NovelToon NovelToon
CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

CINTA YANG JATUH LEBIH DULU

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jivana

Kirana, mantan putri sultan yang kini harus bekerja demi bertahan hidup, selalu bentrok dengan Rangga, CEO dingin dan galak yang tak pernah menemukan karyawan seberani dirinya.

Tanpa Kirana sadari, Rangga justru jatuh cinta lebih dulu. Di balik sikap kerasnya, ia diam-diam selalu melindungi dan memperhatikan Kirana. Sementara Kirana perlahan melihat sisi lembut pria yang selama ini dianggapnya sebagai bos toxic.

Namun cinta mereka diuji oleh kesalahpahaman, mantan kekasih, konflik keluarga, serta perjuangan Kirana membangun kembali hidupnya tanpa kemewahan. Dari pertengkaran dan cinta yang awalnya bertepuk sebelah tangan, keduanya akhirnya menyadari bahwa mereka adalah tempat pulang satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 — Menyingkap Jejak Lama

Keesokan harinya, Rangga menghubungi tim legal internal Arka Corporation, meminta bantuan diam-diam untuk menyelidiki rekam jejak bisnis Om Broto, khususnya terkait proses pengambilalihan aset Wibowo Group beberapa tahun lalu.

"Ini bakal butuh waktu, Pak," kata salah satu pengacara senior perusahaan, Pak Yusuf, setelah mendengar penjelasan singkat dari Rangga soal kasus yang perlu ia selidiki. "Kalau memang ada kecurangan dalam proses pengalihan aset itu, kita perlu telusuri dokumen-dokumen lama, mungkin juga perlu bicara sama notaris atau pihak bank yang terlibat waktu itu."

"Saya kasih waktu sebulan," Rangga berkata tegas. "Saya akan pastikan semua sumber daya yang dibutuhkan tersedia. Ini penting, Pak Yusuf."

Sementara itu, Kirana mencoba mengumpulkan kembali ingatannya soal detail proses penandatanganan dokumen yang dulu ia lakukan dengan Om Broto, meski saat itu ia masih terlalu hancur oleh duka untuk benar-benar memahami apa yang sedang ia tanda tangani.

"Aku inget waktu itu ada beberapa dokumen yang buru-buru banget disodorkan ke aku," Kirana bercerita ke Rangga suatu malam, mencoba mengingat detail sebanyak mungkin.

"Om Broto bilang itu buat 'penyelamatan aset', tapi aku nggak pernah bener-bener baca isinya karena terlalu sedih waktu itu."

"Kamu masih inget di mana kamu tanda tangan dokumen itu? Notaris mana yang terlibat?" tanya Rangga, mencatat setiap detail yang bisa membantu penyelidikan.

Kirana mencoba mengingat sebaik mungkin, menyebutkan nama kantor notaris yang samar-samar masih ia ingat dari masa itu, meski banyak detail lain yang sudah kabur dimakan waktu dan trauma.

Rangga segera meneruskan informasi itu ke tim legalnya, yang mulai bekerja cepat menelusuri jejak dokumen tersebut. Beberapa hari kemudian, hasil penyelidikan awal mulai menunjukkan titik terang.

"Pak, kami menemukan sesuatu yang mencurigakan," lapor Pak Yusuf dalam pertemuan khusus dengan Rangga dan Kirana.

"Dokumen pengalihan aset yang ditandatangani Kirana ternyata memiliki beberapa kejanggalan—tanggal notarisnya tidak sesuai dengan catatan resmi kantor notaris, dan ada indikasi bahwa nilai aset yang dialihkan jauh di bawah nilai pasar sebenarnya, jauh lebih menguntungkan pihak Om Broto."

Kirana mendengarkan dengan jantung berdebar, campuran antara marah dan lega mendengar bukti nyata mulai terkuak setelah bertahun-tahun ia hidup dalam ketidaktahuan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada warisan keluarganya.

"Itu artinya, prosesnya memang cacat hukum?" tanya Rangga, memastikan.

