NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Perhatian Andra pada Aini berlangsung hingga hampir satu bulan lamanya, hal itu jelas membuat Sarah kesal

Andra tidak pernah lagi menyentuhnya dan sibuk dengan keluarga kecilnya. Mereka hanya bertemu dikantor itupun Andra tidak menyentuhnya dan bersikap seperti seorang atasan

"Cukup mas!" Selama ini Sarah sudah cukup bersabar dan hari ini tidak lagi

"Ada apa dengan kamu Sarah?" Tanya Andra tidak mengerti, tiba-tiba saja kekasihnya ini kesal

"Berhenti mengabaikan aku! Aku juga butuh perhatian kamu" Sarah bahkan sudah menitihkan air matanya

Andra yang melihat kekasihnya sedih segera menghampiri dan menenangkannya

"Ada apa? Kenapa kamu nangis?" Andra menenangkan Sarah dengan membawanya duduk di sofa dekat jendela

Sarah merogoh sakunya, ia memberikan sebuah benda yang membuat Andra terbelalak

"Bilang kalau ini gak bener kan?" Andra memastikan saat melihat garis dua pada benda itu

"Aku hamil mas, aku hamil anak kamu" Sarah terisak, namun Andra terlihat syok karena mengetahui jika ia menghamili kekasihnya

"Bagaimana bisa? Selama ini kita main aman" Ini tidak bisa, ia tidak mungkin menikahi Sarah karena Aini jelas tidak ingin dimadu

"Kamu gak suka pakai pengaman, aku juga gak minum pil KB. Suatu saat pasti hal ini akan terjadi"

Sarah kesal karena Andra terlihat tidak bahagia, ia juga tidak ingin anaknya lahir tanpa ayah

"Tapi aku masih suaminya Aini" Astaga, Andra ingin mati saja rasanya

"Terus? Kamu mau lari begitu aja?" Sarah tidak percaya jika Andra akan meninggalkan nya demi istrinya yang biasa saja itu

"Bukan gitu, Sarah" Andra mengacak rambutnya, ia benar-benar frustasi saat ini

"Kamu mau aku gugurin anak ini?" Andra terkejut mendengarnya

"Apa maksud kamu? Kamu mau membunuh anak aku?" Jelas saja Andra tidak suka mendengarnya

"Lalu? Aku harus apa? Bagaimana caranya aku melahirkan anak ini tanpa ayah" Sarah tidak mengerti apa keinginan kekasihnya ini

"Kamu jangan memikirkan itu, kita pasti akan menikah. Kamu tunggu sebentar lagi" Sarah senang mendengarnya

"Kamu akan menceraikan Aini?" Tanya Sarah antusias

"Aku gak akan menceraikan Aini, tapi kita akan menikah, aku janji!" Andra menggenggam tangan kekasihnya

"Maksud kamu?"

"Kita akan menikah Siri, kamu minta ayah kamu kesini! Aku akan bilang sama ibu" Hanya ini yang bisa Andra pikirkan, ia bisa memiliki dua wanita ini

Sarah tampak berpikir, jika ia menolak bukan tidak mungkin jika Andra akan membuangnya dan anaknya ini akan hidup tanpa ayahnya

"Baiklah!"

Andra tersenyum, ia kecup kening wanita ini dengan lembut, lalu mengusap perutnya

"Jaga dia! Dia anak kita"

Sarah tersenyum, ia akan memikirkan masalah ini nanti. Sekarang yang terpenting adalah menikah dengan Andra lalu memberikan kehidupan yang mewah bagi anak ini dan dirinya tentu saja

Pikiran ini mengganggu Andra hingga dirinya tiba dirumah, bagaimana bisa ia menjanjikan pernikahan pada Sarah sedangkan dirinya masih berstatus sebagai suami orang

Bagaimana nanti jika Aini mengetahui semua ini? Pasti wanita itu akan meninggalkan nya

