Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
Pagi hari di perusahaan star entertainment CO. LTD terlihat Mona dan Adnan masuk ke perusahaan dengan Mona berjalan dengan canggung dengan senyum yang di paksakan Adnan berjalan dengan tatapan serius beberapa staf berbisik-bisik tentang mereka
"Aku sudah mengetahui nya mereka pasti berselingkuh. Elva terlalu bodoh untuk mengetahui itu"
"Mereka masih berani untuk masuk ke kantor?"
"Elva tadi juga pasti sudah masuk ke kantor!"
"Sesuatu yang menarik akan datang nih"
Mona dan Adnan mengabaikan perkataan mereka dan masuk ke kantor tapi mereka tercengang mendengar teriakkan menejer umum Gideon croft, di ruangan itu Gideon croft sedang memarahi Elva bahkan sampai memecahkan gelas nya
"Perusahaan akan menemukan solusi untuk skandal itu. Berani nya kau bertindak semau mu?"
"Solusi nya itu ingin aku mentolerir peselingkuh mereka? Lalu bekerja sama dengan mereka? Maaf aku tidak akan menerima itu!"Elva berkata dengan tenang sambil melipat tangannya di dada
"Kau harus meminimalkan dampak dan melindungi reputasi perusahaan kita" Gideon berkata dengan kesal sambil mengepalkan tangannya dengan kuat sampai berdarah
Elva melirik ke arah Adnan dan mona, Adnan menatap nya dengan tatapan campur aduk Mona menatap nya dengan tajam sambil mencengkram bahu Adnan
"Aku pikir kau salah, tuan croft, reputasi telah ternoda oleh mereka! Tapi Bukan korban seperti ku!"
"Kau... berani nya kau, apa kau tidak khawatir kalau kau akan menjadi artis pengangguran?" Gideon berkata dengan kesal
"Aku tidak peduli, sekarang pun aku juga menganggur" Elva berkata santai sambil mengangkat tangan nya
"Kau sangat kesal ya? Ada iklan parfum dari merek khusus Italia untuk mu...." Gideon berkata dengan tenang sambil tersenyum miring
Elva tetap tenang tak tersentuh, Mona mengigit jari nya karena kesal mendengar hal itu
"Karana kau tidak kooperatif, kesempatan bagus seperti ini ajab kuberikan untuk Silvia" Gideon berkata dengan tenang sambil menatap Elva dengan acuh
"Parfum Italia apa itu SFL?" Elva bertanya dengan tenang
"Ya, merek khusus yang mewah penyesalan mu sisa-sisa" Gideon berkata dengan dingin menatap Elva dengan tatapan tajam
"Apa kau yakin kalau iklan ku aku di berikan untuk Silvia?" Elva bertanya dengan tenang sambil tersenyum remeh
"Itu bukan iklan mu! Perusahaan yang merencanakan nya! Mau tidak menuai apa yang kau tabur buka menentang perusahaan" Gideon berkata dengan sombong sambil berkacak pinggang
"Aku harap kau tidak menyesal" Elva berkata sambil tersenyum meremehkan
KRING..KRING...KRING.....KRING
Tiba-tiba saja suara dering telepon memecahkan ketegangan di ruangan itu, Gideon mengangkat nya
"Bicara lah!"
"APA? kontrak dengan SFL akan di batalkan?" Gideon betriak kaget sambil menggebrak meja
"Elva sudah di tunjuk sebagai aktris untuk syuting iklan itu, jika tidak kontrak ajab di hentikan?"Gideon bertanya dengan heran sambil berkeringat dingin
"Baik aku mengerti" Gideon berkata sambil menutup telepon nya dan meletakkan nya ke
meja
TRAK
"Iklan SFL masih milikmu, tapi aku harap kau harus nya lebih memikirkan kepentingan perusahaan sebelum membuat keputusan, dan jangan emosional"Gideon menjelekan dengan tenang sambil bertumpu pada meja nya
"Itu tergantung mood ku..."Elva pun berbalik pergi dari sana dengan santai nona menatap nya dengan kesal
'Berengsek dia seharusnya tidak seberuntung itu'mona berpikir sambil mengigit jari nya dengan kesal
Di luar kantor Elva menyelipkan rambut nya ke belakang telinga nya dan berpikir
'Iklan SFL itu adalah hadiah untuk adik ku, sama sekali tidak mungkin aku memberikan itu pada Silvia. Yang sudah Menyebabkan banyak masalah untuk nya'
Di dalam kantor Adnan dan Elva menatap Gideon dengan takut dan cemas
"Itu di putuskan oleh perusahaan jika kau dan Elva membuat pernyataan jika kalian putus dengan baik-baik. Tapi Elva telah menyanggah nya" Gideon berkata dengan tenang menatap mereka bedua
"Sekarang Opini publik sudah mendukung elva, tapi sudah sangat buruk bagi kalian berdua. Kalian mungkin harus menghentikan karir kalian untuk sementara waktu, dan lanjut lagi setelah semua skandal selesai"Gideon menjelaskan sambil meletakkan dokumen di meja nya
Adnan dan Elva menatap nya dengan kaget dan berkeringat dingin
'Kami akan menjadi pengangguran?'