"masukkan kartu penyegelnya sekarang, atau kita akan mati di tempat ini!,
saat satu persatu siswa lenyap misterius dan hanya memisahkan debu hitam, itsuki ikawasi dan teman temannya terjebak oleh siluman pemangsa manusia, situasi menjadi gila ketika sahabat mereka berbalik menyerang di bawah sihir hitam!
dipojokkan oleh amukan api dari raja siluman pemangsa manusia dan penyanderaan di atas kawah lava gunung valerius, itsuki terpaksa meledakkan rahasia terbesarnya: kebangkitan murni kekuatan 7 elemen.
berhasilkah mereka menyegel monster legendaris tersebut, ataukah ini awal dari perang dimensi yang jauh lebih besar? .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NABILA_08.p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror Koridor sunyi dan bangku bangku kosong
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya novel bertajuk "DROWNED SOULS: jiwa-jiwa yang tenggelam" ini akhirnya bisa lahir dan menyapa para pembaca sekalian.
Cerita ini merupakan perwujudan dari imajinasi, panjang coretan ide di buku catatan, dan kecintaan saya terhadap dunia fantasi dan misteri, melalui petualangan Itsuki Ikawasi dan teman-temannya dalam menaklukkan takdir serta menghadapi ancaman dari siluman kuno,
saya ingin mengajak pembaca menyelami arti dari sebuah pengorbanan, taktik dan ikrar persahabatan yang sejati.
Terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan untuk pembaca Novel Toon yang setia, dan pihak Novel Toon yang telah memberikan ruang bagi karya ini untuk berkembang, semoga setiap lembar narasi di dalam novel ini, dapat memberikan hiburan, ketegangan, dan kesan yang mendalam bagi kita semua.
Akhirnya saya menyadari segala kekurangan yang melekat pada novel ini oleh karena itu segala saran dari pembaca adalah yang diharapkan oleh penulis dan semoga segala ikhtiarnya kita diridhoi oleh Tuhan yang Maha Esa (aamin).
Kurang lebihnya saya mohon maaf, dan selamat membaca, dan bersiaplah memasuki dunia yang penuh misteri!
SALAM HANGAT
penulis
BAB 1: Teror Koridor Sunyi dan Bangku-bangku Kosong
Suasana malam yang mencekam di Hutan Harum, seorang pemuda berlari kencang membelah pepohonan yang rapat, berusaha menyelamatkan diri. Napasnya terengah-engah di belakangnya, terdengar suara tawa melengking yang menggema di antara pepohonan.
"Hehehe ..." Suara itu berasal dari makhluk mistis yang terus mengincarnya.
Sial! Akar pohon besar membuat kaki pemuda itu tersandung. "Argh!" teriaknya saat tubuhnya tersungkur keras ke tanah. Rasa sakit menjalar di sekujur kakinya, sementara hawa membunuh di belakangnya terasa semakin mendekat.
Saat pemuda itu berusaha bangkit dan menoleh ke belakang, jantungnya terasa berhenti berdetak, tubuhnya seketika membeku karena syok. Sesosok monster menyerupai pohon dengan kulit kayu yang retak-retak serta duri-duri tajam di sekujur tubuhnya dan mata yang menyala merah telah berdiri tepat di hadapannya. Makhluk itu meraung, siap mencabik pemuda itu.
Tepat di detik-detik kritis sebelum monster itu menerkam, sebuah tebasan berkecepatan tinggi membelah batang pohon di sekitar mereka! Itsuki Ikawasi tiba-tiba muncul dari arah samping, dan mengayunkan senjata legendarisnya. Ia memakai pedang itu untuk menahan serangan si monster.
"CEPAT PERGILAH!" teriak Itsuki dengan urat leher menegang.
Lalu, pemuda itu yang syok dan terpaku. Melihat kekuatan Itsuki yang begitu dahsyat, pemuda yang keringatnya yang bercucuran, pemuda itu tidak berani melangkah satu langkah pun.
Melihat situasi yang semakin kacau, tiba-tiba seorang pemuda misterius langsung melesat untuk menarik pemuda itu yang tidak dapat berjalan lagi, sementara Itsuki bertaruh nyawa menahan amukan siluman hutan tersebut.
Pedangnya memancarkan cahaya biru terang yang membutakan mata, lalu dengan satu tebasan pamungkas,monster itu hancur menjadi abu, dapat di segel dan di kalahkan menggunakan ledakan elemen Itsuki.
Setelah kejadian mencekam itu berlalu, keesokan paginya, Itsuki kembali menyamar menjadi murid biasa.
Kring! Bel sekolah berbunyi nyaring memecah keheningan pagi. Namun, suasana di dalam ruang kelas terasa sangat mencekam dan dingin saat Itsuki duduk di bangkunya, ia menyadari pemandangan yang sangat mengerikan -- lebih dari separuh bangku di kelasnya kini kosong melompong tanpa penghuni.
Keesokan harinya Kaguya Hiragi, Hinata Ammasawah, dan Roy Alistair berkumpul mengelilingi satu meja untuk mendiskusikan situasi gila ini.
"AWAS! Ini satu murid lagi telah hilang!" bisik salah satu dari mereka dengan wajah tegang,
"HEEM! BISA JADI!" sahut yang lain sambil menatap investigasi mereka. Mereka mulai menyadari pola yang mengerikan: seperti nya ini ulah mahluk....!"rentetan kasus hilangnya para siswa ini bukanlah penculikan biasa, melainkan teror dari entitas Supra natural.
