NovelToon NovelToon
Cuma Modal Cerita

Cuma Modal Cerita

Status: tamat
Genre:Teen / Solo Leveling / Menjadi NPC / Tamat
Popularitas:486
Nilai: 5
Nama Author: jiejie_IYAYA'S

Aku bukan siapa-siapa. Nggak punya prestasi, nggak punya bakat khusus.
Yang aku punya cuma kenangan.

Kenangan jadi remaja perempuan yang dulu mikir dunia selebar halaman sekolah.
Tentang tawa di jam kosong, surat cinta yang nggak pernah dikasih, persahabatan yang pecah karena sepele, dan guru yang tanpa sadar ngubah hidupku.

"Cuma Modal Cerita" adalah kumpulan kisahku.
Loncat dari sekarang ke dulu. Dari dewasa ke anak kecil yang masih percaya permen bisa nyelesaiin semua masalah.

(Gak Semuanya Real Dari Hidup Ku ,Ada Beberapa Karangan)

Ini bukan novel tentang orang hebat.
Ini novel tentang kita. Tentang kamu, aku, dan semua orang yang pernah duduk di kursi paling belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jiejie_IYAYA'S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dari Pancake Jadi Telur Dadar

Namaku Tia Agusti Ningsih, tetapi teman-teman dan keluargaku lebih akrab memanggilku Ia atau Iyaya. Hari itu adalah hari Kamis tanggal merah. Saat aku masih duduk di bangku SMK—entah kelas berapa, aku sudah agak lupa detail pastinya—aku menghabiskan waktu sendirian di rumah. Sekolah libur dan tidak ada agenda bepergian sama sekali.

Suasana rumah terasa begitu lengang dan sunyi karena Ibu dan Bapak sedang pergi keluar sejak pagi.

Ketiadaan orang di rumah awalnya terasa menyenangkan karena aku bisa bebas bersantai.

Namun, ketika sore hari mulai menjelang, perutku mulai menyuarakan protesnya. Rasa lapar perlahan datang menyerang, sementara di meja makan tidak ada tudung saji yang menyembunyikan lauk pauk matang. Berada di rumah sendirian dalam keadaan lapar membuat otakku mulai berputar mencari ide.

Daripada membeli makanan di luar, tiba-tiba terlintas sebuah ide impulsif di kepalaku: aku ingin mencoba membuat camilan sendiri.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka ponsel dan meluncur ke aplikasi TikTok serta pencarian Google.

Di bilah pencarian, aku mengetik kata kunci yang sangat spesifik: "Resep pancake simpel no ribet pakai teflon." Jemariku dengan lincah mengusap layar, memilah-milah video singkat dan artikel kuliner yang berseliweran. Tak butuh waktu lama, aku menemukan satu resep yang kelihatannya sangat mudah untuk dipraktikkan oleh seorang pemula sepertiku.

Langkah selanjutnya adalah memeriksa persediaan dapur. Aku segera melangkah ke dapur dan membuka lemari penyimpanan serta kulkas. Setelah memeriksa bahan satu per satu, ternyata ada beberapa bahan utama yang tidak tersedia di rumah. Semangatku yang sedang membara tidak bisa dipadamkan begitu saja hanya karena bahan kurang.

Tanpa membuang waktu, aku bergegas bersiap-siap dan pergi ke warung terdekat untuk membeli semua bahan yang diperlukan agar eksekusi resep ini bisa berjalan lancar.

Sesampainya kembali di rumah, semua bahan sudah siap berjajar rapi di atas meja dapur. Ada satu butir telur ayam, lima sendok makan tepung terigu, serta susu cair yang aku siapkan sesuai panduan resep.

Langkah demi langkah dalam panduan itu mulai aku cermati kembali.

Pertama-tama, aku mengambil sebuah mangkuk cukup besar. Telur ayam kupecahkan ke dalamnya, lalu kucampur dengan sedikit gula. Menggunakan garpu yang ada di rakitan sendok dapur, aku mengocok kombinasi telur dan gula tersebut hingga semuanya menyatu rata.

Setelah merasa adonan telur sudah cukup siap, aku mulai memasukkan tepung terigu secara bertahap, sedikit demi sedikit, sambil terus mengaduknya perlahan agar tidak terlalu menggumpal.

Langkah berikutnya adalah menuangkan susu cair. Aku menuangkannya perlahan-lahan ke dalam mangkuk sambil terus mengocoknya dengan garpu, berusaha keras mendapatkan tekstur adonan yang halus, agak kental, dan bebas dari gumpalan tepung.

