NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Desa Sylvester

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya mereka tiba di Desa Sylvester.

Namun begitu kereta memasuki desa, Isabella langsung merasa ada sesuatu yang aneh. Desa yang siang tadi masih terlihat ramai kini berubah begitu sunyi, tidak ada seorang pun yang terlihat di jalan, tidak ada suara anak-anak bermain, tidak ada warga yang berjalan di depan rumah mereka, bahkan suara percakapan pun tidak terdengar sama sekali.

Isabella mengerutkan keningnya bingung, dia kemudian menyingkap tirai jendela kereta dan melihat keadaan di luar. Jalanan desa terlihat sangat gelap, tidak ada satu pun lampu yang menyala. Rumah-rumah warga juga terlihat gelap gulita, seolah seluruh desa sedang tertidur. Padahal hari belum terlalu malam, Isabella akhirnya menoleh kepada sang kusir.

"Kenapa desa ini sangat sepi?"

Sang kusir yang sejak tadi terlihat tegang langsung menelan ludah, wajahnya bahkan terlihat pucat.

Dia melirik ke kiri dan kanan sebelum menjawab dengan suara pelan.

"Karena malam hari di desa ini memang selalu seperti ini, Nona."

Isabella mengernyit heran, apa yang terjadi pada desa ini hingga pada saat malam hari desa ini akan berubah menjadi desa mati. Padahal siang tadi semua warga masih beraktifitas seperti biasa, bahkan desa ini sangat ramai.

"Kenapa?"

Sang kusir menarik napas dalam-dalam, sebelum menjawab pertanyaan Isabella.

"Karena tidak ada seorang pun yang berani keluar rumah ketika malam tiba." Ungkap Sang Kusir.

"Kenapa?" Isabella kembali bertanya.

"Monster." Kata Sang Kusir.

Satu kata itu membuat Isabella terdiam.

"Monster?" ulangnya.

Sang kusir mengangguk cepat, tatapannya berubah semakin cemas.

"Setiap malam, monster-monster dari hutan datang ke desa."

Tangannya semakin erat menggenggam tali kekang, keringat dingin mulai membanjiri wajahnya.

"Mereka tidak hanya berkeliaran di jalan, tapi mereka juga masuk ke rumah-rumah warga." Kata Sang kusir.

Isabella menatapnya dengan serius, jadi itu yang mengakibatkan desa ini terlihat sangat sepi ketika malam hari.

"Lalu apa yang mereka lakukan?" Tanya Isabella membali.

Wajah sang kusir semakin pucat, rasa takut semakin menggerogoti dirinya. Karena dia pernah melihat bagaimana buasnya para monster itu saat menyerang para warga.

"Mereka..."

Dia berhenti sejenak, menatap sekelilingnya dengan cemas.

"Mereka memakan manusia." Bisik Sang kusir dengan suara bergetar.

Kael dan Aeron yang mendengar percakapan itu langsung terdiam, tatapan mereka mulai mengarah pada jalan yang mereka lalui.

Sang kusir kemudian melanjutkan.

"Itulah sebabnya tidak ada seorang pun yang berani keluar rumah saat malam tiba, semua orang mengunci pintu dan jendela mereka rapat-rapat." Lanjut Sang kusir.

Isabella kembali melihat keadaan di luar, sekarang dia semakin penasaran monster seperti apa yang menyerang desa ini hingga membuat desa ini akan berubah seperti desa mati ketika malam tiba, jalanan sepi dan gelap, bahkan lampu jalan pun tidak ada, rumah-rumah para warga juga tampak gelap gulita, tidak ada yang menyalakan penerangan sedikitpun.

Isabella menunjuk salah satu rumah.

"Lalu kenapa rumah-rumah itu tidak menyalakan lampu? Bukannya monster itu hanya menyerang ketika ada orang yang berkeliaran di jalan?" Tanya Isabella.

Rasa cemas semakin menguasai Sang kusir, tenggorokannya terasa tercekat, bahkan untuk sekedar menelan ludah pun terasa sulit. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak semakin tak beraturan.

"Karena itu juga berbahaya, saat ada rumah yang menyalakan lampu maka monster-monster itu akan menyerang rumah itu." Ucapnya.

Isabella menatap Sang kusir semakin penasaran.

"Kenapa?" Tanya Isabella, dengan alis berkerut.