Setelah berdiskusi yang menegangkan itu selesai. Jam pulang sekolah pun tiba, mereka berjalan keluar kelas menuju koridor.
"DA HINATA!" seru Kaguya sambil melambaikan tangan berpamitan.
"DA Kaguya!" balas Hinata dan roy, mereka berpisah di persimpangan jalan sekolah tanpa menyadari hawa bahaya besar sedang mengintai salah satu dari mereka.
Kaguya berjalan sendirian sambil menyusuri jalan lorong kota yang mulai sepi dan remang- remang, dan herannya suasana energi nya berubah tidak seperti biasanya, ia lewat. Langkah kakinya menggema di lorong jalan kota yang sunyi itu, tiba-tiba suara dari bisikan- gaib yang dingin berdesis di telinga nya--"HEE...". Kaguya langsung menghentikan langkahnya, tubuhnya merinding, iya menoleh ke seluruh lorong yang kosong sambil bergumam ketakutan, "HA! Siapa ya?".
Ternyata teror tidak lagi bersembunyi di dalam hutan, di tengah kepungan gedung gedung tinggi di perkotaan. Sesosok siluman bertanduk dua muncul dan mengacau,
Kaguya menyaksikan kemunculan monster itu, dengan mata terbelalak dan keringat dingin mengucur.
"MAHLUK ITU....!" batinnya terkejut saat menyadari moster tersebut sedang mengincar warga sipil, terdengar teriakan histeris dari arah gedung, "TOLONG!".
Moster bertanduk itu meraung dahsyat, memperlihatkan taring-taringnya yang tajam siap memangsa siapapun yang ada di depan nya. Dan ternyata memang dari awal Itsuki telah membuntuti Kaguya karena curiga, dan memang telah mempersiapkan diri untuk bertarung dengan pakaian bertarung nya.
Dan karena melihat banyak nyawa warga sipil yang terancam, Itsuki tidak bisa tinggal diam, ia langsung meloncat secepat kilat, ia berlari menaiki atap dan pembatas gedung. Bergerak lincah demi memotong jarak sebelum moster itu sempat melukai korban lebih jauh.
Dan saat itsuki tiba dengan tepat waktu, Pertempuran jarak dekat tak terhindarkan di jalan kota! Itsuki dengan berani menghunuskan pedangnya. Berdiri kokoh menjadi perisai di depan Kaguya yang membeku ketakutan. Ayunan cakar tajam siluman raksasa itu berada langsung dengan bilang pedang itsuki. Menciptakan tekanan angin besar "CEPAT PERGILAH!" teriak itsuki dengan lantang memerintahkan Kaguya untuk segera menyelamatkan diri.
Serangan Monster itu ternyata sangat brutal! Kekuatan pisik nya membuat reruntuhan beton gedung hancur berantakan akibat hantaman cakarnya. Itsuki tersedak dan terhempas di antara puing puing bangunan yang runtuh akibat epek ledakan.
Asap tebal dan sebuah mengepul hebat, akibat hantaman sebelumnya. Dari balik reruntuhan, itsuki terbatuk-batuk menahan rasa
Sakit, pakaian bertarung nya mulai koyak. Di sisi lain sebuah pusaran energi atau bayangan hitam mulai bergerak memutar dengan cepat. Menciptakan tekanan udara yang mencekam di sekitar area pertempuran .
Siluman bertanduk itu kembali merangsek maju di tengah kobaran api dan reruntuhan, itsuki yang melihat keadaan semangkin kacau dan nyawa Kaguya berada di ujung tanduk. Itsuki pun tidak tinggal diam dengan kekuatan nya ia maju dengan berdarah darah bersama baju yang sobek nya. Ia meloncat tinggi sehingga pusaran yang awalnya terlihat kecil. Mulai menjadi sangat besar yang menciptakan tekanan udara yang mencekam di area pertarungan dan di tambah dengan kekuatan 7 elemen itsuki yang meledak bersamaan yang menciptakan gelombang kejut yang luar biasa dahsyat.
BOOM!
Cahaya elemen yang membutakan mata melesat membelah langit malam, menghantam tubuh siluman bertanduk itu hingga meraung ke sakitan. Tekanan angin yang luar biasa dahsyat membuat segala nya menjadi putih benderang.
Namun, begitu cahaya itu meredup dan debu debu mulai mengendap, itsuki terbelalak. siluman bertanduk itu telah lenyap, tragisnya di tempat monster itu berdiri tadi. Tiba-tiba muncul gelombang lava yang sangat panas dan membara mulai mengejar Kaguya.
"Kaguya!" .....teriak itsuki dengan histeris, melompat maju dengan sisa tenaga yang ia miliki demi menggapai tangan sahabatnya.....
Jarak mereka hanya tinggal beberapa senti meter lagi, namun di saat yang sama. Sebilah cakar hitam misterius mendadak muncul dari balik bayangan dan mencengkram pergelangan kaki itsuki dari belakang, menariknya menjauh.
(bersambung....)
Pesan Author:
DEI MI APA?! Jaraknya tinggal dikit lagi tapi malah di tarik cakar misterius! 😭 💔
Menurut kalian, Itsuki bakal bisa lepas enggak? Terus nasib Kaguya yang di kejar lava gimana?!😱🔥
Yuk tulis prediksi kalian di kolom komentar, jangan lupa klik like, favorit dan vote cerita ini ya gaes! 👇