NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Sagara menyandarkan kepalanya pada dinding bathtub yang dingin, napasnya perlahan-lahan mulai teratur meskipun tubuhnya masih gemetar hebat akibat kombinasi sisa pengaruh obat dan rasa dingin yang menusuk tulang. Efek obat perangsang yang membakar jalan darahnya perlahan surut, meninggalkan rasa lelah luar biasa yang membuat seluruh persendiannya terasa melorot lemas.

"Bisa berdiri, Kak?" tanya Hazel pelan, suaranya dipenuhi rasa iba.

Sagara mendongak perlahan. Manik matanya kembali jernih, memancarkan kepolosan dan rasa bersalah yang mendalam. Ia mengangguk lemah, berusaha menumpu berat badannya pada pinggiran bathtub. Hazel dengan sigap meraih lengan pria jangkung itu, menopang tubuh Sagara yang basah kuyup dan lemas, lalu perlahan menuntunnya keluar dari kamar mandi.

Langkah kaki mereka meninggalkan jejak air di atas lantai kayu. Dengan telaten, Hazel membantu Sagara merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menarik selimut tebal berbahan bulu hingga menutupi dada Sagara, memastikan pria itu tidak terserang demam setelah disiram air dingin secara mendadak.

"Tunggu di sini. Jangan mencoba bangun," pesan Hazel tegas namun lembut. Sagara hanya mengangguk pasrah, matanya terpejam rapat karena rasa pening yang masih tersisa di kepalanya.

Hazel segera bergegas keluar ruangan. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia menghubungi dokter pribadi keluarga Adeline. Hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, seorang dokter paruh baya tiba di mansion bersama tas medisnya.

Dokter memeriksa denyut nadi, pupil mata, serta suhu tubuh Sagara. Setelah menyuntikkan cairan penetralisir ke selang infus ringan dan memberikan penanganan medis yang diperlukan, dokter membalikkan badan menghadap Hazel yang berdiri cemas di ujung tempat tidur.

"Beruntung tindakan pertamanya cepat dan tepat," ujar sang dokter sambil merapikan alat-alatnya. "Tuan Sagara mengonsumsi zat senyawa aktif pemicu gairah dalam dosis yang lumayan tinggi. Tubuhnya mengalami syok hebat. Saya sudah menyuntikkan obat penetral dan penenang. Sekarang, biarkan beliau beristirahat total sampai besok pagi. Jangan biarkan beliau melakukan aktivitas berat dulu."

Hazel menghembuskan napas lega yang amat panjang. "Baik, Dok. Terima kasih banyak."

Setelah mengantar dokter keluar, Hazel kembali ke kamar Sagara sebentar. Ia mematikan lampu utama, menyalakan lampu tidur yang temaram, lalu menutup pintu dengan sangat pelan, membiarkan pria itu terlelap dalam tidurnya.

Keesokan harinya, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela besar di area dapur. Hari Minggu yang cerah akhirnya tiba.

Hazel sudah bangun sejak subuh. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian santai sebuah oversized sweater pastel dan celana jins nyaman ia melangkah ke dapur. Karena Sagara masih beristirahat, Hazel mengambil alih peralatan masak. Meskipun kemampuannya tidak sehebat Sagara, gadis 19 tahun itu berhasil membuat menu sarapan sederhana yang harum: roti panggang isi keju dan telur orak-arik, lengkap dengan dua cangkir teh hangat.

Saat Hazel sedang menata piring di atas meja bar, suara langkah kaki yang pelan dan ragu terdengar dari arah tangga. Hazel menoleh dan mendapati Sagara sedang turun. Pria itu mengenakan kaos santai bertangan panjang dan celana kain. Wajahnya masih sedikit pucat, namun binar matanya sudah jauh lebih segar dibanding semalam.

"Selamat pagi, Kak Sagara," sapa Hazel ramah, memamerkan senyuman terbukanya yang hangat. "Bagaimana keadaanmu? Masih pusing?"

Sagara menyunggingkan senyum canggung, memegang leher belakangnya dengan raut wajah serba salah. "Pagi, Hazel. Tubuhku... sudah jauh lebih baik. Maaf ya, semalam aku sudah sangat merepotkanmu. Dan... maaf untuk hal yang tidak sopan semalam, aku benar-benar di luar kesadaran—"

"Sstt! Sudah, tidak usah dibahas lagi," pangkas Hazel cepat, melambaikan tangannya di udara untuk mencairkan suasana agar Sagara tidak merasa bersalah. "Itu bukan salahmu, Kak. Ada yang sengaja meracunimu semalam. Yang penting sekarang kamu sudah sembuh."

Hazel menunjuk piring di atas meja dengan dagunya. "Duduklah. Pagi ini giliran aku yang masak sarapan untukmu. Tenang saja, tidak akan membuatmu keracunan, kok!"

Sagara terkekeh pelan sebuah tawa renah yang jarang terdengar dari bibirnya. Ia menarik kursi bar dan duduk di hadapan Hazel. Pria itu meraih selembar roti panggang dan menggigitnya pelan.

"Bagaimana? Enak tidak?" desak Hazel antusias, menopang dagunya dengan kedua tangan.

Sagara mengunyah sebentar lalu mengangguk mantap dengan mata berbinar jujur. "Enak sekali, Hazel. Terima kasih banyak, ya."

Hazel tersenyum puas. Ia menyedot teh hangatnya sebelum menepuk meja pelan, teringat akan janji yang mereka buat kemarin pagi.

"Oh iya! Sesuai janjiku kemarin, hari ini kan hari libur," ujar Hazel dengan nada bicara yang mendadak penuh semangat. "Aku bakal tepati janji untuk mengajakmu jalan-jalan keluar!"

Sagara yang sedang mengunyah rotinya mendadak terhenti sejenak. Ia menatap Hazel dengan pandangan polos dan penasaran. "Jalan-jalan? Tapi... memangnya kita mau pergi ke mana, Hazel? Aku bahkan tidak tahu tempat menarik di luar sana."

Mata Hazel berbinar-binar gembira, memancarkan jiwa anak muda 19 tahun yang haus akan petualangan. Rencana gila dan seru sudah tersusun rapi di dalam kepalanya.

"Kita bakal pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kamu datangi!" seru Hazel excited, menggerakkan tangannya penuh heboh di udara. "Pertama, kita ke taman kota terbesar untuk menghirup udara segar. Setelah itu, aku bakal ajak kamu ke arcade permainan terbesar di mall utama! Kita bakal main basketball machine, claw machine, dan balapan mobil!"

Sagara membelalakkan matanya, mendengarkan istilah-istilah asing yang disebut Hazel dengan raut wajah melongo khas orang lugu.

"Dan tidak berhenti di situ!" lanjut Hazel makin antusias, memajukan tubuhnya mendekati Sagara. "Siangnya kita bakal makan es krim paling enak di pusat kota dan belanja pakaian baru buat kamu. Pokoknya hari ini kamu harus melupakan semua pekerjaan rumah tangga dan bersenang-senang bersamaku! Pokoknya tidak boleh ada bantahan!"

Melihat binar kegembiraan yang begitu tulus di wajah Hazel dan mendengar rencana-rencana seru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya, Sagara merasakan sesuatu yang hangat menjalar di dadanya. Senyuman tipis dan lembut perlahan terukir di bibirnya, menganggukkan kepalanya pelan.

"Baiklah... aku ikut denganmu, Hazel."

1
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
berry
yg banyak up nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!