"Kemungkinan besar begitu, Pak," Pak Yusuf mengangguk. "Tapi kami masih butuh bukti lebih kuat, termasuk kesaksian dari pihak notaris atau bank yang terlibat, untuk bisa membawa kasus ini secara resmi ke jalur hukum."

"Lakukan apa pun yang diperlukan," Rangga berkata tegas. "Saya akan tanggung semua biaya penyelidikan ini."

"Rangga, kamu nggak perlu sejauh itu," Kirana berkata, merasa tidak enak dengan besarnya pengorbanan yang Rangga berikan untuk masalah pribadinya. "Ini urusan keluarga aku, bukan tanggung jawab kamu."

"Kirana," Rangga menatapnya lembut namun tegas, "masalah kamu itu masalah saya juga, karena saya sayang sama kamu. Saya nggak akan diam aja lihat Om Broto lolos begitu aja setelah ngerampas hak kamu dan keluarga kamu."

Kirana menatap Rangga, hatinya dipenuhi rasa terharu yang mendalam melihat komitmen tulus pria itu, jauh melampaui sekadar hubungan romantis biasa.

...****************...

Beberapa minggu kemudian, penyelidikan tim legal Rangga membuahkan hasil yang lebih konkret. Mereka berhasil menemukan seorang mantan pegawai notaris yang bersedia memberikan kesaksian, mengungkapkan bahwa dokumen pengalihan aset keluarga Wibowo memang sengaja dipalsukan tanggalnya atas permintaan Om Broto, dengan iming-iming bayaran besar yang saat itu sangat menggiurkan bagi si pegawai yang sedang terlilit masalah finansial.

"Dengan kesaksian ini, ditambah bukti dokumen yang sudah kita kumpulkan, kita punya cukup dasar untuk membawa kasus ini ke ranah hukum," jelas Pak Yusuf dalam pertemuan lanjutan, menyerahkan berkas tebal berisi seluruh bukti yang sudah dikumpulkan timnya selama sebulan terakhir.

Kirana menatap berkas itu dengan perasaan campur aduk—lega karena akhirnya menemukan kebenaran yang selama ini tersembunyi, namun juga cemas memikirkan proses hukum panjang yang mungkin harus ia hadapi ke depannya.

"Kamu yakin mau lanjutin ini secara hukum?" tanya Rangga, memberikan Kirana ruang untuk mempertimbangkan keputusan besar itu, meski jelas ia sendiri sudah bertekad mendukung apa pun pilihan Kirana.

Kirana terdiam sejenak, memikirkan seluruh perjalanan panjang yang sudah ia lalui—kehilangan orang tua, kehilangan kemewahan, berjuang dari nol, hingga akhirnya menemukan kembali kebahagiaan bersama Rangga. Ia menyadari, sudah saatnya ia berhenti menjadi korban, dan mulai memperjuangkan keadilan yang seharusnya menjadi haknya sejak dulu.

"Iya," Kirana akhirnya menjawab mantap, matanya menatap Rangga dengan tekad yang membara. "Aku mau lanjutin ini. Aku mau Om Broto mempertanggungjawabkan semua kecurangan yang udah dia lakuin, nggak cuma buat aku, tapi juga buat menghormati perjuangan almarhum papa dan mama dulu."

Rangga tersenyum bangga, menggenggam tangan Kirana erat sebagai bentuk dukungan penuh. "Saya akan dampingin kamu di setiap langkah, Kirana. Kita akan pastikan keadilan itu benar-benar terwujud."

Malam itu, dengan tekad baru yang membara di hati mereka berdua, Kirana dan Rangga bersiap menghadapi babak baru yang penuh tantangan—sebuah perjuangan hukum yang akan menentukan bukan hanya masa depan warisan keluarga Wibowo, tapi juga menjadi bukti nyata seberapa jauh cinta mereka berdua rela berjuang demi keadilan dan kebenaran.

1
Rian Moontero
mampiiirr👍
moana family: terima kasih kk🥰
total 1 replies
moana family
hiii readers mohon dukungan yaa...🥰🥰
ini novel saya pertama🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!