"Karena monster-monster itu menyukai cahaya, hingga mereka akan mendatangi setiap rumah yang lampunya menyala."

Tatapan Sang kusir dipenuhi ketakutan.

"Kalau melihat cahaya dari sebuah rumah, mereka akan langsung mendatanginya dan jika menemukan seseorang di dalam..."

Sang kusir tidak sanggup melanjutkan perkataannya.

Isabella memahami maksudnya, keadaan desa ini ternyata jauh lebih buruk daripada yang dia bayangkan.

Sang kusir kemudian turun dari kursi dan berdiri sangat dekat dengan Isabella, tubuhnya semakin gemetar. Dia bahkan beberapa kali melihat ke arah jalan yang gelap, seolah-olah takut sesuatu akan muncul dari kegelapan.

"Nona..." Panggil Sang kusir penuh kecemasan.

"Hm?"

"Saya belum mau mati." Ucap Sang kusir dengan suara bergetar.

Isabella menatapnya datar, lagipula tidak ada orang yang mau mati dengan cara dimakan oleh monster.

"Tenang, jangan khawatir." Kata Isabella.

Bagaimana mungkin dia bisa tenang?

Sang kusir hampir menangis mendengar jawaban itu, dia hanyalah kusir biasa. Dia tidak memiliki kemampuan bertarung, apalagi jika harus menghadapi monster yang memakan manusia.

Isabella kemudian bertanya,

"Apakah ada penginapan di desa ini?" Tanya Isabella, karena menurutnya tidak mungkin mereka tetap memaksa melanjutkan perjalanan sekarang. Dia juga sudah sangat lelah dan butuh istirahat.

Sang kusir menggeleng pelan.

"Sayangnya tidak ada, Nona. Semua penginapan tutup ketika malam tiba." Lanjutnya.

Isabella berpikir sejenak, jika tidak ada penginapan dimana mereka harus tinggal malam ini.

"Lalu kita harus tidur di mana?" Tanya Isabella lagi.

Sang kusir terlihat ragu.

"Kalau Nona tidak keberatan..."

"Apa?" Tanya Isabella.

"Nona bisa menginap di rumah saya malam ini." Ucap Sang kurir.

Isabella mengangguk kecil.

"Itu cukup."

Namun, wajah sang kusir justru semakin khawatir.

"Tapi..."

"Tapi apa?" Tanya Isabella.

"Rumah saya berada di ujung desa." Cicit Sang kurir, dia bahkan merasa ingin kembali lagi ke kota saat ini. Bagaimana jika tiba-tiba ada monster yang menyerang mereka, dia masih belum mau mati.

Dia lalu menunjuk ke arah jalan yang semakin gelap di depan mereka.

"Jaraknya cukup jauh dari sini." Ucap Sang kusir sambil menelan ludah.

"Dan untuk sampai ke sana..."

Tatapannya tertuju pada jalan gelap di depan.

"Kita harus melewati sebagian besar wilayah desa, Kalau beruntung kita tidak akan bertemu monster."

Dia berhenti sejenak.

"Tapi kalau tidak..."

Wajahnya semakin pucat.

"Kemungkinan besar kita akan bertemu dengan mereka."

Isabella justru terlihat tenang, dia menatap jalan gelap di hadapannya, kemudian sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Kalau begitu..."

Tangannya perlahan menyentuh gagang pedang di pinggangnya.

"Kita hanya perlu memastikan monster-monster itu tidak menghalangi jalan kita." Kata Isabella menyeringai.

Kael dan Aeron saling berpandangan, mereka tiba-tiba merasa kasihan kepada monster yang nantinya bertemu dengan Isabella.

Karena tanpa mereka sadari...

Malam ini mungkin bukan manusia yang akan menjadi mangsa mereka, melainkan merekalah yang akan menjadi mangsa manusia yaitu Isabella.

Bersambung

1
Dewi Anggraeni
Thor double up lagi dong... lagi seru nih
Dewi Habibah
😍😍😍
@Mita🥰
apakah selir dan kaisar yang mengendalikan monster
@Mita🥰
seru
Dewi Habibah
bagus ceritanya
@Mita🥰
wah sepertinya ada yang mengendalikan para monster " itu deh
@Mita🥰
lagi Thor 🥰🥰
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!