Tapi membiarkan Sarah menggugurkan anaknya juga tidak mungkin, bagaimana pun juga bayi itu adalah benihnya dan Andra tidak akan bisa membunuh anaknya sendiri

"Ada apa mas? Mas keliatan capek banget?" Tanya Aini karena melihat perubahan raut wajah suaminya

"Enggak kok, dek. Mas cuma banyak kerjaan aja" Jawab Andra berharap istrinya ini percaya

"Mas jangan capek-capek! Mas harus perhatiin kesehatan mas juga" Ucap Aini dengan suara lembut

Rasa bersalah ini semakin menghantui Andra, Aini selalu bersikap lembut namun meninggalkan Sarah juga tidak mungkin

Keputusannya untuk menikahi Sarah sudah bulat, namun begitu ia akan tetap menyembunyikan pernikahan ini dari Aini

"Makasih yaa dek, kamu emang paling perhatian sama mas" Anda menggenggam tangan istrinya

***

Pernikahan itu terjadi juga, malam ini Andra dan Sarah menikah dengan disaksikan keluarga

Tidak ada pesta atau acara yang berarti. Sarah hanya didampingi seorang pria yang ia perkenalkan sebagai ayahnya sedangkan Andra didampingi oleh Retno

Wanita paruh baya itu terlihat bahagia saat mengetahui Andra akan menikahi Sarah, baginya menantu yang sempurna adalah yang seperti Sarah ini

"Makasih yaa Bu, udah kasih kita restu" Sarah menyalami ibu mertuanya

"Ibu lebih suka sama kamu, ibu gak suka menantu kayak si Aini yang miskin itu" Sarah tersenyum mendengarnya

Setelah terasa sepi, Sarah menarik tangan pria paruh baya itu menuju kearah samping rumah

"Nih!" Sarah menyerahkan sebuah amplop sambil celingukan "Jangan sampai ada yang curiga, ngerti"

"Siap mbak Sarah" Pria itu melihat lembaran berharga didalam amplop sambil tersenyum "Makasih yaa! Kalau perlu bapak gadungan lagi kabarin saya aja!"

Setelah pria paruh baya itu berlalu barulah Sarah bisa bernapas lega. Beruntung karena Andra tengah bersama ibunya

"Malam ini kamu nginep di apartemen aku kan?" Sarah mengusap dada bidang suaminya

"Pasti dong sayang, ayo kita pulang aja! Aku udah kangen banget sama kamu" Ujar Andra dengan jemari yang sudah bergerak nakal

"Mas" Sarah memukul lengan suaminya itu "Ini masih dirumah orang"

Mereka memang menikah dirumah salah satu keluarga Retno, ini demi menghindari agar Aini tidak tahu

Karena jika dirumah Retno maka dipastikan Faris akan memberitahukan semuanya pada kakak iparnya itu

"Ya udah, ayo kita pulang"

Empat puluh menit barulah mobil itu tiba disebuah gedung apartemen. Keduanya akan melepas rindu karena sudah hampir dua bulan keduanya tidak saling memuaskan

"Kamu harus main pelan!" Sarah mendorong tubuh suaminya saat merasa Andra tidak sabaran

"Kamu tenang aja! Aku gak mungkin menyakiti anak kita"

Malam itu pasangan suami istri itu telah melepas dahaga yang sudah satu bulan lebih ini ditahan

"Kamu memang selalu menakjubkan, Sarah" Napas Andra masih memburu saat ia berhasil menumpahkan segala yang tertahan itu kedalam tubuh istrinya

"Lebih hebat dari istri kamu?"

"Tentu saja" Andra menekan hidung mancung wanita itu "Aku udah bilang kalau Aini itu ngebosenin"

"Kenapa kamu gak cerein dia aja sih mas?"

