu manis berair.

"ehmmmm, ". Nafas berat hanya bersuara di tenggorokan tidak mengucapkan di mulut tetap bercumbu gairah

Eli melepaskan ciuman menatap terdiam.

"boleh aku memiliki mu, untuk sekarang ini" Tanya Eli menatap

Dengan menelan ludah berusaha untuk bisa menjawab walaupun terasa gengsi dan canggung, tapi tidak bisa lari dari apa yang ia mau.

"Iya... " Lontarkan singkat lirih

senyum senang Eli, merasa sudah waktunya untuk bikin Cherly bahagia.

Eli bergegas mencium leher Cherly setiap inci menyusuri dengan lembut, Getaran merasakan lembutnya bibir Eli membuat Cherly bergairah hebat. Eli beranjak melepaskan handuk di tubuh hingga jatuh kebawah lantai, kembali mencium bibir Cherly dengan gairah. Kini Cherly tidak bisa menolak atau menghentikan Eli

"Aaah... ehmmm!!. " Desah Cherly sambil penjamkan mata nikmat,

Eli terus mencium leher Cherly tanpa henti aroma tubuh Cherly begitu mengoda tidak bisa berhenti terasa wangi dan enak untuk di nikmati walaupun baru bangun tidur belum mandi. Suhu panas di tubuh Eli naik jauh lebih hangat tidak biasanya,

Eli kembali mencium bibir Cherly saling bercumbu gairah nikmat, hanya suara desah di ruang apartemen begitu keras.

"Arrrggghhh... "

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!