NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Benteng Tak Kasatmata di Menara Su

​Pagi itu, suasana di Menara Su terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Pemecatan Su Ming dan pengusiran kroni-kroninya dari jajaran manajemen menyisakan banyak kursi kosong di departemen operasional. Namun, berbekal suntikan modal tanpa batas sebesar 500 Miliar Yuan dari Bank Sentral, Grup Su tidak lagi berada di ambang kebangkrutan. Mereka kini adalah paus raksasa di perairan Jiangzhou.

​Di lantai dua puluh delapan, Su Yuhan sibuk meninjau puluhan proposal proyek baru. Kantung matanya masih terlihat, tetapi ada kilau kehidupan dan semangat membara di matanya. Ia tidak tahu bahwa di balik kesibukan administratif perusahaannya hari ini, sebuah operasi militer berskala besar sedang berlangsung secara diam-diam untuk mengubah Menara Su menjadi benteng paling mematikan di seluruh provinsi.

​Suaminya tidak sedang bercanda ketika berjanji untuk melindunginya. Lin Fan telah melepaskan anjing-anjing perang terbaiknya dari rantai mereka.

​Di lantai tiga, Departemen Sumber Daya Manusia (HRD) sedang menggelar wawancara massal. Manajer HRD, seorang wanita paruh baya bernama Bu Linda, berulang kali menyeka keringat dingin di dahinya. Ia menatap deretan pelamar kerja yang duduk tegap di ruang tunggu dengan perasaan campur aduk antara kagum dan terintimidasi.

​Kandidat-kandidat ini sangat tidak biasa. Mereka pria dan wanita berpostur sangat proporsional, memiliki tatapan mata setajam pisau bedah, dan bersikap dengan kedisiplinan yang mengingatkan Bu Linda pada pasukan khusus televisi.

​Bu Linda membolak-balik berkas lamaran pria tinggi besar dengan bekas luka tipis di rahangnya, yang kini duduk di hadapannya.

​"Bapak Yuan," suara Bu Linda sedikit bergetar saat membaca profil pria itu. "Anda fasih berbicara enam bahasa, memiliki sabuk hitam tingkat tinggi di tiga cabang bela diri campuran, dan memiliki sertifikasi paramedis tempur tingkat lanjut. Profil Anda lebih cocok menjadi agen rahasia negara... tapi mengapa Anda melamar posisi sebagai Kepala Satpam Grup Su?"

​Yuan, yang mengenakan kemeja biru rapi untuk menutupi otot-otot raksasanya, menatap Bu Linda dengan wajah datar tanpa emosi.

​"Saya menyukai lingkungan yang tenang, Bu Linda," jawab Yuan dengan bariton berat yang menggetarkan meja kaca. "Dan saya sangat ahli dalam membuang 'sampah' yang mencoba masuk ke dalam gedung."

​Bu Linda menelan ludah dengan susah payah. Tanpa banyak bertanya lagi, ia langsung mengecap stempel DITERIMA di atas berkas Yuan.

​Hanya dalam kurun waktu empat jam, lebih dari lima puluh anggota elit Pasukan Bayangan Keluarga Lin telah menyusup dan mengambil alih posisi-posisi strategis di seluruh Menara Su. Perintah Lin Fan sangat mutlak: jadilah bayangan, jangan menarik perhatian, dan bunuh ancaman apa pun sebelum Yuhan menyadarinya.

​Mereka menyebar membentuk jaring pertahanan absolut dengan pembagian tugas yang mematikan:

​Tim Keamanan (Lantai Dasar & Area Parkir): Dikepalai oleh Yuan, dua puluh prajurit elit berseragam satpam kini memantau setiap inci CCTV. Mereka dipersenjatai dengan pisau taktis tersembunyi dan pistol berperedam suara di balik seragam biru mereka.

​Staf Kebersihan (Lantai Eksekutif): Ahli racun dan penjinak bahan peledak tingkat militer menyamar sebagai cleaning service. Tugas utama mereka adalah mensterilkan ruangan Yuhan dari alat penyadap dan zat berbahaya setiap satu jam sekali.

​Kurir Internal (Ruang Surat): Para ahli intelijen siber yang memonitor seluruh paket, dokumen, dan surat-menyurat masuk untuk mendeteksi ancaman biologi maupun bom rakitan sejak dari pintu depan.

​Asisten Pribadi (Ruang CEO): Seorang kapten wanita dari Pasukan Bayangan yang ahli dalam pertempuran jarak dekat kini menjabat sebagai sekretaris baru Yuhan, bersenjatakan pena titanium mematikan yang siap merobek leher penyusup.

​Menjelang jam makan siang, seorang pria berpakaian kasual dengan celana jins pudar dan kaus oblong melangkah santai memasuki lobi utama Menara Su. Di tangannya terdapat sebuah termos kopi dan rantang makanan.

​Begitu pria itu melangkah masuk, dua puluh "satpam" di lobi seketika menghentikan aktivitas mereka selama sepersekian detik. Tubuh mereka menegang, dan mereka menundukkan kepala dengan sudut yang nyaris tak terlihat oleh mata orang biasa. Itu adalah penghormatan hening untuk Sang Raja.

​Lin Fan hanya mengangguk pelan tanpa menghentikan langkahnya menuju lift eksekutif. Tepat saat pintu lift hendak menutup, Yuan yang kini mengenakan seragam Kepala Keamanan melangkah masuk dan menekan tombol penutup.

​Di dalam lift yang bergerak naik, keheningan berubah menjadi ruang laporan militer.

​"Lapor, Tuan Muda," ucap Yuan dengan suara pelan namun tegas. "Perimeter keamanan kelas S telah aktif. Menara Su kini lebih sulit ditembus daripada brankas Bank Sentral."

​Lin Fan menatap angka penunjuk lantai lift yang terus bergerak naik. "Kerja bagus, Yuan. Tadi malam, jaringan intelijenku mendeteksi pergerakan dari faksi Lin Ye di ibu kota. Dia tidak berani menyerangku secara langsung, jadi dia akan menggunakan anjing-anjing lokal untuk menyerang perusahaan Yuhan."

​"Apakah kita perlu mengirim tim pembunuh ke ibu kota untuk melenyapkan Tuan Muda Lin Ye?" tawar Yuan, matanya memancarkan kilat haus darah.

​"Belum saatnya," Lin Fan menggeleng pelan. "Fokuslah pada Keluarga Long dari provinsi sebelah. Jika ada mata-mata atau penyabotase yang berani menginjakkan kaki di Menara Su, hancurkan tulangnya dan lemparkan ke jalanan tanpa suara. Istriku sedang stres memikirkan proyek, aku tidak ingin dia terganggu oleh bercak darah."

​"Siap laksanakan, Tuan Muda!"

​Ting.

​Pintu lift terbuka di lantai dua puluh delapan. Seketika itu juga, aura tiran dan mematikan Lin Fan menguap tanpa sisa. Wajahnya kembali memancarkan kepolosan yang hangat dan senyum sayu seorang suami yang berbakti. Ia melangkah keluar sambil menenteng rantang makanan menuju ruangan Yuhan, meninggalkan Yuan yang menatap punggung penguasanya dengan kekaguman mutlak.

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!