NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Membalas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hamzari20

Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Kamu Ketahuan, Lyra!

Wajah Lyra pucat pasi saat melihat kedatangan orang yang tak pernah ia duga. Sosok yang ia anggap mati dalam kebakaran hari itu sekarang berdiri di sana dengan wajah dingin bersama Arion.

"Ti—tidak mungkin? Ba—bagaimana bisa?" suara Lyra terbata dengan wajah tegang.

"Kamu terkejut Lyra?" suara Isabella terdengar seperti malaikat bagi Lyra.

"Kamu seharusnya sudah mati dalam kebakaran itu Isabella? Bagaimana mungkin kamu selamat?" tanya Lyra, tanpa sadar dia mengucapkan hal yang seharusnya dia tutupi.

"Bagaimana kamu tahu aku terjebak dalam kebakaran?" mata Isabella berkilat dingin, seolah menyelidiki sosok Lyra yang nampak gugup.

"Ak—aku hanya asal bicara!" elaknya.

Jari panjang dan lentik milik Isabella mengetuk pelan pada sandaran kursi yang tengah ia sentuh sebagai penopang pada tubuhnya.

"Asal bicara? Apa kalian semua merasa itu hanya asal bicara?" pertanyaan Isabella di tujukan pada dewan direksi di perusahaan itu.

Namun, sekarang bukan saatnya untuk takut. Walaupun Isabella belum mati dalam kebakaran itu tapi dia sudah tanda tangan berkas pengalihan saham atas namanya.

"Tentu aku terkejut Kakak karena kamu ternyata selamat!" sela Lyra cepat. Sebelum ada yang menjawab pertanyaan Isabella.

"Tentu saja aku harus selamat. Karena aku tidak rela perusahaan Davis jatuh ketangan orang seperti kamu yang tidak tahu diri!" sambarnya dengan nada sarkastik.

"Aku? Tidak tahu diri? Oh ayo lah, ini namanya pintar dan cerdas!" kata Lyra, membanggakan dirinya karena berhasil merebut apa yang menjadi milik Isabella.

"Benar, pintar dan cerdas, aku anggap kamu membanggakan diri sendiri demi menghibur diri," jawaban itu membuat Lyra meradang.

"Sekarang juga keluar! Kamu tidak di butuhkan lagi di sini dan selamat menjadi gelandangan!" usirnya dengan tegas.

Isabella hanya tersenyum tipis. Seolah apa yang Lyra katakan hanya sebuah lelucon anak kecil kemarin sore.

Mata Lyra berkilat marah, dia tak suka dengan kehadiran Isabella di sini karena itu mengganggu meeting kali ini.

"Panggil penjaga! Dan minta mereka mengusir orang asing ini dari sini!" minta Lyra, nada bicaranya benar-benar berubah dan itu bukan seperti Lyra yang Isabella kenal sejak kecil.

Tidak ada yang bergerak. Bahkan Asisten pribadinya pun tetap diam dengan wajah menunduk.

"Mana keamanannya? Apa mereka tidak patuh pada pemilik perusahaan?" nadanya benar-benar mengejek dengan wajah terkejut.

"Kau—" tunjuk Lyra.

Isabella duduk di kursi nya dengan gaya elegant dan angkuh persis seperti sosoknya yang selama ini mereka kenal.

Isabella itu anggun, cantik dan modis, dia memiliki Fashion juga kecerdasan yang tak di miliki Nona Muda lain. Namun sayang, dia bodoh dan mudah di rayu pada kehidupan pertamanya.

Tangan Isabella terkepal erat. Saat sekelebat bayangan kehidupan pertama kembali muncul memicu kehancuran hati Isabella.

"Aku tidak mau basa-basi lagi. Lyra! Jadi silakan ambil barang-barangmu sekarang juga! Dan keluar!" usirnya dengan tegas.

"Aku tidak akan pergi, kamu sudah tanda tangan dan sekarang Davis juga seluruh kekayaan orang tuamu menjadi milikku!" kekeh Lyra.

"Kalau begitu tunjukkan berkas yang kamu maksud sebagai surat kuasa pengalihan saham yang aku tanda tangani!"

Lyra mengangguk, wajahnya menatang dengan kejam sosok Isabella yang tenang dan seolah tak terganggu akan kesombongan Lyra yang merasa menang.

BRUK!

Sebuah map di jatuhkan tepat di depan Isabella yang duduk tenang pada kursi kepemimpinan utama milik Matthew Davis.