Karena ini adalah pengalaman pertamaku mengolah adonan kue, sejujurnya ada rasa bingung dan ragu yang merayap. Semua gerakan tanganku terasa terburu-buru, seperti gerakan saset yang asal campur, berharap keajaiban kuliner akan terjadi di depan mataku.

Setelah adonan terasa cukup pas, saatnya berpindah ke kompor. Aku mengambil teflon anti-lengket dan meletakkannya di atas kompor dengan api kecil. Di dalam panduan resep sebenarnya tertulis bahwa teflon anti-lengket tidak wajib diolesi margarin.

Namun, karena keraguan seorang pemula yang takut adonannya menempel dan gosong, aku justru mengoleskan margarin ke atas permukaan teflon.

Ketika teflon dirasa sudah cukup hangat, dengan penuh percaya diri aku mengambil satu sendok sayur adonan dan menuangkannya tepat di tengah-tengah teflon. Suara desis tipis terdengar, menandakan adonan mulai bersentuhan dengan panasnya wajan

. Aku memperhatikan adonan itu dengan cermat, menunggu hingga permukaan atasnya mulai muncul gelembung-gelembung kecil berpori dan bagian bawahnya berubah warna menjadi kecokelatan.

Ketika momen yang ditunggu tiba, aku mengambil sodet dan membalik pancake tersebut secara perlahan. Sisi satunya lagi kubiarkan matang hingga warnanya berubah menjadi cokelat keemasan yang menggugah selera. Di dalam benakku, aku sudah membayangkan betapa nikmatnya menyantap pancake hangat buatan sendiri yang diberi topping manis.

Setelah dirasa matang sempurna, aku mengangkat pancake tersebut dari teflon dan memindahkannya ke atas piring saji.

Aroma harum hangat langsung tercium dari piring. Dengan rasa bangga dan penasaran yang membuncah, aku mengambil sendok dan memotong sebagian kecil dari pancake ciptaanku itu, lalu memasukkannya ke dalam mulut.

Namun, begitu adonan itu menyentuh lidahku, rasa gembira yang baru saja membumbung tinggi langsung hancur seketika. Mataku membelalak kaget. Tekstur dan rasa yang mendarat di dalam mulutku sama sekali tidak menyerupai pancake lembut yang ada di bayanganku.

Rasanya sungguh aneh dan asing. Luarnya terasa terlalu berminyak dan gurih, sementara bagian dalamnya menyimpan rasa manis yang nanggung berpadu dengan asin yang kuat dari margarin.

Sumpah, rasanya seperti memakan telur dadar goreng yang diberi gula, ditambah aromanya yang amis dan aneh. Perpaduan rasa manis, asin, dan amis telur yang tercampur aduk itu benar-benar membuat perutku mual seketika. Sensasi di tenggorokanku begitu tidak menyenangkan sampai-sampai rasanya aku ingin muntah saat itu juga.

Aku mencoba menelannya dengan susah payah, berharap mungkin gigitan berikutnya akan terasa lebih baik. Namun, setelah mencoba satu gigitan kecil lagi, aku benar-benar tidak sanggup melanjutkannya. Rasa tidak enak itu terlalu mendominasi dan membuat selera makanku hilang sepenuhnya.

Dengan berat hati dan perasaan kecewa yang mendalam, aku akhirnya membawa piring tersebut ke arah tempat sampah.

Pancake hasil eksperimen pertamaku itu terpaksa harus dibuang ke tong sampah karena memang tidak layak dan tidak sanggup untuk dimakan lagi. Uang yang dipakai untuk membeli bahan dan tenaga yang dikeluarkan untuk memasak terasa menguap begitu saja tanpa hasil.

Hari itu memberikan satu pelajaran yang sangat berharga bagiku. Pengalaman mencoba resep yang berakhir tragis itu menyadarkan aku akan satu hal penting: ke depannya, jauh lebih baik mencari dan mencoba resep simpel yang memang sesuai dengan tingkat keahlian atau benar-benar sudah dipahami langkah-langkahnya.

Daripada tergiur resep yang terlihat mudah di media sosial tetapi hasilnya malah tidak tertelan dan berujung dibuang ke tempat sampah secara mubazir, lebih baik bermain aman d

engan masakan yang sudah pasti bisa dibuat. Experimen pancake teflon sekali pakai itu pun resmi menjadi kenangan unik sekaligus menggelikan yang tidak akan pernah aku lupakan.

1
Araara
seru abis
Araara
semangat ya kakak jangan pantang menyerahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!