"Gak bisa sayang, aku gak mau jauh dari anak aku"

Sebenarnya ini hanya alasan Andra saja, entah kenapa ia tidak bisa melepaskan istrinya itu

Ia mengakui kecantikan istri pertamanya itu, Aini hanya kurang merawat diri saja. Ia tidak ingin melihat wanita itu bersanding dengan laki-laki lain

"Ya udahlah, aku udah capek banget" Sarah memejamkan matanya

***

"Kamu gak bisa masak yang enak apa?" Andra kesal saat melihat menu diatas meja yang hanya berupa tahu serta cah kangkung saja

"Uang bulanan dari kamu cuma cukup beli ini mas"

Pertengkaran ini sudah terjadi beberapa Minggu ini, Andra jarang pulang lalu pulang-pulang pasti mereka bertengkar

"Selama ini cukup- cukup aja kan? Kenapa sekarang jadi kurang?" Kesal hati Andra melihat tingkah istrinya ini

Sebenarnya ini karena dirinya yang mengurangi uang bulanan untuk Aini

Sarah sudah berhenti bekerja karena kehamilannya, dan wanita itu terlalu banyak permintaan

"Kita punya bayi mas, biayanya gak sedikit. Ini aku udah neken pengeluaran" Aini kesal melihat suaminya

"Udahlah! Kamu makan aja sendiri! Aku mau keluar"

"Kamu mau kemana lagi mas?" Aini menarik tangan suaminya "Akhir-akhir ini kamu selalu keluar malam, kadang sampe gak pulang"

Aini bukan tidak curiga, ia juga kerap menemukan bekas lipstik di kemeja suaminya

"Mas mau keluar, mas bosen dirumah. Kerjaannya cuma berantem" Andra menarik tangannya dengan kasar

"Lagian kamu liat penampilan kamu! Kamu itu ngebosenin Aini! Harusnya kamu kalau dirumah itu dandan!" Kata Andra "Udahlah, mas males berantem sama kamu"

"Mas, mas Andra!" Aini berteriak, saat hendak menyusul tiba-tiba terdengar suara tangisan dari arah kamar

Aini mengusap air matanya, wanita itu melangkah menuju kamar karena itu suara Kasih

1
Ilfa Yarni
kurang ajar jg tuh diandra ank msh 1 tahun udah selingkuh trust nikah Siri hadeeh dasar laki ga Ada otak
Lee Mba Young
masak aini gk punya simpanan duit blas, ortu gk bantu apa saking miskin nya.

nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.
Sri Angga: kn dia pergi tanpa bwa pa pun kala tu
total 1 replies
Lee Mba Young
nunggu aini kerja anak mu mungkin sdh mati di siksa ibu tiri aini. masak iya ortu mu gk bisa bantu bayar pengacara, anak bayi di tinggal dng ibu tiri seharian nangis apa gk mati
Hera sasuwe
👍
Ilfa Yarni
yg just ya isn't km jgn lemah tunjukksn klo km itu wanita yg kuat urus lah gugatan ceraimu dgn cepat
Sri Angga
semoga Aini ketemu Yuda lg dan bisa membantu Aini lepas dr andra.
Ilfa Yarni
km ambil hak km sebagai istri sah krn km yg mendampingi dia Dr nol
Ilfa Yarni
ceritanovel begini semua skr
Oma Gavin
awas aini kalau kamu lemah dan tidak tegas sama andra lebih baik kamu cerai dari pada dimadu dgn Sarah pelakor egois
Dew666
Kapan ketahuan nya
Sri Angga
mertua zolim,,anak ny selingkuh di dukung giliran menantu ny ktmu sm lawan jenis di bilang selingkuh.
Sri Angga
semoga Aini cpt nyadari dan bs pergi dr kehidupan Andra,
Dew666
💟
Sri Angga
Andra hanya mengedepan kan nafsu ny,,penyesalan akan datang,
Oma Gavin
memang ya di awal manis waktu merintis karir ujung nya berkhianat saat sukses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!