Isabella melirik, di sisinya ada sosok Arion yang juga hadir untuk menemani Isabella yang sebenarnya belum pulih pasca terjebak dalam kebakaran malam itu.

"Ini yang kamu maksud berkas itu? Kenapa seperti sampah tak berguna?" saat mengatakan itu. Mata Isabella menatap Lyra seolah menegaskan kalau dimatanya Lyra tak lebih hanya sekedar sampah dan benalu.

BRAK!

"JANGAN KURANG AJAR ISABELLA!" teriak Lyra, suaranya melengking tajam memekakkan telinga pada penghuni di ruangan itu.

"Aku hanya bicara fakta!" jawabnya acuh, seolah teriakan Lyra bukan sesuatu yang harus di besarkan.

"Kam—"

"Sudahlah aku tidak mau main-main lagi. Sebaiknya sekarang kamu keluar dengan baik-baik dan tertib dari pada keluar dengan rasa malu!" menegaskan lagi bahwa kali ini dia tak lagi main-main.

"Apa hak mu mengusir orang yang menjadi pemilik perusahaan ini sekarang? Bukti sudah ada, dan seharusnya kamu yang pergi dari sini!"

"Keras kepala!" gumam Isabella.

Dia melirik pada pengacara yang ia bawa dan meminta pria itu untuk membacakan apa itu surat wasiat juga warisan yang sah.

"Saya Dev, pengacara utama keluarga Davis!" pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya.

"Jangan bertele-tele! Katakan saja keaslian surat itu agar dia tahu bahwa Lyra Davis lah yang menang kali ini!" sambarnya, mendesak pengacara itu untuk bicara.

Dev segera membacakan apa yang tertera di sana, semuanya tanpa terkecuali.

"Tanda tangan ini memang milik Nona Isabella," ucapan pertama Dev membuat Lyra merasa menang.

"Lihat! Semua adalah kenyataan," ucapnya bangga.

"Saya belum selesai Nona Lyra!" sela Dev cepat.

Lyra diam kembali, dia menatap Isabella dengan sinis seolah tengah mengejek bahwa kemenangan akan dia dapatkan kali ini.

"Tapi secara hukum ini tidak sah!" ucapan selanjutnya membuat Lyra menoleh cepat.

"Apa maksud mu tua bangka?" tanya Lyra.

"Secara hukum tanda tangan ini tidak akan pernah menjadi bukti untuk anda mendapatkan seluruh harta Davis," jelasnya.

"Jangan main-main, kamu berbohong dan di bayar oleh Isabella, iya kan?" maki Lyra.

"Tidak, memang Nona Isabella belum menjadi pewaris sah bagi Davis karena Tuan dan Nyonya Davis belum menandatangani surat pengalihan harta atas nama Nona Isabella!" jelasnya.

DEGH!

"Kamu pasti bohong!" teriak Lyra. Dia jelas-jelas melihat Matthew dan Melody menandatangani surat wasiat untuk Isabella.

"Saya tidak akan pernah berbohong karena ini adalah kebenaran yang harus anda terima!" ucapnya.

Lyra menatap Isabella dengan benci. Tangannya terkepal erat dengan mata berkilat marah pada sosok Isabella yang tetap tenang. Sedangkan Darel, dia benar-benar tak menyangka kalau Isabella belum sah menjadi pewaris Davis.

SRET!

"Kamu sengaja menjebak aku, kan?" teriak Lyra.

Isabella menepis kasar tangan Lyra, matanya berkilat dengan kibasan pelan pada pakaian yang hari ini ia gunakan.

"Menjebak? Jelas-jelas kamu dan dia yang merencakan penculikan padaku hari itu, lalu setelah gagal kamu bilang aku sengaja menjebak? Apa kamu tidak waras?" omel Isabella, bola matanya memutar malas.

"Jangan pura-pura bodoh Isabella, aku tahu kamu sengaja melakukan ini!" tuduhnya dengan mata berkilat Marah.

"Terserah apa katamu! Yang jelas... " ucapan Isabella menggantung di udara dan itu membuat bulu kuduk Lyra meremang.

"Apa?"

Isabella mendekatkan bibirnya di telinga Lyra yang berwajah tegang."Kamu sudah ketahuan dan terjebak pada jalan buntu Lyra! Bersiaplah untuk menerima Karma!" bisik Isabella.

DEGH!

1
Irsyad layla
ini sebenarnya keluarga de luca apa Marco bingung jadinya
Hamzari20: Marga Marco untuk Darel dan Marga De Luca untuk Arion
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!